
Pagi harinya reza membuktikan ucapannya mengajak anak² berbicara sedangkan Raine hanya bisa terdiam menahan tendangan itu .
Setelah lama bermain Reza membawa Riane ke kamar mandi Mereka mandi bersama tanpa plus plus .
Karena Reza mengejar dengan waktu dia harus kembali lembur jika saja pekerjaan mereka belum kelar .
Saat sampai di meja makan ternyata sudah ada Oma,opa ,Henry dan Elvi hanya Raymond dan Adara yang bel ada .
Sedangkan si kembar sudah berada di kursinya setalah pagi sekali Nany mengambil mereka atas permintaan tuannya .
" Daddy Mommy " Henry dan Elvi menatap Reza yang terlihat bahagia .
" Kenapa son " Tanya Henry menatap Reza .
" Daddy lihat iya " Reza duduk di kursi dan membiarkan Riane berdiri di depannya .
" Baby ,sapa Eyang,Oma dan Opa " Ujar Reza lembut .
BUGH .
"Mereka sudah bisa menendang " Tanya Henry Tersenyum .
" Iya Dad, Semalam Reza ajak Mereka main tadi pagi juga " Ujar Reza bangga.
Elvi menatap Riane yang hanya tersenyum begitu juga Henry .
Pasti Raine menahan nya contohnya dia hanya membiarkan Reza melakukan itu .
" Wah Cicit Eyang sudah aktif iya " Ujar Daddy Radit.
" Iya Opa " Jawab Reza bahagia ,lalu membantu Riane duduk di samping nya .
" Ada apa dengan wajahmu " Tanya Raymond saat sudah di dekat meja makan bersama sang istri .
" Kakak ,anak Reza sudah bisa menendang " Raymond menaikan alisnya sebelah .
" Seperti Twins dulu " Ujar Adara , Raymond menggaguk saja .
Lalu melihat wajah Reza yang begitu bahagia membuat Raymond Tersenyum .
" Kau seperti anak SD yang sedang dapat hadiah " Ujar Raymond Tersenyum .
" Jagoan ,angel " Raymond mencium kepala ke dua anaknya lalu mengelus kepala mereka dengan lembut .
" Makan yang banyak iya " El mengaguk cepat sedangkan Ed hanya diam saja .
" Ayo sarapan " Ujar Daddy Radit.
Lalu mereka mengambil sarapan untuk pasangan mereka masing-masing .
Setelah selesai sarapan Raymond dan Reza berpamitan pada istri Merkea .
Di mana Raine juga harus pergi ke perusahaan sebelum nantinya dia berhenti dan mengurus ke dua buah hatinya bersama Reza .
Setelah kepergian Meraka Adara kembali ke kamar seperti biasanya dan kali ini kedua mertuanya dan juga Oma opa tidak bisa menemaninya karena mereka ada kesibukan di luar .
Sehingga dia hanya di temani si kembar di dalam kamar bersama pelayan dan juga Nany .
" Mom " Adara Menatap Edward sambil tersenyum .
" Abang butuh sesuatu " Tanya Adara lembut .
" Tidak " Jawabnya dingin, itu lah yang membuat Adara semakin takut jika Edward sampai melakukan hal kasar pada adiknya .
Jika saja dia sampai di buat kesal Oleh El karena Baby ikan buntal nya itu ada² saja tingkah nya .
" Abang " Edward menatap Adara .
" Apa Abang tidak ingin bermain, di luar banyak uncle atau ingin ke mall nanti di temani Nany dan uncle penjaga biar mommy izinkan pada Daddy "
" au ....au " Bukannya Edward malah baby El yang kegirangan mendengar kata mall .
"Nanti sayang kalau Oma dan Eyang tidak tidak iya " Jawab Adara lembut .
" Cle ...." Adara menggeleng " Tidak boleh , nanti Daddy marah jadi El main sama Nany saja di sini iya " Ujar Adara lembut.
Bukannya tidak mau tapi El sangatlah aktif beda dengan Ed yang hanya terdiam dan memilih menyendiri .
"Mi ...."
" El " Jika sudah begini baby El akan menurut jika tidak dia akan kembali di hukum oleh sang mommy .
" Nona muda kecil ayo " El pun menurut pada Nany nya yang sudah menyusun permainan Boneka nya dari berbagai jenis .
Jika bentuknya sudah boneka dia akan mengambilnya entahlah apa yang di sukai dari benda itu .
" iPad " Adara menghela napas lalu mengambilkan iPad anaknya di laci samping tempat tidur .
" Nonton lagi " Edward hanya menggaguk " Abang "
Karena memang akan seperti ini ,dia butuh ketenangan Jika sudah memegang iPad nya .
Lagi² Adara hanya menggeleng saja melihat tingkah putra sulung nya .
" Apa dulu Mas Raymond juga begini secara dia sama seperti Daddy nya begitu juga El tapi mungkin karena dia perempuan sehingga lebih cerewet " Gumam Adara menggeleng .
Dari pada bosan dia mengambil HP nya lalu menghubungi Daniel ,entah kenapa dia merindukan pria itu .
" Abang sibuk " Tanya Adara saat panggilan video itu terangkat .
" Tidak dek !! Kenapa " Tanya Daniel yang saat ini dia berada di perusahaan .
" Tidak,kangen saja sama Abang gimana Mba risna " Tanya Adara lembut .
" Maaf ,Abang jarang ke situ nanti Abang ke situ sama Risna iya " Adara mengaguk .
" Mana ke dua ponakan ku " Adara mengalihkan kamera HP nya .
" Apa yang di lakukan ikan buntal itu " Adara tertawa kecil .
" Main boneka sama Nany,Abang tahu kan jika dia sudah bermain boneka " Daniel mengaguk Tersenyum.
" manusia es mana " Iya itulah julukan Daniel pada baby Ed keponakan pertamanya .
" Apa dia main iPad lagi menonton " Tanya daniel heran .
" Iya begitulah " Jawab Adara seadanya .
" Malam ke sini kan sama Mama Papa " Tanya Adara pada Daniel .
" Iya nanti Abang usahakan ,kamu mau di bawakan apa ? " Tanya Daniel lembut .
" Hebm Apa iya, Mau kepiting lada hitam yang tempat kita makan itu hari boleh " Daniel mengaguk " Tapi izin dulu sama suami mu jika dia izinkan nanti Abang belikan " Ucap Daniel .
" Pap " Pekik El langsung berjalan ke arah tempat tidur saat tahu mommy nya sedang telepon pada Daniel .
" Wah keponakan Papa sudah besar " El menunduk malu sambil tersenyum .
" Mau di belikan apa hm " Tanya Daniel lembut .
" Kim ...."
" Apa mommy izin kan " Baby El menatap Adara dengan mata memohon .
" Satu saja " Baby El menggaguk setuju.
" Baiklah nanti Papa belikan ,kalau Abang mau di belikan apa " Tanya Daniel .
" Abang, di tanya Papa mau di belikan apa " Tanya Adara sedikit mengeraskan suaranya .
" Buku " Jawab Edward seadanya .
" Untuk apa ?? Abang juga belum lancar bacanya " Tanya Adara bingung .
" Baca " Daniel tertawa kecil di seberang sana membuat Adara kesal .
" Dia minta buku ' Ujar Adara .
" Baiklah,kalau begitu Abang lanjut kerja dulu nanti kabari Abang jika tuan Raymond mengizinkan nya " Adara mengaguk .
" iya Bang, makasih iya " Daniel Mengaguk lalu mematikan telepon nya .
Setelah panggilan itu berakhir Adara langsung mengirim kan pesan pada Suaminya .
Lalu dia menatap El yang masih berada di atas tempat tidur bersama nya .
Adara kembali tersenyum menatap sang putri yang bicara Tidak jelas pada boneka yang di tangannya .
Jika dulu aku tidak ke sana apa kalian akan di dunia ini ?? Mommy kira tidak karena mommy dan Daddy sangatlah jauh tapi mommy bersyukur karena pria itu Daddy kalian , sekalipun awalnya mommy harus menahan sakit tapi kehadiran kalian membuat mommy kuat ,tumbuhlah dengan baik seperti kenginginan Daddy dan mommy dan semoga kelak kamu menyayangi adik²mu yang kini tumbuh bersama mommy Batin Adara sambil mengelus rambut panjang baby El .
Karena sampai sekarang mereka belum membahas nya pada Baby El mereka takut anak itu cemburu karena merasa kasih sayang padanya akan berkurang karena kehadiran adik²nya .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟