ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Kepiting



Pagi harinya reza membuktikan ucapannya mengajak anak² berbicara sedangkan Raine hanya bisa terdiam menahan tendangan itu .


Setelah lama bermain Reza membawa Riane ke kamar mandi Mereka mandi bersama tanpa plus plus .


Karena Reza mengejar dengan waktu dia harus kembali lembur jika saja pekerjaan mereka belum kelar .


Saat sampai di meja makan ternyata sudah ada Oma,opa ,Henry dan Elvi hanya Raymond dan Adara yang bel ada .


Sedangkan si kembar sudah berada di kursinya setalah pagi sekali Nany mengambil mereka atas permintaan tuannya .


" Daddy Mommy " Henry dan Elvi menatap Reza yang terlihat bahagia .


" Kenapa son " Tanya Henry menatap Reza .


" Daddy lihat iya " Reza duduk di kursi dan membiarkan Riane berdiri di depannya .


" Baby ,sapa Eyang,Oma dan Opa " Ujar Reza lembut .


BUGH .


"Mereka sudah bisa menendang " Tanya Henry Tersenyum .


" Iya Dad, Semalam Reza ajak Mereka main tadi pagi juga " Ujar Reza bangga.


Elvi menatap Riane yang hanya tersenyum begitu juga Henry .


Pasti Raine menahan nya contohnya dia hanya membiarkan Reza melakukan itu .


" Wah Cicit Eyang sudah aktif iya " Ujar Daddy Radit.


" Iya Opa " Jawab Reza bahagia ,lalu membantu Riane duduk di samping nya .


" Ada apa dengan wajahmu " Tanya Raymond saat sudah di dekat meja makan bersama sang istri .


" Kakak ,anak Reza sudah bisa menendang " Raymond menaikan alisnya sebelah .


" Seperti Twins dulu " Ujar Adara , Raymond menggaguk saja .


Lalu melihat wajah Reza yang begitu bahagia membuat Raymond Tersenyum .


" Kau seperti anak SD yang sedang dapat hadiah " Ujar Raymond Tersenyum .


" Jagoan ,angel " Raymond mencium kepala ke dua anaknya lalu mengelus kepala mereka dengan lembut .


" Makan yang banyak iya " El mengaguk cepat sedangkan Ed hanya diam saja .


" Ayo sarapan " Ujar Daddy Radit.


Lalu mereka mengambil sarapan untuk pasangan mereka masing-masing .


Setelah selesai sarapan Raymond dan Reza berpamitan pada istri Merkea .


Di mana Raine juga harus pergi ke perusahaan sebelum nantinya dia berhenti dan mengurus ke dua buah hatinya bersama Reza .


Setelah kepergian Meraka Adara kembali ke kamar seperti biasanya dan kali ini kedua mertuanya dan juga Oma opa tidak bisa menemaninya karena mereka ada kesibukan di luar .


Sehingga dia hanya di temani si kembar di dalam kamar bersama pelayan dan juga Nany .


" Mom " Adara Menatap Edward sambil tersenyum .


" Abang butuh sesuatu " Tanya Adara lembut .


" Tidak " Jawabnya dingin, itu lah yang membuat Adara semakin takut jika Edward sampai melakukan hal kasar pada adiknya .


Jika saja dia sampai di buat kesal Oleh El karena Baby ikan buntal nya itu ada² saja tingkah nya .


" Abang " Edward menatap Adara .


" Apa Abang tidak ingin bermain, di luar banyak uncle atau ingin ke mall nanti di temani Nany dan uncle penjaga biar mommy izinkan pada Daddy "


" au ....au " Bukannya Edward malah baby El yang kegirangan mendengar kata mall .


"Nanti sayang kalau Oma dan Eyang tidak tidak iya " Jawab Adara lembut .


" Cle ...." Adara menggeleng " Tidak boleh , nanti Daddy marah jadi El main sama Nany saja di sini iya " Ujar Adara lembut.


Bukannya tidak mau tapi El sangatlah aktif beda dengan Ed yang hanya terdiam dan memilih menyendiri .


"Mi ...."


" El " Jika sudah begini baby El akan menurut jika tidak dia akan kembali di hukum oleh sang mommy .


" Nona muda kecil ayo " El pun menurut pada Nany nya yang sudah menyusun permainan Boneka nya dari berbagai jenis .


Jika bentuknya sudah boneka dia akan mengambilnya entahlah apa yang di sukai dari benda itu .


" iPad " Adara menghela napas lalu mengambilkan iPad anaknya di laci samping tempat tidur .


" Nonton lagi " Edward hanya menggaguk " Abang "


Karena memang akan seperti ini ,dia butuh ketenangan Jika sudah memegang iPad nya .


Lagi² Adara hanya menggeleng saja melihat tingkah putra sulung nya .


" Apa dulu Mas Raymond juga begini secara dia sama seperti Daddy nya begitu juga El tapi mungkin karena dia perempuan sehingga lebih cerewet " Gumam Adara menggeleng .


Dari pada bosan dia mengambil HP nya lalu menghubungi Daniel ,entah kenapa dia merindukan pria itu .


" Abang sibuk " Tanya Adara saat panggilan video itu terangkat .


" Tidak dek !! Kenapa " Tanya Daniel yang saat ini dia berada di perusahaan .


" Tidak,kangen saja sama Abang gimana Mba risna " Tanya Adara lembut .


" Maaf ,Abang jarang ke situ nanti Abang ke situ sama Risna iya " Adara mengaguk .


" Mana ke dua ponakan ku " Adara mengalihkan kamera HP nya .


" Apa yang di lakukan ikan buntal itu " Adara tertawa kecil .


" Main boneka sama Nany,Abang tahu kan jika dia sudah bermain boneka " Daniel mengaguk Tersenyum.


" manusia es mana " Iya itulah julukan Daniel pada baby Ed keponakan pertamanya .


" Apa dia main iPad lagi menonton " Tanya daniel heran .


" Iya begitulah " Jawab Adara seadanya .


" Malam ke sini kan sama Mama Papa " Tanya Adara pada Daniel .


" Iya nanti Abang usahakan ,kamu mau di bawakan apa ? " Tanya Daniel lembut .


" Hebm Apa iya, Mau kepiting lada hitam yang tempat kita makan itu hari boleh " Daniel mengaguk " Tapi izin dulu sama suami mu jika dia izinkan nanti Abang belikan " Ucap Daniel .


" Pap " Pekik El langsung berjalan ke arah tempat tidur saat tahu mommy nya sedang telepon pada Daniel .


" Wah keponakan Papa sudah besar " El menunduk malu sambil tersenyum .


" Mau di belikan apa hm " Tanya Daniel lembut .


" Kim ...."


" Apa mommy izin kan " Baby El menatap Adara dengan mata memohon .


" Satu saja " Baby El menggaguk setuju.


" Baiklah nanti Papa belikan ,kalau Abang mau di belikan apa " Tanya Daniel .


" Abang, di tanya Papa mau di belikan apa " Tanya Adara sedikit mengeraskan suaranya .


" Buku " Jawab Edward seadanya .


" Untuk apa ?? Abang juga belum lancar bacanya " Tanya Adara bingung .


" Baca " Daniel tertawa kecil di seberang sana membuat Adara kesal .


" Dia minta buku ' Ujar Adara .


" Baiklah,kalau begitu Abang lanjut kerja dulu nanti kabari Abang jika tuan Raymond mengizinkan nya " Adara mengaguk .


" iya Bang, makasih iya " Daniel Mengaguk lalu mematikan telepon nya .


Setelah panggilan itu berakhir Adara langsung mengirim kan pesan pada Suaminya .


Lalu dia menatap El yang masih berada di atas tempat tidur bersama nya .


Adara kembali tersenyum menatap sang putri yang bicara Tidak jelas pada boneka yang di tangannya .


Jika dulu aku tidak ke sana apa kalian akan di dunia ini ?? Mommy kira tidak karena mommy dan Daddy sangatlah jauh tapi mommy bersyukur karena pria itu Daddy kalian , sekalipun awalnya mommy harus menahan sakit tapi kehadiran kalian membuat mommy kuat ,tumbuhlah dengan baik seperti kenginginan Daddy dan mommy dan semoga kelak kamu menyayangi adik²mu yang kini tumbuh bersama mommy Batin Adara sambil mengelus rambut panjang baby El .


Karena sampai sekarang mereka belum membahas nya pada Baby El mereka takut anak itu cemburu karena merasa kasih sayang padanya akan berkurang karena kehadiran adik²nya .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟