ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
dalang masalah



sedangkan di apartemen milik Raymond yang kini sudah di tepati seorang wanita


sedang melamun di balkon kamarnya setelah makan malam bersama pelayan dan rehan bodyguard pribadinya


berulang kali rehan menolak begitu juga pelayan tapi Adara selalu mengancam untuk tidak mau makan jika mereka juga tidak makan dan itu tentunya membuat mereka takut jika sampai sang nyonya sakit


Adara kembali ke kamarnya karena di sana di kamar dia merasa nyaman


Adara berdiri di pagar balkon lalu dia memejamkan matanya


menghirup udara sebanyak mungkin seolah pasokan udara di dadanya telah habis


tanpa dia rasa air matanya ke luar begitu saja


hidup seorang diri, di besarkan di pantai asuhan bukannya keinginan nya sekalipun di sana dia merasa nyaman tapi memiliki orang yang utuh bukannya akan lebih nyaman


kekasih mengingat itu membuat Adara tersenyum miris, sahabat sama halnya mereka adalah musuh terbesar nya sekarang


lalu pikiran nya kini mengarah pada Raymond yang kini sudah menjadi suaminya


seketika matanya terbuka dia enggan memikirkan apa pun pada pria itu


" baiklah saat nya kita buat mereka menyesal dan karena mereka aku berada di sini dan mereka telah salah menjadi kan ku seperti orang bodoh " gumam Adara tersenyum


dia akan memaafkan posisinya sekarang untuk balas dendam sekalipun hanya untuk sementara


biar orang menganggap nya jahat !!


tapi bukan kha mereka lebih jahat ??


setidaknya bisa membuat mereka memohon untuk kesalahan yang mereka perbuat padanya


Adara tersenyum dan hanya dia yang tau arti senyuman itu


" ayo kita nikmati dan hidup bahagia sekalipun hanya sementara " ucap Adara


tanpa dia sadari jika di sebelah apartemen nya sedang mengawasinya dan dia mengirim kan apa pun yang dia lakukan pada Reza


setelah merasa puas dia kembali masuk ke dalam kamarnya.


lagian udara di luar juga usaha terasa dingin saat mengenai kulit tipisnya


lalu dia menutup pintu balkon dan menutup gordennya setelah itu mencuci wajah dan menggosok gigi


itu lah rutinitas nya sebelum tidur !!!


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


pagi hari telah tiba , bulan telah di ganti dengan sinar matahari


pagi ini di meja makan Adara dan rehan serta pelayan sedang sarapan bersama sekalipun masih terasa canggung buat mereka


" maaf nyonya !! untuk makan malam anda ingin makan apa ?? agar saya bisa memasak nya " ucap pelayan


" tidak usah mba Ros, tunggu aku saja kita masak sama² !!! nanti siang mba masak saja apa yang ingin mba makan tidak usah sungkan " ucap lembut Adara


" baik nyonya , terimakasih " Adara mengaguk lalu berdiri saat melihat rehan sudah selesai sarapan


" ayo mas kita berangkat,mba kami ke kantor dulu jika ada papa langsung hubungi aku saja " ucap Adara


" baik nyonya " ucap mereka serempak


lalu rehan melangkah lebih dulu untuk membukakan pintu untuk sang nyonya


" terimakasih mas " rehan hanya menunduk kepalanya


saat sampai di perusahaan lagi² Adara harus menghadapi seorang penghianat itu yang baru saja masuk dalam perusahaan


lalu di menarik napas panjang kenapa dia harus berada dalam lingkaran yang aneh ini dan bikin emosi


mobil yang di tumpangi berhenti di depan perusahaan


dengan sigap rehan turun membukakan pintu untuk sang nyonya


semua matanya menatap kagum pada Adara dan bertanya² siapa dia sebenarnya


Adara dan rehan masuk dalam perusahaan tanpa peduli dengan tatapan orang di sekitarnya


bolehkah dia egois dan merasa bangga kali ini !!!


jawaban tentu bisa sangat bisa !!


" sayang, Adara "


rehan langsung menjadi tameng buat sang nyonya saat Andika mencekal tangan istri bos nya dan rehan menghempas kan kasar tangan Andika


" lepas !! " bentak Andika saat akan kembali menahan Adara tapi rehan tidak melepaskan nya bahkan semakin kencang memegang tangan Andika


" lepaskan dia " ucap Adara dingin ,lalu pergi begitu saja


" baik nyonya " mata Andika membulat bahkan hampir lepas dari tempatnya mendengar rehan memanggil nyonya


Andika mengejar Adara sebelum lift itu tertutup tapi sayang nya dia terlambat


di depan pintu seseorang melihat semua apa yang baru saja terjadi


dan itu semakin membuat nya membenci Adara hingga ke ujung titik terdalam


karena lagi² laki² yang di cintai dia harus menahan sakit dan kekecewaan


saat memperhatikan dan mengejar Adara hanya untuk sebuah kata maaf dan bisa kembali bersama dengan nya


" lihat saja nanti,akan ku buat kamu menderita Adara " gumam Sisil bahkan tangannya sudah terkepal


" terus awasi dia " ucap Raymond yang sejak tadi belum turun dari mobil


" baik tuan " ucap Reza


setelah itu mereka memasuki perusahaan itu ,semua karyawan dan petinggi perusahaan berjajar menyambut CEO perusahaan tempat mereka kini bekerja


tap


tap


tap


Raymond melewati mereka begitu saja tanpa menatap karyawan nya sedikit saja


Reza mengangkat tangannya saat seseorang mendekati mereka dan pria itu pun menghentikan langkahnya menunduk kepalanya saat bos dan juga asisten nya masuk dalam lift


" apa yang di kirim rehan " tanya Raymond saat Reza menyerahkan iPad pada nya


" tentang kegiatan nona Adara tuan " Raymond membuka iPad itu lalu matanya fokus pada video yang selalu di kirim rehan


Ting


Raymond dan reza keluar dari lift menuju ruangan mereka ,dan Raymond masih menatap video itu dengan baik


" selamat pagi tuan " Raymond mengalikan padangan nya saat seseorang menyapa mereka


" pagi " ucap Raymond dingin lalu kembali pada ipad nya tapi dia berhenti sejenak


" apa Adara ada di dalam " tanya Raymond


mendengar suara pintu terbuka, sontak Adara langsung berdiri dari duduknya


" selamat pagi tuan " ucap Adara, Raymond hanya diam saja sedangkan Adara memilih duduk kembali


" selamat pagi nona " Adara tersenyum lembut pada Reza


" pagi juga asisten Reza " balas Adara


" jadwal ku, dan buatkan minuman hangat " ucap Raymond


" baik tuan, apa asisten Reza mau sekalian di bikinkan " tanya Adara


" tidak perlu nona nanti akan saya buat sendiri " Adara mengaguk mengerti


mana mungkin Reza mengiyakan ucapan sang nyonya pasti akan di bunuh sekalipun Raymond hanya diam saja


lalu ke luar dari ruangan itu, dan dia berhenti sejenak saat Melihat rehan duduk di meja yang ada di depan ruangan itu


" mas rehan mau minum ,nanti sekalian saya bikin " tanya Adara lembut


" tidak usah nyonya, barusan saya juga dari sana " ucap rehan berbohong, Adara mengaguk lalu melanjutkan langkahnya ke arah Pantry khusus di lantai itu


sedangkan dalam ruangan itu Reza sedang membacakan jadwal nya Raymond


sehingga Raymond memijat kepalanya karena jadwalnya tidak ada yang ringan


" kenapa selalu seperti ini setiap hari za " tanya Raymond saat matanya sudah kembali fokus


" maaf tuan, akan saya kurangi " ucap Reza menunduk


" tidak perlu ,itu akan membuat kita lembur dan tetap bekerja saat di waktu libur " ucap Raymond


" apa nona Adara akan ikut tuan " tanya Reza hati²


" tidak perlu, biarkan dia di sini saja " ucap Raymond


tok ...tok ....


ceklek


" maaf tuan di luar ada pak Gunawan dan seorang wanita memaksa masuk ke dalam " Raymond menyeringai begitu juga Reza


" suruh mereka masuk " ucap Reza ,rehan menunduk lalu keluar dari ruangan itu


" silahkan tuan muda sudah menunggu kalian " ucap rehan


" cih hanya seorang kotoran masyarakat saja berani menahan ku,lihat saja nanti apa yang akan saya lakukan " rehan hanya acuh saja tidak peduli pada pria paru baya itu


ceklek


Raymond dan Reza menatap sengit pada manusia yang telah menjebaknya malam itu


" kenapa tuan membatalkan kerja sama kita ?? apa ada yang salah dengan isi kontrak itu" tanya gunawan basa basi saat sudah duduk berhadapan dengan Raymond sedangkan Reza tetap berdiri di samping Raymond


tanpa berkata Reza melemparkan foto tepat di wajah pak Gunawan, sedangkan anaknya sudah gemetar ketakutan saat melihat foto itu begitu juga pak Gunawan


" maksud nya apa ini tuan " tanya pak Gunawan seolah tidak mengerti dengan maksud foto itu


ceklek


semua mata menatap ke arah pintu


" maaf " ucap Adara, Raymond menunjuk mejanya


Adara yang paham itu langsung menyimpan minum itu di meja Raymond dan Adara tetap membuatkan Mina. pada Reza dan bodyguard pribadinya sekalipun mereka menolak


" duduk " sekalipun bingung Adara mengikuti ucapan Raymond


lalu dia menatap wanita dan pria yang sudah tidak muda lagi ketakutan


" anda bisa melihat bagaimana cara anda mendapatkan dan menjebak tuan muda agar masuk permainan kalian tapi sayang nya kalian terlalu bodoh " ucap Reza ketus ,Adara menatap Reza kaget sedangkan Raymond hanya diam saja tapi matanya menatap tajam pada dua orang itu


apa yang Sudah mereka lakukan batin Adara lalu dia menatap Raymond yang sejak tadi menatap ke arah dua orang itu membuat Adara semakin bingung


" apa dengan memasukkan obat itu kalian bisa menjebak dan menikah kan putri anda pada ku !! mimpi anda sangat tinggi tuan Gunawan,dan untukmu " tunjuk Raymond pada wanita dewasa " berkaca lah jangan terlalu murahan bahkan tubuhmu sudah di jamah orang yang bahkan bukan satu orang hanya karena sebuah tender dan kerja sama dan sekarang kamu bermimpi ingin menjadi nyonya Raymond " Raymond tertawa kecil lalu menatap sengit ke arah mereka


jadi karena ulah mereka aku harus terjebak pada tuan Raymond batin Adara kesal karena dua manusia itu dia harus hidup seperti ini


" hancurkan mereka jangan sampai ada yang tersisa " bentak Raymond membuat Adara kaget begitu juga dua orang itu


" baik tuan " ucap Reza


"tuan tolong maafkan kesalahan kami karena Telah berani menyinggung anda ,tolong maafkan kami tuan " ucap pak Gunawan memohon bahkan di berlutut di depan Raymond sedangkan putrinya sudah menunduk ketakutan


" apa kau perna melihatku berbaik hati pada orang yang telah bermain dengan ku harusnya kau belajar dari itu ,dan harus kamu ingat aku bukan tuhan yang gampang memaafkan hambanya " ucap Raymond dingin


tanpa berkata lagi Reza dan rehan yang sudah berada dalam ruangan itu


langsung menyerat paksa pak Gunawan sedangkan anaknya hanya menurut saja


bahkan teriakan permohonan pak Gunawan tidak di hiraukan oleh Raymond


" kamu pasti sudah tau siapa mereka " Adara langsung memegang dadanya karena kaget


" maaf tuan " ucap Adara lalu mengelus dadanya


Raymond memilih kembali meja kerjanya


" kenapa ada dua " tanya Raymond saat melihat dua cangkir kopi di atas meja


" maaf tuan, satunya milik asisten Reza " Raymond hanya diam saja lalu duduk di kursinya


ceklek


" ambil minuman mu sebelum aku membuang nya " Reza yang baru masuk merasa bingung dengan ucapan bos nya lalu dia menatap Adara


" terimakasih nona Adara " ucap Reza yang mengerti kode dari sang nyonya lalu mendekati meja sang bos mengambil minuman nya


"maaf apa yang perlu saya kerjakan " ucap Adara karena sejak tadi dia hanya duduk di mejanya yang sudah di siap kan tapi dia bingung apa yang harus perbuat


Reza mengambil beberapa berkas yang ada di atas


meja Raymond


" maaf nona " ucap Reza sungkan karena bagaimanapun dia istri bosnya


" tidak papa tuan asisten " Ucap Adara menerima berkas yang ada di mejanya


" jangan pernah ke luar dari ruangan ini tanpa seizin ku," titah Raymond


" baik tuan " ucap Adara


" mari tuan " ucap Reza, Raymond mengikuti langkah Reza


ceklek


" jangan biarkan siapapun masuk dalam ruangan "ucap Reza saat sudah berada depan ruangan kerja Raymond


" baik tuan " ucap rehan menunduk kepalanya


mata Raymond menatap gelas kopi yang di atas meja rehan setelah itu melanjutkan langkahnya