ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Titisan raja Fir'aun



Bahkan sampai malam hari mereka masih bersama ,sebelum akhirnya besok mereka kembali beraktivitas pada kerjaan mereka masing² .


Dan malam ini juga keluarga Adara akan ikut bergabung setelah sore tadi mereka memberi tahu Adara .


Dengan senang hati Adara menyetujui nya bahkan dia sampai memesan ingin di belikan kebab entahlah .


Apa ini masih bisa di bilang mengidam tapi kandungan nya sudah 7 bulan .


Tapi dia sangat menginginkan itu mengingat nya aja air liur Adara sampai menetes .


" Itu pasti mereka " Ujar Raymond saat Mendengar suara mobil masuk dalam pekarangan masion milik keluarganya .


Adara tersenyum kuda tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama saat dia berdiri ingin menemui kedua orang tuanya dan kakaknya .


" ADARA " Teriakan Raymond menggema dalam ruangan itu sehingga membuat orang tua Adara serta Daniel langsung menuju sumber suara .


" Apa kau gila hah " Bentak Raymond syukur ada Henry yang menahan tubuhnya dan ujung sofa sehingga perut Adara baik² saja .


" Mereka akan ke sini lalu apa yang membuatmu kepanasan ?? akan aku buang makanan sialan itu " Ujar Raymond emosinya .


" Son " Raymond menarik napas panjang nya .


Lalu membantu Adara duduk di sofa .


" Tangan Daddy "


" tanganku baik² saja,lain kali pikirkan keadaan mu kamu bukan sendiri " Adara mengagukan kepalanya.


" Maaf " Cicit Adara


" Ayo Bu duduk dulu " Ujar Elvi saat melihat besannya sudah di dekat mereka .


" Adara kenapa " Adara menatap Adit lalu kembali menunduk .


Apa lagi dia tahu jika suaminya sedang menahan emosinya agar tidak meledak.


" Tidak papa Bu, tadi hanya kesandung tapi semuanya baik² saja " Ujar mommy Ellena .


" pergilah tenangkan pikiranmu "


" Ray baik² saja Dad " Ujar Raymond .


" sakit " Adara menggeleng " Hanya keram " Ujar Adara .


" Itu karena Kaka ipar kaget " Ujar Amanda


" periksa dia Manda, setelah ini jangan harap kamu bisa menginjakan kakimu ke luar dari kamar "


" Son "


" ini sudah final " Semua orang saling melirik apa lagi ini ada mertuanya .


Tapi mereka sedikit tahu bagaimana posesif nya Raymond pada Adara .


" Adek " Adara menatap Daniel dan memberikan pesanannya tadi .


" Mas..... boleh " tanya Adara terbata .


Raymond menghela napas panjang sebelum akhirnya mengaguk .


" makanlah ,karena makanan sialan itu kau membahayakan nyawamu " Ujar Raymond ketus .


" Boleh ...benaran " Raymond memejamkan matanya kenapa istri nya ini suka sekali menguji nya .


" makanlah " Ujar Raymond .


" Tapi mas masih marah " Raymond menatap tajam Adara " Mau makan atau aku buang " Tanya Raymond dingin .


" Tapi ....


Hap


" Aku makan " Ujarnya saat makanan itu sudah di mulutnya .


" Lain kali hati², tidak usah menyambut kami kan kami ke sini untuk menemuimu " Ujar Adit lembut .


" Iya Pa maaf " Ujar adara


" Ah iya besok Papa sama Mama ingin pergi memeriksakan Mamamu karena sudah lama dia tidak periksa lagi " Ujar Adit .


Iya semenjak mengetahui Adara anak mereka ,sejak saat itu pula mereka tidak kembali lagi .


Adara menatap ke dua orang tuanya sambil memegang kebab yang di berikan Daniel .


" Bukannya kata Mama kalian akan menetap di sini ?? kenapa kembali lagi " Ada rasa kecewa yang menghampiri Adara .


Apa orang tua nya itu akan kembali meninggikan dia seperti dulu ??


Ralat maksudnya tidak bisa bersama mereka seperti dulu .


" Hanya sementara nak, setelah itu kami kembali ' Ujar Marni lembut


" Tapi Adara melahirkan tinggal dua bulan lagi " Ujar Adara menunduk bahkan dia menyimpan kembali kebab yang di makan tadi .


Karena nafsu makannya hilang begitu saja setelah mendengar perkataan Papa nya .


" Disini ada juga rumah sakit yang tidak kalah canggih ,kenapa harus ke sana " Ujar Daddy Radit membuka suara .


" Ada yang kami urus pak ,jadi sekalian " Ujar Adit .


" Apa lama ?? apa Abang juga ikut " Tanya Adara lirih .


" Daniel tetap di sini karena dia bekerja, untuk lama atau tidak nya kami tidak bisa janji tapi kami usahakan cepat kembali " Ujar Adit ,Adara kembali terdiam .


" Maaf, kami harus mengurus beberapa pekerjaan yang nantinya akan menjadi milikmu " Adara mengangkat kepalanya


" Kenapa menjadi milikku " Tanya Adara polos .


" Karena kakakmu tidak ingin mengelola nya ,jadi mau tidak mau semua harus jatuh pada mu " Ujar Adit .


" Tidak selamanya kamu akan bersamanya ,di sini laki² hanya kamu, bukannya aku menolak atau tidak mau menerima nya ,tapi Adara sudah menjadi tanggung jawabku ,begitu juga nantinya saat kamu menikah kamu akan memiliki anak yang nantinya juga buat mereka " Ujar Raymond tiba² .


" Kamu bisa memberikan pada Adara tapi bukan sepenuhnya , 5 % itu sudah lebih dari cukup" Lanjutnya lagi


Adit dan Marni menatap Daniel yang hanya terdiam, dia bukannya tidak ingin tapi itu sudah janjinya .


" Abang bisa mengambil kembali, Adara cape kalau menghitung uang terus , bukannya sombong tapi suami Adara uangnya sudah banyak " Canda Adara tersenyum kuda .


" Apa itu yang di katakan bukan sombong " Ujar Jeje


" Itu lah kalau orang baru lihat uang "timpal Alan


" Diam " Jeje dan Alan menutup rapat mulutnya .


" Tapi ..


" Aku tidak pernah mengizinkan istri ku kerja bahkan di rumah ini !!! kamu bisa tanya pada pelayan ,lalu kamu ingin memberikan pekerjaan untuknya ??? " Raymond menaikan alisnya sebelah menatap Daniel " Maka dengan senang hati aku membuat perusahaan milik keluarga mu rata dengan tanah ,bagaimana " lanjutnya lagi dengan senyum miring menatap Daniel .


Glek


shiittt dia melebihi Naufal bahkan dia tidak ada papa nya Batin Daniel sambil menelan ludahnya kasar .


"Mas ...."


" Apa aku menyuruhmu bicara " Adara membungkam mulutnya sendiri saat suaminya siap mengeluarkan racun dari mulutnya .


" Pikirkan baik² keputusan ada di tanganmu ?? " Ujar Raymond dingin .


" Dia seperti titisan raja Fir'aun " Ujar Jose


" Bahkan melebihi itu " Ujar Jeje


" Syukur dia tidak jadi menikah dengan Amanda ,dan aku harus bersujud untuk itu " Timpal Davin .


" Kau benar dan aku juga bersyukur Syahzani masih punya otak yang waras sehingga lebih memilih Vier " ujar Alan


Hebm


" maaf " Cicit mereka pada titisan raja Fir'aun siapa lagi kalau bukan Henry .


" Pikirkan keluargamu nanti nak ?? kami tahu persahabatan kalian bagaimana karena itu anak² ku juga pernah mengalami nya tapi di sini posisimu beda kamu memiliki tanggung jawab sendiri " Ujar Daddy Radit.


" Contohnya Reza ,dia melepaskan tunggunya jawabnya tapi Xavier yang mengelola nya ,tapi bukan berarti sepenuhnya itu sudah menjadi milik xavier dalam arti nanti nya Xavier akan mengelola perusahaan sendiri yang di berikan Jose karena dia juga memiliki perusahaan " Ujar Daddy Radit .


" Sedangkan perusaan Reza itu pemberian kakeknya karena dia anak pertama cucu pertama dari Jose dan Aqila , sedangkan di sini kamu anak pertama , sedangkan Adara dia perempuan berarti dia akan mengikuti suaminya tidak mungkin dia mengelola perusahaan itu, mungkin bisa saja tapi apa suaminya mengizinkan nya ,kamu bisa menilai sendiri " Lanjutnya lagi .


" Bagaimana nak " Tanya Marni .


" Daniel akan pikirkan kembali Bu " Ujar Daniel.


" Kamu harus putuskan agar ayah dan ibu bisa kembali ke sini karena adikmu akan melahirkan " Ujar Adit .


" Abang " Daniel menghela napas panjang nya .


" Baiklah ,tapi bisa kah sementara orang dulu yang urus nanti Daniel pantau dari jauh " Putus Daniel menatap ke dua orang tuamu .


" apa kamu sanggup " Tanya Marni ,Daniel mengaguk cepat .


" baiklah , Ayah akan urus " Ujar Adit .


" Besok jam berapa perginya " Tanya Adara .


" Pagi jam 08.00 " Ujar Adit .


" Adara antar iya " Ujar Adara sambil menatap suaminya .


" Nanti kita ke sana " Adara tersenyum kuda.


"Habiskan makanan mu " Dengan senang hati Adara kembali melanjutkan makannya nya .


" Kalian mau , ambilah " Tanpa di suruh ke dua kalinya mereka langsung mengambil masing² bagiannya .


" Kalian bisa membeli nya, kenapa terlihat seperti orang yang tidak mampu membeli " Ujar Jeje menatap anak²nya.


" Yang gratis lebih enak dan nikmat Pi " Ujar Reza tanpa rasa malu .


" Benar !! apa lagi yang membelinya wow semakin nikmat rasanya " Ujar Amanda .


" benar sekali bahkan rasanya bukan seperti kebab " Ujar Ela seperti nya mereka lupa bahaya yang akan menghadapi mereka nantinya.


" Hebm ,sering² ke sini Abang Daniel " Ujar syahzani dengan suara lembutnya .


" maaf, tapi itu ayah ku yang membeli nya " Ujar Daniel jujur


DUAR


uhuk ......uhuk .....


" Apa rasanya berubah " Ujar Rif'at dingin


" Tidak sayang ,rasanya tetap kebab " Ujar Amanda lalu menatap Davin memohon .


" Jangan libatkan ayah, kau sendiri yang mencari kuburan mu " Ujar Davin .


" maaf Ela pamit ....


" Duduk " Ela langsung duduk dengan tegap .


" I love you " ujar syahzani tanpa suara menatap Xavier.


" menjijikan " Raine dan Reza tertawa melihat wajah pucat mereka .


"maaf Bu, karena kalian lagi² harus melihat ini " Ujar mommy Ellena .


" Tidak papa Bu, bahkan kami suka mereka tidak ada bedanya dengan suamiku " Ujar Marni pelan .


semuanya tertawa kecil mendengar pengakuan ibu dari Adara ternyata sikap suami dan anak² mereka tidak jauh berbeda .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😚😚