ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
kedatangan pertama



Adara masuk dalam kamar sambil membawa minuman dan kue untuk Raymond


tapi dia tidak melihat sosok pria itu saat membuka pintu


samar² Adara mendengar suara dari arah kamar mandi


lalu dia meletakkan minuman dan kue nya di atas meja yang ada dalam kamar itu


baru dia masuk dalam ruangan walk in close


karena memang yang dia pakai sekarang kamar Raymond jadi pakaian pun ada di ruangan ganti


Adara menyiapkan pakaian santai saja karena memang ini sudah sore sangat tidak mungkin dia akan kembali ke kantor lagi


setelah selesai dia ke luar ke arah balkon sambil menunggu Raymond dan membawa minuman yang dia buat tadi


tidak berselang lama Raymond ke luar dari kamar mandi


dia terlihat lebih segar dari tadi, handuknya hanya di lilitkan sebatas pinggang ke bawah


sehingga memperlihatkan perut kotak²nya dan dada bidang nya


Raymond masuk ke dalam ruangan walk in close untuk memakai baju sebelum menyusul Adara di balkon yang sudah menunggu nya


mata nya fokus pada pakaian santai yang ada di atas meja lengkap dengan dalaman nya


" apa dia yang melakukan nya " gumam Raymond


lalu mengambil pakaian itu untuk dia kenakan


Raymond tersenyum " apa seperti ini kehidupan Daddy dan mommy " gumam Raymond lirih


Adara melihat kedatangan Raymond


dia merasa bahagia karena pakaian yang di pakai Raymond adalah pilihannya


" silahkan minum tuan " ucap Adara , Raymond mengaguk


sudah hampi 5 menit tapi Raymond belum membuka suaranya


Adara menatap Raymond yang hanya menatap lurus ke depan


" apa tuan ingin membicarakan tentang pertunangan anda dengan nyonya Amanda " tanya adara memberikan diri, tapi Raymond hanya diam saja


" saya janji tidak akan menganggu hubungan tuan dan nyonya Amanda, tuan bisa pegang ucapan ku " ucap Adara serak


yakinlah bahwa saat ini Adara sedang menahan sesak agar tangisan tidak jatuh


untuk yang ke dua nya dia harus berada di lingkaran ini


sekalipun mereka tidak memiliki cinta tapi mereka mempunyai ikatan sekalipun hanya siri


Raymond memejamkan matanya kuat lalu menarik napas panjang


" apa yang akan kamu lakukan" tanya Raymond


" saya tidak akan melakukan apa pun " ucap Adara lirih


nada dering HP Raymond mengalikan perhatian mereka , Raymond mengambil HP nya


di layar HP nya tertulis nama Amanda yang melakukan video call


" hebm "


" Kaka pilih yang mana untuk cincin pertunangan nya " tanya Amanda saling memperlihatkan dua kotak perhiasan


Adara menatap ke arah lain dan tersenyum miris ,karena dari tempat duduknya dia bisa melihat nya


bahkan ini lebih sakit dari yang sebelumnya


" jika kamu suka bungkus saja " ucap Raymond


" Kaka di mana " tanya Amanda karena tempat itu terasa asing baginya


" di apartemen teman " Amanda mengaguk


mendengar itu seketika air mata Adara menetes !! sakit


" aku pilih yang warna putih saja iya " Raymond mengaguk


" pilih saja yang membuat mu senang " Amanda tersenyum kuda


" iya sudah by kak " Raymond mematikan sambungan telepon nya lalu menatap Adara yang masih memalingkan wajahnya


Adara menghapus air matanya lalu kembali pada posisi duduk awalnya


hebm


lalu dia berdehem untuk menghilangkan rasa canggung nya


keheningan kembali terjadi setelah Raymond menerima panggilan dari Amanda


tok ....tok ...


" biar saya yang buka " Adara berdiri dari duduknya menuju pintu kamar


ceklek


" ada apa mba " tanya Adara lembut


" tuan Reza ada di bawah nyonya " ucap Rosna


" apa Reza sudah datang " tanya Raymond yang tiba² datang menghampiri mereka


" iya tuan ,baru saja datang " ucap Rosna


" baik ,aku akan turun " ucap Raymond lalu ke luar dari kamar itu tanpa mengatakan apa pun pada Adara


" nyonya makan malamnya sudah siap, maaf saya tidak menunggu anda karena ada tuan jadi saya buru² masak " Adara mengaguk


" tidak papa mba,ayo " ucap Adara lalu ikut turun ke bawah


" sudah lama " tanya Raymond saat melihat Reza sudah berdiri


" belum 5 menit " ucap Reza tersenyum


" selamat malam Nona Adara " ucap Reza menunduk kepalanya


" malam asisten Reza " ucap Adara


" tuan mau makan malam di sini, mba Ros sudah menyiapkan " tanya Adara , Raymond hanya mengaguk


sekalipun ini belum waktunya makan malam karena baru pukul 06.17


Adara langsung ke arah meja makan , menyiapkan makanan untuk Raymond


sedangkan dua pria itu mengekor di belakang Adara


" mas rehan belum datang mba " tanya Adara saat sudah di meja makan


" belum nyonya " ucap Rosna


" tolong panggil iya " Rosna mengaguk lalu pergi dari ruangan makan


" tuan mau lauk apa " tanya Adara setelah Raymond sudah duduk


" terserah " Ucap Raymond


" seperempat " ucap Raymond saat Adara menyendok nasi


Adara mengurangi porsinya setelah itu mengambilkan sayur


" ikan " Raymond mengaguk


Adara membersihkan ikannya terlebih dahulu, memisahkan tukang dan dagingnya setelah itu di letakan di piring Brian


setelah selesai Adara memberikan pada Raymond


Reza yang melihat itu merasa kagum dan bingung


mama nya saja tidak pernah melakukan itu pada papa nya


dan ini baru pertama yang dia lihat saat Adara melakukan itu


bahkan mommy Elvi pun tidak melakukan itu selain mengupas kan udang untuk Daddy Henry


" ayo mas makan sama² " ucap Adara saat melihat kedatangan rehan


sedangkan rehan menegang kaku ketika menyadari jika bos dan asistennya berada di apartemen itu


dia kembali memutar otaknya ,hingga akhirnya di mengumpat kebodohan nya setelah mengingat nya


" ayo mas rehan, mba Ros " panggil Adara lagi


lalu dia mengambilkan air minum untuk Raymond lalu di letakan di samping nya


" i....iya nyonya " ucap mereka gugup


sedangkan Raymond dan Reza hanya diam saja


" maaf tuan " ucap rehan


" hebm "


" ayo makan "


" baik nyonya " ucap mereka


jika biasanya mereka sudah tidak malu bahkan urat malunya sudah putus sehingga tanpa di suruh mereka langsung makan


tapi kali ini berbeda mereka tidak yakin bisa menelan makanan dengan benar


" mba Ros tolong ambilkan air untuk asisten Reza dan mas rehan " ucap Adara


" iya nyonya " Rosna berdiri lalu mengambilkan air minum untuk asisten bos nya, dan juga bodyguard pribadi sang nyonya


" tuan pimpin doa " ucap Adara


uhuk....uhuk ....


Raymond menatap tajam Reza


membuat Reza menelan ludahnya paksa


bukannya apa, Raymond memimpin doa hanya waktu kecil saja


setelah itu dia sudah tidak perna lagi memimpin doa saat di meja makan


lalu Raymond memimpin doa seperti kata Adara


" selamat makan " ucap Adara


" selamat makan nyonya " ucap rehan dan Rosna Karena itu kebiasaan mereka


sedangkan dua manusia itu hanya diam saja


setelah selesai makan meja makan itu tetap hening sedangkan adara membantu mba Ros membersihkan meja makan mereka


" mba di simpan saja ,nanti besok baru di cuci " ucap Adara lembut


" tidak papa nyonya " ucap Rosna


" iya sudah aku bantu " Rosna menggeleng kuat


" saya bisa sendiri nyonya " ucap Rosna


" biar saya yang bantu Rosna nyonya " ucap rehan memberikan diri


dari pada dia berada satu meja dengan bos dan asisten nya


" mas rehan bisa " tanya adara serius


" bisa nyonya " Adara mengaguk lalu kembali ke meja makan


" maaf nona Adara ,kami harus kembali karena di rumah kami sudah di tunggu " ucap Reza membuka suara


" maaf sudah menahan kalian terlalu lama " ucap Adara


" tidak papa nona ,kalau begitu kami pulang dulu, permisi " ucap Reza


" iya, hati² " ucap Adara lembut


Raymond langsung berdiri begitu juga Reza


" tuan " Raymond menghentikan langkahnya


" Salim " Adara mengambil tangan Raymond lalu mencium punggung tangan suaminya


" hati² " ucap Adara , Raymond hanya mengaguk


lalu meninggalkan apartemen miliknya yang kini sudah di tepati Adara


Adara hanya tersenyum kecut melihat punggung Raymond yang sudah mulai menjauh


" aku ke kamar dulu iya " ucap Adara setelah Raymond dan Reza sudah ke luar apartemen


" baik nyonya " ucap Rosna Rehan bersamaan


" kasian nyonya " ucap Rosna


" iya ,tapi mau gimana lagi " timpal rehan


" dia wanita yang kuat iya " rehan mengaguk


" kita sejak kapan akrab " tanya Rehan bingung


" tuan juga sedang kapan menggunakan kata kita " ucap Rosna aneh


" sudah ayo selesai kan setelah ini saya ada pekerjaan lain " ucap rehan


" tuan bisa pulang, saya sudah biasa melakukan ini sendirian bahkan ini pekerjaan Yang sangat gampang " ucap Rosna sombong


" dengan senang hati " ucap rehan lalu membilas tangannya


lalu meninggalkan Rosna sendirian di dapur yang masih mencuci piring