ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Kebahagian



Ceklek .


Adara menatap ke arah pintu di mana seorang pria tampan yang selalu membuatnya merintih kenikmatan sedang memasuki kamar itu .


CUP.


" Sudah mandi " Adara mengaguk,kini dia sudah dia sudah tidak terlalu sering memakai kursi roda tapi dia tetap hati² .


Apa lagi itu ke kamar mandi karena dia tidak ingin terjadi papa, sehingga dia selalu do temani pelayan saat akan masuk ke kamar mandi .


Dan setelah selesai mandi pun pelayan juga akan membantunya keluar dari kamar mandi .


Raymond langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan paha Adara sebagai penahan kepalanya .


" Hai ini Daddy ,gimana keadaan kalian " Raymond mengajak anaknya berbicara .


" Twins mana " Tanya nya sambil menatap Adara .


" Sebentar ke sini tadi aku sudah telepon Nany " Jawab Adara .


" Cape " Raymond menggeleng.


Karena saat melihat istri dan anak anaknya rasa itu langsung hilang dari tubuh nya .


Apa lagi setiap dia pulang kerja Adara selalu menyambutnya dengan senyuman begitu juga anak-anaknya .


Tok ....tok ..


" Itu pasti anak anak " Gumam Adara .


" Masuk "


Ceklek


Adara tersenyum saat melihat ke dua anaknya yang terlihat sangat tampan dan cantik .


" Dad...di " Kedua anak itu langsung berlari saat melihat Raymond sedang berbaring di sofa bersama Adara .


Sedangkan pelayan Kembali menutup pintu kamar itu dan kembali ke kamar twins .


" Kiss Daddy " Ucap Raymond saat ke dua anak itu sudah berada di dekatnya .


" Thanks " Jawab Raymond saat sudah mendapatkan ciuman tapi dia tetap berbaring di paha Adara .


Lalu dia mengangkat ke dua anaknya dan di dudukan di perut kotak² nya itu .


" Apa yang kalian lakukan hari ini Hm " Tanya Raymond lembut .


" in.....iPad " Raymond mengaguk saat mendengar jawaban berbeda dari kedua anaknya .


" Terus " Tanya Raymond lagi .


Kedua anak itu menceritakan kegiatan mereka berdua sekalipun Raymond tidak paham dengan ucapan baby El .


Tapi Edward selalu membenarkan ucapan adiknya di mana baby El bercerita waktunya hanya untuk bermain ,makan siang ,tidur dan kembali bermain saat bangun tidur .


" Kalian tidak menemani mommy " Kedua anak itu terdiam menunduk .


" Mom bilang Abang harus jaga Ade " Cicit Edward .


" AAF di " Raymond mengelus kepala ke dua anaknya dengan lembut .


" Tidak papa,Asal jangan buat mommy marah iya " Kedua anak itu mengaguk patuh .


" Daddy mandi dulu ,jadi kalian temani mommy " Raymond mengangkat ke dua anaknya turun setelah itu dia bangun .


" Jaga mommy ok " Kedua anak itu mengaguk lalu Raymond masuk dalam kamar mandi .


Kedua anaknya naik Kembali ke atas sofa dan membaringkan tubuh mereka di paha Adara satu persatu .


Adara Tersenyum saat melihat Edward mengusap perut nya lembut dengan tangan mungilnya itu .


Sedangkan baby El sibuk dengan mainannya yang sejak tadi dia bawa bersama nya apa lagi jika bukan boneka .


Adara menatap ke dua anaknya dengan pancaran senyuman bahagianya .


Terimakasih tuhan Batin Adara mengelus rambut kedua anaknya .


Setelah beberapa menit Raymond ke luar dari kamar mandi dengan senyum jahilnya dia ke arah istri dan anaknya .


Lalu menyibakan rambut basahnya membuat ibu dan anak itu berteriak .


" Daddy .... Dad ...di " Pekik mereka bertiga membuat Raymond Tersenyum lalu meninggalkan mereka begitu saja .


" Mi ....."


" Tidak papa " Adara membersihkan wajah baby El begitu juga baby Ed .


" Nanti kita balas Daddy " Ujar Adara lalu membisikan sesuatu pada ke dua anaknya .


Saat melihat Raymond ke luar dengan pakaian lengkapnya ke dua anaknya langsung turun dari sofa .


Sedangkan Raymond langsung duduk di samping sang istri .


Membuat pria itu tertawa dan menahan tangan mereka tapi sangat sulit .


Secara tangan mereka ada 6 belum lagi tangan mungil itu dia takut menyakiti nya .


" Masih mau lawan kami " Ujar baby Edward .


" Ok Daddy kalah " Ujar Raymond di sela tawanya .


" Jangan percaya Abang , Ade " Ujar adara memanasi anaknya membuat ke dua anak itu semakin gencar menyerang Raymond .


" Hahahahahahhaahhaha " Ruangan itu di penuhi tawa Raymond dan suara Keuda anaknya yang menyerang Daddy nya .


" Sudah Abang " Ujar Adara membuat ke dua anak itu berhenti .


Tapi sepertinya Raymond tidak ingin membuat ke dua anaknya menang sehingga di kembali menyerang ke dua anaknya .


" Dad Hahahahaha berhenti hahhaahah "


" Hahahahahhaba di "


Adara Tersenyum dari tempat duduknya tanpa ikut menggelitik anak²nya .


" Masih mau menyerang Daddy " Tanya Raymond sambil memainkan kedua tangannya .


" Mom yang suruh " Aduh Edward .


" Daddy sorry " Raymond langsung menghentikan tangannya dan membantu anaknya bangun .


CUP


Raymond mencium kedua anaknya lalu di bawah duduk ke atas sofa .


" Apa kita perlu balas sama mommy " Adara langsung menggeleng cepat .


" Daddy " Pekik Adara .


" Setuju " Raymond langsung memeluk ke dua anaknya saat mereka sudah siap menyerang istri nya .


" Nanti kita baru balas jika mommy sudah sehat ok " kedua anak itu mengaguk patuh .


" Mommy sudah makan buah " Adara mengaguk sambil merangkul lengan suaminya dan ke dua anaknya duduk di atas pangkuan sang suami .


Lalu Adara menyalakan tv dan mencari Chanel kesukaan ke dua anaknya lebih tepat kesukaan baby El karena Edward hanya menemani nya saja jika mereka tinggal berdua dengan Nany .


" Kenapa " Tanya Raymond saat melihat Adara Tersenyum.


" Tidak ,aku hanya bahagia " Jawab Adara .


" Maka teruslah bahagia, CUP "


" Iya Dad " Jawab Adara lembut sambil bersandar di pundak suaminya karena tempat biasanya dia bersandar sedang di miliki ke dua anaknya yang sudah fokus pada layar lebar yang di depannya .


" Apa yang mereka suka " Bisik Raymond yang merasa tidak ada yang menarik dari tontonan anak anaknya .


Di mana ke dua anaknya menonton boneka panda ,gajah dan hewan lainnya bermain lalu bernyanyi


jangan lupakan celotehan baby El yang ikut bernyanyi sekalipun ucapan nya tidak benar .


" Daddy tahu, bahkan aku sudah mengulangi nya hampir 10 kali bahkan mungkin sudah lebih " Aduh Adara .


" Anak gadismu sangat menyukai mereka " Lanjutnya lagi .


Raymond mengusap kepala baya El dengan tangan satunya sambil tersenyum .


Dia kembali mengingat Waktu nya waktu kecil ,di mana di habiskan hanya untuk belajar belajar dan belajar begitu juga ke dua adik kembarnya yang selalu mengekor padanya .


Bahkan hanya untuk melihat benda tipis itu dia hanya akan menatap wajah Daddy nya ,Opa serta yang lainnya seperti yang di lakukan Edward jika sedang sendirian .


Tapi kini dia melihat itu ada Edward namun dia sedikit beruntung setidaknya dia masih bisa menonton dan menikmati masa kecilnya walaupun itu hanya menemani adiknya .


"Mereka imut sekali jika sedang serius " Adara mengaguk membetulkan .


" Coba matikan, pasti iman buntal itu akan memarahimu " Raymond hanya tersenyum saja tapi dia tidak mengikuti saran sang istri .


sebelum dia benar-benar melihat baby El menangis dan marah padanya .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘


"