
Setelah menunggu 2 jam akhirnya ketuban Riane pecah dan pembukaan juga sudah lengkap .
Reza semakin di buat takut apa lagi kini Riane selalu mengatakan sakit dalam isakan nya .
Dokter sudah memberikan instruksi pada Riane saat ada dorongan sebisa mungkin dia untuk mengejan dan dia akan membantu nya .
" Sa-kit " Reza mencium kening Riane dengan lembut mengelus kening nya yang kini sudah di banjiri keringat .
" Dorong "
Riane mengejan dengan kuat bahkan jangan Reza pun di jadikan pelampiasan rasa sakit itu dan Reza membiarkan hal itu .
Raine menarik napas panjang lalu di hembuskan dia mengikuti saran dokter hingga dia kembali merasakan sakit bagian bawah.
Dan teriakan Raine pun kembali terdengar dalam ruangan itu Reza selalu memberikan dukungan dan ucapan semangat untuknya ,hingga 30 menit berlalu suara ruangan itu di penuhi tangisan bayi Raine dan Reza .
Oek .....oek ....
Reza langsung mencium bibir Riane tanpa peduli pada dokter .
" Terimakasih sayang ..... terimakasih " Ujar Reza bahkan untuk pertama kalinya dia meneteskan air matanya selama hidup bersama Raine .
" Selamat tuan ,nona anak nya laki laki sesuai dengan hasil USG " Ucap dokter lalu memberikan pada suster yang sudah berada di sana setelah mereka di beri tahu Rifat atas ucapan Amanda .
Reza menatap bayi laki-laki yang masih dilumuri darah itu dengan senyuman lembut .
Tapi itu tidak berselang lama karena Raine kembali meringis saat perut nya kembali sakit .
" Seperti nya adiknya tidak sabar untuk bertemu dengan orang tuanya " Ujar dokter Lisa Tersenyum .
"Sedikit lagi sayang,Aku di sini bersama mu !! I love you "
Riane kembali mengejan dengan kuat bahkan mungkin itu tenaga terakhirnya karena dia benar-benar mengejan dengan kuat .
Oek.....Oek ......
" Alhamdulillah ,anak kedua juga laki laki-laki tuan nona sehat dan tidak kekurangan apa pun seperti kakaknya " Reza langsung memeluk Raine .
" Terimakasih sudah melahirkan anak-anak ku Terimakasih sayang sudah berjuang hingga mereka lahir terimakasih " Reza mencium leher jenjang sang istri .
Lalu dia merapikan rambut sang istri dengan lembut dan mencium kening dan bibir Raine .
" Cape " Ucap Raine lirih .
" Dok istri ku cape " Tanya Reza khawatir .
" Tidak papa tuan ,biarkan Nona istirahat dan saya akan membersihkan nya " Reza pun mengaguk patuh .
" Istirahat lah ,aku di sini menemanimu , terimakasih " Riane pun memejamkan matanya apa lagi kini Reza juga membantunya mengusap kepalanya dengan lembut .
Tuan " Reza menatap perawat yang membawa ke dua putranya .
"Skin to skin " Reza mengaguk " Aku sama anak-anak dulu iya sayang,hanya sebentar saja !! CUP " Reza meninggalkan kecupan di kening sang istri lalu berjalan ke arah sofa dan membuka pakaian nya begitu saja .
Dan suster pun memberikan kain untuk menutup bagian dada Reza setelah itu dia memberikan anak-anak nya yang sudah bersih .
" Terimakasih sayang sudah berjuang bersama Mama " Reza menatap anak pertamanya lalu mencium kening lalu di menatap anak ke dua nya dan mencium keningnya .
Tidak ada yang berbeda pada ke dua anaknya bahkan semua terlihat persis dan mungkin nanti dia akan kebingungan sendiri .
Setelah beberapa menit suster kembali mendekati Reza .
"Maaf tuan " Reza mengaguk paham lalu mencium kepala anaknya sebelum suster mengambil mereka dan di simpan di box untuk sementara .
" Istirahat lah,jangan rewel Mama lagi istirahat iya " Ucap Reza sebelum suster membawa anaknya .
Setelah itu Reza mendekat ke arah tempat tidur yang di mana Ranie sudah di bersihkan oleh dokter Lisa dan Reza pun sudah memakai kembali baju nya .
" Tuan sudah bisa menemui keluarga nya ' Reza mengaguk lalu mencium kening istrinya sebelum ke luar .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Ceklek
Semua orang menatap ke arah pintu .
" Raine Baik baik saja dia sedang istirahat begitu juga anak-anak kami " Ucap Reza sebelum mereka bertanya lalu dia duduk di sofa samping Aqila .
Tidak ada ucapan apa pun hanya pelukan hangat dan Aqila membalas pelukan anaknya dan mengusap punggung besar itu .
Hingga akhirnya Reza melepaskan pelukannya dan mencium pipi Aqila .
" Anak Reza begitu tampan Ma " Aqila menggaguk Tersenyum .
" Kakek sama nenek tidak bisa ke sini karena harus menjaga adikmu, besok mereka akan kesini " Reza hanya menggaguk .
" Apa Papa belum bisa masuk nak " Reza menatap Jose " Belum Pa ,Mereka lagi istirahat " jawab Reza .
" Siapa nama mereka " Tanya Alan .
" Rangga dan Randy yang memiliki arti yang sama pelindung dan penjaga " Jawab Reza tegas .
" R lagi " Ucap Jeje ,Reza hanya tertawa kecil .
" Apa Raine baik² saja " Tanya Henry .
" Iya Dad ,dia wanita yang kuat " Henry hanya mengulum senyum .
" Jika Daddy dan mommy melihat nya masuk lah " Lanjutnya lagi .
" Biarkan dia istirahat ,dia sudah mengeluarkan semua tenaga nya untuk melahirkan anak kalian " Jawab Henry tulus .
" Ayo El kita lihat " Jose langsung menahan tangan Aqila begitu juga Henry .
" Biarkan mereka istirahat " Ujar Jose .
" aku hanya ingin lihat twins " Jawab Aqila .
" Masih ada hari esok Aqila " Aqila mendengus kesal .
" Maaf tuan ,baby El menuggu anda " Ucap Nany yang baru saja datang menghampiri mereka .
" Kami akan ke sana " Jawab Raymond .
" Pergilah ini juga sudah waktunya Adara istirahat " Ujar Henry .
" Iya Dad " Jawab Adara .
"Ayo " Raymond membantu Adara berdiri dengan pelan .
" Adara duluan " Pamit Adara .
" Langsung istirahat " Ujar Daddy Radit
" Iya Opa " Jawab Adara .
" Apa kau akan terus bersandar di istri ku " Tanya Jose kesal .
" Papa lihat lah " Reza memperlihatkan tangan nya yang penuh cakaran Riane .
" Syukur dia mencakar tanganmu bukan menarik juniormu " Ujar Jose .
" Mama " Aqila mengelus lengan Reza yang penuh cakaran Riane .
" Istri mu sangat ganas " Ujar Rifat.
" Sangat kak " Jawab Reza lirih .
" Kalian kembali lah,jangan membiarkan Amanda sama Vania mengurus anak kalian sendirian " Ujar mommy Ellena.
" Oma mengusir kami " Ujar Radhi cemberut .
" Pulang atau Oma siram pakai air panas " Ancam mommy Ellena .
" Jangan hanya tahu bikin tapi tidak mau membantu setiap malam istri ku terus yang di jadikan korban " Uajr Jeje bercanda .
" Harus berbagi Pi, susah senang bersama " Jawab Rifat Tersenyum .
" sekali lagi kamu menjawab Oma akan meminta pelayan membawa air panas " Ucap mommy Ellena .
" Seperti nya kita sudah tidak di sayang lagi kak, apa aku membawa Vania kembali ke Landon saja " Ujar Radhi sendu .
" Pergilah tapi setelah itu hapus dulu namamu, fasilitas semua yang kamu milik simpan di meja itu " Tunjuk Daddy Radit di atas meja .
"Dia mulai mengungkit lagi " Ujar Alan ,
" Iya kau benar " Jawab Jose dan Jeje hampir bersamaan .
" Pergi temani istri kalian, jangan hanya pekerjaan yang kalian urus , Istri kalian sudah berjuang untuk anak kalian jadi pergi lah, nanti besok kalian baru melihat adik kalian " Uajr Henry lembut .
" iya Dad " Jawab Rifat .
" Ayah tidak mau pulang " Tanya Radhi menatap Alan .
" Duluan saja , nanti ayah susul " Radhi mengaguk saja lalu meninggalkan ruangan itu bersama Rifat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...**Terimakasih untuk pencinta novel "ONE NIGHT WITH CEO "...
...Dan sudah meluangkan waktu hanya untuk sekedar membaca semoga kalian bisa terhibur dengan karya ku yang ini ....
...Jangan lupa selalu dukung karya author yang lainnya ....
...Nanti ada sesi ke dua iya kelanjutan cerita ini ...
...Jadi jangan takut ini belum benar-benar End ...
...Maaf jika ada kata atau ucapan yang kurang berkenan di hati kalian semua ....
...Sekali terimakasih untuk dukungan kalian pada karya author . ...
...Tunggu kembali kehadiran keluarga Raymond di novel terbaru 😘😘😘😘😘😍😍🥰🥰🥰🥰...