ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
ungkapan perasaan



Adara menatap pantulan wajahnya di depan kaca besar setelah sudah selesai di rias.


Gaun indah bikinan Queen sudah melekat di tubuh ramping nya sekalipun dia hamil dua bulan tapi tidak merubah postur tubuhnya .


Hanya bagian perut dan bagian depan atasnya yang semakin berisi ,Queen dan elvi mendekati Adara sambil tersenyum .


" Kaka ipar cantik sekali " puji Queen jujur begitu juga Elvi seolah setuju dengan ucapan putrinya .


" ini semua karena gaun yang kamu bikin , kamu juga cantik dengan gaun itu " ujar Adara kembali memuji Queen .


" tidak sayang kamu memang cantik sekali pun tidak pakai gaun ini " ujar elvi menimpali.


" benar kata mommy ,kalau Kaka ipar itu sudah cantik tanpa memakai apa pun " ujar Queen tertawa kecil membuat Elvi ikut tertawa.


Ceklek


mereka semua menatap ke arah pintu .


" mom apa nanti Daddy tidak marah " hal pertama yang di lihat Raymond adalah penampilan Elvi .


" mommy keras kepala kak " ujar Queen kesal .


" apa sudah waktunya " Raymond mengaguk mendekati Adara .


" cantik kan kak " tanya Queen menaikan alisnya , Raymond menatap Adara dari atas sampai bawah membuat Adara malu.


" jelek " Adara langsung melotot kan matanya begitu juga Queen dan Elvi .


" awas nanti ada yang naksir Kaka ipar baru tau rasa " cibir Queen lalu menggandeng Elvi .


" aku akan membunuhnya saat itu juga " ucap Raymond tegas .


" cih tidak mau ngaku " Adara tersenyum dalam hati.


" siapa ini " tanya Elsa yang baru masuk di ikuti Ana dan Nabilla .


" habislah kalian ,saat melihat suami yang posesif " ujar Raymond mengingat kan para orang tuanya .


" kamu punya penawarnya " ujar Ana .


" semoga manjur " ujar Raymond .


" ayo,kalian sudah di tunggu " Raymond menunduk di depan perut Adara " jangan rewel iya hanya sebentar Daddy janji " ujar Raymond lembut lalu mencium perut Adara.


" kau siapa " Adara menggaguk lemah " angkat wajahmu kamu tahu kan " Adara mengaguk tersenyum .


" Amanda mana bunda " tanya Queen .


" dia sudah di bawah bersama syahzani dan Ela " Queen mengaguk paham .


Raymond merangkul pinggang Adara seolah takut akan kehilangan ibu dari anak² nya itu .


Sedangkan yang lainnya mengikuti dari arah belakang .


" jangan gugup atau takut ,aku bersama kalian jika membutuhkan papa katakan saja ,atau kamu sudah tidak kuat berdiri " ujar Raymond saat sudah memasuki lift .


" iya, tapi boleh sampai di sana aku makan soalnya lapar " Raymond mengaguk .


" kamu belum makan nak " tanya Ana


"belum mi, karena gugup katanya "ujar Queen .


" nanti Bunda ambilkan " ujar Nabilla


" makasih bun " ujar Adara tulus


" apa pun untuk kalian " ujar Nabilla tersenyum .


" angkat wajahmu " ujar Raymond saat lift sudah berhenti di lantai bathroom .


Saat lampu bathroom mati dan hanya ada lampu sorot ke arah lift semua matanya menatap ke arah lift bersamaan .



" angkat kepala mu , i love you " bisik Raymond lembut.


Adara langsung menatap Raymond yang memasang wajah dingin dan datarnya ,bahkan Adara harus menghentikan langkahnya menatap mata Raymond mencari kebohongan tapi hasilnya sama yaitu tatapan kejujuran.


" kenapa sayang " tanya Elsa karena Adara berhenti tiba².


" jangan nangis kau akan semakin jelek " Adara tidak peduli membuat yang di belakang mereka bingung .


" Adara kenapa sayang " tanya Elvi .


" nangis mom, karena banyak orang " elak Raymond bercanda ,lalu menghapus air mata Adara .


" Kaka ipar riasannya akan rusak " Adara mengaguk ,lalu menarik napas panjang nya .


ayo anak² mommy jangan rewel seperti Kata Daddy kita mulai hari ini batin Adara menguatkan diri .


Raymond berjalan mendekati tamu undangan yang sejak tadi sudah melihat mereka .


Tapi beda halnya dengan 5 pria yang sejak tadi menatap tajam ke arah istri mereka masing²



" apa mereka berpikir ingin kembali muda dan perawan " ucap Alan tanpa melepas tatapan nya pada Elsa .


" seperti nya mereka terlalu di manjakan sehingga berani berpakaian seperti itu " ujar Davin mengepalkan tangannya .


" siapa yang bikin bajunya akan ku buat butiknya rata dengan tanah saat ini juga " ujar Jose .


" putri kesayangan kalian, tapi pasti ini permintaan mereka " ujar Jeje .


" seperti nya mereka merindukan hukuman nya sehingga mencoba memancing " ujar Henry lalu mendekati Elvi begitu juga yang lainnya .


Queen dan Raymond hanya bisa menghela napas kasar saat melihat Henry dan yang lainnya mendekat.


" ingat mom, jangan bawa² Queen " ujar Queen tegas ,Elvi dan yang lainnya menelan ludah kasarnya saat melihat suami mereka menatap seakan menatap musuh .


" ayo Kaka ipar ,Queen bantu " Adara mengaguk di bantu sama Raymond naik ke atas panggung .


" habis kamu malam ini " ujar Henry lalu memakai kan jas nya pada Elvi yang sudah di buka sejak menghampiri istrinya ,begitu juga yang lain .


Tingkah mereka membuat tamu undangan menjadi iri,tapi tidak dengan anak dan orang tua mereka .


Sedangkan di atas panggung Queen langsung turun saat memastikan Kaka iparnya sudah nyaman .


Raymond berdehem sebelum akhirnya mengambil mic yang di berikan oleh Reza .


" Sebelumnya terimakasih sudah menepatkan diri hadir di acara resepsi kami, maaf mungkin ini mendadak untuk kalian tapi kami sudah menikah dan akan memasuki usia 3 bulan ,mungkin di antara kalian ada yang bertanya² karena sebelumnya aku bertunangan dengan Amanda, tapi setelah ini kalian akan paham kenapa saya mengakhiri hubungan kami , di sini saya tegaskan tidak ada namanya perebut atau perusak karena pada dasarnya ini kesalahan ku,dan untuk istriku Adara Fredella Ulani maaf dan terimakasih selalu sabar berada di samping ku dan terimakasih sudah memberikan hadiah malaikat yang kini sudah berusia dua bulan, untuk wanita yang kini sudah tidak muda lagi tapi tetap cantik terimakasih sudah membesar ku hingga sampai sekarang memberikan kasih sayang yang begitu tulus tanpa membedakan kami dan untuk pria tegap yang berdiri di samping cinta pertama ku " Raymond tersenyum saat melihat wajah masam Henry ,dan itu membuat para jamu hawa memegang dada karena jarang atau hampir tidak pernah melihat Raymond tersenyum .


" sekalipun dia orang nya keras dan dingin tapi bagi kami dia pahlawan dan cinta pertama untuk anak perempuan nya Queen dan Raine mereke lah kekuatannya setelah istri tercinta nya dan aku mengakuinya itu,terakhir untuk ke dua orang yang sangat Raymond kagumi , Opa Radit dan Oma ellena i love you more tetap sehat hingga sampai Anak Raymond lahir ke dunia ini begitu juga yang lainnya " ucap Raymond serak,melihat itu semua adiknya naik ke atas panggung .


Membuat yang lainnya ikut terharu melihat kekompakan mereka .


" untuk ayah Alan ,papa Jose ,ayah Davin dan papi Jeje terimakasih selalu membantu Ray dalam keadaan apa pun ,selalu menjadi tameng terdepan saat Raymond ada masalah,begitu juga ibu Elsa ,mama Aqila ,bunda Nabilla, mami Ana I Love you " Lalu Raymond menatap adik² nya yang kini sudah berada di belakang nya saling berpegangan " i love you " ucapnya lirih sambil tersenyum membuat Queen,Raine ,Ela , syahzani dan Amanda menangis terdiam .


" maaf saya melupakan sesuatu ,malam ini juga acara pertunangan adikku Rifat dan Amanda ,jadi saya harap kalian sudah paham sampai di sini " ujar Raymond sebelum memberikan mic pada Reza


Begitu juga dengan Elvi dan yang lainnya mereka menangis dalam pelukan suami mereka , sedangkan mommy ellena hanya menggegam kuat tangan sang suami dia tidak akan menangis di hari bahagia sang cucu,itulah prinsip yang dia tanamkan sejak Raymond mengambil Mic yang di berikan Reza .


Setelah itu Raymond memberikan mic nya pada Reza tapi sebelum itu dia berhenti sejenak " terimakasih maaf selalu membuat mu dalam masalah " Reza tersenyum tulus " Kaka tau alasan nya " ujar Reza membuat Raymond tersenyum .


Kini Raymond sudah berdiri di samping Adara " kenapa menangis hm " tanya Raymond lembut .


" lapar "


DUAR


Raymond melotot kan matanya ,ingin sekali marah dia mengira Adara menangis karena terharu mendengar ungkapan terimakasih nya tapi ternyata tebakan nya salah .


Dia menatap ke arah tamu yang sudah mulai tenang karena acara Rifat dan Amanda akan di mulai ,lalu dia memanggil Elvi .


" kenapa " tanya Elvi saat sudah di atas " Dara lapar " Elvi menepuk jidatnya ,padahal sebelumnya nya Adara sudah bilang tapi karena terbawa suasana dia melupakan perut sang menantu .


" tunggu iya " adara mengaguk ,setelah itu Elvi turun dari panggung .


" kenapa dek " tanya Elsa


" Adara lapar " ujar Elvi .


" biar mommy saja ,kalian ikut suami kalian menerima tamu " ujar mommy ellena


" iya mom " ujar Elvi.


Lalu mereka menemani suami mereka menerima tamu sekaligus kolega bisnis begitu juga anak mereka terutama syahzani,Ela, Rif'at dan Xavier di dampingi pasang mereka , sedangkan Reza ikut bersama Jose dan Aqila .