
" mas rehan " panggil Adara kegirangan saat melihat bodyguard yang selalu bersamanya
" selamat pagi nyonya ,nona Queen " ujar rehan ,Queen hanya mengaguk
sedangkan Morgan menatap heran ke arah Adara dan rehan
karena panggilan yang tidak biasa dari sang nyonya
" maaf tadi malam aku tidak pulang, mas rehan sama mba Rosna tidak tungguin kan " rehan mengaguk
" tuan sudah memberitahu kami nyonya " ujar rehan Tersenyum
" Kaka ipar ayo " Adara mengaguk masuk di ikuti rehan dan Morgan tapi Adara kembali memutar badannya
" nama nya mas siapa " Morgan menunjuk dirinya ,Adara mengaguk
" Morgan nyonya " Adara mengaguk " saya Adara " ucap Adara sambil memajukan tangannya ,rehan langsung menarik tangan Morgan
membuat Morgan menatap rehan saat lamunan nya kembali " salam kenal mas Morgan " ucap Adara
" eh ,iya nyonya " ucap Morgan setelah itu melepaskan tangannya
" kau gila !! bagaimana kalau tuan tahu aku akan mati di tangan nya " ucap Morgan kesal setelah Adara masuk bersama Queen
" dan kamu akan di bunuh benaran jika sampai membuat nyonya sedih " ucap rehan lalu mereka ikut masuk
"kalian sangat dekat " rehan mengagguk " nanti juga kamu dekat dengan nya nyonya orang baik " ucap rehan
"mas rehan sama mas Morgan bantu Adara pilih baju iya " mereka mengaguk patuh
" baik nyonya " ujar mereka serempak
" Kaka ipar mau baju seperti apa " Adara menggeleng
" aku tidak tahu, terserah kamu saja "ucap Adara
" yakin terserah aku " Adara mengaguk " baiklah tapi Kaka ipar yang mau seperti apa. "tanya Queen
" jangan yang terbuka, terus ada daster tidak soalnya perutku sudah sedikit besar " Queen menelan ludahnya kasar
ini butik bukan pasar !!
mana ada daster di butik astaga Adara
" iya nanti aku pilih kan " Ucap Queen
dres saja kali kan sama² baju langsung kan batin Queen
" Kaka ipar tunggu di sini iya " Adara mengaguk
" Duduk dulu,mas rehan,
mba Rosna bikin apa " tanya Adara setelah kepergian Queen
" Rosna sedang membersihkan apartemen nyonya setelah itu dia menyusul ke rumah utama karena tuan memintanya ke sana " adara tersenyum kuda matanya berbinar senang
"serius " rehan mengaguk " kalau mas rehan ikut ke sana juga kan " tanya Adara
"iya nyonya ,saya akan kembali bekerja seperti dulu menjaga tuan " ucap rehan
"kaka ipar " Adara melihat Queen mendekati nya dengan dua karyawan yang mendorong pakaian yang sudah Queen pilih
" Kaka ipar lihat dulu " adara berdiri melihat apa yang sudah di pilihkan Queen ,hingga akhirnya dia menatap Queen
" aku tidak tahu, tapi jika menurutmu bagus aku setuju saja " Queen mengaguk
" berarti kakak ipar setuju kan " Adara mengaguk bingung
entahlah karena memang selama ini dia hanya memakai pakaian biasa saja
sedangkan pakaian kantornya dia banyak melihat orang lain !!
"di bungkus semua nya iya ,nanti ada yang datang ambil " ujar Queen pada karyawannya
" iya nyonya bos " ujar karyawan Queen lalu membawa Kemabli pakaian yang sudah di pilih Queen tadi
" jam berapa Kaka ipar periksa " tanya Queen
" aku tidak tahu ,nanti tuan ke sini menjemput ku " ucap Adara
" koh tuan, dia suami Kaka " ujar Queen bingung
" lalu aku memanggil apa ?? aku sudah biasa memanggilnya tuan " ujar Adara jujur
" ganti dong Kaka ipar " Queen memikirkan nama yang bagus " bagaimana honey " ujar Queen ,Adara melotot kan matanya lalu menggeleng cepat
" benar nyonya, sangat tidak enak di dengar saat anda memanggil tuan sama dengan kami seolah tuan,bos Anda bukan suami anda " ujar rehan menimpali Queen dan Morgan mengaguk setuju
" tapi ...
" tidak ada tapi²an pokoknya ganti jangan panggil tuan lagi, sebentar lagi kalian punya anak kalau Kaka ipar kebiasaan memanggilnya tuan nanti anak kalian memanggil Kaka Ray tuan juga " ucap Queen memotong ucapan Adara
" tapi...
" benar nyonya,agar orang² tidak berprasangka buruk pada tuan dan nyonya bisa saja tuan dan nyonya di anggap berbohong atas pernikahan " ujar Morgan laki² memotong ucapan Adara
bukannya memang pernikahan ini hanya sementara batin Adara
Adara menatap mereka mengaguk setuju untuk merubah panggilan nya pada Raymond
" baiklah aku akan mencoba nya ,tapi jika tuan ...
" panggil nama saja Kaka ipar atau jika tidak nyaman Kaka saja seperti kami atau yang lainnya jika mau terlihat beda " Queen kembali memotong ucapan Adara
" carikan yang bagus " lanjutnya menatap rehan dan Morgan
" gimana nyonya memanggil mas saja pada tuan " ujar Morgan
" jangan mas ,masa sama dengan kita bisa² tuan mengamuk " uajr rehan cepat
" gini saja Kaka ipar panggil mereka Kaka saja ,jadi kaka Ray panggil mas gimana " Adara masih terdiam
" kalau mommy panggil tuan ayah nya Queen seperti apa " tanya Adara
" pilihan kamu saja yang tadi honey ,tapi apa tidak lebay " mereka menggeleng cepat
"sudah selesai " mereka berempat menatap ke arah sumber suara
dengan cepat rehan dan Morgan langsung berdiri menunduk kepalanya
Raymond dan Reza duduk di sofa !!
" sudah kak " Queen menyenggol lengan Queen " coba lah " bisik nya ,Adara menggeleng cepat " cobalah agar kita tau Kaka Ray setuju atau tidak ,jika tidak nanti aku Carikan lagi " bisiknya lagi ,Adara menatap Queen yang mengaguk setuju
Adara menelan ludahnya dengan susah , sedang kan rehan dan Morgan menahan senyumnya
agar sang nyonya berani memanggil tuannya dengan panggilan baru
" kamu tidak banyak bergerak kan " Adara mengaguk lalu menatap Queen
" iya ho-ney " Raymond dan Reza menatap Adara langsung menaikan alisnya
" maaf tadi kata Queen
" tidak papa " potong Raymond menatap Queen yang tersenyum kuda
sedangkan rehan dan Morgan sudah menatap ke arah lain
" kamu nyaman dengan panggilan itu " Adara menggeleng
" kata mereka saya harus terbiasa " ujar Adara jujur
" jika tidak nyaman jangan lakukan " ujar Raymond
apa dia tidak suka atau dia tidak ingin aku memanggilnya seperti itu batin Adara
" panggil dengan yang di ajarkan Queen " putus Raymond
" tidak u....
" jangan membantah " potong Raymond
" i-ya " ujar Adara gugup
" ayo kita ke rumah sakit " Adara mengaguk
"by by Kaka ipar ,sampai ketemu di rumah nanti pakaian nya di antar langsung ke rumah " ujar Queen
"terimakasih iya maaf sudah merepotkan mu " Queen tersenyum
" tidak koh ,aku senang karena akan mendapatkan uang bnyak " uajr Queen tersenyum kuda
" aku jalan dulu iya " Queen mengaguk
" ayo " Raymond menggegam tangan Adara lalu ke luar dari butik Queen
dengan sigap Morgan membukakan pintu pada tuan dan nyonya nya
" makasih mas Morgan " Raymond mengehentikan langkahnya. sehingga membuat yang lainnya juga ikut berhenti
" mas lagi " Adara menatap bingung pada Raymond sedangkan Morgan sudah menelan ludahnya kasar
"kalian berdua tunggulah " rehan dan Morgan saling berpandangan " baik tuan " ujar mereka pasrah
setelah itu mereka menuju mobil untuk segera ke rumah sakit
" ho-ney " panggil Adara gugup sedangkan Reza menahan senyumnya
karena tidak ada jawaban membuat adara mengurungkan niatnya
Raymond menatap Adara bingung apa dia hanya melatih mulutnya agar terbiasa dengan panggilan nya
" kenapa " tanya Raymond , Adara menggeleng cepat
" mau makan " Adara diam
" cari restoran pak, kita makan dulu " ujar Reza
" baik tuan " ucap sang sopir
" Jika lapar katakan saja, saya bukan Senayan yang bisa baca pikiran orang " ucap Raymond
tapi anda keluarga Senayan kak batin Reza karena apa yang selalu di pikirkan Reza pasti Raymond mengetahui nya
" mau makan apa " tanya Raymond lalu mengelus perut Adara
karena sudah terbiasa jadi Adara sudah tidak kaget lagi
Adara membuka HP nya memberikan pada Raymond
" memang bisa kamu makan ini " tanya Raymond
" saya tidak tahu honey " Raymond mendengus kesal
" kamu memanggil ku honey tapi bahasamu formal " ucap Raymond kesal
" maaf " cicit Adara
"cari restoran Jepang pak " ujar Raymond ,sopir menatap Raymond
" maaf tuan bukannya saya kurang ajar tapi kalau sedang hamil di larang untuk makan yang mentah " ujar sang sopir takut apa lagi melihat sang nyonya sudah memasang wajah sedihnya
" makan yang lain saja iya " Adara mengaguk
" gimana steak saja nona seperti pesanan anda waktu di kantor " ujar Reza
" tapi seperti itu hari boleh kan asisten Reza " Reza mengaguk
" iya nanti saya pesan kan seperti itu hari nona " ujar Reza
" kamu tidak papa " Adara mengaguk sendu bagaimana pun calon anaknya lebih utama dari pada mulutnya
" maaf iya Daddy bukannya tidak mau tapi nanti kalian sakit " ujar Raymond depan perut Adara