ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Menghabisi siapa pun mereka



Setelah pulang dari kantor , Raymond langsung menjemput anak dan istri nya sebelum nantinya kembali ke rumah besar milik keluarga nya .


Sesampai nya mereka di rumah Twins langsung di ambil ahli oleh Nany untuk di mandikan sedangan Adara akan mengurus suaminya .


Kini mereka sudah berada di dalam kamar , Raymond langsung masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena badannya terasa lengket .


Sedangkan Adara menyiapkan pakaian untuk sang suami dan juga pakaian untuk dirinya sendiri .


" Baby " Adara membalikkan badannya " sudah " Raymond mengaguk sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil .


" Sendiri atau .."


" Pakaikan " Ucap Raymond cepat memotong ucapan Adara .


Adara langsung membantu Raymond memakaikan pakaian nya tanpa bertanya atau membantah .


Karena itu sudah biasa baginya tapi sekalipun dia menolak nya kalian tahu bukan apa nanti yang akan di dapat .


Iya !! Hukuman ranjang yang pastinya bahkan untuk jalan pun akan susah .


Sekalipun dia sedang tamu bulanan Tapi di pastikan setelah itu dia akan kembali di Serang tanpa ampun oleh suami nya .


" Lagi berapa hari " Tanya Raymond sambil memperhatikan gerakan Adara .


Sungguh ini ada ujian terberatnya saat tangan halus itu menyentuh bagian dadanya .


Bahkan kini Raymond memejamkan matanya saat Adara sudah mulai memakaikan celana nya .


" Maaf " Ucap Adara .


Raymond hanya mengaguk saja tapi dia enggan membuka matanya ,hingga Adara selesai melakukan tugasnya .


" Cepat selesaikan urusan wanitamu ,jika terus begini aku tidak jamin kamu aman " Ujar Raymond kesal .


" Mana bisa begitu !! Sabar kan lagi 5 hari " Raymond mendengus kesal lalu ke luar dari ruangan itu meninggal kan Adara .


" Apa katanya ? Lima hari ,bahkan sehari saja kepala ku sudah sakit ,Sabar boy setelah ini kamu akan masuk sarang " Gumam Raymond sambil menatap ke arah bawa lalu ke luar dari kamarnya menuju kamar anaknya.


"Sudah " Tanya Raymond .


" Sudah tuan " Jawab Nany .


" Ayo bawa mereka ke bawah " Ucap Raymond.


" Baik tuan " Jawab Nany lalu membawa baby Ed dan El ke bawah sedangkan satunya membersihkan kamar twins terlebih dahulu sebelum menyusul ke bawah .


" Istri mu mana " Tanya mommy Ellena .


Nany langsung membawa twins ke arah Henry saat melihat kode dari nya .


" Mandi " Jawab Raymond lalu duduk .


' Tumben,biasanya mandi bersama " Tanya Jeje .


" Lagi banjir bandang " Tebak Alan sambil tersenyum .


" Cih " Para pria tertawa senang melihat wajah kesal Raymond bahkan Reza pun tertawa kecil .


" Libur panjang kayanya " Ujar Jeje masih dengan tawanya .


" Papi " Mereka semakin tertawa .


" Sabar !! biasanya 14 hari itu " Ujar Daddy Radit.


" Apa Opa ingin membodohi ku ?? Adara bilang hanya 7 hari dan ini hari ke dua berarti sisa 5 hari " Jawab Raymond ketus .


" Kau menghitung nya " mereka tertawa mengejek bahkan Nany pun ikut tersenyum .


Jika awalnya mereka kaget dan malu , sekarang mereka sudah terbiasa bahkan hal seperti itu sudah biasa di dengar .


" Diam lah ayah " Ucap Raymond kesal .


" Ok² maaf son ,ayah hanya bahagia melihat wajah bahagia mu " Raymond mendengus kesal .


Apa Alan tidak bisa membedakan mana wajah bahagia dan tertekan karena juniornya sudah libur dua hari !! Menyebalkan sekali bukan ???


Tidak berselang lama Adara datang tapi disini dia di buat bingung saat melihat wajah sang suami .


Yang terlihat kesal apa lagi saat melihat nya seperti melihat musuh bebuyutan nya .


" Ini semua gara² kamu " Adara menatap sekeliling nya bingung .


Dia baru datang kenapa malah di salah kan , Apa ada yang dia tinggal kan atau gimana ??


" Dia habis di ejek sama mereka karena kamu banjir bandang " Adara menghela napas panjang nya .


" Kan hanya seminggu mas !! Ini juga bukan aku yang undang kan memang seperti itu ,bukan hanya Adara saja tapi Oma,mommy,ibu sama mami juga gitu " Raymond hanya diam saja karena masih kesal, sedangkan Adara masih berdiri berdampingan dengan Nany .


" Kau bahagia sekali son " Ejek Jeje membuat mereka kembali tertawa .


Tapi hanya sementara karena tiba² suasana berubah tegang .


Dor


" Aaakkkkhhhhh "


Oek ...Oek ...


" Baby " Raymond langsung memeluk Adara sedang kan Adara sudah pucat karena kaget begitu juga Nany .


" Bawa twins ke kamar " Bentak Daddy Radit .


" Telepon Jose dan Davin segera kesini " Jeje langsung menelpon jose dan Davin .


Syukur Adara bergerak mendekati sang suami sehingga peluru itu mengenai kaca yang ada di dekat mereka .


" Masuk " Titah Henry pada para wanita ,mereka langsung masuk sedangkan twins sudah di gendong Elvi dan Ana karena mereka menangis .


Sedangkan Reza sudah berlari ke arah depan bersama penjaga yang tadi berdiri di dekat mereka .


" Baby kau baik² saja " Raymond menatap sang istri .


" Baby ..."


" Adara "


Pekik mereka bersamaan saat melihat Adara pingsan di pelukan Raymond .


" Bawa anak² ke kamar ,nanti ada pengawal " Titah Alan membuat Nany langsung membawa twins ke kamar .


Mommy Ellena mengambil baby El yang masih menangis histeris mungkin karena kaget mendengar suara tembakan,teriakan serta kaca yang pecah secara bersamaan ,sedangkan baby Ed hanya sementara menangis ya .


" Ayo kita ke kamar " Ujar mommy Ellena pada ke tiga Nany di ikuti pengawal yang akan berjaga di balkon kamar .


Jika para wanita yang hidup bersama mereka sudah biasa tapi tidak dengan Adara ,karena ini baru untuknya sehingga membuat syok .


" Baby jangan seperti ini ,aku mohon " Ujar Raymond yang masih memangku kepala Adara .


" Dia hanya syok nak, tenang lah " Ujar Elsa sambil memberi kan minyak telon pada Adara begitu juga Ana mengusap kan minyak telon pada kaki Adara .


" Aku akan menghabisi siapa pun mereka " Geram Raymond mengepalkan tangannya .


Sedangkan Henry, Daddy Radit dan Jeje langsung ke depan setelah menelpon Jose dan Davin.


" Apa kalian tidak becus menjaga rumah ini hah"Bentak Henry pada sisa penjaga karena yang lainnya mengikuti Reza mengejar orang yang sudah berani mengusik keluarga nya .


Penjaga hanya diam saja sambil menunduk saat sang tuan sudah kembali mengamuk .


" Ikut saya " Titah Daddy Radit pada beberapa pengawal ke luar dari pagar .


" Perketat penjagaan mulai sekarang " Ucap Henry lalu mengikuti Daddy Radit dan di susul Jeje yang di mana di tangan mereka sudah memegang pistol .


" Bagaimana " Tanya Henry saat melihat Reza .


" Reza cek CCTV dulu Dad " Ujar Reza lalu masuk begitu saja.


Sedangkan dalam ruangan Raymond masih setia memangku kepala Adara .


Saat Alan melihat Reza masuk dia langsung mengikuti langkah pria itu .


" eug "


" Baby /Adara / Kaka ipar " Pekik mereka bersamaan.


" Anak²ku " Gumam Adara lirih


" Twins baik² saja ,mereka sama Oma di atas penjaga juga ada di sana " Adara hanya diam saja .


" Jangan takut ,semua baik² saja " Ujar Elvi lembut , Adara hanya diam saja .


Lalu menatap sang suami dari wajah nya menggambarkan rasa takut dan khawatir .


" Bawah istri mu ke kamar untuk istirahat ,jangan memikirkan yang lain biarkan Opa dan yang lainnya mengurusnya nya " Titah Ana .


" Iya mi, ayo kita ke kamar " Ucap Raymond sekalipun tidak ada jawaban dari Adara.


Dia paham mungkin sang istri syok ,takut karena ini baru pertama untuk nya .


Dan Raymond bersumpah akan membalas nya jauh lebih sakit dari ini .


Di mana dia melihat wajah sang istri masih pucat dan hanya terdiam saja .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


MAISH ADA LAPAT KHA KESAYANGAN AUTHOR ??🤭🤭🤭🤭🤭


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


JANGAN LUPA JUGA DUKUNG REZA DAN RAINE


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘