
seperti biasa setiap waktu makan siang Amanda akan ke kantor Raymond tapi kali ini dia tidak membawa bekal karena ingin mengajak Raymond makan di luar
dan di sinilah dia sekarang di ruangan Raymond !!!
" Kaka " Raymond mengangkat kepalanya menatap ke arah pintu lalu kembali fokus pada kerjaan nya
" Kaka Reza " Reza hanya membalas nya dengan senyuman
" siang mba " ucap Amanda menatap Adara
" siang nyonya " ucap Adara tersenyum paksa
" Kaka sibuk " Raymond mengagguk
" ini sudah waktunya makan siang, kita makan di luar iya " rengek manja Amanda
" Reza sudah pesan makan di kantor saja " ucap Raymond dingin
" Kaka " rengek Amanda
Adara memilih ke luar karena merasa sesak di dalam
" nyonya " rehan langsung berdiri saat melihat Amanda ke luar
" temani makan di ruangan sebelah iya " rehan mengaguk patuh
sedangkan dalam ruangan lagi² Reza harus di hadapkan dengan situasi ini
" jangan memaksaku Amanda " ucap Raymond tegas , seketika wajah Amanda berubah sendu
" baik kita makan di luar " putus Raymond
" benaran " Raymond mengaguk
" duluan ke bawah ,tunggu di mobil ada yang harus aku urus " Amanda mengaguk patuh lalu ke luar dari ruangan itu
" Kaka Reza , Amanda duluan " Reza hanya membalas nya dengan senyuman
"tuan " Raymond menatap Reza
" kita hanya menemani nya setelah itu kembali ke sini " ujar Raymond ,Reza mengaguk patuh lalu ke luar dari ruangan itu
sedangkan di ruangan sebelah Adara sedang memakan rujak yang di beli tadi sedangkan rehan hanya menemaninya saja
Adara sudah menawarkan tapi rehan menolak halus
" apa nyonya baik² saja " tanya Rehan menatap Adara yang terlihat sendu
" apa jika aku bilang tidak, semuanya akan berakhir " ucap Adara tersenyum
" mungkin sudah jalanku seperti ini mas, di saat aku menjalin hubungan dan berakhir di khianati !! aku bisa apa ?? sama halnya dengan sekarang aku tidak mungkin memberontak aku tidak cukup punya keberanian mas " ucap Adara sambil memasukkan buah dalam mulutnya
" apa tidak sebaiknya nyonya bicara sama tuan "tanya Rehan, Adara menggeleng
" aku sudah berjanji tidak akan mengganggu hubungan mereka mas, aku juga menikah dengan tuan hanya karena sebuah kesalahan " ucap Adara
" tapi bagaimana pun nyonya istri sah " ucap rehan,tapi Adara hanya tersenyum
" apa tidak sebaiknya nyonya ke rumah sakit, sejak semalam nyonya mual apa lagi saat melihat ayam goreng ,pagi juga tadi nyonya mual saat lihat sayur santan, saya hanya takut asam lambung anda parah nyonya,apa lagi sekarang anda sedang makan mangga padahal belum makan nasi " lanjut nya khawatir
" aku takut dokter dan aku juga tidak bisa minum obat,kecuali memang sudah harus baru saya minum " Adara tersenyum
sedangkan di luar ruangan Raymond terdiam di tempatnya begitu juga Reza
" apa kamu akan membuat orang memikirkan penyakitmu " ucap Raymond dingin
" tuan " rehan langsung berdiri dari duduknya
" buang semua itu, pesan kan makanan yang layak jangan seperti anak kecil kamu sudah cukup dewasa jangan karena penyakit mu orang lain kena imbasnya " ucap Raymond ketus
setelah mengatakan itu Raymond ke luar dari ruangan itu
" pesankan makanan untuk nya " Reza hanya bisa menurut saja
melawan pun bukan saatnya
" nyonya " Adara tersenyum lembut pada rehan
" sudah tidak papa " ucap Adara
" tapi ....
" bukannya aku bilang,aku baik² saja mas tenang saja " ucap Adara lembut
" rujaknya simpan saja mas ,siapa tau mba Rosna mau makan kasian kalau di buang mubazir " rehan hanya mengaguk patuh
" ayo kita balik, kerjaan ku masih banyak " ucap Adara
" tapi ini masih jam istirahat ,saya pesankan makan iya " Adara menggeleng
" baik nyonya " ucap rehan
lalu mereka ke luar dari ruangan itu, menuju ruangan Raymond
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" maaf lama " Amanda mengaguk
" tidak papa kak " ucap Amanda
"pak ke restoran xx iya " ucap Amanda
" iya nyonya " ucap sang sopir
Raymond menatap ke arah luar begitu juga Reza
" Kaka ada masalah " Raymond menatap Amanda lalu menggeleng
" Amanda menurutmu penyakit apa yang jika melihat makanan muntah, seperti ayam goreng misalnya atau sayuran tertentu " amanda mengeritkan keningnya
" penyakit apa ?? setau Amanda tidak ada penyakit yang seperti itu " ujar Amanda bingung
" kalau asam lambung " tanya Raymond
" asam lambung ,kalau muntah mungkin itupun kalau telat makan tapi kalau sampai mual saat melihat makanan tertentu itu bukan penyakit bisa jadi hamil " ucap Amanda
Raymond menatap cepat Amanda begitu juga Reza yang langsung menoleh ke belakang
"kamu yakin " Amanda mengaguk
" tidak yakin sih, tapi kalau dari cerita Kaka bisa jadi lebih baik di periksa ke dokter dulu supaya lebih jelas " ucap Amanda
" memang siapa yang sakit, Kaka sampai kaget " lanjutnya lagi
" teman, istrinya mual dari semalam saat lihat makanan tadi pagi juga seperti itu katanya " elak Raymond
" bisa jadi sih, tapi periksa saja dulu atau ke rumah sakit saja dulu nanti Amanda yang periksa " ucap Amanda tersenyum
" iya nanti aku kasih tau " ucap Raymond
semakin rumit batin Reza
apa Adara hamil, tapi kenapa dia tidak bilang !! apa ini hanya alasan nya agar tidak ingin ke dokter batin Raymond membuang napasnya kasar
" Kaka baik² saja " tanya Amanda
" aku hanya lelah saja " ucap Raymond
" maaf sudah mengajak Kaka makan di luar " ucap Amanda sendu
" tidak papa " ucap Raymond mengelus kepala Amanda
" makasih " ucap Amanda tersenyum menatap Raymond
Raymond kembali terdiam hingga akhirnya mereka sampai di restoran
" Kaka benaran baik² saja,Kaka kenapa banyak diam " tanya Amanda
" mau makan atau mau balik " tanya Raymond datar
" Amanda hanya ingin
" Amanda " bentak Raymond, Amanda langsung terdiam di tempatnya
" bukannya aku bilang baik² saja,kenapa selalu menanyakan hal yang sama " ucap Raymond kesal lalu ke luar dari mobil
" suruh dia ke luar ,jika tidak ingin antar dia kembali ke rumah sakit " ucap Raymond datar lalu masuk sendirian dalam restoran
pikirannya sedang kacau memikirkan tentang Adara
tapi Amanda selalu saja menanyakan hal yang terulang sekalipun sudah tau jawabannya apa
" Amanda " Amanda menatap Reza sendu
" bukannya kamu sudah tau Kaka Raymond seperti apa ?? jadi jangan memancing amarahnya nya apa lagi tadi dia menolak ke sini ?? tapi demi mengikuti keinginan mu dia mau di ajak kesini " ucap Reza ,Amanda hanya menunduk saja
" ayo ke luar nanti Kaka Ray marah " Amanda mengagguk patuh lalu ke luar dari mobil
saat sampai di ruangan VVIP Raymond hanya diam saja membuat Amanda tidak nyaman
" Kaka ,Amanda .....
" pesan makanan mu setelah selesai makan nanti di antar sopir kembali ke rumah sakit " ucap Raymond
" iya kak " ucap Amanda lalu memesan makanan nya sedangkan Raymond sudah memesan duluan
aku semakin ragu untuk menikah, pekerjaan ku saja sudah menumpuk belum lagi urusan yang lain ,apa kabar kalau aku seperti mereka bisa² besoknya aku sudah meninggal batin Reza merinding