ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Pertemuan kembali setelah menikah



Sesampai nya di hotel Raymond dan Adara langsung ke ruangan karena mereka sudah di tunggu Queen .


Saat masuk ke dalam di sana sudah ada perias yang sudah menunggu mereka juga .


" Kaka ipar mau mandi dulu " tanya Queen menatap Adara .


" di dalam sudah di siapkan " lanjutnya lagi


" ayo kita mandi " Adara langsung melotot kan matanya lalu menatap para perias dan juga Queen .


" Kaka, di sini banyak orang jangan aneh² " ucap Queen ketus


" ayo ,kita hanya mandi bukan olahraga dalam bathup " tanpa sadar Adara langsung memukul lengan Raymond bahkan amarahnya yang tadi hilang ke mana karena malu dengan ucapan Raymond.


" Kaka " pekik Queen menepuk jidatnya ,sedangkan Raymond langsung menarik Adara masuk ke dalam .


" kenapa harus sama² " ujar Adara saat dalam kamar mandi .


" bukannya kita sering mandi bersama " ujar Raymond lalu membuka pakaian nya .


" manusia batu " cibir Adara kesal .


Sedangkan di luar ruangan semua perias saling pandang dan Queen memilih ke luar karena kesal .


" ayah ibu koh tidak bilang mau pulang " ujar seorang pria dewasa.


" kami harus menghadiri resepsi tuan muda Raymond " ujar sang ayah .


" kalian di undang " mereka mengaguk " kenapa kamu berharap kami tidak di undang " membuat sang anak ketawa .


" aku merindukan kalian, tapi sepertinya kalian lebih bahagia di sana " ujar sang anak memasang wajah sendu nya


" maaf kamu harus menanggung semuanya " ujar sang ibu .


" aku baik² saja ,jika ada waktu luang nanti aku melihat kalian ke sana , melihat ibu sehat seperti sekarang jauh lebih baik untukku " ujar sang anak dengan tulus .


" makasih sudah mengerti keadaan ibu " ujar sang ibu .


" berikan aku ciuman " ujar sang anak menunjuk pipinya .


" kamu bukan anak umur 3 tahun ,kenapa selalu meminta ciuman " ujar sang ayah tapi anaknya memilih menjulur kan lidahnya .


" sini ibu akan memberikan kamu ciuman " sang anak langsung mendekat membuat sang ayah memasang wajah masamnya .


" nanti kita pergi sama²,lebih baik kita mandi dulu aku yakin ibu dan ayah juga belum mandi " ujar sang anak tertawa kecil .


" bosmu juga ikut " sang anak mengaguk .


" aku ke kamar yah Bu " pamitnya pada orang tuanya .


" iya nak " ucap mereka bersamaan .


" dia tumbuh menjadi anak yang hebat " ujar sang ibu .


" iya dan aku bersyukur karena dia mengerti keadaan kita " ujar sang suami .


" ayo kita mandi dulu " lanjutnya lagi .


Setelah mandi Raymond memilih ke luar membiarkan perias memberi kan ruangan yang cukup .


Dan kini dia berada dalam ruangan orang tua Adara .


Ceklek.


" maaf baru sempat menemui kalian " ujar Raymond menyapa orang tua angkat Adara .


" tidak papa, apa kami bisa ketemu Adara " Raymond mengaguk .


" ayo saya antar " ujar Raymond .


" terimakasih " ujar bapak panti


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Ceklek


Adara hanya memalingkan wajahnya sebentar lalu kembali menatap kaca di depannya .


" ke luar " titah Raymond,membuat Adara bingung


" baik tuan " ujar mereka bersamaan.


" Adara " Adara menegang kaku di tempat duduknya bahkan hanya untuk membalikkan badannya di takut .


" mereka datang menemui mu " bisik Raymond saat sudah di dekat Adara .


" kenapa membawa mereka ke sini " cicit Adara sambil memegang tangan Raymond .


" kamu sangat cantik nak " ujar ibu panti serak ,membuat Adara menetas air matanya .


" sapa mereka " Adara mengaguk lemah sambil memegang tangan Raymond .


" maaf " kata pertama yang ke luar dari mulut Adara saat sudah berhadapan dengan ayah dan ibu angkatnya .


" kenapa meminta maaf " ujar sang ayah memegang pundak Adara .


Adara hanya menggeleng sambil menunduk dalam tangisannya .


" Dara " panggil Raymond lembut, Adara mengakat kepalanya menatap orang tua angkat nya .


" maaf Adara tidak bicara pada ayah dan ibu jika sudah menikah " cicit Adara


" suamimu sudah bicara pada kami ,bahkan dia datang menemui kami ke pantai jadi jangan merasa bersalah ,kami tau kamu punya alasan untuk itu ?? tapi yang terpenting sekarang kamu baik² saja jaga kandungan mu dengan baik !! kata suamimu cucu kami kembar " Adara mengaguk lemah .


" boleh kami pegang " Adara mengaguk lagi " tumbuh dengan sehat, kami menunggu kehadiran mu di sini, tumbuh lah jadi anak baik " ujar sang ayah lembut .


" kamu mual " Adara mengaguk " tidak papa iya nikmati semua akan berlalu jika membutuhkan papa telepon ibu " ujar sang ibu .


" terimakasih, maaf jika Adara sudah menyakiti ayah sama ibu " ujar Adara menunduk .


" jangan di ingat lagi yang sudah berlalu, tataplah ke depan kita bisa melihat ke belakang tapi bukan kembali melainkan mengambil pelajaran dari sana " ujar sang ibu .


" jangan menangis lagi,kamu akan di rias kami tunggu di sana suamimu menyiapkan pakaian yang cantik untuk kami " Adara tersenyum simpul .


" anak panti titip salam dan mereka mengirim hadiah untuk mu " Adara mengaguk " katakan ucapan terimakasih pada mereka " ujar Adara .


" justru mereka yang berterima kasih karena banyaknya mainan dan makanan enak serta pakaian yang bagus " Adara menatap sang suami yang hanya diam saja .


" kami ke luar dulu ,kamu harus bersiap karena acaranya jam 7 " Adara mengaguk " terimakasih sudah datang " ayah dan ibu mengaguk tersenyum .


" terus bahagia sampai nanti "ujar sang ayah


" ayah juga " balas Adara .


" makasih " Adara langsung memeluk Raymond saat orang tua angkat nya ke luar .


"bukannya kamu takut " Adara menggeleng cepat " terimakasih sudah membawa mereka ke sini terimakasih " lanjutnya lagi .


" sudah jangan menangis " Adara hanya mengaguk


" ayo siap² ,kamu harus di rias, agar tidak terlihat jelek " ujar Raymond


bugh


" kenapa kau suka sekali memukul ku " ucap Raymond


" biar " ujar Adara lalu kembali memukul Raymond


Bugh


Bugh


Bugh


" hei Adara" Raymond menahan tangan Adara " itu untuk yang tadi kamu selalu mengungkit orang lain " ujar Adara lalu menggigit tangan Raymond dengan keras .


" Aaawwww sakit Adara " teriak Raymond sambil menjauh kan kepala Adara dari tangannya .


" apa kamu anaknya kanibal " tanya Raymond saat melihat bekas gigitan Adara .


" masih mending aku menggigit mu " ujar Adara santai .


Ceklek


" kenapa mereka di luar " tanya Elvi yang baru saja masuk .


" tadi orang tua Adara masuk jadi Ray minta mereka masuk" ujar Raymond kesal .


" lalu kamu kenapa " tanya Elvi menatap Raymond yang mengelus tangannya .


" di gigit Adara, apa dia kanibal sebelum nya " ucap Raymond kesal .


" sayang duduk di meja riasmu , kalian masuk " ujar Elvi tanpa mendengar kekesalan anaknya .


" habis kamu nanti malam " ujar Raymond sebelum ke luar dengan perasaan kesalnya .


" dengarkan saja " Adara mengaguk


" buat dia secantik mungkin " lanjutnya lagi pada perias .


" Bain nyonya " ujar mereka .


" mommy ke luar dulu iya " ujar Elvi lembut .


" iya mom " ujar Adara tersenyum .


Setelah itu Elvi ke luar dari ruangan itu menuju tempat yang lainnya di mana di sana sudah berkumpul sebelum nantinya mereka ke bathroom .