
Sesampai nya di hotel Raymond dan Adara langsung ke ruangan karena mereka sudah di tunggu Queen .
Saat masuk ke dalam di sana sudah ada perias yang sudah menunggu mereka juga .
" Kaka ipar mau mandi dulu " tanya Queen menatap Adara .
" di dalam sudah di siapkan " lanjutnya lagi
" ayo kita mandi " Adara langsung melotot kan matanya lalu menatap para perias dan juga Queen .
" Kaka, di sini banyak orang jangan aneh² " ucap Queen ketus
" ayo ,kita hanya mandi bukan olahraga dalam bathup " tanpa sadar Adara langsung memukul lengan Raymond bahkan amarahnya yang tadi hilang ke mana karena malu dengan ucapan Raymond.
" Kaka " pekik Queen menepuk jidatnya ,sedangkan Raymond langsung menarik Adara masuk ke dalam .
" kenapa harus sama² " ujar Adara saat dalam kamar mandi .
" bukannya kita sering mandi bersama " ujar Raymond lalu membuka pakaian nya .
" manusia batu " cibir Adara kesal .
Sedangkan di luar ruangan semua perias saling pandang dan Queen memilih ke luar karena kesal .
" ayah ibu koh tidak bilang mau pulang " ujar seorang pria dewasa.
" kami harus menghadiri resepsi tuan muda Raymond " ujar sang ayah .
" kalian di undang " mereka mengaguk " kenapa kamu berharap kami tidak di undang " membuat sang anak ketawa .
" aku merindukan kalian, tapi sepertinya kalian lebih bahagia di sana " ujar sang anak memasang wajah sendu nya
" maaf kamu harus menanggung semuanya " ujar sang ibu .
" aku baik² saja ,jika ada waktu luang nanti aku melihat kalian ke sana , melihat ibu sehat seperti sekarang jauh lebih baik untukku " ujar sang anak dengan tulus .
" makasih sudah mengerti keadaan ibu " ujar sang ibu .
" berikan aku ciuman " ujar sang anak menunjuk pipinya .
" kamu bukan anak umur 3 tahun ,kenapa selalu meminta ciuman " ujar sang ayah tapi anaknya memilih menjulur kan lidahnya .
" sini ibu akan memberikan kamu ciuman " sang anak langsung mendekat membuat sang ayah memasang wajah masamnya .
" nanti kita pergi sama²,lebih baik kita mandi dulu aku yakin ibu dan ayah juga belum mandi " ujar sang anak tertawa kecil .
" bosmu juga ikut " sang anak mengaguk .
" aku ke kamar yah Bu " pamitnya pada orang tuanya .
" iya nak " ucap mereka bersamaan .
" dia tumbuh menjadi anak yang hebat " ujar sang ibu .
" iya dan aku bersyukur karena dia mengerti keadaan kita " ujar sang suami .
" ayo kita mandi dulu " lanjutnya lagi .
Setelah mandi Raymond memilih ke luar membiarkan perias memberi kan ruangan yang cukup .
Dan kini dia berada dalam ruangan orang tua Adara .
Ceklek.
" maaf baru sempat menemui kalian " ujar Raymond menyapa orang tua angkat Adara .
" tidak papa, apa kami bisa ketemu Adara " Raymond mengaguk .
" ayo saya antar " ujar Raymond .
" terimakasih " ujar bapak panti
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Ceklek
Adara hanya memalingkan wajahnya sebentar lalu kembali menatap kaca di depannya .
" ke luar " titah Raymond,membuat Adara bingung
" baik tuan " ujar mereka bersamaan.
" Adara " Adara menegang kaku di tempat duduknya bahkan hanya untuk membalikkan badannya di takut .
" mereka datang menemui mu " bisik Raymond saat sudah di dekat Adara .
" kenapa membawa mereka ke sini " cicit Adara sambil memegang tangan Raymond .
" kamu sangat cantik nak " ujar ibu panti serak ,membuat Adara menetas air matanya .
" sapa mereka " Adara mengaguk lemah sambil memegang tangan Raymond .
" maaf " kata pertama yang ke luar dari mulut Adara saat sudah berhadapan dengan ayah dan ibu angkatnya .
" kenapa meminta maaf " ujar sang ayah memegang pundak Adara .
Adara hanya menggeleng sambil menunduk dalam tangisannya .
" Dara " panggil Raymond lembut, Adara mengakat kepalanya menatap orang tua angkat nya .
" maaf Adara tidak bicara pada ayah dan ibu jika sudah menikah " cicit Adara
" suamimu sudah bicara pada kami ,bahkan dia datang menemui kami ke pantai jadi jangan merasa bersalah ,kami tau kamu punya alasan untuk itu ?? tapi yang terpenting sekarang kamu baik² saja jaga kandungan mu dengan baik !! kata suamimu cucu kami kembar " Adara mengaguk lemah .
" boleh kami pegang " Adara mengaguk lagi " tumbuh dengan sehat, kami menunggu kehadiran mu di sini, tumbuh lah jadi anak baik " ujar sang ayah lembut .
" kamu mual " Adara mengaguk " tidak papa iya nikmati semua akan berlalu jika membutuhkan papa telepon ibu " ujar sang ibu .
" terimakasih, maaf jika Adara sudah menyakiti ayah sama ibu " ujar Adara menunduk .
" jangan di ingat lagi yang sudah berlalu, tataplah ke depan kita bisa melihat ke belakang tapi bukan kembali melainkan mengambil pelajaran dari sana " ujar sang ibu .
" jangan menangis lagi,kamu akan di rias kami tunggu di sana suamimu menyiapkan pakaian yang cantik untuk kami " Adara tersenyum simpul .
" anak panti titip salam dan mereka mengirim hadiah untuk mu " Adara mengaguk " katakan ucapan terimakasih pada mereka " ujar Adara .
" justru mereka yang berterima kasih karena banyaknya mainan dan makanan enak serta pakaian yang bagus " Adara menatap sang suami yang hanya diam saja .
" kami ke luar dulu ,kamu harus bersiap karena acaranya jam 7 " Adara mengaguk " terimakasih sudah datang " ayah dan ibu mengaguk tersenyum .
" terus bahagia sampai nanti "ujar sang ayah
" ayah juga " balas Adara .
" makasih " Adara langsung memeluk Raymond saat orang tua angkat nya ke luar .
"bukannya kamu takut " Adara menggeleng cepat " terimakasih sudah membawa mereka ke sini terimakasih " lanjutnya lagi .
" sudah jangan menangis " Adara hanya mengaguk
" ayo siap² ,kamu harus di rias, agar tidak terlihat jelek " ujar Raymond
bugh
" kenapa kau suka sekali memukul ku " ucap Raymond
" biar " ujar Adara lalu kembali memukul Raymond
Bugh
Bugh
Bugh
" hei Adara" Raymond menahan tangan Adara " itu untuk yang tadi kamu selalu mengungkit orang lain " ujar Adara lalu menggigit tangan Raymond dengan keras .
" Aaawwww sakit Adara " teriak Raymond sambil menjauh kan kepala Adara dari tangannya .
" apa kamu anaknya kanibal " tanya Raymond saat melihat bekas gigitan Adara .
" masih mending aku menggigit mu " ujar Adara santai .
Ceklek
" kenapa mereka di luar " tanya Elvi yang baru saja masuk .
" tadi orang tua Adara masuk jadi Ray minta mereka masuk" ujar Raymond kesal .
" lalu kamu kenapa " tanya Elvi menatap Raymond yang mengelus tangannya .
" di gigit Adara, apa dia kanibal sebelum nya " ucap Raymond kesal .
" sayang duduk di meja riasmu , kalian masuk " ujar Elvi tanpa mendengar kekesalan anaknya .
" habis kamu nanti malam " ujar Raymond sebelum ke luar dengan perasaan kesalnya .
" dengarkan saja " Adara mengaguk
" buat dia secantik mungkin " lanjutnya lagi pada perias .
" Bain nyonya " ujar mereka .
" mommy ke luar dulu iya " ujar Elvi lembut .
" iya mom " ujar Adara tersenyum .
Setelah itu Elvi ke luar dari ruangan itu menuju tempat yang lainnya di mana di sana sudah berkumpul sebelum nantinya mereka ke bathroom .