
Sudah 3 hari Raine terdiam dalam kamar bahkan dia tidak terlalu peduli pada orang orang yang melihat nya di kamar .
Dia memilih diam seribu bahasa,dia hanya akan bergerak Jika akan mandi, makan ,dan pagi hari saat merasakan mual itu pun dia tidak akan membiarkan Reza membantu nya .
Sehingga Reza hanya bisa berdiri diam sambil mengawasi wanita itu.
Bahkan Aqila dan Jose memutuskan untuk sementara tinggal bersama di rumah utama .
Saat semuanya sedang terdiam suara pintu terbuka membuat Henry, Jose ,dan Daddy Radit serta istri mereka menatap ke arah pintu .
Di mana Reza masuk bersama dengan seorang pria yang mereka kenal sebagai selingkuhan Riane yang nyatanya mereka hanya sahabat .
Reza menatap keluarga nya untuk tetap diam di tempat nya ,dia melakukan semua ini hanya untuk Raine sekalipun dia harus menahan sakit .
Daddy Radit memberi kode pada mereka agar ke luar biar mereka bisa bicara dengan baik tanpa terganggu ada nya mereka .
" Raine "
Dan Benar saja Riane langsung menatap ke arah pintu yang awalnya dia malas .
" Aku punya berita,aku akan menikah di jodohkan sama keluargaku anak pesantren anak sahabat ayahku " Ujar Adrian sambil tersenyum sekalipun itu di paksa kan .
Sedangkan Reza memilih duduk di mana tadi keluarganya duduk menjaga Raine .
" Tapi yang membuatku bahagia dia lebih muda darimu !! dia 20 tahun, apa aku seperti pedofil tidak bukan ??kita seumuran berarti hanya beda 5 tahunan kan "
Syukur Henry dan Jose sudah ke luar jika tidak pasti mereka akan tersinggung.
Bagaimana tidak mereka menikahi Elvi dan Aqila saat usia mereka 19 tahun sedangkan umur mereka ?? Silahkan pikirkan sendiri gaysðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
" tunggu ,aku punya fotonya " Adrian mengeluarkan hp nya lalu memperlihatkan foto wanita yang di jodohkan nya .
" Cantik " Ucap Riane .
" Benarkah " Riane mengagguk pelan " Mana yang cantik kamu atau dia " Tanya Adrian lagi .
" Dia " Adrian Tersenyum .
" Kau memang terbaik, cepatlah sembuh nanti aku traktir aku akan meminta izin pada suami mu sekalipun nanti pakai pengawal tapi untuk meminta izin pada Daddy mu kamu sendiri iya !! Kau benar bahkan aku tidak berani menatapnya " Raine mengakat bibir nya sedikit
" Jangan terus seperti ini, kamu membuat mereka dan aku sedih apa kamu tidak memikirkan anakmu bahkan dulu kamu sangat menginginkan anak dari tuan Reza , sekarang dia sudah hadir lalu apa yang membuat mu takut !! Tuan Reza tidak akan bisa lagi meninggalkan mu " Ujar Adrian lembut .
" Maaf " Ujar Riane .
" Aku akan menikah ,jika kamu seperti ini terus bisa saja aku membatalkan nya masa aku menikah sedangkan kekasih haramku tidak datang " Ancam Adrian .
" Kapan " Tanya Raine pelan .
" Tunggu dia kembali, Dia sedang di Yaman dia sekolah di sana , Seperti nya aku harus belajar shalat dan mengaji sekarang " Raine hanya tersenyum .
" Aku kembali dulu ,aku harus ke kampus mencari uang untuk menikah " Ujar Adrian, Riane hanya mengangguk.
" Hati² " Adrian hanya mengangguk tersenyum .
Reza langsung bangkit saat melihat Adrian juga sudah berdiri .
" Maaf sudah membuatmu harus repot-repot ke sini terimakasih sudah mau membantu " Ujar Reza tulus .
" Aku yang seharusnya meminta maaf karena semua nya berawal karena ku ,maaf saya hanya membantu sebisaku semoga Riane lebih baik lagi " Reza mengaguk kepalanya sambil menatap tempat tidur di mana Riane kembali terdiam .
" Tuan temani saja , sekalipun dia hanya diam temani saja " Reza tersenyum kecut , Ternyata Adrian lebih mengerti Riane di banding dia suaminya .
' Kalau begitu saya pamit tuan "
" Saya antar " Adrian menggeleng "Tuan temani Riane saja ,saya belum terlalu tua untuk lupa jalan pulang " Reza hanya tersenyum lalu mengaguk dan mengantar Adrian hanya sampai pintu kamar .
Kini hanya di kamar hanya tinggal Reza dan Riane .
" Sayang " Riane tidak menjawab tapi dia menatap Reza sekilas lalu kembali menatap ke arah lain .
" Apa kamu akan seperti ini terus ?? Katakan apa lagi yang harus aku lakukan , baby belum di periksa " Ujar Reza putus asa .
" Raine tolong " Raine memilih berdiri menuju ruangan walk in close .
Lalu mengambil koper kecil membuat Reza panik langsung menarik benda itu lalu melemparnya sembarangan arah.
" Kau mau apa ?? " tanya Reza emosi .
' Pergi '
" Kenapa selalu membahas itu " Tanya Reza yang sedikit meninggi kan suara nya .
" Karena aku benci berada di sini " Bentak Riane .
" Baik kita akan pergi dari sini , tapi biarkan aku bicara dulu dengan Opa, Daddy dan yang lainnya " Ujar Reza lembut .
" Bisa kan ?? Biarkan malam ini kita di sini besok kita akan pergi ke luar dari rumah ini " Lanjut Reza lagi .
Lagi² Reza harus menahan emosi nya jika berhadapan dengan Riane .
" Sekalian kita periksa baby iya " Raine hanya mengaguk membuat Reza lega .
" Baiklah ,aku bantu bersiap " Reza mengambil koper yang lebih besar lagi yang berada di ruangan itu .
Entahlah keputusan nya itu benar atau tidak yang jelas untuk saat ini kenyamanan Rian dulu .
Sedangkan Riane hanya berdiri seperti patung .
"Mau bawa pakaian yang mana " Tanya Reza lembut .
" Mandi dulu " Ujar Raine lirih .
" Setelah ini " Jawab Reza tersenyum lalu mengelus kepala Raine.
" Baju kerja..."
" Tidak kandungan mu kita belum tahu keadaan nya dan aku tidak akan mengizinkan itu " Jawab Reza tegas .
" Aku mau bekerja " Reza hanya bisa menghela napas " Baik ,tapi kamu harus itkuti syaratku " Raine hanya mengaguk .
Reza membawa Riane duduk di sofa lalu mendudukan wanita itu paha nya sambil mengelus perut Raine .
" Maafkan aku, Tolong jangan seperti ini !! Hatiku sakit melihatmu terdiam, aku tahu ini kesalahan ku tapi aku mohon jangan lagi seperti ini , Ingat baby yank kamu dengarkan apa kata ayah . Aku ingin kalian sehat yank jadi katakan apa pun yang membuatmu tidak nyaman jangan mengurung diri dan memilih diam dan memendam nya sendiri " Ujar Reza .
" Terimakasih kamu sudah mau mengandung anakku, terimakasih banyak ,aku bahagia tapi kebahagiaan itu tidak ada artinya saat melihat mu seperti ini" Ujar Reza .
" Lihat aku " Reza menarik dagu Riane untuk menatap nya "Maaf jika aku sudah menyakiti kalian, Aku akan berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu dan perhatian ku untuk kalian Seperti yang kamu inginkan, Aku tidak akan mengungkit yang sudah lewat karena itu tidak akan ada habisnya, dan aku akui itu adalah kesalahan ku yang tidak bisa memahami isi hati istri ku maafkan kekurangan ku yang tidak bisa memahami mu sehingga kamu mencari perhatian di luar sana " Reza menjeda ucapan nya .
" Kau tahu apa yang membuatku marah " Riane menggeleng " Obat, Dan untuk dirinya bohong jika aku baik² saja tapi aku sadar karena aku sendiri tidak bisa memberikan kebahagian yang sama seperti dia memberikan kebahagiaan itu padamu " Raine kembali menunduk " ma-af " Reza menggeleng .
" Jangan katakan itu, Aku yang salah jadi kamu mau kan memulai semuanya bersama baby ??Bukan karena kamu hamil bukan !! Karena aku mencintaimu tanpa kamu hamil pun aku akan memintamu seperti itu jadi jangan berpikiran hanya karena kamu hamil anakku No sekalipun awalnya aku menolak dia aku tidak munafik dan kamu bisa menebaknya itu " Ucap Reza kembali memeluk Riane menenggelamkan wajahnya di dada Riane .
" Ayo kita siapkan pakaian mu, kita pindah saja di apartemen pakaianku di sana sudah ada " Raine hanya mengaguk .
CUP
Reza mencium bibir Riane sekilas lalu membawa wanita itu ke lemari khusus pakaian nya .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like .
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*