ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
tidak membuat nya tertekan



Pagi harinya semua keluarga sudah berkumpul di rumah besar itu di mana mereka akan menyaksikan pernikahan Reza dan Raine .


Bahkan bisa di bilang pernikahan ini sangat sederhana bahkan lebih sederhana dari pernikahan Alan dan Elsa dulu .


Reza hanya bisa menghela napas panjang saat sadar jika Aqila memilih tidak ikut hanya ada Jose, Xavier dan nenek serta kakeknya saja .


Bahkan Elvi pun memilih mengurung diri di kamar hanya ada Henry, Raine sendiri di bantu Elsa, ana ,dan Nabilla untuk berpakaian .


Waktu terus bergulir begitu cepat hingga akhirnya Reza dan Raine di nyatakan sah menjadi suami istri .


Sepanjang proses Riane hanya bisa menunduk di mana semuanya hanya terdiam , sekalipun Henry yang menikahkan Raine tapi sesak di dada Raine tidak hilang .


Semua orang khusu saat penghulu memanjat doa untuk sang pengantin ,setelah itu Reza dan Riane menandatangani berkas yang di siapkan dalam sekejap mata bahkan tidak memerlukan waktu 24 jam .


Semuanya sudah jadi atas nama uang yang kekuasaan mereka .


Setelah selesai Raine langsung berganti pakaian di bantu Nabilla tanpa ada kata yang ke luar dari mulut wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu .j


Lalu mereka melanjutkan sarapan yang tertunda karena pernikahan Reza dan Raine .


Sedangkan penghulu sudah di antar pulang oleh pengawal .


" Kaka mau makan apa " Tanya Raine lembut .


"Makanlah ,sopir sudah menunggu di depan maaf mulai sekarang kamu di antar dan di jemput sopir " Raine menurut saja ingin sekali dia menangis tapi sebisa mungkin dia tahan .


" Iya kak ,tidak papa " Jawabnya serak lalu mengambil roti bakar tanpa campuran apa pun .


Karena dia sendiri memaksakan diri untuk makan sambil menatap orang di meja makan .


Dimana yang lainnya melayani suami mereka masing² bahkan Queen setelah melayani suaminya dia melayani Henry .


Begitu juga syahzani melayani Jose setelah melayani Xavier,tidak ada yang membuka suara bahkan tidak ada yang menanyakan honeymoon dan lain sebagainya .


Hingga sarapan pagi itu selesai tidak ada satu kata yang ke luar entah itu dari Daddy Radit ,Henry ataupun yang lainnya .


" Bisa kita bicara " Ujar Henry menatap Jose saat semuanya sudah kembali pada aktivitas mereka masing-masing .


" Bisa " Jawab Jose lalu mereka masuk ke ruangan kerja meninggalkan yang lainnya yang masih di meja makan .


" Aku meminta maaf untuk Raine , maaf sudah menyakiti Reza dan Aqila sekali lagi aku minta maaf " Henry menunduk kepalanya .


Dan ini pertama kalinya selama umurnya melakukan itu dan itu membuat Jose kaget.


" Hei apa yang kamu lakukan " Bentak Jose emosi lalu membangun kan Henry .


" Seharusnya aku yang meminta maaf karena Reza sudah mengambil yang seharusnya dia tidak ambil, jangan begini kamu membuatku terlihat seperti orang lain " Ujar Jose .


" Aku gagal Jo,Elvi menangis aku gagal " Jose menepuk pundak Heny yang sudah bergetar .


" Kita hanya bisa menjadi penguat untuk mereka,maaf aqila tidak bisa hadir aku sudah ..."


" Tidak papa , Aku paham bahkan Elvi pun tidak ke luar sejak semalam " Henry dan Naufal hanya bisa menghela nafas panjang.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Sedangkan di dalam mobil Reza memilih menatap ke luar jendela karena kali ini Morgan yang menjadi sopir mereka .


" Za " Reza menatap Raymond .


" Iya tuan " Jawabnya .


" Maaf untuk semua nya ,maaf "


" Ini kesalahan saya tuan tidak perlu meminta maaf " Ujar Reza .


" Bagaimana pun Riane sudah ...."


" Maaf tuan ,tidak usah memikirkan itu lagi sebisa mungkin saya akan melakukan kewajiban saya sebagai suaminya " Raymond hanya menghela napas panjang .


" Kenapa kamu menahan diri !! Kamu bisa membuat pria itu pergi jauh dari sini "


" Aku tidak ingin membuat Riane semakin terluka ,dengan adanya pernikahan ini sudah membuatnya tertekan dan saya tidak akan membuat nya semakin tertekan menjauhkan orang yang dia sayangi " Ucapnya.


" Apa pun itu aku minta maaf atas nama Riane " Reza hanya membalas nya dengan senyuman .


" Gan, Queen memintaku agar kamu mengantar Isna periksa " Ujar Raymond .


" Saya tuan " Jawab Morgan


" Lalu siapa , sedangkan Rehan sibuk sama ibu hamil nya " Uang Raymond kesal .


" Apa tidak bisa ...."


" Tidak bisa " Ujar Raymond .


" Baik tuan " Jawab Morgan pasrah .


Hanya bisa terdiam dalam ruangan itu ,bahkan dia meminta Endang untuk tidak mengganggu nya .


" Maafkan Riane sudah membuat kalian kecewa maaf " Gumam Riane


" Kaka maafkan Riane ,tidak ada maksud menyakiti Kaka maafkan Raine " Raine menjatuhkan kepalanya di atas meja .


" Riane mohon jangan diamkan aku kak " Ujarnya sambil menangis .


Suara dering HP nya membuat Raine harus melihat benda itu .


" Adrian " Gumam Riane .


" Apa yang harus aku lakukan " Ucapnya lagi .


" tapi aku butuh teman ,saat ini hanya dia yang bisa aku ajak bicara " Riane menekan tombol hijau .


" Hallo "


" Kau baik-baik saja kan "


" Iya "


" Jangan bohong ,aku mengenal mu sudah lama Sayang kamu kenapa ?? " tangisan Raine langsung pecah .


" Aku hiks ....hiks ...."


" Aku ke perusahaan sekarang "


" Jangan "


" Maka jangan membuatku khawatir "


" Aku ingin menenangkan diri "


" Ok ,aku jemput tunggu aku di depan perusahaan mu "


" Iya " Jawabnya dengan suara pelan


Riane menyimpan HP nya dalam tas ,lalu memanggil Endang masuk dalam ruangan nya .


" Iya Non " Jawab Endang saat sudah dalam ruangan .


" Jika ada yang mencari ku katakan pada mereka aku sedang pergi " Ujar Raine sambil membereskan barangnya .


" Tapi non baru saja datang " Ujar Endang.


" Aku tidak bisa bekerja jika pikiran ku kacau Nda " Ujar Riane memelas .


" Maafkan saya non " Raine hanya mengaguk saja .


Tidak berselang lama HP Raine kembali berdering ,lalu dia langsung ke luar dari ruangan nya membuat Endang yang terduduk di mejanya kaget.


" Nona Riane ke mana iya ,apa perlu aku beri tahu Tuan Reza ,tapi aku takut mereka kelahi tapi jika tidak ....Ah lebih baik beri tahu saja dari pada pekerjaan ku taruhan nya ,maafkan aku nona Raine " Gumam Endang lalu mengirimkan pesan pada Reza .


Sedangkan di perusahaan besar itu Reza hanya tersenyum saat melihat pesan dari Endang asisten Raine yang kini sudah menjadi istri nya .


" Aku tidak akan melanggar janjiku Raine " Gumamnya lalu menyimpan HP nya .


Dia harus fokus pada pekerjaan nya karena sejam lagi mereka akan melakukan rapat setelah itu di lanjutkan menemui klien di luar sekalian makan siang lalu di lanjutkan ke lapangan untuk melihat proyek yang mereka kerjakan bersama perusaan Arga .


" Kau sudah siapkan bahanya za " Tanya Raymond yang duduk di meja kerjanya .


" Sudah tuan " Jawab Reza .


" Apa kau tidak ingin honeymoon ,pergilah aku bisa handle semuanya " Uajr Raymond sambil fokus pada berkas yang di depannya .


"Nanti tuan " Raymond hanya mengagukan kepalanya, dia yakin jika kejadian semalam dan Riane yang meminum pil KB membuat Reza kecewa .


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


vote² yang banyak lope² ku


***Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟***