
Semua mata yang di ruangan itu menatap kesal ke arah Reza dan Riane yang baru saja turun dengan wajah segar mereka .
" Puas " Tanya Raymond menatap tajam Reza .
" Maaf menunggu lama " Ujar Reza tak enak .
"Sudah jangan di bahas lagi " Ujar mommy Ellena .
" Jika kamu masih pusing di kamar saja nanti pelayan yang antar ke kamar untuk makanan mu " Ujar Henry menatap Adara yang sejak tadi bersandar di dada sang suami .
" Bosan Dad di kamar terus " Jawab Adara lirih .
" Jika tahu kenapa keras kepala " Ucap Raymond ketus membuat Adara terdiam .
" mi Tit " Ucap baby El .
" Mom sakit " Ralat Edward menatap El kesal.
" Ta " Pekik El kesal .
" Abang " Ralat Edward lagi membuat mata baby El berembun .
" Jangan nangis " Ancam Edward membuat El Mengaguk tapi air air matanya sudah turun membasahi pipinya.
Raymond Tersenyum menatap sang anak yang menahan tangisannya karena takut pada sang kakak.
" Angel " Baby El menatap Daddy Radit lalu berjalan ke arah Daddy Radit.
lalu memeluk pinggang yang masih saja berotot di usia nya yang tidak mudah lagi itu .
" Cicit Eyang tidak boleh cengeng jika di ajarin yang benar iya ' El hanya mengaguk saja ,membuat mommy Ellena kasian lalu mengangkat tubuh mungil berisi itu .
" Ah berat sekali !! El makan apa " Tanya mommy Ellena .
" Am si " Jawab El cengengesan .
" Apa Eyang makan nasi lagi biar berat kaya El " Baby El mengaguk cepat .
"Semakin menggemaskan, tambah besar dia semakin mirip ikan buntal "
Tuk
" Maaf" Ujar Adara saat sadar ucapan nya sambil mengelus keningnya .
" Seperti nya kehamilan mu semakin membuat mu berani " Adara menggeleng cepat " Tadi mulutku terpeleset " Jawab Adara seadanya .
" Apa mulutmu mempunyai kaki " Tanya Henry menaikan alisnya " Punya Dad " Jawaban yang menurut Adara sendiri jawaban bodoh.
Tapi dia sendiri bingung harus menjawab apa jika sudah seperti ini .
" Maaf tuan ,makan malamnya sudah siap " Ujar pelayan .
Daddy Radit hanya mengaguk lalu mereka pun berdiri , Mommy Ellena menurun baby El karena memang dia tidak kuat menggendong anak itu .
" Kalian makan saja ,biarkan twins saya yang urus " Ujar Elvi menatap Nany si kembar .
" Baik nyonya " Jawab mereka lalu mendahului sang tuan ,karena meraka makan di dapur belakang .
" Mau makan apa " Tanya Reza menyapa Riane .
" Malas makan " Reza menatap tajam Raine " Apa " Tanya Reza kesal .
" Mau makan itu " Tunjuk Raine pada ikan goreng yang sudah di bumbui .
" Jika ingin diet ke luarkan dulu mereka " Ujar Reza ketus .
" Maaf kak " Jawab Raine , sedangkan Reza mengambilkan makanan untuk Raine.
" Apa kau juga tidak ingin makan ?? Apa kau ingin aku menggantung mu di lantai tiga " Tanya Raymond saat melihat Adara hanya menatap datar pada makanan yang di atas meja .
" Aku lagi mikir Mas " Elak Adara agar dia tidak terkena semprotan .
" Apa aku harus membuatmu kembali kuliah, agar bisa berbohong dengan baik " Adara mendengus kesal .
" Mau makan sayur bening ,sama ayam goreng saja " Pelayan langsung menyiapkan makanan untuk Adara .
" Itu saja " Tanya Raymond menatap Adara .
"Lalapan ada bi " Tanya Adara menatap pelayan .
" Ada nyonya " Jawab pelayan yang masih memegang piring untuk Adara .
Sedang kan yang lainnya sudah menyantap makanan nya begitu juga Raymond dan twins.
" Jangan bnyak sambalnya " Adara mengaguk " Iya mas " Jawab Adara .
Adara tersenyum saat melihat pelayan datang membawa lalapan .
" Makasih BI " Ujar Adara lembut.
" Iya nyonya " Jawab pelayan lalu mundur beberapa langkah lalu meninggalkan meja makan itu .
Lalu Adara ikut menyantap makanan nya dengan bahagia .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
" Baby " Adara membalikan badannya kini mereka sudah kembali ke kamar setelah melewati kualiti time bersama keluarga selepas makan malam tadi .
" Tidak ingin liburan " Adara menggeleng " Malas mas " Jawab Adara jujur .
" Kenapa ,bukannya tadi katanya bosan " Tanya Raymond membawa sang istri di sofa .
Kali ini waktu mereka berdua untuk kuliti time karena inilah kenginginan Adara.
" Iya tapi kan Amanda masih melarang melakukan hal² yang berat ,apa lagi liburan itu membutuhkan waktu yang panjang bukan " Ujar Adara duduk di pangkuan sang suami .
" Apa kamu happy " Adara mengaguk cepat " Alasan apa yang membuat ku tidak bahagia " Tanya balik Adara , membuat Raymond tersenyum sambil mengelus perut Adara .
" Maaf aku harus membuatmu tertahan di kamar, aku hanya tidak ingin ...."
" Jangan membahas lagi !! aku baik² saja toh setiap hari mommy dan Oma menemaniku di sini bersama El " Ujar Adara memotong ucapan suaminya .
Dia tidak ingin Raymond selalu merasa bersalah , sekalipun dia sendiri bosan .
Karena harus berada di ruangan itu tanpa melakukan papa pun bahkan makan siang pun dia harus di kamar .
Tapi dia harus tetap menjalani nya bukan karena sebelumnya Raymond sudah mengatakan alasan nya kenapa tidak ingin Adara kembali hamil .
" Jika kamu bosan pergilah ke perusahaan " Ujar Raymond.
" Aku tidak mau mengganggu waktu mas ,nanti mas lembur terus waktu bersama kami tidak ada " Ujar Adara cemberut .
" Apa aku terlalu sibuk " Adara menggeleng " Mas juga melakukan itu semua karena banyaknya tanggung jawab yang bergantung pada mas, Adara hanya minta terus jaga kesehatan ,jangan lewatkan waktu makan siang sesibuk apa pun itu " Raymond mengaguk pelan .
" Aku akan tetap sehat untuk kalian jika kalian juga sehat dan bahagia , Sabar lah suatu saat nanti Edward akan mengambil ahli dan kita akan mempunyai waktu banyak lagi " Ujar Raymond lembut .
"Apa Daddy juga dulu begini " Raymond mengaguk " Bahkan kami tidak punya waktu bersama Daddy , begitu juga Reza dan Xavier ,karena Papa harus selalu menemani Daddy " Ujar Raymond .
" Paling cuma weekend bersama Daddy jadi dari pagi hingga malam hari Daddy selalu bersama kami sekalipun kami sering bertengkar mencari perhatian Daddy " Ujar Raymond Tersenyum .
" Daddy pria yang begitu hebat di Mata kami, sekalipun dia keras tapi dia selalu lembut pada kami begitu juga Mommy bahkan dia tidak pernah memarahi kami sekalipun kami salah ,dia hanya menegur kami dengan lembut ,Bahkan mommy Yang sering membuat kami menghadap dinding dan mengangkat kaki karena selalu membuat Queen menangis " Ujar Raymond .
" Mommy menghukum kalian " Raymond mengaguk " Apalagi saat Radhi dan Raine lahir hampir setiap hari kami di hukum mommy karena membuat bayi nya menangis " Lanjutnya lagi .
" Sekarang aku lihat itu ada padamu yang selalu berkata tegas pada anak² Jika Mereka melakukan kesalahan tapi aku minta padamu jangan melakukan kekerasan ,Aku tidak suka itu " Adara mengaguk cepat .
" Sabar lah mengahadapi El , sekali pun dia cerewet dan suka melawanmu dan mencari pembelaan dari Daddy dan Opa sabar lah " Adara menghela napas .
" Iya ,bahkan Adara rela di bentak Papa hanya karena ikan buntal itu " Raymond Tersenyum saja melihat kekesalan sang istri .
" Sudah ayo istirahat ,malam ini kita libur dulu " Adara tertawa kecil .
" Iya libur nanti besok pagi minta " Ujar Adara .
" Itu sudah pasti " Jawab Raymond langsung mengangkat tubuh Adara ala birdel style menuju tempat tidur mereka .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟