ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
memulai pencarian



Raymond masuk dalam kamar suitroom miliknya dia melihat Adara sudah terlelap dalam mimpi indahnya .


Bibir Raymond tertarik ke atas , sebelum akhirnya memutuskan ke kamar mandi karena gerah setelah beberapa jam menyalami dan menyambut tamu yang hadir.


Setelah beberapa saat Raymond ke luar sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya,lalu dia menuju lemari yang memang ada di kamar suitroom miliknya .


Dia hanya memakai celana pendek dan kaos biasa saja baru itu mendekati ranjang tempat tidur mereka .


Dengan perlahan dia naik agar tidak mengganggu Adara bangun,setelah itu dia masuk dalam selimut dan menarik Adara dengan pelan dalam pelukan nya .


" mas " Raymond menunduk menatap Adara .


" apa aku mengganggumu " Adara menggeleng " kalau begitu tidur lah " Adara mengaguk lalu memeluk pinggang Raymond dan semakin menempelkan wajahnya ke dada Raymond .


" apa surat kontrak nya akan batal " tanya Adara tiba² sangat mengingat ungkapan Raymond tadi .


" tidur lah ,jangan banyak berpikir " ujar Raymond .


" tapi ...


" apa aku ingin membuatmu lelah baru bisa tidur " ucap Raymond sambil memejamkan matanya .


" bukan itu ,tapi aku ...


" lahirkan anak² ku ,maka kau akan tahu jawabannya ,karena cintaku ada pada mereka " ujar Raymond,Adara menatap Raymond yang hanya memejamkan matanya .


" tidur ini sudah larut malam !! aku juga lelah " ujar Raymond semakin erat memeluk Adara .


Adara melepaskan pelukannya membuat Raymond membuka matanya " kenapa lagi " tanya Raymond Adara menggeleng " apa lagi Adara ,aku lelah jangan membuat ku marah " ujar Raymond tenang .


" kau ingin aku mengatakan cinta " Adara hanya diam " bukannya aku sudah bilang tadi lahirkan anak²ku karena cintaku bersama mereka " ujar Raymond .


Adara memilih memejamkan matanya, menyembunyikan wajahnya di dada Raymond.


aku sampai salah jika itu hanya untuk anaknya batin Adara tersenyum miring .


" tidur Adara !! jangan memikirkan yang tidak penting " ujar Raymond berat karena memang dia lelah.


Sedangkan di tempat lain Daddy Radit menemui seseorang dulu sebelum akhirnya menyusul istrinya ke kamar .


" maaf tuan sudah menganggu waktu istirahat Anda " ujar seseorang.


" tidak papa saya yakin ada hal penting yang ingin kalian sampaikan " ujar Daddy Radit lalu duduk berhadapan dengan mereka .


" maaf mungkin ini agak pribadi tapi kami hanya ingin memastikan saja " Daddy Radit mengaguk "boleh tau siapa orang tua istri dari tuan muda Raymond " tanya nya to the poin.


" yang kami tahu dia tidak punya orang tua, dan dia tinggal di panti asuhan Kasih ibu " ujar Daddy Radit jujur .


" apa ada yang membuat kalian tertarik dengan cucu menantuku " tanya Daddy Radit.


" kami kehilangan anak saat usia nya satu bulan di bawah pergi pelayan kami ,karena ada suatu hal dan semenjak itu kami tidak kehilangan nya , terkahir kami tahu saat pelayan kami mengatakan bahwa dia membuangnya ke panti asuhan tapi namanya kami tidak tahu karena dia sudah meninggal " ujar sang suami .


" saya tahu perasaan kalian ,tapi saya tidak bisa megambil kesimpulan Seperti apa ? kita harus memiliki bukti jadi lebih baik ke panti asuhan Kasih ibu dulu kita cari bukti apa saja yang ada di sana ,jika memang dia anak kalian kita harus melakukan tes DNA baru kita bicara pada nya ,nanti saya bantu dan saya akan bicara pada suaminya dan yang lainnya agar nantinya bisa membantu " mereka langsung berdiri menunduk kepalanya " terimakasih tuan semoga anda selalu sehat " ujar sang suami .


" apa yang membuat anda yakin jika dia anak kalian " tanya Daddy Radit menatap mereka .


" wajahnya sangat mirip dengan mendiang ibu ku waktu muda dulu tuan " Daddy Radit mengaguk paham .


" kamu selalu menganggap ku orang lain, jika tahu seperti ini aku biarkan saja dulu perusahaan mu bangkrut dan menggembel di jalan saja " ujar Daddy Radit ketus


" maaf tapi saya benar² berterimakasih " Daddy Radit mengaguk .


" pulanglah, kalian harus istirahat yang cukup sebelum besok memulai barang bukti " mereka mengaguk Cepat.


" terimakasih "


" anda harus sehat nyonya jika ingin bertemu dengan anak anda ,jangan terlihat pucat " ujar Daddy Radit .


" pastinya " ujar nya .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" ada angin apa ini " tanya sang anak saat melihat ayah dan ibunya sangat rapi di pagi hari .


" doakan kami, semoga kami menemukan adikmu, karena semalam di acara tuan muda Raymond kami sedikit mendapatkan jalan " ujar sang ayah


" ayah serius " tanya sang anak serius " doakan iya semoga apa yang ibu lihat benar " ujar sang ibu .


" aku ikut " mereka menggeleng " jangan dulu takutnya nanti salah ,jika sudah pasti kami akan memberi tahumu " ujar sang ayah .


" apa pun nanti hasilnya kasih tau aku " mereka mengaguk .


" tetaplah kerja jangan memikirkan apa pun " ujar sang ibu .


" apa nantinya kalian akan menetap di sini jika benaran dia adikku " ujarnya menatap orang tua nya .


"mungkin ,karena bagaimanapun kalian di sini jadi kami akan di sini dan ayah akan fokus pada perusahaan karena kamu tidak ingin mengambil ahli " ujar sang ayah .


" Ayah sudah tau alasannya kenapa ?? karena itu semua demi adik dan janjiku padanya " mereka mengaguk paham akan janji itu .


" baiklah ayo sarapan dulu ,karena kami harus pergi bersama seseorang yang memang tahu di mana tempatnya tinggal dulu " ujar sang ayah .


" kabari jika sudah sampai dan apa pun nanti hasilnya "


" pasti sayang " ujar sang ibu tersenyum .


Sedangkan di kamar suitroom tidak ada tanda² dari penghuni nya akan bangun ,mungkin karena lelah atau apa sehingga mereka tidak terusik akan sinar matahari yang masuk di cela jendela kamar tempat mereka menginap .


Sehingga membuat yang di meja makan harus menahan lapar menunggu pengantin lama yang baru melakukan resepsi .


" makan saja karena Daddy harus pergi " uang Daddy Radit .


" kemana " tanya Henry .


" ada yang harus Daddy urus ,suatu saat kalian tahu " ujar Daddy Radit .


" tentang " tanya Jose penasaran .


" istri Raymond tapi nanti Daddy cerita kan ,karena Daddy tidak punya waktu " ujar Daddy Radit mulai sarapan di susul yang lainnya .


" apa ada hal serius " tanya Alan , Daddy Radit hanya menggaguk .


" Queen mau bicara serius " semua orang menatap Queen .


" malam nanti Naufal ke rumah " ujar Queen gugup .


" iya katakan padanya Opa menunggunya " ujar Daddy Radit .


" Daddy " pekik Alan tidak terima.


" jangan melakukan hal yang membuat mu miskin " ucap Daddy Radit .


" tapi Queen anakku dad " ujar Alan tidak peduli pada ancaman Daddy radit .


" dia sudah besar begitu juga yang lainnya " ucap Daddy Radit.


" tapi .


" Lan " Alan mendengus kesal saat Henry sudah mengeluarkan suaranya .


" jangan membuat anakmu menjauhi mu ,jika Queen bahagia kenapa kamu harus menantangnya " ujar Davin bingung .


" dia duda " ujar Alan .


" lalu apa kabar kamu dulu, dia hanya duda satu anak di mana masalah " ujar Jose .


" sudah diam , jangan membuat keributan di meja makan " ujar mommy ellena .


" iya mom/ Oma " ujar mereka .