
" jika Amanda sudah kembali ke rumah sakit ,pergilah konsultasi " Adara hanya mengaguk karena dia sangat lelah .
Setelah Raymond kembali menggempur nya hingga dua ronde .
" Aku cape memaki sarung , rasanya berbeda " Lanjutnya lagi .
" Iya " Jawab Adara seadanya sambil mempererat pelukannya pada sang suami .
Di mana mereka masih naked dan hanya di tutupi selimut tebal .
" Mau mandi sekarang atau mau istirahat dulu " Tanya Raymond lembut .
" Nanti subuh saja ,badanku remuk semua !! Kenapa selalu lama mainnya " Keluh Adara .
" Lama tapi kamu nikmati Adara ,bahkan kau merengek di percepat " Adara hanya diam saja .
" Kau selalu mengeluh tapi kau menikmati nya " Omel Raymond
Bugh
" Jangan membahasnya ,aku lelah " Ujar Adara .
" Besok pergilah ke mana kamu mau ,tapi kamu di kawal " Adara mengaguk.
" Anak² " Tanya Adara.
" Bahagiakan dirimu dulu ,setelah itu pulang main sama mereka ,besok aku yang akan menemani mereka selama kamu pergi " Ujar Raymond .
" Honey bisa " Raymond mengaguk " Apa yang tidak aku bisa ,bahkan membuatmu mendesah aku bisa "
Bugh
" Hei kenapa kau memukul ku terus Adara " Bentak Raymond kesal .
" Makanya ..."
" Aku akan membunuhnya jika tidak penting " Ujar Raymond setelah mendengar HPnya berdering.
" Katakan " Ujar Raymond .
" Apa masalah serius " Tanya lagi bahkan kini wajahnya sudah berubah .
" Honey " Raymond menahan Adara untuk tidak bersuara.
" Awasi terus ,jangan sampai dia melakukan hal yang melewati batasnya " Ujar Raymond lalu menutup hp nya .
Raymond memejamkan matanya kuat membuat Adara takut .
" Apa ada masalah besar " Raymond membuka matanya menatap istrinya yang kini menatapnya .
" Apa jika aku melarang mu jangan ke luar besok apa kamu menurut " Tanya Raymond datar .
" Bukannya bisa panggil mereka ke sini ,jadi tidak masalah jika aku di rumah saja " Ujar Adara lembut .
"Maaf jika semua sudah aman kamu bisa ke luar ,aku hanya takut jika pengawal tidak bisa melindungi mu sekalipun itu sangat mustahil " Sesal Raymond sambil mengelus punggung polos Adara .
" Apa aku boleh tahu masalah apa " Adara sudah siap jika memang Raymond Tidak memberi tahu nya .
" Tidak ,Kamu hanya aku izin bahagia kan dirimu bukan memikirkan yang lain ,lagian ini hanya masalah kecil " Ujar Raymond .
" Ayo istirahat ,atau mau menambah lagi aku masih bisa Lo " Lanjutnya lagi .
" Aku tidur " Adara langsung memejamkan matanya kuat sedangkan Raymond hanya tersenyum sambil mengelus punggung Adara.
Akan aku pastikan siapa pun yang mengganggu keluarga ku dia tidak akan melihat dunia esoknya Batin Raymond emosi
Bahkan kini wajahnya sudah berubah merah rahang nya mengeras dan tangan nya mengepal kuat .
Dia menatap Adara yang sudah terlelap karena memang istrinya itu sudah sangat lelah .
Dengan pelan Raymond menarik tangannya yang di jadikan bantalan Adara .
Lalu kembali menutup tubuh polos Adara ,lalu dia membersihkan diri .
Karena di ruangan kerja sudah ada yang menunggunya siapa lagi kalau bukan rehan dan Morgan sang tangan kanan selain Reza .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Katakan " Tanya Raymond setelah mendudukkan dirinya di meja kerjanya.
Rehan memberikan beberapa lembar foto dan langsung di ambil Raymond .
" Apa mereka akan Kembali bermain dengan ku " Raymond menatap Rehan dan Morgan.
" Seperti nya begitu tuan " Ujar Morgan
" Apa " Jawab Raymond menatap Rehan.
"Kau ingin tinggal di apartemen " Rehan menatap Raymond kaget .
" Iya " Tanya nya lagi .
" A-pa boleh tuan " Tanya Rehan gugup .
" Alasan nya " Rehan menelan ludahnya kasar bahkan kini dia gugup keringat dingin .
" Rosna hamil tuan ,dan kini sedang hamil 2 Minggu " Jawab morgan ,membuat Rehan kaget .
Bagaimana bisa teman sekaligus sahabat nya itu bicara tanpa beban .
" Shiitt kau gila " Ucap Rehan tertahan .
" Bukannya kamu punya apartemen " Tanya Rehan menaikan alisnya sebelah .
" Tinggal lah jika kamu ingin " Jawab Raymond setelah Rehan hanya diam saja .
" Boleh tuan " Tanya Rehan memastikan .
" Kamu belum tuli bukan " Rehan mengagguk cepat " Terimakasih tuan " Jawab Rehan menunduk kepalanya.
" Lalu kamu kapan menikah " Tanya Raymond menatap Morgan .
" Masih proses tuan " Ujar Morgan .
" Cih kalian menjijikan sekali " Rehan dan Morgan hanya diam saja .
" Kapan kamu akan menikahinya " Tanya Raymond .
" Minggu depan tuan ,bisa kah .."
" Lakukan saja aku akan datang " Ujar Raymond cepat .
" Terimakasih tuan " Ujar Rehan lagi.
" Pergilah,jika sampai kalian mengganggu ku lagi " Raymond menjeda ucapannya " Mati kalian " Rehan dan Morgan menelan ludahnya kasar .
" Jadi selesai kan sendiri " Lanjutnya lagi .
" Baik tuan " Jawab mereka .
Lalu Raymond meninggalkan ruangan kerjanya meninggalkan Rehan dan Morgan di dalam .
Ceklek
Raymond membuka pintu kamar nya dan melihat istrinya tidur dengan nyenyak .
" Akan aku pastikan mereka sendiri yang akan meminta kematiannya sendiri " Ucap Raymond mengelus pipi mulus Adara .
" Siapa pun mereka aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh mu apa lagi twins " Ujar Raymond .
"Cih apa mereka belum kapok mengusik keluarga !! Seperti nya mereka sudah bosan hidup ' Gumam Raymond lirih .
" Mas " Raymond menatap Adara " Kenapa bangun " Tanya Raymond .
" Mau buang air kecil " Ujar Adara lirih .
"Ayo aku antar " Adara hanya mengaguk saja karena memang dia sangat lelah .
Raymond menyibakan selimut yang menutupi tubuh Adara sehingga kini terlihat sudah tubuh polos Adara yang sudah tidak mulus lagi .
Karena karya Raymond sehingga badan Adara seperti warna pelangi ungu, merah bahkan ada sedikit kehitaman .
Raymond hanya tersenyum saja melihat tubuh istrinya sedang kan Adara hanya diam saja sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚
TUNGGU SEBENTAR LAGI KITA AKAN BERAHLI PADA CERITA REZA DAN RAINE .
TANPA MENGHILANGKAN KISAH RAYMOND DAN ADARA .