
Henry dan yang lainnya menyusul rif'at yang memilih menjauh setelah mengeluarkan kekesalan nya pada orang tua nya dan orang tua angkatnya
" boy "
rif'at membalikkan badannya menatap ke empat pria yang masih saja bugar di usia nya yang sudah setengah abad itu mendekati nya
" why " tanya rif'at kesal
" apa kamu marah " rif'at menatap kesal ke arah mereka
" maaf boy, papa bukan bermaksud seperti tadi papa hanya kaget saja " ucap Jose duduk di samping rif'at
" CK, menyebalkan " Jose hanya tersenyum
" kenapa tidak menemui Davin nak " tanya Alan , rif'at menggeleng, lalu menengadah ke atas memejamkan matanya bersandar pada kursi taman
" belum saatnya yah, rif'at hanya ingin Amanda membalas perasaanku dulu baru ketemu ayah Davin " ucap rif'at lirih
" tapi dia taukan perasaan mu seperti apa " rif'at mengaguk " makanya rif'at sedang mikir gimana dekati nya , rif'at bodoh kalau urusan perempuan Pi " ujar rif'at lagi
" belikan bunga, coklat atau apa saja yang penting hadiah ,pelan² dia akan luluh perempuan suka perhatian kecil seperti itu " ucap Jose
"akan rif'at usahakan pa, apa mama dulu sering dapat hadiah " tanya rif'at
" iya mama Aqila dulu sering dapat hadiah di kamar mandi " celetuk Jeje ,Jose langsung menatap Jeje yang hanya tersenyum kuda
" kau sudah yakin dengan pilihamu" rif'at mengaguk " mau Daddy bantu " rif'at menggeleng " tidak dad kali ini biarkan rif'at usaha sendiri seperti Kaka Ray " Henry mengaguk paham
" jika butuh bantuan jangan sungkan iya " ucap Henry
" tentu dad " ujarnya
" kamu sudah pernah ketemu sama istri nya Ray " rif'at mengaguk
" sudah semalam kita ke apartemen nya !! awalnya aku kaget saat Kaka bicara sudah menikah dan istri nya sedang hamil tapi rif'at mikir lagi pasti Kaka punya alasan sembunyikan dan menikah diam² " ujar rif'at
" bagaimana menurutmu " tanya Jeje
" baik Pi, sopan ramah juga, bukannya rif'at bandingkan mommy dengan yang lainnya tapi memang dia sangat beda bahkan ikan yang akan di makan Kaka dia pisahkan tulang dan daging nya terlebih dahulu sebelum di berikan pada Kaka " terang rif'at
" Relly " rif'at mengaguk " aku lihat sendiri yah, saat makan di meja pun pelayan dan bodyguard nya makan di meja yang sama selalu ada kata tolong saat meminta sesuatu " lanjutnya lagi
" cih anak itu ,dapat di mana dia " ujar Jeje
" kenapa ?? apa kau ingin menikah lagi " tanya Jose
" kau gila !! " pekik Jeje kesal
Henry tersenyum mendengar penuturan anak ke duanya itu ternyata Raymond tidak salah memilih istri sekalipun awal dari pertemuan mereka tidak baik
" Daddy kenapa " tanya rif'at " Daddy hanya ingin kalian bahagia boy " ucap henry
" ayo masuk, mommy mu mengkhawatirkan mu " rif'at mengaguk patuh lalu kembali ke dalam rumah
" Lo Kaka ipar mana " tanya rif'at saat sampai di ruangan tengah
" sayang " Elvi langsung berdiri siap memeluk anaknya tapi Henry langsung berdiri di depan
" Daddy " pekik Elvi kesal " jika dia ingin di peluk tinggal panggil Amanda " ujar Henry lalu menarik Elvi untuk duduk
" cih "
" panggil istrimu son, kita makan malam " Ray mengaguk
" iya dad " ujar Raymond lalu berdiri meninggalkan mereka
" Queen " Queen mengangkat kepalanya " why " tanya Alan
" Queen salah yah, tadi Queen berkata kasar sama Kaka ipar " ujar Queen sendu
" Queen taukan apa yang harus di lakukan " Queen mengaguk" iya Bu " ujar Queen
" sudah ayo kita makan dulu ,nanti saat opa dan Oma pulang jika kamu kurus bisa² ayah dan ibumu akan kena marah karena tidak mengurus mu " ucap Elvi lembut
" iya mom "
ceklek
" kenapa " tanya Raymond saat melihat Adara sedang duduk terdiam di tempat tidur
" apa keluarga tuan marah " Raymond menggeleng " bukannya aku sudah bilang aku akan melindungi kalian " ucap Raymond
" ayo makan dulu, kamu pasti sudah lapar " uang Raymond
" ke apartemen iya " Raymond berjongkok di depan Adara " Daddy melarang kita kembali ke apartemen kita harus tetap tinggal di sini, dan Daddy tidak mau di bantah ,jika kamu masih merasa tidak nyaman kamu bisa di kamar saja saat aku di perusahaan " ucap Raymond
" anak Daddy lagi bikin apa hm ?? apa sudah lapar tunggu iya setelah ini Daddy beri kalian makanan yang enak " lanjut nya sambil mengelus perut Adara
" tapi wanita tadi ....
" dia adik kembar ku ,kami 3 kembar aku rif'at dan dia regina tapi kami memanggilnya Queen ," potong Raymond
" a-aku takut nona Queen marah !! saya tidak ingin tuan bertengkar hanya ingin membela saya " ujar Adara menunduk
" bukannya aku sudah bilang akan melindungi kalian " Adara mengaguk " itu kamu tahu ,sudah ayo kita makan kita sudah di tunggu di meja makan " Adara mengaguk
" apa bisa mba Rosna ikut ke sini " tanya Adara
" iya nanti bawa ke sini untuk teman mu " Adara tersenyum lega setidaknya di rumah besar ini ada temannya
saat Raymond sampai di meja makan semuanya sudah duduk sesuai kursinya ,Ray menarik kursi untuk Adara setelah itu dia duduk sendiri
" mom minta tolong udangnya " ujar Raymond, Elvi menunjuk Udang " iya mom " ucap Raymond
meskipun Elvi tidak mengerti tapi dia tetap memberikan pada Raymond
" makanlah " ujar Raymond memberikan sepiring udang untuk Adara
" Kaka " Raymond menatap tajam ke dua adiknya yang memang mereka sendiri sangat suka udang
" makanlah ,mereka tidak suka udang " ucap Raymond saat Adara menyentuh tangannya
" maaf nona Queen " ujar Adara menunduk kepalanya
" tidak papa nak ,makanlah memang mereka tidak suka udang Queen alergi sama udang " ujar Aqila
Queen mendengus kesal mendengar ucapan mama Aqila sedangkan yang lainnya menahan senyum untuk tidak tertawa
mau tidak mau Queen dan rif'at memilih mengalah dari pada nanti urusan nya panjang
"Adara tidak makan nasi " tanya Elsa lembut
" tidak nyonya .....
" ibu ,aku ibunya suamimu dan ini mami nya dan yang di sebelah Reza itu mama nya jadi jangan memanggil kami nyonya ,kami bukan majikanmu " Adara menatap Raymond
" kamu paham " Adara mengaguk
" i-ya ...
" ibu " ucap Elsa
" mau mommy tambahkan Udang nya " tanya Elvi lembut
" ti-dak mom, ini sudah cukup " ucap Adara gugup
" jika butuh papa bicara saja jangan sungkan di sini kita keluarga " ucap Ana
" terimakasih " ucap Adara tersenyum
" makan " titah sang tuan rumah siapa lagi jika bukan Henry ,Adara langsung memakan udangnya
sesekali mereka menatap Adara yang begitu lahap makannya ,sehingga tanpa Adara sadari Elvi meminta pelayan untuk memasak udang karena Adara tidak makan nasi
" mau " tanya Adara lirih " makanlah kecebong dalam perutmu dua " ucap Raymond
uhuk ....uhuk
" Raymond "pekik Henry kesal membuat Adara kaget
" makan saja ,Daddy sedang latihan vokal " Ujar Raymond menatap Daddy nya kesal
Henry mendengus kesal, sedangkan yang lainnya hanya menggeleng saja
" beri tahu dengan ayah Davin ,jika dia terlambat tahu kau tau sendiri akibatnya " ucap Jose
" iya pa,kalau dia tidak terima maka anaknya melajang seumur hidup nya " ucap Raymond tegas
" anaknya siapa " tanya rif'at cepat
" maybe am....
" aku akan membunuh Kaka " Raymond hanya menaikan bahunya membuat rif'at mendengus kesal
setelah selesai makan kini mereka masih duduk di meja makan
" vitamin mu tidak di bawah " Adara mengaguk
" iya sudah nanti di antarkan " Adara mengaguk
" Queen besok kirim kan pakaian untuk Adara ke sini " Queen mengaguk
" iya kak " ucap Queen
" tidak usah nona Queen ,saya ambil pakaian di apar...
" biarkan di sana " potong Raymond cepat " jangan membantah " lanjutnya lagi saat Adara akan Kemabli bersuara
"kamu kapan ?? bosmu saja sudah mau punya anak " cibir Jose menatap Reza kesal
" iya, kamu di kalahkan sama Xavier " celetuk Raymond
" kenapa dengan vier " tanya Xavier bingung
" iya kan Sasa " lanjutnya lagi
uhuk ....uhuk....
Raymond tersenyum menang menggoda dua adiknya itu
" kalian punya hubungan " mereka menggeleng cepat
" Xavier " Reza menatap tajam adiknya
" be-nar koh kak " ucap Xavier gugup sedangkan syahzani sudah menunduk kepalanya sambil menyedot minuman di gelasnya
" sayang "
" i-ya ayah " jawab syahzani gugup
" kamu pacaran sama adikmu " tanya Alan menatap tajam syahzani
" ti-dak " jawabnya masih gugup " kau yakin soalnya Besok malam teman ayah akan ke sini melamar mu .....
" jangan " ucap Xavier cepat, syahzani memejamkan matanya
" ayah ,papa berterimakasih lah dengan ku " ucap Raymond sombong
" bahaya sekali dia " ucap rif'at merinding menatap Raymond yang hanya tersenyum
" maaf Raymond harus ke kamar, Adara harus istirahat silahkan selesai kan urusan kalian " ucap Raymond
"tuan ...
" ayo kamu harus istirahat " potong Raymond cepat
" maaf semuanya adara duluan " ucap Adara menunduk kepalanya
" iya nak, istirahat lah kalau obatmu datang nanti di antar di kamar saja " ucap Elvi lembut
" terimakasih kasih " ucap Adara tersenyum ,Elvi hanya mengaguk
" kalian punya hubungan hm " tanya Henry menatap ke dua anaknya
" Daddy " panggil Xavier memelas
" jawab " bentak Henry , syahzani dan Xavier menelan ludahnya kasar
" boy " Xavier mengaguk pelan
" sejak kapan " tanya Alan
" setahun " cicit syahzani
mereka melototkan matanya tajam
" rapi sekali kamu menyimpan nya dek " celetuk Queen
" kalian tidak melakukan hal² yang aneh kan " tanya Alan cepat
" vier masih waras yah " ucap Xavier cepat ,Alan mengelus dadanya lega
" apa tidak ada lagi orang di luaran sana sehingga kalian memilih hidup dengan saudara kalian. "tanya Jeje bingung
" Ela kamu jujur sama mami " Ela menatap bingung Ana
" jujurkan apa mi " tanya Ela
" siapa pacarmu " Ela menaikan alisnya " maksudnya " tanya Ela
" sekarang kamu lagi dekat dengan siapa " tanya Jeje cepat
" yakin " mereka semua menatap ke arah suara yang sedang membawa tempat minuman
" Kaka " teriak Ela kesal, sedangkan Raymond hanya melalui mereka begitu saja lalu mengambil botol minuman dalam kulkas dan pergi begitu saja
" sayang ayo kita istirahat, kepala ku pusing " ujar Henry
" mulai besok kalian pakai bodyguard pribadi " ucap Henry sebelum meninggal kan mereka
" Daddy " ujar mereka serempak tapi Henry tidak peduli dan pergi membawa istrinya