
" Kau punya Masalah apa " Tanya Raymond saat sudah duduk di samping Reza .
" Tidak ada tuan " jawab Reza .
" Kau ingin berbohong denganku " Reza hanya diam saja .
" Selesai kan cepat urusan di sana ,baru pulang selesaikan masalah mu " Reza mengaguk pelan .
Sedangkan Raine sesampai nya di perusahaan dia di buat bingung tapi bagaimana pun dia harus memimpin meeting bukan.
Dengan setengah hati dia menuju ruangan di ikuti sekertaris nya .
" Apa nona baik² saja " Raine diam saja tapi sebagai jawaban dia mengaguk .
Hingga mereka sampai di ruangan tidak ada pembicaraan lagi .
Sekertaris nya membukakan pintu dan Raine langsung masuk menuju kursi nya .
" Selesaikan semuanya dalam waktu 30 menit " Ucap Raine tegas membuat ruangan itu gaduh .
" Mulai " Titahnya tidak bisa di bantah .
Belum juga mulai , Raine langsung berdiri dari kursinya membuat mereka semakin takut .
Tidak biasanya Raine seperti ini ,apa mereka buat salah ??
Peserta meeting saling melempar pandangan satu sama lain .
" Pimpin, saya ada urusan di luar " Raine langsung ke luar dari ruangan itu .
Dia tidak bisa hanya diam saja ,dia bukan seperti Queen yang hanya bisa menerima .
Jiwa bar² seketika muncul,dia akan menuju perusahaan kakaknya bukan kha Reza jam 10 perginya .
Lagi 2 jam , bukankah itu cukup untuk bicara dengan pria balok itu .
Dengan kecepatan tinggi dia membawa mobilnya menuju perusahaan RM Corp .
Sesampai nya di sana dia langsung membiarkan begitu saja mobilnya dan meminta pada penjaga untuk memarkir mobilnya .
Sedangkan dia sudah masuk dalam kotak persegi panjang yang akan membawanya ke lantai di mana tempat Reza .
" Kenapa lama sekali " Gumam Raine kesal.
Hingga akhirnya Lift berhenti dan Raine segera ke luar menuju ruangan Raymond karena memang mereka satu ruangan bukan .
CEKLEK .
Kedua orang yang berada dalam ruangan menatap ke arah pintu dengan mata tajam mereka masing-masing.
" Apa kau tidak punya sopan santun hah " Bentak Raymond kesal .
" Maaf kak, pinjam kak Reza sebentar iya " Raymond hanya mencibir saja .
" Aku lagi sibuk " Ucap Reza tanpa menatap Raine dan sibuk pada berkas yang akan dia bawa nanti .
" Hanya lima menit kak, Raine mohon " Ucap Raine .
" 5 menit sangat berharga untukku ,jadi kembali lah berkerja " Ujar Reza .
Raymond menghela napas panjang lalu memilih ke luar dari ruangan itu membawa laptop dan juga iPad nya ke ruangan kosong .
Yang dulu sering di pakai Adara dan Rehan untuk makan siang bersama .
" Apa Raine berbuat salah ,jika iya Raine minta maaf tapi katakan apa biar Raine merubahnya " Ucap Riane setelah Raymond ke luar .
" Kakak " Panggil Raine lagi saat Reza hanya terdiam ,bahkan wanita itu berdiri di depan meja Reza tanpa duduk sekali pun .
" Reza, Jika kamu diam,apa Masalah bisa selesai ?? Aku juga punya pekerjaan tapi aku tidak bisa fokus kalau perasaan ku tidak tenang " Ucap Riane yang sudah putus asa .
Reza memilih mengambil HP nya menghubungi seseorang .
" Majukan satu jam keberangkatan ku " Raine menghela napas panjang memilih mengalah .
Dan akan menyelesaikan setelah Reza selesai kerjaannya di luar .
"Jaga kesehatan kak di sana , jangan lupa makan jika ada waktu Kabari ,Raine kembali dulu keperusahan maaf sudah mengganggu kak " Ucap Raine lembut , lalu meninggalkan meja Reza .
" Hubungan kita selesai di sini " Raine menghentikan langkah nya kaget lalu membalikkan badannya menatap Reza .
" Ma-sud kak " Tanya Raine terbata dan dia berharap apa yang dia dengar salah .
" Aku tahu kamu mendengar nya,tapi aku akan memperjelas lagi hubungan kita selesai " Ujar Reza tegas menatap Raine yang sudah berkaca-kaca .
DUAAARRRRR
Sakit !!
Sudah pasti !! Hubungan mereka baru seumur jagung tapi Reza memilih mengakhiri .
Apa kesalahan nya sefatal itu ,sehingga dia memilih mengakhiri nya .
Riane menahan sesak dan kecewa lalu tersenyum pada Reza .
" Jika itu buat Kaka bahagia ,Raine bisa apa ! Riane pamit kak " Ucap Raine lalu membalikkan badannya bersamaan dengan jatuhnya cairan bening itu ke luar dari ruangan itu .
" Apa aku keterlaluan " Gumam Reza sambil mengusap wajahnya kasar .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Kamu baik² saja " Tanya Raymond menatap Raine .
" Memang Raine kenapa " Tanya Raine menaikan alisnya .
" Sudah baikan nak " Tanya Elvi ,kini mereka sedang duduk di lantai tiga bersama Adara dan si kembar pasti nya .
" Sudah ,jual mahal sekali jika saja Raine tidak cinta sudah ku cincang tubuhnya lalu ku buang untuk makanan buaya"Ucap Raine sambil memasang wajah kesal .
" Sama tuh dek, kaya seseorang " Ucap Adara .
" Siapa " Tanya Raymond ketus .
" Teman aku " Jawab Adara .
" Teman mu siapa ??masa lalumu semua aku tahu,teman mu yang mana? " Tanya Raymond lagi .
" Untuk apa kau bertanya jika kamu sudah tahu jawabannya " Ucap Henry menggeleng.
" Menyebalkan " Adara hanya tertawa kecil .
" Sudah jangan berdebat, syukurlah kalau kalian sudah baikan lain kali jangan membuat kakakmu marah apa lagi itu hal yang sangat dia tidak sukai " Raine mengaguk Tersenyum .
Bahkan Raine pun tidak tahu mom, tapi dia memilih mengakhiri Batin Riane Tersenyum paksa .
" Di sini sejuk,jika aku tahu tiap malam akan ke sini " Celetuk Adara .
" Dan tiap malam kamu akan membuat suami mu seperti Tarzan memanggilmu " Adara tersenyum kikuk .
" Jika kamu ingin aku akan temani ,hanya sebentar nanti kamu masuk angin " Ucap Raymond .
" Kaka ipar sudah besar kak,bukan anak kecil seperti Eliza " Protes Raine .
" Kau iri !! Maka suruh Reza untuk romantis " Cibir Raymond.
" Kaka juga sekarang saja baru romantis dulu sebelum nya suka bikin nangis kaka ipar , Iyakan kak ? " Tanya Raine menatap Adara .
" Koh aku sih " Ucap Adara saat mendapat kan tatapan tajam dari suaminya .
Salah jawab saja habis lah kamu Adara !!
Seperti itu lah arti tatapan suaminya yang di baca Adara .
" Akui saja son " Ujar Henry .
" Apa aku begitu baby " Adara menggeleng cepat " Mas selalu romantis koh " Jawab Adara tersenyum.
" Mana ada yang romantis, menikah sembunyi-sembunyi, ke apartemen sebulan sekali , bertunangan dengan wanita lain !! Apa itu romantis ? Sesak baru iya " Ucap Riane panjang lebar .
Membuat Henry, Elvi dan Adara menutup bibir mereka dengan rapat agar tidak tertawa ataupun tersenyum .
" Tunangan , Raymond hanya menuruti keinginan Daddy dan Mommy sebagai bakti ku pada mereka , Sembunyi karena aku tidak ingin wajah cantik Adara jadi bulanan wartawan lalu terkahir karena dia belum siap bertemu Daddy serta keluarga yang lainnya" Elak Raymond menatap Riane.
" Ngeles saja kaya Bajai ,padahal memang maunya sembunyikan kakak dara biar di kata masih jomblo ,Mana ada bakti ,padahal kalau Kaka jujur Daddy dan mommy pasti terima kakak Dara ..."
" Seperti nya kamu sudah bosan berada di sini !! Apa perlu kakak kirim ke luar negeri " Potong Raymond Tersenyum seringai .
" Aku tidak takut ,ada Kaka Reza " Raine menjulurkan lidahnya
" Kau yakin dia akan membantumu " Raine mengagukan kepalanya " Ada Opa ,Daddy " Raine semakin mengejek sang Kakak tertuanya .
" Gendong Jagoan baby " Adara mengambil baby Ed .
Lalu Raymond mendekati Riane .
" Daddy " Riane langsung bersembunyi di belakang Henry dengan cepat elvi mengambil baby El .
" Son jangan Ganggu princess " Ucap Henry .
" Tidak Dad ,Bernai sekali dia mengejek ku " Ujar Raymond mencoba menjangkau Raine yang bersembunyi di belakang Henry .
Bukannya tidak bisa , Raymond juga tahu jika adiknya itu hanya bercanda dan menghilangkan rasa galaunya .
Karena dia sudah melihat dan mendengar apa yang terjadi di ruangan tadi lewat CCTV .
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LALU REZA DAN RAINE
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚😚