ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Berakhir sampai di sini



" Kau punya Masalah apa " Tanya Raymond saat sudah duduk di samping Reza .


" Tidak ada tuan " jawab Reza .


" Kau ingin berbohong denganku " Reza hanya diam saja .


" Selesai kan cepat urusan di sana ,baru pulang selesaikan masalah mu " Reza mengaguk pelan .


Sedangkan Raine sesampai nya di perusahaan dia di buat bingung tapi bagaimana pun dia harus memimpin meeting bukan.


Dengan setengah hati dia menuju ruangan di ikuti sekertaris nya .


" Apa nona baik² saja " Raine diam saja tapi sebagai jawaban dia mengaguk .


Hingga mereka sampai di ruangan tidak ada pembicaraan lagi .


Sekertaris nya membukakan pintu dan Raine langsung masuk menuju kursi nya .


" Selesaikan semuanya dalam waktu 30 menit " Ucap Raine tegas membuat ruangan itu gaduh .


" Mulai " Titahnya tidak bisa di bantah .


Belum juga mulai , Raine langsung berdiri dari kursinya membuat mereka semakin takut .


Tidak biasanya Raine seperti ini ,apa mereka buat salah ??


Peserta meeting saling melempar pandangan satu sama lain .


" Pimpin, saya ada urusan di luar " Raine langsung ke luar dari ruangan itu .


Dia tidak bisa hanya diam saja ,dia bukan seperti Queen yang hanya bisa menerima .


Jiwa bar² seketika muncul,dia akan menuju perusahaan kakaknya bukan kha Reza jam 10 perginya .


Lagi 2 jam , bukankah itu cukup untuk bicara dengan pria balok itu .


Dengan kecepatan tinggi dia membawa mobilnya menuju perusahaan RM Corp .


Sesampai nya di sana dia langsung membiarkan begitu saja mobilnya dan meminta pada penjaga untuk memarkir mobilnya .


Sedangkan dia sudah masuk dalam kotak persegi panjang yang akan membawanya ke lantai di mana tempat Reza .


" Kenapa lama sekali " Gumam Raine kesal.


Hingga akhirnya Lift berhenti dan Raine segera ke luar menuju ruangan Raymond karena memang mereka satu ruangan bukan .


CEKLEK .


Kedua orang yang berada dalam ruangan menatap ke arah pintu dengan mata tajam mereka masing-masing.


" Apa kau tidak punya sopan santun hah " Bentak Raymond kesal .


" Maaf kak, pinjam kak Reza sebentar iya " Raymond hanya mencibir saja .


" Aku lagi sibuk " Ucap Reza tanpa menatap Raine dan sibuk pada berkas yang akan dia bawa nanti .


" Hanya lima menit kak, Raine mohon " Ucap Raine .


" 5 menit sangat berharga untukku ,jadi kembali lah berkerja " Ujar Reza .


Raymond menghela napas panjang lalu memilih ke luar dari ruangan itu membawa laptop dan juga iPad nya ke ruangan kosong .


Yang dulu sering di pakai Adara dan Rehan untuk makan siang bersama .


" Apa Raine berbuat salah ,jika iya Raine minta maaf tapi katakan apa biar Raine merubahnya " Ucap Riane setelah Raymond ke luar .


" Kakak " Panggil Raine lagi saat Reza hanya terdiam ,bahkan wanita itu berdiri di depan meja Reza tanpa duduk sekali pun .


" Reza, Jika kamu diam,apa Masalah bisa selesai ?? Aku juga punya pekerjaan tapi aku tidak bisa fokus kalau perasaan ku tidak tenang " Ucap Riane yang sudah putus asa .


Reza memilih mengambil HP nya menghubungi seseorang .


" Majukan satu jam keberangkatan ku " Raine menghela napas panjang memilih mengalah .


Dan akan menyelesaikan setelah Reza selesai kerjaannya di luar .


"Jaga kesehatan kak di sana , jangan lupa makan jika ada waktu Kabari ,Raine kembali dulu keperusahan maaf sudah mengganggu kak " Ucap Raine lembut , lalu meninggalkan meja Reza .


" Hubungan kita selesai di sini " Raine menghentikan langkah nya kaget lalu membalikkan badannya menatap Reza .


" Ma-sud kak " Tanya Raine terbata dan dia berharap apa yang dia dengar salah .


" Aku tahu kamu mendengar nya,tapi aku akan memperjelas lagi hubungan kita selesai " Ujar Reza tegas menatap Raine yang sudah berkaca-kaca .


DUAAARRRRR


Sakit !!


Sudah pasti !! Hubungan mereka baru seumur jagung tapi Reza memilih mengakhiri .


Apa kesalahan nya sefatal itu ,sehingga dia memilih mengakhiri nya .


Riane menahan sesak dan kecewa lalu tersenyum pada Reza .


" Jika itu buat Kaka bahagia ,Raine bisa apa ! Riane pamit kak " Ucap Raine lalu membalikkan badannya bersamaan dengan jatuhnya cairan bening itu ke luar dari ruangan itu .


" Apa aku keterlaluan " Gumam Reza sambil mengusap wajahnya kasar .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Kamu baik² saja " Tanya Raymond menatap Raine .


" Memang Raine kenapa " Tanya Raine menaikan alisnya .


" Sudah baikan nak " Tanya Elvi ,kini mereka sedang duduk di lantai tiga bersama Adara dan si kembar pasti nya .


" Sudah ,jual mahal sekali jika saja Raine tidak cinta sudah ku cincang tubuhnya lalu ku buang untuk makanan buaya"Ucap Raine sambil memasang wajah kesal .


" Sama tuh dek, kaya seseorang " Ucap Adara .


" Siapa " Tanya Raymond ketus .


" Teman aku " Jawab Adara .


" Teman mu siapa ??masa lalumu semua aku tahu,teman mu yang mana? " Tanya Raymond lagi .


" Untuk apa kau bertanya jika kamu sudah tahu jawabannya " Ucap Henry menggeleng.


" Menyebalkan " Adara hanya tertawa kecil .


" Sudah jangan berdebat, syukurlah kalau kalian sudah baikan lain kali jangan membuat kakakmu marah apa lagi itu hal yang sangat dia tidak sukai " Raine mengaguk Tersenyum .


Bahkan Raine pun tidak tahu mom, tapi dia memilih mengakhiri Batin Riane Tersenyum paksa .


" Di sini sejuk,jika aku tahu tiap malam akan ke sini " Celetuk Adara .


" Dan tiap malam kamu akan membuat suami mu seperti Tarzan memanggilmu " Adara tersenyum kikuk .


" Jika kamu ingin aku akan temani ,hanya sebentar nanti kamu masuk angin " Ucap Raymond .


" Kaka ipar sudah besar kak,bukan anak kecil seperti Eliza " Protes Raine .


" Kau iri !! Maka suruh Reza untuk romantis " Cibir Raymond.


" Kaka juga sekarang saja baru romantis dulu sebelum nya suka bikin nangis kaka ipar , Iyakan kak ? " Tanya Raine menatap Adara .


" Koh aku sih " Ucap Adara saat mendapat kan tatapan tajam dari suaminya .


Salah jawab saja habis lah kamu Adara !!


Seperti itu lah arti tatapan suaminya yang di baca Adara .


" Akui saja son " Ujar Henry .


" Apa aku begitu baby " Adara menggeleng cepat " Mas selalu romantis koh " Jawab Adara tersenyum.


" Mana ada yang romantis, menikah sembunyi-sembunyi, ke apartemen sebulan sekali , bertunangan dengan wanita lain !! Apa itu romantis ? Sesak baru iya " Ucap Riane panjang lebar .


Membuat Henry, Elvi dan Adara menutup bibir mereka dengan rapat agar tidak tertawa ataupun tersenyum .


" Tunangan , Raymond hanya menuruti keinginan Daddy dan Mommy sebagai bakti ku pada mereka , Sembunyi karena aku tidak ingin wajah cantik Adara jadi bulanan wartawan lalu terkahir karena dia belum siap bertemu Daddy serta keluarga yang lainnya" Elak Raymond menatap Riane.


" Ngeles saja kaya Bajai ,padahal memang maunya sembunyikan kakak dara biar di kata masih jomblo ,Mana ada bakti ,padahal kalau Kaka jujur Daddy dan mommy pasti terima kakak Dara ..."


" Seperti nya kamu sudah bosan berada di sini !! Apa perlu kakak kirim ke luar negeri " Potong Raymond Tersenyum seringai .


" Aku tidak takut ,ada Kaka Reza " Raine menjulurkan lidahnya


" Kau yakin dia akan membantumu " Raine mengagukan kepalanya " Ada Opa ,Daddy " Raine semakin mengejek sang Kakak tertuanya .


" Gendong Jagoan baby " Adara mengambil baby Ed .


Lalu Raymond mendekati Riane .


" Daddy " Riane langsung bersembunyi di belakang Henry dengan cepat elvi mengambil baby El .


" Son jangan Ganggu princess " Ucap Henry .


" Tidak Dad ,Bernai sekali dia mengejek ku " Ujar Raymond mencoba menjangkau Raine yang bersembunyi di belakang Henry .


Bukannya tidak bisa , Raymond juga tahu jika adiknya itu hanya bercanda dan menghilangkan rasa galaunya .


Karena dia sudah melihat dan mendengar apa yang terjadi di ruangan tadi lewat CCTV .


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LALU REZA DAN RAINE


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚😚