
saat sampai di apartemen Adara tetap memasang wajah kesal nya,bahkan rehan pun tak luput dari amukan sang nyonya hanya karena sebuah martabak
Sabar ,nyonya sedang berubah menjadi singa betina batin rehan mengelus dada nya
saat melihat Adara sudah masuk dalam apartemen dan rehan pun masuk dalam apartemen Reza membersihkan diri
" nyonya kenapa " tanya Rosna yang menghampiri Adara
" saya benci sama majikan mu ,hanya mau makan martabak saja dia tidak mengizinkan ku dasar laki² gila ,brengsek pokonya dia laki² aneh " umpat Adara membuat Rosna melototkan mata nya
" nyonya ....
" sudahlah, kamu sama saja seperti rehan hanya diam saja, aku mau mandi gerah " ucap Adara kesal
lalu meninggalkan Rosna yang masih bingung dengan perubahan sikap sang nyonya dari Semalam
" lebih baik aku memasak dari pada nanti kena marah lagi " ucap Rosna
tidak berselang lama suara bel berbunyi ,Rosna langsung berlari ke arah pintu
ceklek
" maaf pesanan tuan muda , untuk nyonya " Rosna menanggung paham
" terimakasih " pengantar itu membalasnya dengan senyuman
" apa ini ?? seperti bau makanan lebih baik aku antar kan saja " ucap Rosna lalu bergegas ke kamar sang nyonya
tok ....tok ....
" siapa " teriak dari dalam
" Rosna,nyonya " ucap Rosna
ceklek
" APA " ucap Adara kesal, Rosna menelan ludahnya kasar Melihat wajah Adara yang terlihat kesal
" maaf nyonya ,ini pesan dari tuan untuk nyonya " ucap Rosna
" buang saja ,aku tidak butuh " ucap Adara lalu masuk kembali dalam kamar
" maaf nyonya , seperti nya ini pesanan anda " Adara menaikan alisnya lalu mengambil kotak itu
seketika matanya berbinar bahagia
" terimakasih mba " Rosna mengaguk tersenyum kikuk
" sa-ma² nyonya,kalau begitu saya lanjut masak dulu " Adara mengaguk lalu menutup rapat pintunya
"ada apa dengan nyonya " ucap Rosna merinding
sedangkan dalam kamar Adara tersenyum kuda membawa kotak martabak itu ke balkon
dan dia melupakan niat awalnya yang akan mandi karena gerah
" ternyata dia masih waras " gumam Adara lalu mengambil sepotong martabak
" harum sekali, apa dia membelinya di restoran mahal " ucap Adara lalu menggigit sepotong martabaknya
" ini benar² enak " ucap nya lagi dengan mulut yang penuh martabak bahkan dia sampai menggoyang kan kakinya lalu tertawa kecil
bahkan jika ada yang melihatnya,mereka akan menyangka bahwa Adara gila
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
di ruangan tengah keluarga Raymond kini mereka berkumpul ada Jeje dan juga Alan serta ela dan Syahzani
" kenapa wajahmu jelek sekali " Raymond menatap tajam pada adik kembar laki² nya
" sorry bro " rif'at mengangkat ke dua tangannya
" apa ada masalah son " tanya Henry
" banyak " jawab Raymond asal
" perusahaan " tanya Alan
" salah satunya " ujar Raymond
" kalau yang lainnya " tanya Jeje penasaran
" wanita "
uhuk ....uhuk .....
" why " tanya Raymond menatap Henry kesal
" kamu sedang bermasalah dengan Amanda " tanya Henry tertawa kecil
" apa wanita hanya dia " ucap Raymond ketus
" kalau bukan dia siapa ?? apa kamu punya selingkuhan " tanya Elvi
" memang kalau Daddy kesal dengan seorang wanita contohnya ibu Elsa ,itu artinya Daddy selingkuh dari mommy " skakmat
semuanya terdiam seolah ruangan itu tidak berpenghuni hanya ada suara langkah para nelayan
" mulutnya anak ini dari dulu sampai sekarang melebihi cabe level 100 " ucap Jeje kesal
" apa ada yang kamu sembunyikan dari kami son " Raymond menarik napasnya kasar
" apa selama ini Ray pernah menyembunyikan sesuatu dari Daddy "
bukannya menjawab Raymond malah balik bertanya
dan itu sungguh membuat Henry ingin memukul wajah tanpa dosa itu
sedangkan Reza ingin sekali tertawa tapi dia tidak ingin mati sekarang
berurusan dengan dua laki² beda usia itu harus lebih hati² kalau bisa cari aman
" urus anak mu Elvi ,dia benar² menjengkelkan " Elvi mendengus kesal
" kalau di hadapan kolega bisnis nya putranya ,kalau sudah begini anakku " cibir Elvi kesal
" kita sama dek " ucap Elsa melirik Alan dengan sorot mata nya
" betul " timpal Ana
" bagaimana hubungan mu .....
" jangan membahas nya, waktu nya hanya sebulan jadi siap kan waktu Daddy untuk menghadap ayah Davin " potong Raymond cepat
" apa tidak bisa kamu usaha kan nak " Raymond membuang napasnya lalu melempar hp nya di atas meja
" apa dulu Daddy berusaha mengikuti usul Oma dan opa, bukannya Ray sudah bilang kalau bertunangan Ray bisa tapi jangan memaksa Ray menikah " ucap Raymond
" jika belum menikah ,kan tidak ada salahnya kalian tetap tunangan Ray " ucap Alan
" apa perjanjian nya seperti itu " tanya balik Raymond
" Daddy, papi sama ayah tenang saja , Raymond akan menikah dengan pilihan Ray sendiri cepat atau lambat " ucap Raymond
" apa Kaka punya pacar " tanya Queen yang sejak tadi diam
" maybe " ucap Raymond ambigu
" tapi Kaka sudah punya tunangan " ucap Ela
" kami hanya bertunangan bukan menikah itu pun Daddy yang minta ,ayah Alan saja sudah menikah bisa punya simpanan sugar baby " Alan melotot kan matanya karena memang Ray sedikit tau tentang kejadian itu tapi tidak dengan keguguran Elsa dan semua keluarga menutup rapat tentang itu
" yaaakkkkk anak sialan " umpat Alan kesal
" Ray hanya bicara apa ada nya yah " ucap Raymond santai
" tapi tidak usah di ungkit bangsat " Raymond hanya tersenyum kuda
" tapi Sasa penasaran ?? apa dia secantik ibu " tanya syahzani menatap ayah nya
" pastinya sangat jelek ,makanya ayah meninggalkan nya " timpal Ela
" sudah pasti, ayah mana mau dapat yang jelek " ucap rif'at
" apa kalian tidak bisa diam hah " bentak Alan
" mereka bicara tentang kebenaran lan " ujar Jeje
" diamlah, kau pun tidak jauh berbeda dengan ku " cibir Alan
" kalian sama saja " ucap Henry ,Alan dan jeje mendengus kesal
" rif'at kapan kenalkan kami sama calon istri mu " tanya Elsa
" sabar Bu, kalau dia sudah putus rif'at akan membawanya di depan kalian " ucap rif'at tenang
" Kaka menyukai kekasih orang " Queen melotot kan matanya
" memangnya kenapa ??? belum menikah bukan " tanya rif'at tersenyum
" bermain dengan baik boy, jangan sampai kamu melakukan hal yang di luar batas mu " ucap Henry
" bahkan aku belum melakukan apa pun dad " ucap rif'at tersenyum
" CK, apa kau sudah tidak sabar " cibir Raymond
" Kaka tau " tanya rif'at panik menatap Raymond
" apa ada yang tidak aku ketahui " Raymond menaikan alisnya sebelah
rif'at menelan ludahnya kasar lalu tersenyum kecut pada Raymond
" gerakan mu lambat " cibir Raymond
" memang siapa orang nya sayang "
" Elvina " Elvi tersenyum manis menatap suaminya
" nanti juga kalian tau " ucap Raymond menaikan bahunya
mereka semua saling berpandangan Henry menatap Raymond yang seolah mengejek adiknya
apa aku mengabaikan anak² ku sehingga masalah ini pun aku tidak tau batin Henry bingung
sedangkan rif'at menarik napasnya kasar saat melihat wajah sombong Kaka nya itu
sedangkan di apartemen Adara berteriak kegirangan saat melihat ikan lele yang di pesan tadi pagi untuk makan malamnya
Rosna dan rehan hanya bisa tersenyum melihat perubahan sikap sang nyonya yang 180 derajat dari sebelumnya
" ini enak sekali mba , terimakasih "
" saya senang kalau nyonya menyukainya " ucap Rosna tersenyum
" ayo kita makan "
" iya nyonya "
Adara sudah tidak sabar bahkan dia langsung menyendok nasi ,lalu mengambil lele langsung dua ekor lalapan dan juga sambal nya
rehan dan rosna menelan ludahnya kasar Melihat cara makan sang nyonya
" ayo makan " mereka mengaguk lalu mengambil makanan masing²
ada apa dengan nyonya sejak semalam makan nya meningkat batin Rosna yang memang belum tau jika Adara hamil
apa begini cara makannya orang hamil, bahkan hanya melihat nyonya saja saya sudah merasa kenyang batin Reza
"besok jam berapa kita ke rumah sakit mas " rehan mengangkat kepala nya
" pagi nyonya ,jam 8 " ujar rehan
" baiklah " ucap Adara
" apa nyonya sakit " tanya Rosna takut
" nyonya memeriksa kandungan nya ,nyonya sedang hamil "
uhuk ......uhuk.....
Rosna menyambar air di dekatnya lalu di minum sekali teguk
" maaf nyonya ,saya hanya kaget selamat nyonya semoga selalu sehat sampai lahiran nanti " adara mengaguk tersenyum
" terimakasih mba " ucap Adara
pantasan sikap nyonya aneh, sekali nya lagi hamil belum lagi makannya batin Rosna menggeleng kepalanya sambil menatap piring Adara