ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
ikut ke kantor



Pagi harinya Adara akan langsung lari ke kamar mandi, seperti biasa jika sudah seperti ini Raymond pun ikut terbangun .


Hoek ....hoek


Adara terus mengeluarkan isi perutnya hingga hanya ada cairan saja ,sambil berpegangan pada meja wastafel .


" Sudah " Adara hanya diam saja ,lalu mencuci mulutnya untuk sesaat dia memejamkan matanya saat kepalanya terasa sakit


bantu mommy sayang batin Adara setelah itu dia kembali membuka matanya .


" ayo aku bantu " ucap Raymond lembut .


" saya bisa sendiri, tuan mandi saja nanti saya siapkan pakaiannya " tolak Adara .


"jangan keras kepala " ucap Raymond ketus,lalu membantu Adara untuk ke luar dari kamar mandi .


" tunggulah sebentar lagi bibi akan ke sini mengantarkan nya " lanjutnya lagi setelah Adara sudah di tempat tidur .


Adara kembali membaringkan tubuhnya, karena dia benar² lelah belum lagi semalam entah lah dia tidur jam berapa,belum lagi setiap malam dia harus terbangun hanya untuk makan .


Sedangkan Raymond memilih ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena dia harus ke kantor .


Tidak butuh waktu lama Raymond ke luar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk saja,dia melihat ke arah tempat tidur Adara kembali tertidur .


Tok ....tok ....


Ceklek


" minuman nya tuan " Raymond hanya mengaguk lalu mengambil minuman itu dan menutup kembali pintu nya .


" Dara minum dulu ,perutmu kosong " ucap Raymond lembut sambil mengelus pipi Adara .


" Ayo bangun minum dulu setelah itu istirahat lagi " lanjutnya lagi.


Merasa terusik terpaksa Adara membuka matanya, hal pertama yang dia lihat wajah tampan Raymond dengan pahatan yang sangat sempurna,rahang tegas ,hidung mancung ,bibir yang tebal ah semuanya sempurna di matanya.


Lalu apa itu bidang dada terus perut kotak² ,tanpa sadar Adara mengangkat tangannya menyentuh perut Raymond .


" indah " gumam Adara tersenyum .


" minum dulu setelah itu kau bisa pegang sepuasnya"


DUAR


Adara kembali menatap Raymond saat kesadaran nya kembali.


GLEK


" maaf " ucap Adara menelan paksa air liurnya,lalu kembali masuk dalam selimut karena malu .


" hei aku menyuruh mu minum bukan tidur lagi " ucap Raymond menahan senyumnya .


" nanti saya minum " ucap Adara dalam selimut .


Raymond ikut masuk dalam selimut lalu memeluk Adara .


" maaf untuk semalam " Adara mengehentikan gerakan yang mempererat selimut nya .


" maaf, jadi jangan lagi mengatakan hal yang membuat kita berdebat " lanjutnya lagi .


" aku membencimu " ucap Adara menangis, Raymond membuka selimut hingga memperlihatkan kepala Adara .


" iya kamu boleh membenciku tapi jangan mereka ,tetap cintai mereka dan jangan sakit agar mereka bisa sehat " ujar Raymond lalu membalikkan tubuh Adara.


" jangan menangis,aku tidak suka melihat nya jangan menahannya ke luarkan apa yang ada dalam hatimu " lanjutnya sambil menghapus cairan bening itu lalu dia mencium kening Adara .


CUP


Adara memejamkan matanya ada rasa tenang dalam lubuk hatinya .


" jangan menangis lagi " Adara hanya mengaguk .


" beri aku ciuman " Adara melotot kan matanya.


" atau aku saja ,tapi aku tidak yakin hanya ciuman saja " Adara langsung memegang baju bagian dadanya.


" aku masih lelah " Raymond tertawa kecil melihat wajah sendu Adara menurutnya itu sangat lucu .


" memang aku meminta apa ?? hanya ciuman kan ? apa kamu mengharapkan yang lebih " tanya Raymond menaik turunkan alisnya menggoda Adara .


" bu-kan tau ah aku mau tidur " adara kembali menutup wajahnya karena malu .


" bangun ayo kamu belum minum tehmu, setelah itu mandi kamu harus sarapan " ucap Raymond tersenyum kuda .


" ke luar dulu " ucap Adara dalam selimut .


" aku belum pakai baju, istri ku belum menyiapkan nya ,padahal tadi dia ...


" aku akan menyiapkan nya jadi berhenti bicara " Adara menutup mulut Raymond dengan cepat .


" aku bisa sendiri, habiskan minuman mu nanti dingin ,setalah itu mandi " ujar Raymond membuka tangan Adara yang ada di mulutnya .


CUP


Raymond mencium bibir Adara bahkan sedikit ******* nya .


"aku pakai baju dulu " ujar nya sambil menghapus sisa Saliva nya di bibir Adara .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Kini semua anggota sudah ada di meja makan begitu juga Raymond dan Adara hanya minum Queen karena dia memang bermalam di butik .


" mau makan apa " tanya Raymond lembut


" ayam " Raymond kembali menatap Adara " kamu yakin " Adara mengaguk .


" ikuti saja son " Raymond menatap Henry " tapi dad ..


" jika dia yang memintanya berarti nanti tidak akan mual " ujar Daddy radit ,terpaksa Raymond mengambil nya .


" Kaka Adara tidak suka ayam " tanya Raine penasaran.


" bukan tidak suka sayang ,Kaka iparmu hanya mual " ujar Elvi lembut .


" memang hamil harus seperti itu iya mom " Elvi mengagukan kepalanya.


" tergantung bawaan bayi sayang " ujar mommy ellena.


" Kaka Reza nanti saat bikin nya kasih tau kalau nanti jadi jangan aneh² mintanya " ujar Raine tersenyum ,Reza hanya menghela napas panjang nya .


" Raine "


" maaf kak , Raine hanya bercanda saja koh ✌️✌️✌️" ujar Raine sambil mengangkat dua jari nya .


" Adara boleh ikut mommy tidak " tanya Elvi menatap Raymond yang sedang menyuapi Adara.


" nanti saja mom, hari ini Adara ikut Ray ke kantor " Adara langsung mengangkat kepalanya menatap Raymond .


" makan jangan menatap ku, anak² ku butuh makanan " ucap Raymond tenang lalu memasukan sandwich dalam mulutnya .


" Kaka Raine ikut iya " ujar Raine tersenyum .


" tidak " bukannya Raymond yang menjawab melainkan Reza .


" aku ingin ke perusahaan Kaka " ucap Raine kesal


" tapi kau akan mengganggu ku " ucap Reza ketus .


" yakin sekali ,aku ke sana mau cari calon imam yang mau nerima Raine " ucap Raine ketus .


" memang ada yang mau dengan wanita bar² seperti mu " ucap Reza sinis .


" kalau ada bagaimana " tantang Raine menatap Reza .


" aku memberikan kamu mobil termahal ku " ujar Reza tenang .


" bagaimana kalau Kaka orang nya " ujar Raine lagi.


" jangan mimpi karena itu tidak akan mungkin " sanggah Reza cepat , sedangkan peserta yang di meja makan hanya diam saja sambil menikmati sarapan nya .


" kalau mungkin bagaimana ?? mau taruhan " ucap Raine tersenyum.


" aku tidak punya waktu untuk itu " ucap Reza memasukan sandwich nya dalam mulutnya.


" makan, kuping Daddy panas dengar ocehan kalian " ucap Henry kesal lalu menatap Raine .


" iya dad ,ini Raine makan " ucap Raine lalu memasukkan sarapan dalam mulut.


" kamu yakin akan bawa Adara keperusahan " Raymond mengaguk " opa tenang saja " Daddy radit mengaguk .


Karena jika Raymond sudah berbicara seperti itu berarti dia sudah menyiapkan semuanya dengan baik demi keamanan Adara.


" tidak usah iya " ujar Adara lirih .


" aku tidak butuh pendapat mu, tugasmu hanya mengikuti perkataan ku " ucap Raymond tegas .


" tidak anak tidak Daddy nya sama saja suka pemaksa " cibir mommy ellena


" itu harus mom,biar mereka tidak besar kepala " Elvi berdecak kesal .


" kenapa,kau tidak suka ? bahkan kau menikmati nya " ucap Henry ketus .


" andalan " cibir elvi,Henry hanya menaikan bahunya .


" sudah " adara mengaguk " bibi siapkan buah untuk istriku "


uhuk ....uhuk....


" iya tuan " ucap pelayan


" why " ucap Raymond menatap tajam ke tiga pria yang ada di depan nya .


" tidak ,tadi Oma menginjak kaki opa " elak Daddy Radit


" cih "


Setelah selesai sarapan Raymond Reza dan Adara berpamitan ke kantor , sebenarnya Adara sudah menolak tapi kalian tau kan .


Siapa suaminya iya Raymond Alexander Mateo manusia yang tidak bisa di bantah dan hidup sesukanya.


Menyebalkan bukan !! tapi entah kenapa semakin ke sini Adara semakin nyaman .


Makanya Adara selalu menyangkal apa pun yang ada dalam hatinya .