
Adara benar² menuruti ucapan suaminya, bahkan hanya untuk turun saja dia sendiri takut kecuali ke kamar mandi untuk buang air kecil .
Tapi itupun dia harus di jaga oleh pelayan , Gila !!!
Ingin sekali Adara berteriak tapi dia harus menerimanya bukan ,karena ini ultimatum dari sang penguasa .
Bahkan Twins pun harus di bawa ke kamar sama Nany untuk menemani nya .
"Mom sakit" Tanya Edward sekalipun dia belum terlalu lancar tapi setidaknya dia tidak seperti kembaran nya .
" Tidak Abang ,mommy sehat hanya pusing saja " Jawab Adara lembut .
" Ing ....ing " Ujar baby El .
" Pusing " Ralat baby Ed.
" Mi ...mi ..." Aduh baby El yang sudah siap menangis .
" Jangan nangis ,kan Abang ajarin Ade " Ujar Adara lembut ,baby El mengaguk dengan mata uang berkaca-kaca .
" Abang bikin apa " Tanya adara lembut.
Edward memperlihatkan iPad yang di belikan Daddy nya pada Adara .
" Abang masih kecil ,jangan melihat itu " Edward hanya diam saja membuat Adara hanya menghela nafas.
Lagi² Adara harus melihat anaknya menonton tentang pembahasan bisnis di mana dalam video itu ada wajah Raymond sang suami serta ayah mertuanya dan tidak ketinggalan wajah Daddy Radit .
Bahkan wajah Jose ,Alan,Jeje dan Davin pun ikut dalam video itu ,di mana mereka juga merupakan anak dari Daddy Radit .
Lalu dia menatap baby El yang asik dengan boneka nya bersama Nany nya .
" Hanya baby El yang waras " Gumam Adara lirih .
Ceklek
Adara menatap ke arah pintu ternyata itu ibu mertuanya .
" Mommy bawa apa " Tanya Adara Tersenyum.
" Buah sayang " Jawab Elvi lembut sambil mendekati tempat tidur .
" Makasih mom " Elvi hanya mengaguk lalu dia menatap ke dua cucunya yang sangat jauh berbeda karakter .
" Makanya jangan keras kepala " Adara hanya tertawa kecil Mendengar ucapan Henry yang baru saja masuk .
" Opa " Henry mendekati baby Edward.
" Kau nonton lagi " Edward mengaguk sebagai jawaban .
"Anak pintar " Henry mengelus punggung Edward dengan lembut .
" El .....Tar " Henry tersenyum kuda lalu menatap bayi ikan buntal menurut Adara " Iya El juga anak pintar " Jawab Henry lembut .
"Angel main apa hm " Tanya Henry lembut .
" Bi ....bi " Jawab Baby El .
" Barbie " Ralat Edward sekalipun matanya pada iPad tapi telinganya bisa mendengar .
" Pa ....Pa " Henry hanya tersenyum lalu duduk di samping baby El menemani nya bermain .
Dulu saat Raymond, Rifat ,Queen dan juga twins masih kecil dia tidak punya waktu untuk bermain dengan anak²nya selain weekend bahkan itu pun dia harus bekerja .
Syukur Elvi selalu mengerti dengan kesibukan nya yang selalu di sibukkan dengan bekerja ....bekerja dan bekerja .
Bahkan kadang dia harus ke luar negeri meninggalkan istri dan anak²nya syukur di rumah ini ada orang tuanya serta iparnya istri dari adik² nya sekalipun mereka tak sedarah .
Kali ini dia akan membalasnya sekalipun pada sang cucu setidaknya ini akan setimpal karena Raymond dan anak yang lainnya juga bekerja ,jadi dia yang anak menemani sang cucu bermain.
" Apa El yang menyisir rambutnya " Baby El menggeleng lalu menunjuk sang pengasuh " Ny ....Ny " Jawabnya .
" Abang tidak ikut Main sama Opa dan Ade " Tanya Elvi lembut .
" Tidak Oma" Jawabnya lembut tanpa menatap Elvi .
" Biarkan dia menonton sayang " Jawab Henry lembut .
" Tapi dia ...."
" Biarkan saja, itu yang dia sukai jangan memaksa nya " Ujar Henry lagi .
Elvi dan Adara mengaguk ,karena memang baby Ed tidak terlalu tertarik dengan permainan ,hanya sesekali saja .
Tidak berselang lama Daddy Radit dan mommy Ellena ikut bergabung bersama mereka bermain dengan baby El dan sesekali mereka menatap Edward yang tidak tertarik untuk bergabung bersama mereka .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Malam harinya mereka berkumpul di ruangan tengah ada Alan dan juga Jeje serta Rifat dan Radhi juga .
Setelah pulang bekerja mereka langsung ke rumah utama .
Tidak berselang lama Adara turun bersama Raymond.
" Sudah selesai pingitan nya kak " Ujar Riane bercanda .
" Kaka ipar seperti Cinderella malam hari baru ke luar " Ujar Amanda tertawa kecil .
" Sayang ,jangan buat kakak marah apa lagi semua ini karena ulahmu " Tegur Rifat sebelum Raymond mengeluarkan racunnya .
" Kaka Adara terlihat bahagia sekali " Ujar Vania Tersenyum lembut .
" Mas " Rengek manja Adara .
" Apa kalian ingin aku menjahit mulut kalian " Adara Tersenyum kuda lalu menjulurkan lidahnya pada ke tiga wanita yang mengejeknya .
" Adara mau di periksa " Tanya Jeje lembut.
" Nanti setelah makan malam Pi " Jawab Amanda .
" Kau pusing lagi " Tanya Alan .
" Iya ayah, kepala Adara berat " Jawanya lirih .
" Apa karena kamu kelamaan tidur nak " Adara menggeleng .
" Tidak Mi, hanya memang pusing dulu hamil pertama juga seperti ini tapi itu hanya pagi saja setelah itu sudah bisa kerja " Jawab Adara .
" Keras kepala " Cibir Raymond ,Adara hanya tersenyum saja .
" Semua wanita pasti begitu nak " Ujar Elsa lembut .
" Dia bukan wanita ,dia kuyang " Seperti nya Raymond masih kesal pada Adara .
Dan sebisa mungkin Adara tidak bertingkah agar suaminya tidak tambah kesal .
" Lalu anakmu ,anak kuyang " Tanya Daddy Radit.
" Mereka anak Raymond tapi ibunya saja yang kuyang " Celetuk Raymond ketus .
" Mas masih marah " Tanya Adara lirih .
" diam sebelum aku membuang mu di jalanan sana " Ujar Raymond kesal .
" Kaka ipar kuat iya ,jika Raine sudah kabur dari dulu " Ujar Raine .
" Bukannya dulu kamu kabur bersama Adrian, kan sikap Kaka Ray sama Kaka Reza sama " Jawab Amanda membuat Riane terdiam .
" Ngaca " Celetuk Radhi ketus .
" Kaka " Reza hanya mengaguk saja tanpa menjawab membuat Riane mendengus kesal .
" princess mau kabur " Tanya Jeje tertawa kecil .
" Papi " Rengek Raine kesal .
" Anaknya jangan di ganggu Pi " Tegur Ana .
" Ah iya apa kamu akan terus bekerja nak " Tanya Jeje .
" tidak Pi,nanti kalau sudah 8 Bulan Raine berhenti Pi " Jawab Riane .
" Baiklah, berarti nanti Morgan akan kembali lagi ke perusahaan " Ujar Jeje .
" Iya Pi " Jawab Raine .
" Seperti nya Rehan juga harus siap, karena Syahzani tidak mungkin di perusahaan terus " Ujar Alan .
" Tapi istri dan anaknya gimana " Tanya Elsa .
" Kenapa tidak minta Alif saja " Ujar Daddy Radit .
" Dia urus perusahaan Xavier Opa " Jawab Reza .
" Anak istri nya di apartemen di sana juga ada pelayan penjaga ,apa yang kamu takut kan " Ucap Alan.
" Tapi yah ...."
"Astaga Elsa ,memangnya dulu bagaimana aku meninggalkan mu dan Sasa " Elsa hanya diam saja tidak lagi menjawab.
" Sebelum ini kan mereka juga mengurus perusahaan , Lalu kenapa kamu merasa keberatan " Lanjutnya lagi .
" Kasian saja Yah " Jawab Elsa .
" Sudah, Jangan berdebat kepala mommy mau meledak " Ujar mommy Ellena kesal .
" Mommy dan Daddy akan pergi, tapi tunggu Queen melahirkan " Ujar Daddy Radit.
" Kemana " Tanya mereka hampir bersamaan .
" keliling saja , kami hanya ingin menikmati waktu tua kami berdua " Jawab Daddy Radit.
" Jika ingin keliling masion ini cukup besar untuk menghabiskan waktu Daddy dan mommy sekalian dengan paviliun juga " Ujar jeje .
" Kau kembali ke paviliun jangan pernah injakan kakimu di sini " Jeje tertawa karena membuat Daddy Radit marah .
" Berapa lama " Tanya Henry .
" Kami tidak tahu, jika sudah lelah kami akan kembali saat anak² lahiran lagi, karena jarak mereka tidak terlalu jauh " Jawab Daddy Radit.
" Jangan lama ² jika hanya untuk keliling sebulan pun sudah cukup " Ujar Henry .
" Daddy belum izin sama Jose dan Davin bukan " Daddy Radit mengagguk .
" Nanti Daddy bicara dengan mereka " Jawab Daddy Radit .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
*Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*