
Waktu terus berlalu kini kandungan Riane sudah 4 bulan begitu juga yang lainnya .
Dan Reza pun sudah mengetahui jenis kelamin sang calon anak dan itu membuat orang sekitar nya bahagia .
Di mana Raine mengandung dua jagoan sekaligus dan Reza bersyukur atas itu semuanya .
Bukan tanpa alasan dia menginginkan kedua anaknya laki², karena suatu saat harus ada yang mengganti kedudukan Nya seperti dia yang mengganti Jose dan begitu juga Xavier .
Terserah nanti nya siapa yang akan mengikuti dirinya ,Reza tidak memaksa kan itu .
Tapi setidaknya salah satu dari mereka ada yang mengalah dan memahami nya .
Dan keluarga besar itu semakin bahagia di Mana amanda hamil anak perempuan , sedangkan Ela dan syahzani laki² ,Hanya Vania yang tidak di ketahui jenis kelaminnya karena mungkin dia ingin memberikan kejutan pada kedua orang tuanya dan juga keluarga yang lainnya .
" Kenapa boy " Tanya Henry menatap Radhi .
" Jengkel Dad " Ujarnya kesal lalu mendekat kan dirinya pada Henry .
" Ada apa dengan mu ?? Kau akan memiliki anak kenapa kau bertingkah seperti anak 2 tahun " Ujar Jeje menggeleng .
" Kakak Rifat, Kaka Queen ,Riane Mereka tahu jenis kelamin anak nya saat usia 4 bulan ,tapi kenapa anak Radhi tidak ingin menunjukkan nya " Rengek nya pada Henry .
Henry hanya tersenyum melihat tingkah Radhi karena hanya si kembar twins yang memang merengek padanya bahkan sudah menikah pun sekalipun .
Berbeda dengan Raymond dan Rif'at mungkin karena mereka kak tertua sehingga mereka selalu bersikap dingin dan datar .
" Yang penting istri dan calon Anakmu sehat " Ujar Alan .
" Sehat sih tapi kenapa harus menyembunyikan nya ?? Apa dia malu pada Amanda " Ujar Radhi membuat yang ada di situ tertawa kecil .
" Untuk apa dia malu pada istri ku !! " Tanya Rifat .
" dia tidak ingin auratnya di lihat orang kak, selain orang tuanya " Jawab Radhi sekenanya.
" Maka bulan depan kamu periksa sendiri jika dia malu " Jawab Alister .
" Sudah jangan berdebat ,mau laki² atau perempuan yang penting mereka sehat " Ucap Daddy Radit.
" Tapi mereka mengejek Radhi Opa " Rengek manja Radhi .
" Astaga anak ini " Ucap Davin , sedangkan Radhi hanya tersenyum .
" Nanti Opa potong senjata mereka jika mengejek mu " Ujar Daddy Radit.
" Malu sama istri mu yang sejak tadi menatap mu " Ujar Reza, Radhi menatap sang istri lalu tersenyum .
Lalu dia berdiri mendekati Vania dan duduk di samping nya .
CUP
" Astaga " pekik Elvi dengan helaan napas panjang .
" Ah iya Dad, Apa boleh Vania lahiran di Landon " Tanya Radhi pelan .
" Kenapa tidak orang tuanya saja ke sini " Tanya mommy Ellena.
" Vania tidak enak Oma.,karena keluarga nya akan ikut semua....Sakit darl apa aku salah bicara " Tanya Radhi menatap Vania yang sudah memanyunkan bibirnya.
" Tidak papa ,kamar di rumah ini masih banyak yang kosong ,atau jika mereka tidak nyaman mereka bisa menginap di hotel atau apartemen " Ujar Elvi lembut .
" Gimana darl " Tanya Radhi.
" Nanti bicara sama Daddy dan Mommy " Radhi mengaguk kepalanya .
" Adara kenapa sayang " Tanya Elsa yang menatap Adara yang hanya terdiam sambil bersandar di pundak Raymond .
" Masuk angin Bu " Ujar Adara lirih .
" Dy ....Dy " Pekik bayi umur 8 bulan .
" Kenapa angel " Tanya Raymond menatap baby El yang bermain dengan Nany dan juga kakaknya .
" Daddy " Ralat baby Ed .
" Hua .....Hua ..ta " Henry berdiri menggendong cucu nya yang bicara hanya di ujung kata saja .
" Jagoan jangan ganggu adiknya mommy lagi sakit " Ucap Raymond lembut .
Baby Ed hanya mengaguk sambil bermain dengan Nany yang menjaga mereka .
" makanya kalau tidur pakai baju " Ujar Davin sinis menatap Raymond .
" Panas ayah kalau pakai baju " Jawab Raymond Tersenyum.
" Bukan panas ,tapi kamu yang gatal " Cibir Jeje .
" Papi juga begitu !! Iya kan mi " Ana hanya mengaguk sebagai jawaban .
" Kalian sama saja " Ucap mommy Ellena membuat mereka terdiam .
" Kaka Queen kapan lahiran " Tanya Riane menatap elvi .
" Mungkin awal bulan atau akhir bulan depan " Jawab Elvi .
" Kenapa kau ingin lahiran di waktu yang sama dengan kakak Queen " Raine menatap kesal ke arah Reza .
" Apa kau ingin anakmu lahir prematur " Cibir Raine kesal .
" Lalu untuk apa kau menanyakan tentang kelahiran Kaka Queen ,apa kau ingin menggantikan nya untuk lahiran " Jawab Reza semakin membuat Raine kesal .
" Papa bawa anakmu pergi dari rumah ini ,semakin hari dia semakin membuat Riane kesal " Aduhnya pada Jose yang hanya di balas senyuman.
" Jika aku ikut Papa apa kau tidak rindu, nanti siapa yang menjenguk baby malam..... Hhhmmmppp "
" Kaka ehz mulutnya " Ujar Raine yang sudah emosi.
" Mulutku kenapa ?" Tanya Reza saat tangan Riane sudah lepas dari mulutnya .
" Aku hanya bicara jujur " Lanjutnya lagi .
" Cih " Semua orang menatap ke sumber suara karena kaget .
" Jagoan " Baby Ed langsung meninggalkan tempat itu bersama Nany yang menemani nya .
" Astaga anak itu " Ujar Davin menggeleng .
" Astaga, itu cucu siapa ?" Tanya Henry kesal .
" Biarkan saja dia " Ucap Daddy Radit Tersenyum Melihat tingkah Edward.
" Pa ....Pa cim ..cim "
" No Angel ,nanti mommy marah " Ujar Raymond lembut .
" Ma ....Ma " Elvi menggeleng membuat bayi gembul itu berkaca .
" Cim ....cim " Ujarnya dengan lelehan air mata .
" El " Panggil Adara tegas .
Baby El menatap Henry memohon membuat pria itu tidak bisa menolak keinginan sang cucu .
" Buah mau " El menggeleng " Izin mommy dulu " baby El menatap Adara yang sejak tadi bersandar di pundak Raymond .
" My ....my cim ....cim " Adara menghela napas panjang lalu menatap baby El " Hanya sedikit " Baby El mengaguk Tersenyum.
" Ambilkan untuk nya " Ucap Henry pada pelayan .
" baik tuan " Jawab pelayan lalu menuju dapur .
" Edward .....Kaka cantik Datang " Pekik seseorang dari arah luar membuat yang di ruangan itu memejamkan mata hanya sebentar .
" Mau Opa jahit mulutmu itu Hah " Bentak Henry menatap gadis centil yang hanya tersenyum kuda .
CUP
CUP
" Zaza sayang Opa " Ujarnya setelah mencium pipi Henry lalu duduk di samping nya .
" Kalian dari mana " Tanya mommy Ellena menatap Queen dan Naufal .
" Cari makanan Oma ,Alexa ingin makan kebab " Jawab Naufal .
" Kau mengidam " Queen menggeleng " Hanya ingin Bunda " Jawab Queen lembut .
" Kalian tidur di sini " Queen menggeleng " Hanya antar Zaza saja karena dari tadi minta ke sini " Ujar Queen .
" Kenapa di antar dari tadi " Jawab Alan .
" Ayah nya lagi sibuk " Jawab Queen Tersenyum .
" Kamu tinggal menelpon apa susah nya " Ujar Jose menaikan alisnya membuat Queen tertawa kecil .
" Queen tidak kepikiran Pa " Jawabnya .
" Gimana apa semuanya baik² saja " Tanya Elsa .
" tidak Bu, sering bangun larut malam karena tidak nyaman " Ujar Queen jujur .
" Tidak papa, sabarlah tinggal sedikit " Ujar Aqila.
" Iya Ma " Jawab Queen lalu menatap Raine " Selamat , cuma sendirian iya " Riane hanya tersenyum " Makasih kak " Jawab Raine lembut .
" Ade kenapa " Tanya Queen menatap Radhi .
" Anaknya malu auratnya di lihat Amanda " Jawab Rif'at tertawa kecil membuat Radhi kesal .
"Jadi belum kelihatan " Tanya Queen menatap Radhi .
" Belum " Jawab mereka bersamaan lalu mereka tertawa kecil .
" Opa "
" Jika kalian tidak bisa diam ke luar " Ujar Daddy Radit .
Bukannya takut malah mereka semakin mengejek Radhi membuat mommy Ellena bersuara.
" 1 "
Seketika semuanya terdiam membuat Radhi menjulurkan lidahnya .
" Manja " Ujar Xavier .
" Bodoh amat " Jawab Radhi Tersenyum.
" Sudah jangan berdebat " Ujar Nabilla lembut .
" Kamu mau normal sayang " Tanya Jose .
" Iya Pa " Jawab Queen cepat .
" Secar Pa " Elak Naufal .
" Mas "
" Iya normal " Ujar Naufal kesal .
"Jangan macem² kita sudak sepakat SC" Ujar Reza saat Raine akan bersuara .
" Tapi ...."
" Mau aku kurung dalam kamar " Riane menggeleng cepat " Iya SC " Jawab Riane .
" Tidak usah di pikirkan lagian masih lama , nikmati saja jangan jadi kan beban agar kalian bisa melewati nya dengan baik dan lancar " Ujar Davin lembut .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*