
Setelah menunggu Raine sadar mereka memilih langsung pulang ke rumah utama ,di mana di sana sudah di tunggu para wanita .
Bahkan Raymond sengaja pulang lebih awal karena memikirkan keadaan sang adik bungsu .
Sepanjang perjalan Raine hanya menatap ke arah luar dia tidak peduli pada orangยฒ yang ada di sekitarnya terutama Reza Yang sejak tadi menggegam tangannya dan sesekali mengelus perutnya .
Hanya ada air mata yang ke luar begitu saja tanpa di undang oleh nya .
Kini mobil sudah memasuki rumah mewah itu Raine menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan pelan .
Kita berjuang bersama iya nak Batin Riane pada sang calon anak .
" Ayo " Raine hanya diam saja tapi dia mengikuti ucapan Reza .
Saat akan masuk ke dalam rumah dia bisa melihat orang-orang yang begitu khawatir padanya .
Terutama Aqila ibu mertuanya yang di mana saat pernikahan nya sama sekali tidak menampakan hidungnya begitu juga sang elvi sang mommy .
Tapi ingatan Raine kembali lagi saat beberapa hari belakangan ini .
Di mana semua orang menatap nya bagi musuh dan orang asing bahkan termaksud orang tua nya sendiri .
Jose langsung menahan Aqila saat wanita itu ingin mendekati Raine dan Reza .
" Biarkan mereka ke kamar untuk istirahat " Aqila mengaguk pelan lalu memeluk tubuh suaminya dengan isakan tangis .
" Sudah !! Raine baik baik saja " Ucap jose mengelus punggung Aqila .
" Ayo masuk ke dalam, tidak baik berdiri di luar " Mereka pun ikut masuk menyusul Reza dan Raine yang mungkin mereka sudah berada di kamar .
Kini semuanya duduk di ruangan keluarga bahkan Adara pun ikut bergabung sedangkan twins di titip pada Nany ,Queen juga ada di Situ ,sedangkan yang lainnya sedang bekerja .
"El, aku minta maaf " Elvi mengangkat kepalanya menatap Aqila .
" Tidak La, ini semua kesalahanku, aku minta maaf " Balas Elvi serak .
" Sudah ,tidak perlu saling mengalahkan di sini kita semua salah ,tidak pernah membiarkan dia menjelaskan dengan baik dan kita selalu menarik kesimpulan dari sudut pandang yang kita lihat , seharusnya kita bisa paham sekalipun dari segi usia dia sudah dewasa tapi dari sEgi lainnya dia seperti anak gadis yang belum memahami keadaan " Ujar Daddy Radit .
" Dia hanya tidak tahu bersikap seperti apa pada orang lain termasuk pria , karena menurut nya semuanya hanya teman tidak lebih dari itu tanpa dia sadar jika sifatnya itu membuat orang lain akan salah paham " Lanjutnya lagi .
Daddy Radit menarik napas panjang lalu di hembuskan .
" Queen " Queen menatap Daddy Radit.
" Jangan gegabah sekalipun kamu wanita kuat dia juga licik jangan sampai yang terjadi dengan Raine, akan terjadi denganmu belajar dari pengalaman mu sendiri menjauh lah ,
" Queen paham ,bahwa selama ini Daddy Radit selalu memperhatikan gerakan mereka .
" Iya Opa ,maaf " Daddy Radit hanya diam saja dia memilih memejamkan matanya .
Permasalahan di keluarga nya tidak pernah ada habisnya, padahal dalam angannya dia ingin bisa bermain dengan anak,cucu dan cicitnya tapi sepertinya semua Tidak akan berjalan dengan lancar .
permasalahan saling berdatangan , Raymond Adara , Rifat dan Amanda , Queen Naufal ,Radhi dan Vania ,lalu sekarang entahlah !!
Daddy Radit bingung sendiri memikirkan itu semua, cinta segitiga antara saudara , beda agama , cinta masa lalu yang belum kelar ,lalu sekarang !! Daddy Radit mengusap wajahnya kasar .
Membuat yang ada di ruangan itu hanya bisa menunduk takut sekalipun merek sendiri bingung apa yang di takutkan .
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Sedangkan di dalam kamar Reza membantu Riane mengganti pakaian nya dengan telaten sekalipun sang istri tidak memberikan respon papa .
" Mau istirahat lagi " Raine hanya terdiam sambil menatap ke arah balkon .
" Mau makan sesuatu biar aku Carikan " Hasilnya masih sama .
Reza mengambil tangan Riane lalu menggegam nya dengan lembut .
"Maafkan aku karena meragukan kehadiran nya ,aku tidak bermaksud begitu aku hanya takut jika yang aku pikirkan benar Adanya " Riane kembali menangis " Tolong jangan seperti ini katakan sesuatu apa yang harus aku lakukan ?? "
" Aku ingin pergi " Reza menatap Raine yang masih menatap lurus ke balkon .
" Ke mana ?? Aku akan membawamu ke mana pun yang kamu mau " Ujar Reza serius .
" Aku ingin pergi sendiri " Reza melotot kan matanya " No, aku tidak akan mengizinkan nya " Tekan Reza setiap ucapan nya .
" Dia juga anakku ,anak kita " Riane tertawa " Tidak ada seorang ayah yang meragukan anaknya " Reza membungkam mulutnya .
Ucapan Raine bagaikan pisau tajam yang menghantam dadanya , Sakit !!
" Aku lupa Bahwa aku di mata kalian hanya wanita ...."
" Tidak kamu wanita ku ,hanya wanita ku " Potong Reza cepat .
" Nyatanya seperti itu ,makanya kalian selalu membandingkan aku dengan yang lainnya , Kamu sudah lihat aku bukan wanita yang baik jadi carilah wanita yang baik yang bisa menjaga dirinya dari lakiยฒ mana pun !! Dan biarkan aku hidup bersama anakku " Reza menggeleng cepat " Aku akan tetap bersama kalian " Ujar Reza cepat .
" Kamu Tidak lupa bukan dengan ucapan mu tadi yang ingin mengurus percera....."
Reza membungkam mulut Raine dengan mulutnya dia tidak peduli setelah ini Raine akan semakin membenci nya .
Sedangkan Riane yang diam dengan air mata yang mengalir dia tidak membalas ciuman Reza .
Hingga akhirnya Reza melepaskan ciuman mereka lalu memeluk Raine .
" Maafkan aku, kita mulai semuanya dari awal demi baby " demi hubungan kita , maaf jika aku meragukan cintamu seharusnya aku percaya padamu maafkan aku yang tidak terlalu peka tentang perasaan mu maafkan aku " Raine hanya terdiam .
" Bisa tinggalkan Raine sendiri " Reza langsung menggeleng " Aku akan di sini " Ucap Reza cepat .
" Kenapa ?? Karena aku hamil apa karena kamu takut aku menyakiti nya ?? Kenapa Kenapa di saat seperti ini kalian seolah peduli dengan ku kenapa " Teriak Riane menggema di ruangan itu .
" Sa-yang...."
" Ke luar "
" Aku akan...."
" KELUAR " Teriak nya lagi membuat Reza terdiam .
" Baik aku keluar , tapi aku mohon jangan lakukan hal yang melukaimu " Saat Reza ingin mencium keningnya Riane menjauhkan kepalanya .
" Aku ke luar " Ucapnya sambil mengelus rambut Raine .
Dengan gontai Reza ke luar dari kamarnya ,kamar mereka berdua semenjak mereka sah menjadi sepasang suami istri .
Reza menyusul keluarga yang sedang duduk di ruangan keluarga .
" Apa Raine istirahat nak " Reza menggeleng pelan lalu mendudukkan bokongnya sambil bersandar di sofa dengan helaan napas berat .
" Dia hanya ingin sendiri " Ucapnya sambil memejamkan mata .
" Kenapa kamu tinggal kan sendiri nak " Ujar Aqila khawatir .
" Dia tidak akan menyakiti dirinya sayang ,dia masih memikirkan juga anaknya " Ujar Jose menangkan Aqila .
" Apa dia marah pada Mama " Reza hanya terdiam .
" Nanti malam Amanda akan memeriksa Raine " Ujar Davin .
" Nanti saya yah, Riane sedang tidak baik-baik Saja " Jawab Reza masih memejamkan matanya .
"Dia mengagap kita peduli padanya hanya karena kehamilan nya yang awalnya kita duga itu anak orang lain " Semua orang terdiam , karena apa yang di ucapkan Reza adalah benar adanya .
Bukan hanya Henry ,bahkan mereka semua pun memikirkan hal yang sama .
Tapi kesalahan Henry langsung menuduh Raine dan Adrian tanpa bertanya terlebih dahulu pada dua orang itu .
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
*Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang ๐๐๐๐๐*