ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
pernikahan masal



Seperti kata mommy Ellena tidak ingin lelah berkali² sehingga mereka memutuskan untuk menikahkan mereka bersamaan .


Dimana Alister bersama Ela, Radhi bersama Vania , Rifat bersama Amanda,dan Xavier bersama Syahzani Hanya tersisa Reza dan Raine .


Seperti nya Reza itu mengikuti jejak sang bos begitu juga Raine yang yang pantang menyerah mengejar Reza.


Dan mereka setuju akan melangsungkan pernikahan seminggu lagi bertepatan umur twins anak Raymond dan Adara sebulan .


Kini mereka sedang berkumpul membahas yang akan mereka bahas,dan untuk tema terserah Queen karena ini pernikahan masal jadi harus adil .


Mereka hanya di minta memilih pakaian yang sesuai dengan keinginan mereka masing² ,tapi tidak dengan konsep pernikahan dan lain² .


" Gimana kalian sudah ke butik " Tanya Mommy Ellena .


" Usah mom semuanya Risna yang atur " Ujar Rif'at .


" Queen tidak ada " semuanya mengaguk .


" jangan melakukan apa pun ,aku tahu dia bisa hadapi kita hanya bisa melihatnya dari jauh,karena itu permintaan nya " Ujar Henry .


" Sudah ada yang mengikuti wanita itu jadi kita bisa tahu apa yang akan dia lakukan " Lanjutnya lagi .


" ***** " Cibir Alan kesal.


" Tenang kan dirimu, kau lebih tau Queen seperti apa ?? dia bukan orang lemah " Ujar Jose ,Alan hanya mengaguk saja .


" Jangan lakukan apa pun. ,tetap profesional " Raymond hanya mengaguk .


" Anggap saja kita tidak tahu apa pun " Ujar Daddy Radit .


" Iya Dad / Opa " Jawab mereka bersamaan .


" Sudah jangan di bahas lagi ,pakaian kalian gimana " Tanya Elvi menatap mereka satu persatu .


" Tanyakan pada nya , kepalaku sakit " Ujar Rif'at kesal .


" Kenapa lagi waktu kalian hanya seminggu " Ujar Nabilla .


" Dia ingin memamerkan dada jelek nya itu, cih apa kau ingin semua pria menatap lapar ke arahmu " Cibir Rifat kesal .


Bagiamana tidak Amanda memilih baju yang bagian dada nya sedikit terbuka ,hanya sedikit tapi tau sendiri kan keturunan Daddy Radit seperti apa ?? begitu juga yang lainnya .


" Bahkan dengan senangnya dia memilih pakaian yang cocok di pakai dalam kamar " Lanjutnya lagi .


" Aku sudah memilih pilihan sesuai keinginan Kaka !! Kenapa masih mengungkit " Ujar Amanda cemberut .


" Kalau tidak begitu kamu akan memilih yang tadi " Ujar Rif'at kesal .


" Iya maaf " Ujar Amanda mengalah .


" Apa kita batalkan saja "


" Jangan " Daddy Radit nanya memutar bola matanya jengah.


" Lalu kenapa hanya baju kalian berdebat " Ujar Daddy Radit kesal .


" Ela , syahzani sama Vania gimana " Tanya Ana menatap mereka satu persatu .


" sudah mami , hanya Vania saja belum " Ujar Syahzani .


" Kenapa belum Nia " Tanya Elsa lembut .


" Mommy yang akan bawakan dari sana " mereka mengaguk paham .


" Kapan mereka sampai " Tanya Jeje .


" 3 hari sebelum pernikahan Pi " Jawab Radhi .


" Tanya pada mereka bagaimana budaya mereka jika kita akan meminta anaknya terlebih Vania perempuan , kita harus menghargai budaya mereka " Ujar Henry .


" Iya Dad " Jawab Radhi .


" Apa keluarga nya datang semua " Tanya Alan .


" Iya yah " jawab Radhi .


" Antar mereka langsung ke hotel agar mereka tidak terlalu lelah jika dari sini baru ke sana lagi " Ujar Raymond .


" Kaka terbaik " Raymond Hana berdecak saja .


" Raine kapan " Tanya Rif'at bercanda .


" kalau penjaga di depan mau ,sekarang juga Raine siap " Ujar Raine kesal .


membuat semua orang tertawa kecil karena tingkah Raine yang selalu ceplas ceplos .


" Sudah menyerah " Tanya Radhi .


" Iya hayati lelah mengejarnya terus tapi tidak di balas di lirik saja tidak " Ujar Raine mendramatis.


" Loh bukannya di perusahaan ada yang suka ,bagian keuangan ganteng Lo " Ujar Ela tersenyum .


Reza langsung menatap Raine cepat .


" Iya ganteng, tapi kesel suka betul nongol tiba² " Ujar Raine .


" Biasanya yang seperti itu jodoh Lo " Ujar Jeje yang ikut memanasi .


"Iya benar kata papimu,dulu bunda kesal sendiri waktu lihat ayah ,pengen sekali bunda bunuh karena dikit² ke perusahaan ganggu saja" Ujar Nabilla .


Reza semakin tidak tenang tapi sebisa mungkin tidak terpancing .


" Hati² Lo Rain, dulu Daddy mu juga begitu saat lihat mommy mu bawaan nya kesal suka marah " Timpal Jose sambil melirik anaknya .


" Kalau itu memang sudah sikapnya Daddy " Celetuk Raymond .


" Sadar dirimu siapa ?? bahkan lebih parah " Ujar Henry kesal


" Stop !! Jadi Raine harus gimana " Tanya Raine bingung .


" Balas dekatin saja lumayan kan ,ganteng juga ok apa lagi tinggi pokonya ideal " Ujar Ela .


" Daddy " Henry mendengus kesal .


" Terserah ,kamu yang jalani nantinya " Ujar Henry tenang .


" Jangan " Semua orang menatap ke arah Reza yang sudah berdiri .


" Ke-napa jangan " Tanya Raine kaget .


" Dia tidak baik, cowok playboy kaya ayah sama papi " Ujar Reza asal .


" Tahu dari mana " Tanya Rif'at menaikan alisnya .


" Aku tahu latar belakang yang kerja di perusahaan bahkan perusahaan Kaka juga " Ujar Reza sombong .


" Kau yakin hanya itu " Reza mengaguk cepat " Kalau begitu lakukan saja kan hanya pacaran bukan menikah " Ujar Alan .


" Kalau Raine nyaman gimana. nanti mereka menikah " Ujar Reza .


" Berarti mereka jodoh " Ujar mereka bersamaan.


Reza langsung menarik tangan Raine membawanya jauh dari sana .


" Mau di bawah ke mana adikmu Reza " Teriak Jeje .


" Bikin cucu buat papi ,biar tidak ada yang dekat² " Semua orang tertawa kecil .


" Cih jual mahal ' Cibir Raymond .


" Twins mana " Tanya Jose .


" Di kamar sama Nany " Ujar Raymond .


' Badanku sakit semua jika menggendong mereka terlalu lama , Apa kamu memberikan mereka makan besi " Tanya Raymond menatap Adara .


" mereka bukan kuda lumping " Ujar Adara kesal .


" Bisa saja jika kamu menginginkan mereka seperti itu " Timpal Raymond lagi ,Adara hanya mendengus kesal .


" Kamu sudah buka puasa son " Raymond menaikan alisnya sebelah " Bukannya kata ayah 3 bulan " Semua para orang tua tertawa kecil .


" Kau percaya padanya " Tanya Jeje , Raymond mengaguk bukannya dia dokter tentu saja percaya.


" Hanya 40 hari kak " Celetuk Amanda , Raymond langsung menatap tajam Davin yang hanya tertawa kecil .


" Reza buat rumah ayah rata dengan tanah " Teriak Raymond memenuhi ruangan itu .


" Kenapa harus main rata²kan saja hei " Bentak Davin yang sudah panik .


"gara² ayah aku hampir puasa 3 bulan ,syukur belum lewat jika sudah lewat aku sita semua barang ayah " Ujar Raymond kesal .


" Memang istrimu sudah pasang " Raymond menggeleng " Keras kepala dia nya " Ujar Raymond kesal .


" Untuk sekarang pakai saja twins masih kecil " Ujar Davin serius .


" Dia takut karena ada yang pakai itu badannya jadi jelek,nanti aku kabur katanya " Ujar Raymond percaya diri .


"Kalau dia kabur nanti papi cari kan yang lebih ganteng baik kaya " Ujar Jeje tersenyum.


" Mulai besok Ray tarik semua dana dari perusahaan papi " Ancam Raymond .


" Dia seperti titisannya main ancam " Ujar Jose ,Daddy Radit langsung menatap Jose .


" Apa kamu bilang !! lalu kalian apa hah ' bentak Daddy Radit .


" Kami Manusia " Ujar Jeje,Alan ,Davin, Jose dan Henry .


" Kalian memikirkan titisan dan buka puasa !! apa kalian tidak memikirkan Reza dan Raine apa yang akan mereka lakukan " Tanya mommy Ellena kesal .


" Mereka di taman " Ujar Henry .


" Tahu dari mana " Henry menatap penjaga yang berdiri di depannya .


" Reza Tidak akan melakukan hal yang di luar batasnya, sekalipun anaknya Elvi seperti cacing kepanasan " Lanjutnya lagi .


" selalu saja " Henry hanya diam saja .


" Untuk tempat gimana " Tanya Daddy Radit .


" Amanda ikut Rifat tinggal di rumah ayah " Ujar Rif'at menatap Alan .


" Ela ikut Aku " Ujar Alister .


" Radhi Sam Vania di rumah papi " Ujar Radhi .


" Syahzani ikut aku " Ujar Xavier .


" Kenapa begitu " Tanya mommy Ellena bingung dengan pembagian tempat .


"Kami sudah sepakat Oma ,karena Ela dan syahzani pasti ikut suami mereka,jadi kami berbagi dengan Radhi agar ayah sama papi tidak kesepian jika hanya berdua di paviliun " Ujar Rifat .


Ana dan Elsa tersenyum lembut karena anak² nya itu memikirkan mereka juga jika di tinggal sendirian .


" Padahal aku sudah senang ,jadi bisa main puas " Ujar Jeje bercanda .


" Iya bahkan aku sudah menyusun semuanya " timpal Alan sendu .


PLak


" Sakit " Ujar Alan dan Jeje bersamaan.


"Mereka bisa kembali ke sini jika mereka mau " Ujar Henry .


" Tidak usah di sana saja ,toh anak² juga tinggal di sana " Ujar jeje serius ,Henry mengaguk toh masih dalam satu pagar kan .


" Mami akan siapkan kamar kalian " Ujar Ana , anggukan kepala oleh Elsa .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚