
Reza memilih menangkan diri di temani Raymond, awalnya dia menolak tapi siapa yang bisa melawan keras kepala seorang Raymond Alexander Mateo .
" Kau ingin bunuh diri malam² ke pantai " Tanya Raymond sambil menatap sekeliling nya .
" Kakak " Raymond menatap Reza yang bersandar di sandaran mobil nya yang sudah terbuka bagian atas nya .
" Apa jika aku meminta berpisah dengan Raine Daddy akan marah " Tanya Reza tanpa membuka matanya .
" Kenapa harus marah ?? Kalian yang menjalaninya jika memang kamu sudah tidak nyaman lepaskan saja " Jawab Raymond .
" Apa perasaan wanita itu gampang berubah ? Bahkan Riane sangat berbeda saat bersama pria itu " Ucap Reza dengan helaan napas .
" Apa perlu aku buat pria itu pergi dari sini " Reza menggeleng " Aku tidak ingin jadi pria jahat kak, kecuali Riane tidak nyaman atas kehadiran nya tapi Raine sendiri menerima nya " Ujar Reza membuka mata menatap lautan malam .
"Apa dia tidak pernah menjelaskan sesuatu " Tanya Raymond .
" Pernah "
" Menurutmu " Reza menghela napas " Entahlah kak,Ucapan dan yang terlihat sangat berbeda " Jawab Reza .
" Gimana keadaan mama " Reza menggeleng " Sejak saat itu aku tidak berani menghubungi mereka kak " Ujar Reza jujur .
" Mama pasti sedih memikirkan mu ,jadi jangan menjauhi mereka " Raymond ikut memejamkan matanya .
" Kau tau kan perjalanan ku dengan Adara tidak mudah , di mana dia harus merasakan sakit berkali² , dan aku bersyukur dia masih bertahan dengan ku, Aku sering melihatnya menangis secara diam² tapi saat ada aku dia sebisa mungkin terlihat biasa saja " Ujar Raymond .
" Kamu tahu Isi kontrak kami bukan ,di saat anak²ku lahir dia harus meninggalkan mereka bersama ku , Dia tidak pernah membantah atau pun melawan ku di saat kami berdebat bahkan sebelum dia melahirkan twins dia pernah memintaku untuk mencintai nya sebagi ibu Nya twins " Lanjutnya lagi .
" Dia harus dewasa sebelum waktunya Za ,apa lagi dia tumbuh dan besar di panti asuhan ,belum lagi di khianati teman dan kekasih nya , Raine dan Adara memiliki sifat yang hampir sama manja saat bersama orang sekitar nya tapi sangat dewasa saat mereka sudah ke luar dari lingkaran itu " Ujar Raymond panjang lebar .
" Riane adik ku kau juga begitu , kita selalu bersama begitu juga dengan Raine . Aku tidak memihak pada siapa ? Tapi carilah kenyamanan kalian " Ucap Raymond
" Malam ini Kaka terlalu banyak bicara !! Apa Kaka Ipar memberikan sesajen " Canda Reza tertawa kecil .
" Sesajen !! Bahkan aku baru mulai puasa " Cibir Raymond kesal .
" Ayo kita pulang , istri ku tidak bisa tidur jika tidak memelukku " Ucap Raymond .
" Bukannya Kaka Puasa " Tanya Reza bingung .
" Biar aku puasa Jika dia tidur harus di peluk Za ,jika Ade kecil ku bangun iya kamu tahu harus bagaimana bukan " Reza terkekeh pelan .
" Baiklah kita pulang " Jawab Reza lalu menyalakan mobilnya .
Toh memang ini juga sudah terlalu larut,Besok juga mereka harus kerja bukan .
Setidaknya Reza sudah merasa tenang sekalipun nanti tidak menjamin Jika berhadapan dengan Riane akan kembali emosi atau tidak .
Sesampai nya di masion Reza dan Raymond langsung menuju kamar mereka masing-masing .
Saat Reza masuk lampu sudah mati semua hanya ada lampu tidur ,bahkan laptop yang di banting nya tadi entahlah ada di mana .
Lalu dia menatap ke arah sofa karena di tempat tidur tidak ada orang nya .
Reza menghela napas saat melihat Raine tertidur di sofa setidaknya wanita itu baik baik saja .
Reza langsung ke tempat tidur king size nya merebahkan tubuhnya .
Selamat malam kak Batin Raine Tersenyum sekalipun hatinya menangis .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Pagi harinya Riane bangun lebih awal,bahkan di luaran sana masih gelap pelayan saja mungkin baru beberapa yang bangun .
Riane melipat selimutnya lalu di satukan dengan bantal lalu di simpan dengan pelan di tempat tidur .
Riane menatap wajah lelap Reza membuat nya Tersenyum .
Lalu dia mengambil iPad nya dan flash disk di masukan dalam tasnya .
Setelah itu dia masuk dalam kamar mandi membersihkan diri.
" Semangat Raine " Gumam Raine saat dirinya sudah di dalam kamar mandi .
Setelah semua nya selesai Riane menuju lemari khusus pakaian Reza .
Menyiapkan pakaian kerjanya Reza dari pakaian dalam hingga yang luarnya Riane siapkan .
" Riane kerja dulu kak " Izin Riane sekali pun Reza tidak memberikan respon .
Lalu Riane meninggalkan kamar itu menuju lantai bawah .
" Non mau ke mana " Tanya pelayan yang tidak sengaja berpapasan dengan nya .
" Kantor BI, ada pekerjaan jadi harus Riane selesai kan dengan cepat " Jawab Riane Tersenyum.
" Tapi di luar masih sedikit gelap non " Ujar pelayan .
" Tidak papa Bi, palingan sampai di kantor sudah terang mari bi " Pamit Raine .
" Sarapan nya ...."
" Di kantor aja bibi " Potong Riane lalu ke luar dari rumah besar itu dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa sopir .
Tepat pukul 06. 45 Reza membuka matanya secara perlahan sebelum akhirnya dia membuka secara keseluruhan.
Lalu Bersandar di tepat tidur mengambil air minum yang selalu ada di atas meja samping tempat tidurnya .
" Apa dia sudah bangun " Gumam Reza saat matanya menatap ke arah sofa yang sudah rapi .
Lalu dia menatap ke samping nya ternyata selimut dan bantal yang di pakai Raine sudah ada di samping nya .
Reza pun turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .
Setelah selesai dia masuk di ruangan walk in close yang ternyata sudah ada pakaian yang di siapkan Raine.
Reza hanya menghela napas lalu memakai pakaian yang di siapkan Raine untuk nya .
Dia memastikan semua penampilannya dari pantulan kaca lalu ke luar dari ruangan itu sambil membawa tas kerjanya .
Sekilas Reza menatap sekeliling kamar nya memastikan bahwa Raine berada di situ tapi hasilnya nol .
" Apa dia berada di kamarnya " Gumam Reza lalu ke luar dari kamarnya menuju lantai satu .
" Riane mana nak " Tanya Elvi saat melihat Reza datang sendirian .
" Reza kira sudah di sini mom " Jawab Reza bingung sambil menarik kursinya.
" Bibi ,tolong panggil kan Raine mungkin dia ada di kamar nya ' Ujar Mommy Ellena
" Non Raine sudah berangkat kerja tuan besar " Semua peserta yang ada di setho menatap ke arah pelayan .
" Maksud nya " tanya Raymond baru aja datang bersama Adara dan twins serta Nany nya .
" Nona Raine berangkat awal tuan ,katanya ada pekerjaan yang harus dia selesai kan " Ucap pelayan lagi .
Apa pekerjaan yang semalam Batin Reza bersalah .
" Apa dia bawa bekal bi " Tanya Elvi.
" Katanya non Raine akan makan di perusahaan nyonya " Jawab pelayan .
" Baiklah ,kembali bekerja " Ujar Daddy Radit.
" Ayo sarapan " Titah Daddy Radit membuat mereka fokus pada makanan yang sudah didepan mereka .
Tapi tidak dengan Reza dia merasa bersalah karena membuat Riane harus bekerja lebih awal .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
*Dukung Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*