
Kini di rumah Raymond sudah di penuhi keluarga serta besan Henry ,di mana ada orang tua Adara ,orang tua Naufal, dan juga Davin yang memang sudah menjadi keluarga juga.
Di taman belakang di sulap senyaman mungkin untuk para ibu hamil itu , mengingat mod ibu hamil berganti² seperti bunglon .
" Mama,Abang mana " Tanya Adara yang baru saja bergabung .
" Masih ke apartemen Risna ,mungkin sebentar lagi ke sini " Jawab Marni Tersenyum lalu mencium pipi Adara begitu juga Adit .
" Anak² mana " Tanya Adit .
" Di atas Pa " Jawab Raymond lalu mencium punggung tangan mertuanya .
" Ayo Bu ,pak " Ajak Elvi pada kedua besannya dengan lembut .
" Makasih Bu, maaf kami datang nya setelah jadi semua " Ujar Marni Tersenyum.
" Sudah ayo, jangan di pikirkan " Marni dan Adit Tersenyum.
" Kamu mau makan apa sayang " Tanya aqila pada ke dua menantunya siapa lagi kalau bukan syahzani dan Raine .
Karena kini para lelaki masih sibuk bercerita biasa !!!
Bisnis ...bisnis ....bisnis Apa lagi kan jika bukan itu
Di mana di sana sudah bergabung ayah Adara dan juga ayah mertua Queen .
" Nanti sama² saja Ma " Jawab mereka bersamaan ,Aqila menggaguk .
Karena memang sebagian orang masih membakar sosis, daging ,dan yang lainnya .
" OPA "
" Gadis ini " Gerutu Henry kesal , sedangkan Faisal dan Naufal hanya bisa terdiam .
" O....."
" Apa ,kau kenapa lagi ?? " Tanya Henry kesal saat melihat cucu pertama nya itu menghampiri nya .
" Koh ada Opa ? Oma mana " Tanya Eliza saat melihat Faisal yang ada di situ .
" Lagi bantu² yang lain sayang ,kenapa berteriak " Tanya Faisal lembut .
" Ah iya Eliza Lupa !! OMA kue Zaza mana " Pekik nya sambil meninggalkan meja para pria .
" Anak itu,Apa aku bunuh saja " Gerutu Henry kesal .
Sedangkan yang lainnya hanya diam, sekalipun ucapan nya kasar tapi Henry tidak akan melakukan hal itu .
Saat semuanya tengah sibuk Rehan datang membisikkan sesuatu pada Raymond .
" Jaga bagian depan, semuanya !! Di apartemen ada yang berjaga " Rehan mengaguk
" Ada tuan " Jawab rehan .
" Baiklah ,Sebagian naik ke lantai 3 " Ujar Raymond .
" Baik tuan " Jawab Rehan lalu meninggalkan meja itu .
Adit dan Faisal yang memang Tidak terlalu paham hanya saling melirik .
" Panggil kan Queen ke ruangan kerja " Titah Raymond pada reza lalu meninggalkan meja itu .
" Iya kak " Jawabnya lalu meninggalkan meja itu .
" Daddy " Henry hanya mengaguk saja " Semuanya akan baik² saja " Ujar Henry.
" Tapi...."
" Jangan tegang , istri mu Orang kuat " Jawab Jose menatap Naufal .
Tidak berselang lama makanan sudah siap saji di atas meja dengan berbagai menu makanan yang siap memanjakan .
" By ' Henry menatap penuh cinta pada sang istri yang memanggil nya dengan suara lembut .
"Makan dulu " Ujar Elvi tanpa suara " Ayo kita makan dulu " Ujar Henry pada semua orang .
" Sayang " Elvi menatap suaminya " Minta pelayan mengantarkan makanan di ruangan kerja " Elvi mengeritkan keningnya lalu menatap sekeliling nya .
Raymond dan Queen tidak ada di antara mereka .
" Sudah jangan di pikirkan ,minta pelayan iya " Lanjut Henry dengan lembut .
" Apa ...."
" Sayang " Panggil Henry lagi, jika sudah begini Elvi harus mengalah .
" Iya By " Jawab Elvi lalu meninggalkan Henry .
Sedangkan dalam ruangan kerja Raymond dan Queen sedang membahas hal yang penting .
Dimana Queen di buat kesal sendiri atas ucapan dari Raymond .
" Tidak Queen, jika kamu sendiri kakak tidak akan keberatan tapi kamu membawa nyawa lain " Hembusan napas Queen semakin jelas .
" Kamu harus ingat anak yang kamu kandung itu nyawa Naufal ,tapi bukan berarti Eliza tidak penting buat nya dan kamu tahu maksud Kaka " Queen semakin di buat bingung .
" Saat ini tujuannya bukan lagi Wanita itu atau Eliza ,tapi kamu !! Dan itu membuat kami takut mengambil langkah mengingat kamu sedang hamil , Belum lagi nanti kami akan menjelaskan pada Naufal kamu pasti sudah tahu reaksinya akan seperti apa " Lanjutnya lagi .
" Apa kami bisa bicara secara langsung " Tanya Queen menatap Raymond .
" Bisa ,tapi kamu bicara dulu dengan Naufal karena aku yakin akan sulit untuk meminta izin padanya " Ujar Raymond .
" Queen akan melakukan nya " Raymond mengaguk .
" Ayo kita makan dulu " Queen mengaguk Tapi saat akan membuka pintu seorang pelayan sudah siap mengetuk pintu .
Sehingga tangan nya terhenti di udara begitu saja .
" Kami makan di sana saja bi, itu buat bibi saja " Ujar Queen lembut .
" Tapi non...."
" Sudah kamu juga butuh tenaga untuk bekerja " Ujar Raymond lalu menggegam tangan Queen meninggalkan tempat itu menuju taman belakang .
Saat sampai di taman belakang tanpa sengaja Naufal menatap sengit kearah Raymond yang berani menggegam tangan Queen .
Dan tidak tahu malunya Raymond malah merangkul pundak wanita itu lalu mencium kepalanya .
" Kau ingin melihat suamimu marah " Queen menatap Raymond lalu menatap ke arah meja .
Di mana suaminya siap membunuh Raymond bahkan sendok dan garpu di tangan nya sudah di genggam erat.
Raymond kembali mencium kepala Queen dengan lembut membuat Naufal berdiri .
" ALEXA " Panggil Naufal dengan suara berat.
Sedangkan Daddy Radit dan yang lainnya hanya menggeleng saja melihat tingkah Raymond.
Tapi beda dengan mertua Queen dan orang tua Adara serta Daniel menatap bingung ke arah Naufal yang terlihat sangat marah .
" Makan " Naufal menatap kesal ke arah Queen yang terlihat biasa saja menuju tempat duduk nya yang di samping Naufal .
" Baby ,Aku mau stiek" Adara pun langsung mengambilkan makanan yang di minta suaminya " Kentang goreng " Adara kembali mengambil kentang Lalu di berikan pada suaminya .
Makan malam itu terasa hangat di mana bisa bertukar cerita dan mengakrabkan diri satu sama lain .
Setalah masalah yang di lewati kini mereka kembali bersama dengan tawa .
Sekalipun masalah selalu saja datang dari arah yang berbeda-beda .
Tapi mereka selalu saling membantu satu sama lain .
" Sayang susu nya " Raine mengaguk lalu mengambil susu yang sudah di berikan Reza setelah di buatkan pelayan .
" Kalian tidur di sini kan " Tanya Daddy Radit menatap satu persatu cucu nya .
" Iya Opa " Jawab mereka bersamaan .
" Daniel katanya mau menikah " Tanya Daddy Radit menatap Daniel .
" Iya tuan " Jawab Daniel tersenyum .
" Kami akan mengirimkan hadiah " Ujar Henry .
" Tidak usah tuan, kehadiran kalian saja sudah membuat saya bahagia " Tolak Daniel halus
" Terima saja ,kapan lagi orang kaya menyumbang padamu " Cibir Naufal membuat Daniel menatap nya horor .
Adara Tersenyum melihat kakaknya yang kesal .
" Tidurlah di sini " Ujar Henry menatap ke dua besannya .
" Tapi tuan...."
" Kami akan meminta pengawal untuk meledakan mobil kalian " Ujar Jose membuat mereka menelan ludahnya secara paksa .
" Ah baiklah ,kami akan tidur sini bukan ide buruk iya kan mom " Ujar Faisal memaksakan senyumnya .
" I-ya Dad " Jawab Desi gugup lalu menatap Queen yang tertawa melihat tingkah Mereka .
Setelah itu mereka larut dalam cerita malam yang baru saja terjadi karena ini pertama kali mereka melakukan dengan besan nya ,jika bisa hanya ada mereka² saja tanpa ada orang lain yang kini sudah menjadi keluarga mereka juga setelah Raymond dan Queen memutuskan menikah .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*Maaf kan author yang baru up dan jarang up juga belakangan ini .
sekali lagi author minta maaf .
Dukung terus karya author like , koment,dan votenya
Selalu jaga kesehatan untuk kalian semua 😘😘😘*