
Pagi harinya Raymond harus terbangun saat mendengar suara Adara muntah dari arah kamar mandi .
Dengan gerakan cepat dia langsung mengibas selimutnya lalu berjalan menghampiri sang istri .
" Baby are ok ?? " Adara mengaguk lemah .
Hoek .....Hoek ......
Raymond memijat belakang leher Adara dengan lembut sambil mengelus punggung wanita itu .
" Dad "
" Iya baby " Jawab Raymond Tersenyum untuk pertama kalinya Adara memanggil nya seperti itu.
" Cape " Jawab Adara lirih.
" Ayo ,Daddy bantu " Ucap Raymond lalu mencuci mulut Adara dengan lembut lalu dia mengangkat tubuh Adara ke luar dari kamar mandi itu .
" Minum dulu " Ujar Raymond memberikan segelas air minum untuk Adara .
" Mau pangkuan " Raymond membawa Adara duduk di pangkuan nya " Minum dulu Mom " Ucap Raymond .
Adara meminum air minumnya di bantu oleh sang suami .
" Makasih " Jawabnya lalu bersandar di bidang dada sang suami yang masih duduk di ujung tempat tidur .
" Mau tidur lagi " Adara hanya mengaguk sambil memejamkan mata karena merasakan pusing .
Raymond menggeser kan duduknya lebih ke tengah lalu bersandar di kepala ranjang.
" Apa dulu mommy juga seperti ini , CUP " Tanya Raymond sambil mengelus punggung Adara dan sesekali dia mencium kepala wanita itu .
" iya, tapi tidak terlalu pusing masih bisa memasak bantu Rosna untuk sarapan atau makan malam "Cicit Adara .
" Maaf ,dulu Daddy....."
" Tidak usah membahas itu ,lagian sekarang kami sudah bahagia berada di samping Daddy " Potong Adara cepat .
" Makasih Baby ,selalu berada di samping ku terima kasih sudah menjadi kekuatan ku, Aku mencintaimu " Ujar Raymond tulus .
" Aku tidak " Raymond tertawa kecil lalu menarik pelan hidung sang istri .
" Mommy Tidak mencintaiku " Adara menggeleng " Yakin " Adara kembali mengaguk .
" Baiklah " Jawab Raymond,tapi setelah itu Adara di buat kaget karena ulah sang suami .
" Daddy " Pekik Adara saat sang suami meremas dadanya dengan lembut .
" Masih tidak mencintai ku " Tanya Raymond lagi .
" Tidak " Jawabnya kesal.
" Aakkkhhh " Adara melototkan matanya saat Raymond sudah berada di atas nya .
" Daddy ingin lihat wajah wanita yang tidak mencintai ku " Ucap Raymond mengelus pipi lembut Adara .
" Dad-dy mau apa ?? Jangan aneh Sssttttt " Raymond tersenyum nakal , saat Adara memejamkan matanya menikmati sentuhan nakalnya .
" Belum masuk mom, baru luar " Ujar Raymond tenang sambil menyusuri bagian luar lahannya .
" Dad....Dy Jangan nanti ..." Adara tidak bisa melanjutkan ucapannya saat tangan Raymond semakin nakal .
Lalu dia menaikan jubah tidur sang istri hingga terlihat lah bagian depan atas yang selalu tidak pakai pelindung jika Malam harinya .
Dengan lahapnya Raymond mengulum,mengisap dan memainkan ujung buah dada Adara .
" Daddy ...ja....Ng...an .." Ujar Adara terbata saat pria itu sudah mengisapnya bak bayi kelaparan .
Saat mulutnya bermain di benda kenyal itu tangan Raymond menyusuri ke arah bawah .
membuka pelan kaki Adara lalu menyapu bagian luar membuat Adara bergetar Tidak karuan .
Belum lagi mulut dan tangan kiri sang suami masih berada di dadanya, ini benar-benar gila .
Adara yang minim iman hanya bisa menikmati sentuhan nakal itu yang nantinya akan membawanya tebang ke awan .
Apa lagi senjata sang suami yang selalu memuaskannya saat memasuki kayanya .
Ah memikirkan saja membuat miliknya berdenyut ingin di masuki .
" Kau basah baby " Bisik Raymond saat jarinya sudah masuk dalam lahan itu .
Bahkan Adara tidak sadar sejak kapan dia membuka kain penutup lahan nya .
" Lakukan lah aku sudah tidak tahan " Raymond Tersenyum nakal .
" Aku mau mandi karena ada rapat penting " Adara langsung membuka matanya menatap sang suami yang sudah duduk kembali .
" Daddy bohong kan " Raymond menggeleng lalu membangun kan Adara untuk mandi bersama .
Kalian pasti bisa tahu sakitnya menahan hasrat yang tidak bisa di tuntaskan bukan .
Bukan hanya kepala yang sakit tapi bagikan bawah selalu berdenyut ingin di puaskan .
Bugh .
" Aku yang memimpin " Ujar Adara kesal sehingga mendorong tubuh Raymond di atas tempat tidur .
" Baby aku harus rapat " Adara tidak peduli ,lalu dia menarik celana traning dan dalaman Raymond sekaligus .
Hap
" Baby Aaarrgghhhh " Raymond memegang kepala Adara yang naik turun memainkan benda itu dengan lidah dan mulutnya yang mengisap dengan kuat .
" Aaahhhh.....Baby .....jangan Aahhhh " Raymond tidak tahan saat Adara memasukan semuanya dalam mulutnya lalu memainkan lidahnya di dalam sana .
Adara semakin cepat menggegerkan mulut dan lidahnya hingga dia merasa milik sang suami mulai membengkak .
Lalu dia menarik mulutnya dan menggegam nya dengan tangan nya dan bergerak dengan cepat .
" Baby ....Dia ....."
" Aaarrgghhhh " Meledak sudah santan kental itu mengenai tangan Adara .
Lalu dia menarik tisu membersihkan tangannya lalu menatap Raymond yang juga menatap nya .
" Baby .....Jangan ...."
Jleb
" Aahhhh "
" Aaarrgghhhh " Raymond hanya bisa menggeram panjang. saat Adara menyatukan benda itu .
" Daddy bilang tadi mau rapat " Raymond Tidak bisa menjawab dia hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan bokong Adara .
Raymond bangun dari baringnya lalu menatap sang istri .
" Kau marah " Adara menatap sengit sang suami lalu bergerak dengan cepat.
" Aaarrgghhhh ...Mommy " Racau Raymond, gila ini benar-benar gila .
Adara membungkam bibir sang suami sambil bergerak dengan nakal di atasnya .
Raymond tidak tahan lagi ,Adara sudah membangunkan jiwa setan nya .
Dengan gerakan cepat dia membalikkan keadaan sehingga kini Adara sudah membelakangi nya dan berpegang pada kepala ranjang .
" Akan ku buat mommy memohon " Unar Raymond yang sudah di liputi gairah .
Jleb ....
"Daddy Hhhhhhhh"
" Aaaarrrgghhhhh"
PLak
" Aaahhh " pekik Adara saat Raymond menampar bokong sintalnya yang semakin kencang .
Raymond berpegangan pada pinggang Adara lalu bergerak dengan cepat .
Suara Erangan dan ******* kedua memenuhi ruangan itu yang tadinya hanya adem ayem.
" Milikmu selalu membuatmu puas baby " Racau Raymond sambil bergerak .
" Daddy Aahh Faster "
" Memohon lah " Ujar Raymond mengehentikan gerakan nya membuat Adara pusing bukan main .
" Daddy i love you ,tolong selesaikan " Pinta Adara .
" Sekali lagi " Ujar Raymond yang siap mengeluarkan senjatanya .
" Tolong selesaikan aku tidak tahan lagi " Raymond tersenyum lalu menghentakan dengan kuat .
" Aahhhh "
" Mendesaahh lah dengan baik Baby " Ujar Raymond lalu kembali bergerak dengan cepat .
" Bersama " Ujar Raymond saat merasa kan milik nya semakin sesak di dalam sana .
" Daddy ....Aku Aahhhh "
Jleb .....jleb ...jleb ....
" Aahhhh "
" AdaraHhhhhhhhhhh" Raymond langsung memeluk Adara lalu membalikkan tubuhnya sehingga kini Adara berada di atasnya terlentang di atas tempat tidur bersama sang suami .
" Kau puas " Adara mengaguk apa lagi milik mereka masih menyatu di bawah sana .
" Ayo mandi, aku harus ke perusahaan " Adara mengaguk lalu bangun dari tubuh sang suami .
Begitu juga Raymond lalu dia menggendong sang istri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
*Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*