
Pagi harinya Adara membuka matanya ruangan yang sangat dia kenal di mana dia sudah sering ke luar masuk di ruangan itu .
Lalu matanya menatap ke arah bawah di mana sang suami tertidur dengan posisi duduk sambil memegang tangan nya dan tangan satunya berada di atas perut nya .
" Honey " Panggil Adara lirih.
" Daddy " Panggil Adara sekali lagi membuat Raymond tersadar sekalipun masih setengah sadar .
" Kenapa tidak tidur di kamar " Raymond membuka matanya menatap Adara .
CUP
" Sudah lama " Adara menggeleng " Masih sakit " Adara kembali menggeleng .
" Jangan ulangi lagi, kamu membuat ku membencimu " Adara hanya tersenyum saja .
" Mulai sekarang kamu harus pakai kursi roda ,jangan membantah dan kamu juga harus memakai lift di sini kamu tidak punya hak untuk berkomentar " Adara hanya bisa menghela napas panjang dan menurut .
Ceklek .
Raymond menatap ke belakang begitu juga Adara .
" Gimana sudah baikan "
" Sudah ,makasih " Amanda hanya mengaguk .
" Aku periksa dulu iya " Raymond menggeser sedikit tempat duduk nya memberikan ruang pada Amanda .
Sedangkan di luar saat Henry dan Elvi akan masuk ke dalam mereka melihat Rifat yang sedang duduk di sofa .
" Amanda di dalam boy " Rifat mengaguk " Iya Dad " Henry dan Elvi pun ikut duduk di sofa itu menemani Rifat.
" Gimana keadaan nya Manda " Tanya Raymond serius .
" Sudah jauh lebih baik dari tadi malam " Raymond menghela napas lega .
" Apa aku masih di sini " Tanya Adara menatap Amanda .
"Kaka ipar sudah bisa ke luar " Jawab Amanda Tersenyum .
" Ambilkan kursinya Nda " Amanda pun mengambil kursi roda yang ada di ruangan itu .
" Apa ....." Adara mengehentikan ucapan nya saat Raymond sudah menatap nya tajam .
" Ayo kak " Raymond mengakat tubuh Adara lalu mendudukkan dengan pelan ke kursi roda .
" Nyaman " Adara hanya mengagguk saja sekalipun dia ingin menolak .
" Buka pintunya dek " Amanda pun membuka pintunya dan Raymond mendorong kursi roda Adara.
Henry,Elvi dan Rif'at langsung berdiri dari duduknya saat melihat pintu terbuka .
" Gimana " Tanya Henry cepat .
" Semuanya sudah membaik Dad " Jawab Amanda .
" Bawa istri mu ke kamar, sementara kalian tidur di bawah,nanti sarapan kalian di antar ke kamar " Adara langsung menatap ke atas melihat sang suami .
" Iya Dad " Jawab Raymond yang tidak peduli pada tatapan sang istri .
Setelah itu Elvi langsung ke dapur di ikuti Henry , sedangkan Amanda dan Rifat kembali ke paviliun karena mereka belum bersiap .
" Jangan mengatakan apa pun, karena itu percuma " Adara menghela napas ,kini mereka sudah berada di kamar tamu .
Sekalipun luas tapi tidak seluas kamar mereka yang di atas ,lalu belum lagi anak² mereka .
" Twins " Raymond mengangkat Adara di dudukan di tempat tidur .
" Ada Nany di atas ,jika kamu merindukan mereka kamu bisa menelpon ke atas ,tapi untuk menjaga mereka sekarang kamu belum bisa hanya menemani mereka bermain " Jawab Raymond tegas .
" bisa aku mandi " Raymond mengaguk " Ayo mandi bersama ,hari ini aku harus ke kantor tapi siang nya aku pulang " Ujar Raymond lembut .
" Mas kerja saja ,aku tidak papa ,kan nanti ada mommy dan Oma ada juga Daddy Opa " Ujar Adara .
" Nanti kerjaan mas menumpuk lagi, kasian anak² jika mas lembur siapa yang temani mereka sedang kan aku mas sudah tahu " Raymond menghela napas .
" Baiklah sore aku pulang seperti biasanya " Adara mengaguk " Ayo mandi katanya mas mau ke kantor " Raymond mengaguk lalu mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
" Yank mungkin sebentar aku tidak bisa mengantarkan makan siang mu " Ujar Reza .
Kini keduanya sedang berada di ruangan ganti setelah melewati panasnya percintaan di dalam kamar mandi yang membuat ke dua nya lebih tepatnya Reza di buat melenguh karena tingkah Raine .
" Apa Kaka tidak ke kantor " Tanya Raine .
" Mungkin ,karena Kaka ipar sakit jadi aku harus mengatur jadwal nya sampai Kaka ipar baikan " Ujar Reza .
" Semoga Kaka ipar cepat sembuh , Dia selalu sakit saat hamil begitu juga saat hamil Twins " Reza mengaguk membenarkan .
" Maka dari itu jangan memaksa kan dirimu saat bekerja ,aku tidak ingin kalian kenapa² " Raine mengaguk .
" Kerjaan ku kebanyakan di handle Endang dan sesekali juga Kaka Ela ke perusahaan " Jawab Raine .
" Aku akan minta Rehan atau Morgan untuk ke sana membantumu " Raine hanya mengaguk saja .
" Ayo Raine bantu " Reza mendekat kan dirinya ke arah Raine .
" Kenapa sudah pakai boxer padahal .....Aww sakit "
" Cepat " Raine mendengus kesal lalu kembali membantu sang suami memakai pakaiannya .
Setelah selesai dengan semuanya kini ke duanya turun ke bawah untuk sarapan .
Ternyata di sana sudah ada Daddy Radit dan juga Henry serta istri mereka .
" Morning Opa , Dad " Sapa Reza .
" Morning Boy " Jawab Henry .
" Kaka Ipar masih di ruangan Dad " Tanya Riane .
" Sudah kamar " Jawab Henry .
Tidak berselang lama Raymond datang bersama Adara yang duduk di kursi roda.
" Kenapa Tidak tunggu di kamar saja " Tanya Daddy Radit menatap cucunya .
" Adara mau makan sama² Opa " Daddy Radit mengaguk saja .
" Kaka ke kantor " Tanya Reza saat melihat penampilan Raymond .
" Hebm ,bukannya ada rapat " Tanya balik Raymond .
" Aku bisa atur ulang ." jawab Reza .
" Tidak usah, jika di undur terus nanti lembur lagi kasian twins " Ujar Raymond .
" Tapi nona Adara ...."
" Ada Daddy sama Opa " Jawab Raymond .
" Sudah ayo Saparan dulu, nanti kalian telah ke kantor " Ujar mommy Ellena.
" Telat pun tidak papa, siapa yang akan memarahi mereka " Ujar Daddy Radit.
" Ayo Makan tidak usah mendengarkan Opa kalian " Ujar mommy Ellena kesal .
" Makan bubur iya " Adara mengaguk pelan .
"Dad ....mi " Adara membalikan kepalanya begitu juga Raymond .
" Kiss Daddy please " Nany pun membawa ke dua anak itu mendekat ke arah Raymond .
Kedua bayi mungil itu mencium Raymond secara bergantian lalu mereka mencium juga Adara hingga berakhir di Reza .
" Cape " Keluh Edward mengundang tawa di meja makan itu .
"Habiskan makan nya iya " Adara mengaguk lalu menyendok bubur yang sudah ada sayuran potongan dagingnya .
Raymond mengambil potongan rotinya sambil menatap Adara yang makan di atas kursi roda .
Begitu juga Reza yang memperhatikan Riane yang makan dengan lahap karena harus mengisi tenaga untuk 3 orang .
" Pelan² jika kurang chef akan kembali memasak " Riane hanya tersenyum saja .
" Apa Reza tidak memberikan kamu makan " Tanya Henry .
" Kalau makanan anak² ku sudah tadi di kamar mandi ,tinggal Raine "
Uhuk ......uhuk .....
Reza mengambil gelas minumnya lalu menatap tajam Raine yang hanya memasang wajah tenang .
" Apa kehamilan mu membuat urat malu mu putus " Ujar Reza kesal .
" Aku hanya mengatakan yang sebenarnya " Jawab Raine tenang .
" Terserah " Jawab Reza .
Sedang kan yang lainnya hanya diam saja mereka sudah terbiasa dengan mulut Raine yang tidak jauh berbeda dengan mulut orang tuanya .
Siapa lagi jika bukan Henry ,Jose, Davin , Jeje dan Alan dan di antara mereka hanya Raine lah penerusnya untuk kalangan wanita !! Hebat bukan .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟