
" Baby bangun "
Setelah sarapan Raymond langsung kembali ke kamar nya sambil membawakan sarapan untuk sang istri .
" Baby " Adara hanya menggelit saja lalu membalikkan badannya .
" Apa aku harus membuatmu bangun " Adara membuka matanya yang terasa berat .
" Aku masih ngantuk " Ujar Adara lemah .
" Sarapan dulu setelah itu baru istirahat karena siang kita akan ke hotel " Ujar Raymond .
" Baiklah aku akan membuat mu lel.."
" Iya aku bangun, apa mas tidak tahu badanku sakit semua pinggangku rasanya mau patah " Ujar Adara kesal .
" Jangan berlaga seolah² kamu korban dan tidak menikmati nya ,bahkan desahanmu menggema di ruangan ini dan perlu kamu ingat bahkan kamu sangat aktif saat memimpin ,jadi bangun makan makanan mu sebelum aku membuatmu tidak bisa jalan sepenuhnya "
Astaga !! Boleh kah Adara mengumpat suaminya saat ini .
Bisa saja jika kamu sudah tidak menyayangi nyawa mu sendiri Adara .
Adara hanya bisa menangis dalam hati ?? Tidak bisa kah suaminya ini peka sedikiti di suapin gitu .
" Makan !! Aku lihat twins " Ajaib sekali suami nya itu sehingga membuat Adara ingin sekali mencium bibirnya itu .
" Iya " Ujar Adara lirih ,sambil mengumpat kesal pada suaminya .
Apa tadi katanya kau menikmatinya lalu dia apa ?? Cih bahkan dia meminta ku memimpin dan bergerak cepat ,aku doakan juniornya mati suri Batin Adara kesal sambil mengambil minuman dia tas meja .
" Jangan mengumpat ku dan membuat mu batal ke acara pernikahan mereka " Ujar Raymond dingin .
Uhuk...uhuk..
Adara menatap suaminya kaget sedang kan Raymond pergi begitu saja .
" Apa dia tahu apa yang aku pikirkan " Gumam Adara lirih
" Terserah ,baguslah kalau dia tahu " Lanjutnya lagi .
" Jagoan ,angel " Nany langsung menyingkir setelah mendengar suara Raymond .
" Kalian sudah mandi " Tanya Raymond mencium kedua anaknya .
" Ayo kita lihat mommy " Ujar Raymond lalu menggendong baby Ed, sedangkan baby El di bawa Nany .
" Kenapa belum makan " Tanya Raymond saat sudah di kamar dan duduk di sofa karena tempat tidur mereka belum di bersihkan .
Sedang kan Nany sudah ke luar setelah meletakkan baby El di dada sang tuan .
" Iya ini aku mau mandi baru sarapan " Ujar Adara kesal .
Suaminya itu memang sangat tidak peka .
Bukannya dia membantunya ke kamar mandi malah dia pergi ke arah kamar anaknya dan mengambil twins .
" Kamu kenapa " Tanya Raymond menatap Adara.
" Aku tidak papa " Ujar Adara ketus .
" Kau lagi PMS " Adara mendengus kesal lebih baik dia ke kamar mandi dari pada meladeni suami nya yang ada di semakin kesal .
" Mommy mu sangat aneh " Ujar Raymond menatap baby Ed .
Sedangkan dalam kamar mandi Adara meringis merasakan sakit bagian bawahnya sambil mengumpat suaminya .
" Jika aku tahu begini ,lebih baik aku Tidak memberitahu nya " Ujar Adara kesal sambil masuk dalam bathup berendam agar lebih baik lagi .
"Tumbuhlah dengan baik, Daddy akan melakukan apa pun untuk kebahagiaan kalian , termaksud membeli dunia jika kalian menginginkan nya dan menukar semua yang Daddy miliki ,Tapi berjanji lah jangan perna membuat mommy kalian Marah atau menangis karena Daddy sendiri yang akan menghabisi kalian berdua "
" Bahkan demi kalian berdua istriku hampir meninggalkanku ,jadi aku tidak kan membiarkan siapa pun menyakiti nya sekalipun itu kalian " Lanjutnya lagi sambil mencium kepala kedua anaknya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Kini mereka sedang bersiap untuk ke hotel di mana acara akan berlangsung di mana pernikahan masal akan di laksanakan .
" Baby bantu aku " Adara hanya bisa menghela napas ,syukur anak² nya ada Nany .
Jika tidak sudah di pastikan gimana sibuknya Adara .
" Kau pakai baju itu " Adara menggaguk sambil membantu suami nya bersiap .
" Ganti ,kau pamer sama siapa " Ujar Raymond kesal .
"Kau menyuruhku mencari pakaian untukmu " Raymond menatap istrinya yang kini memasang dasi untuk nya .
" Agar sesuai " Jawab Adara .
" Apa kau kira, aku cukup banyak waktu untuk memilih gaun untukmu " Raymond menaikan alis nya sebelah " Pilih yang agak tertutup aku menunggumu " Ujar Raymond tanpa beban lalu mencium kening istrinya .
CUP .
" Jangan lupa hapus lipstik mu,kau seperti wanita panggilan " Sabar Adara bukan kah kamu sudah sering mendengar kata² kasar bahkan yang lebih kasar pun pernah .
" Iya suami ku yang sangat tampan ! I love you more Daddy nya anak² " Ujar Adara tersenyum lembut tapi di paksakan .
" Menyebalkan " Gerutu Adara sambil berjalan ke arah gaunnya sedang kan Raymond hanya tersenyum kuda .
Entah kenapa melihat Adara marah dan kesal membuatnya semakin senang .
Apa boleh di bilang itu hoby baru nya !! Entahlah Raymond hanya suka saja melihat wajah nya .
" imut " Gumam Raymond ke luar menemui anak²nya .
" Kalian sudah siapkan keperluan Twins " Tanya Raymond saat melihat ke dua anaknya sudah rapi .
" Sudah tuan, barang²nya sudah ada di mobil " Raymond Mengagukan kepalanya.
" Istirahat lah, jika kalian ingin ke luar silahkan tapi jangan sampai lewat jam 8 malam,dan kalian ingat bukan aturan di sini " Ujar Raymond tegas .
" Baik tuan " Ujar mereka kesenangan .
Kapan lagi kan bisa ke luar menghirup udara bebas .
" pakai ini " Raymond memberikan kartu kredit nya pada Nany .
" Ambil atau saya pecat " Dengan cepat mereka mengambil kartu itu " Terima kasih tuan " Ujar mereka bersamaan .
Sekalipun dingin tapi dia sangat perhatian !!Ah kapan aku punya suami seperti tuan muda Batin salah satu Nany .
Aku iri pada nyonya ,dia mendapatkan suami yang sangat perhatian bahkan pada kami pun begitu Batin Nany lagi .
" Jangan terlalu menghayal ,jika Tidak kesampaian kalian bisa gila " Ujar Raymond ketus lalu meninggalkan kamar Twins.
Sedang kan Nany hanya saling pandang dalam diam .
Apa tuan tahu Batin mereka bersamaan.
" Baby " Panggil Raymond membuat Adara langsung ke luar .
" Apa " Tanya Adara kesal karena dia harus kembali mengatur rambutnya karena ulah suami nya itu .
" Waow ternyata wanita seperti mu cantik juga " Adara hanya bisa memutar bola matanya kesal .
" Twins mana " Tanya Adara .
" Ayo kita ambil mereka baru turun,sebelum nanti sang raja mengamuk " Ujar Raymond .
" Jika mas tidak menyuruh ku ganti pakaian mungkin kita sudah sampai di sana " Ujar Adara kesal .
" Jadi kamu menyalahkan aku ?? Lalu aku biarkan saja kamu memakai baju sialan itu " Ujar Raymond kesal .
" Tidak ,aku yang salah karena memakai baju sialan itu " Ujar Adara menekan ucapan nya .
" Baguslah kalau sadar " Jika tidak mengingat acara adik Iparnya ingin sekali Adara mengunci dirinya di kamar dan tidak mau bertemu suami dinginnya itu .
Iya tuhan apa dulu aku berbuat dosa besar sehingga aku mendapat takdir yang begitu mengesankan Batin Adara menangis .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘
MAAFKAN AUTHOR YANG TELAT UP LOPE² KU .
AUTHOR PADA KALIAN 🥰🥰🥰🥰