ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
mengulang rekan adegan



"istirahat lah " ucap Raymond saat melihat Adara sudah terlelap karena kelelahan


bagaimana tidak bahkan Raymond melakukan nya berjam²


tanpa memikirkan Adara yang sudah kelelahan setelah pelepasan ke duanya


tapi mau tidak mau Adara membiarkan Raymond bermain di atasnya bagaimanapun itu sudah menjadi hak Raymond terlepas dari bagaimana status mereka saat ini


apa lagi Raymond sudah berbicara tentang hak nya !!!!


Raymond bangun dari tidurnya lalu membersihkan pakaian yang berserakan di lantai karena ulah nya sendiri


lalu di masukan ke dalam tong sampah !!


sebelum dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


" kenapa aku tidak bisa menahannya " gumam Raymond sambil mengguyur rambutnya ke belakang


" shiit, bahkan mengingat saja membuat nya bangun kembali, come'n boy sarang mu butuh istirahat juga " ucap Raymond menatap nanar senjatanya


flashback on


" tu-an " panggil Adara lirih karena takut


" aku menginginkan mu " ucap Ray berbisik lalu mencium leher jenjang Adara


membuat tubuh Adara kembali menegang bahkan hanya untuk menatap Raymond saja dia takut , Raymond menatap Adara


GLEK


Adara menelan ludahnya kasar saat melihat mata sayup Raymond yang sudah berkabut


" aku akan melakukan pelan² ,dan ini aku dalam keadaan sadar " ucap Raymond serius


" tapi ....


" aku meminta hak yang seharusnya kau berikan bukan " lagi² Adara menelan salivanya saat Raymond meminta hak


dia bukan orang awam apa lagi dia tumbuh dan besar di panti asuhan jadi sedikit tau tentang hak seorang suami istri


sekalipun pernikahan mereka hanya sebatas di atas kertas tapi di mata agama mereka sah suami istri


" Dara " Adara mengaguk lemah memberikan jawaban " pelan² " Raymond mengagguk


Raymond menekuk lutut Adara dan membukanya sedikit lebar


" kamu tidak terpaksa kan, aku tidak ingin melakukan dengan terpaksa seperti itu hari " Adara mengaguk


seakan mendapatkan lampu hijau , Raymond kembali mencium bibir Adara lembut sedangkan tangannya bermain di area bawah mengusap lembut paha Adara dan bagian luar lembah itu untuk kembali merangsang Adara


Adara memejamkan matanya merasakan darahnya mengalir lebih cepat bahkan otak dan tubuhnya tidak bisa bekerja sama


jika tubuhnya menerima semua sentuhan Raymond beda dengan otak nya ingin berhenti padahal tadi dia sudah mengizinkan Raymond untuk menyentuh nya


" aaahhhh " desah Adara saat benda tumpul itu sudah masuk seluruhnya dalam miliknya tanpa pemberitahuan


Raymond menengadah kepalanya ke atas merasakan pijatan manis dari milik Adara


shittt !!!ini sungguh nikmat sempit umpat Raymond dalam hati


lalu pandangan nya melihat ke bawah,Melihat wajah Adara membuat gairahnya semakin terbakar


entahlah apa yang di buat wanita di bawahnya


yang jelas dia sangat menyukai nya


jika biasanya dia akan memakai wanita hanya sekali


tapi ini sudah yang ke dua kalinya dia bermain dengan Adara


jiwa Raymond melayang terbang saat merasakan miliknya terbenam sempurna dalam milik Adara


sungguh kenikmatan yang luar biasa padahal dia perna melakukan hal ini beberapa kali


tapi dia tidak bisa berbohong jika milik Adara sangat berbeda


Raymond menggerakkan pinggulnya dengan perlahan agar Adara tidak merasa kesakitan


" sa-kit " ucap Adara lirih


karena memang milik Raymond sangat besar dan panjang apa lagi ini ke dua kalinya mereka menyatuh setelah malam itu


" tahan !! setelah ini tidak lagi " Adara hanya mengangguk sedangkan tangannya mencengkram keras sprei tempat tidur


dengan perlahan Raymond menghentakkan lagi dan lagi sehingga rasa sakit yang di rasa Adara kini sudah berubah rasa kenikmatan


setelah Raymond mempercepat gerakan pinggulnya dan tanpa sadar kini kaki Adara sebelah kiri sudah berada di punggung Raymond


" tu- an Aaahhhhh "


" sebut namakuhhhh baby " Desah Raymond sambil menatap Adara


" aaahhhh tu-an ".


Raymond menghentakkan kuat pinggang nya Hingga mencapai GSpot milik Adara


" Rayhh mond " Ray tersenyum menang


" milikmu sangathhhh enak baby aaarrgghhhh " ucap Raymond sambil menggerakkan kasar pinggangnya


Raymond begitu kuat menguasai tubuh Adara sehingga tubuh mereka memandikan peluh keringat bertukar Saliva hingga pelepasan demi pelepasan yang di alami Adara membuat tenaganya habis dan tak bedaya saat merasakan sensasi yang luar biasa di bagian perut bawahnya


hampir 3 jam mereka melakukan hingga akhirnya Raymond merasakan miliknya membengkak dan terasa penuh


apa lagi milik Adara yang semakin sempit saat miliknya membengkak


membuat nya semakin bergerak kasar


" tu-an aku aaahhhhhhh "


" bersama"


aaaakkkkkhhhhh


aaarrrggggghhhhhhh


Raymond menghentakkan kuat miliknya ke dalam sana bahkan dia menahan pinggang Adara agar miliknya masuk dengan sempurna


" aku tidak janji akan tidak melakukan lagi " gumam Raymond sebelum menjatuhkan tubuhnya di samping Adara yang sudah lebih dulu terlelap karena lelah


flashback off


Raymond ke luar dari ruangan dengan wajah segarnya tapi langkah nya terhenti saat Melihat Reza sudah dalam ruangan nya


" siapa yang mengizinkan mu " ucap Raymond dingin


" maaf tuan, sudah 3 jam saya menunggu di luar dan sebentar lagi waktunya jam makan siang " ucap Reza


" sejak kapan kau masuk " tanya Raymond lalu duduk di kursi kerjanya


" 20 Menit yang lalu " Raymond bernapas lega


" pesankan pakaian wanita " Reza menatap Raymond kaget


" Adara sedang tidur di dalam dan dia kelelahan " lanjutnya lagi


" maaf, apa tuan melakukan " Raymond mengaguk


" tapi tuan Sur......


" dia istri ku za, itu yang harus kamu ingat " ucap Raymond tegas


dia tidak peduli dengan isi kontrak itu ,toh di surat itu jelas tertulis hanya dia yang bisa merubah isinya dan mengakhiri nya


" iya tuan " ucap Reza, lalu mengirim pesan pada anak buahnya untuk membeli pakaian wanita lengkap dengan semuanya


" suruh perempuan " titah Raymond


" iya tuan " ucap Reza ,dia juga bukan orang bodoh


mana mungkin menyuruh anak buah laki² nya untuk membeli pakaian wanita apa lagi dengan dalaman nya bisa² pikiran mereka melalang buana


" pesan makanan za ,aku lapar " ucap Raymond


" aku mendengar nya za " ucap Raymond tegas


" maaf tuan, saya akan memesan makan siang " ucap Reza cepat


" maaf tuan ,apa sekalian kita pesankan dengan nona Adara juga " Raymond menatap pintu kamar pribadi nya


" tidak perlu ,nanti makanan nya dingin pesankan juga dengan rehan " Reza mengaguk paham


setelah memesan makanan kini ke duanya kembali fokus pada kerjaan masing²


tok ....tok ....


" masuk " ucap Reza lalu berdiri dari kursi kerjanya


" makan siangnya tuan " ucap OB yang bertugas khusus lantai itu


" apa kamu sudah memberikan yang di depan " tanya Reza


" sudah tuan " Reza mengaguk,sedang OB itu menyusun makan siang mereka di atas meja


" sudah tuan permisi " ucapnya


" hebm "


" tuan makanannya sudah siap " Raymond mengaguk


" tunggu sebentar " ucap Raymond tanpa mengalihkan pandangannya


" ayo " ucap Raymond setelah selesai


" baik tuan " ucap Reza lalu memberikan makanan Raymond


Reza memang selalu melayani Raymond terlebih dahulu jika mereka berada di luar begitu juga di kantor dan di tempat mana saja mereka berada


sedangkan dalam kamar Adara menggelit merasakan badan nya seolah remuk semua dan tulang² nya ke luar dari badannya belum lagi rasa lapar yang sudah menghantui nya dengan terpaksa Adara harus membuka matanya


" dia benar² membuatku mati dengan cepat setelah itu meninggal ku seperti itu hari " gumam Adara kesal lalu menarik selimutnya untuk menutup tubuh polosnya


" aawww "


gerakan Adara terhenti saat merasa bagian pangkal pahanya perih


" masih saja sakit " ucap Adara lalu kembali berdiri dengan pelan


dia ingin mandi karena tubuhnya terasa lengket setelah percintaan yang memakan waktu 3 jam


Raymond benar² membuatnya seperti seorang mangsa yang akan kabur sehingga tidak memberikan jeda untuk nya istirahat atau hanya sekedar bernapas


" pakaian "


Adara mengedarkan pandangannya mencari pakaian nya tapi tidak satupun yang dia lihat


tidak ingin membuang waktu dia memilih mandi toh di dalam ruangan itu ada handuk


nanti dia akan bertanya pada Raymond karena hanya dia yang tau


sedangkan di luar kamar Raymond dan Reza sedang menyantap makan siang mereka


" pakaianku mana " Raymond dan Reza melihat ke arah sumber suara


" tunduk za " bentak Raymond saat Reza ikut melihat Adara yang berdiri di ambang pintu kamar pribadi bos nya


" maaf tuan " Raymond hanya berdecak saja lalu menghampiri Adara sambil membawa paper bag pakaian wanita yang sudah di pesan Reza tadi


" apa kamu tidak lihat ,jika di ruangan ku ada orang " ucap Raymond kesal


bagaimana tidak Adara ke luar hanya menggunakan lilitan handuk yang hanya sebatas paha


sedangkan kaki jenjangnya terekspos sangat jelas


bahkan Reza menelan ludahnya paksa saat melihat nya walaupun hanya seperkian detik saja


" ma-af tuan saya kira anda sendirian " ucap Adara lirih


" ini pakai bajumu dan ke luar makan " Adara mengambil paper bag yang di serahkan Raymond lalu kembali masuk dalam kamar


" CK, come'n boy tenang " gumam Raymond saat melihat punggung mulus Adara apa lagi wanita itu keramas menambah kecantikan semakin terpancar


Raymond kembali ke tempat duduk nya kembali untuk menghabiskan makan siangnya


tapi matanya menatap Reza dengan wajah yang memerah


" kamu kenapa " tanya Raymond heran


" ti- dak tuan " ucap Reza gugup


shittttt !! batin Reza


" jika berani kamu memikirkan Adara ,habis lah kamu Reza " ucap Raymond menekan ucapan nya


" maaf tuan, tapi saya laki² normal ,permisi " ucap Reza bangkit dari duduknya ke luar dari ruangan itu


" aku akan membunuhmu Reza " teriakan Raymond menggelegar dalam ruangan itu


sehingga membuat seorang wanita yang baru saja ke luar kaget bukan main


" apa yang terjadi " gumam Adara


lalu berjalan ke arah meja kerjanya


" mau ke mana " tanya Raymond saat melihat bayangan wanita itu


" mau ke luar sebentar tuan " ucap Adara sambil mengambil tasnya


" sebentar lagi makan siang mu akan sampai tunggu saja " Adara menyimpan kembali tas nya lalu duduk di meja kerjanya


sedangkan Raymond kembali melanjutkan makannya sendirian tanpa Reza


Adara berdiri dari kursinya tujuan nya melihat rehan


ceklek


" apa mas rehan sudah makan " tanya adara saat pintu ruangan itu terbuka


awalnya rehan bingung menatap sang nyonya karena penampilan nya sudah berubah


bahkan pakaian yang iya kenakan sudah berbeda


" mas rehan " rehan membalikkan kesadaran nya


bisa gawat jika sang bos mengetahui pikirkan nya


" sudah nyonya " Adara mengaguk lalu masuk kembali ke dalam


" apa yang kamu inginkan " tanya Raymond dingin


" hanya bertanya saja tuan, apa mas rehan sudah makan atau belum " ucap Adara jujur


" mas " Raymond menatap Adara mengkerut kan keningnya


" i....iya tuan " jawab Adara gugup


ada ada yang salah dengan ucapan nya !!!! jawaban


sangat salah !!


" kau memanggil rehan mas, sedangkan dia bodyguard pribadimu " Adara mengaguk


"ganti panggilan " ucap Raymond tegas


" tapi mas rehan " Raymond menatap Adara " rehan lebih tua dari saya tuan ,sangat tidak sopan saat saya hanya memanggil nya nama " ucap Adara menjelaskan


" bukan urusan ku " ucap Raymond ,Adara hanya mengangguk saja


jika melanjutkan lagi sudah di pastikan dia akan pingsan saat ini juga


karena berdebat dengan Raymond perlu tenaga yang banyak


sedangkan dia belum mengisi tenaga nya setelah di gempur 3 jam