
"istirahat lah " ucap Raymond saat melihat Adara sudah terlelap karena kelelahan
bagaimana tidak bahkan Raymond melakukan nya berjam²
tanpa memikirkan Adara yang sudah kelelahan setelah pelepasan ke duanya
tapi mau tidak mau Adara membiarkan Raymond bermain di atasnya bagaimanapun itu sudah menjadi hak Raymond terlepas dari bagaimana status mereka saat ini
apa lagi Raymond sudah berbicara tentang hak nya !!!!
Raymond bangun dari tidurnya lalu membersihkan pakaian yang berserakan di lantai karena ulah nya sendiri
lalu di masukan ke dalam tong sampah !!
sebelum dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri
" kenapa aku tidak bisa menahannya " gumam Raymond sambil mengguyur rambutnya ke belakang
" shiit, bahkan mengingat saja membuat nya bangun kembali, come'n boy sarang mu butuh istirahat juga " ucap Raymond menatap nanar senjatanya
flashback on
" tu-an " panggil Adara lirih karena takut
" aku menginginkan mu " ucap Ray berbisik lalu mencium leher jenjang Adara
membuat tubuh Adara kembali menegang bahkan hanya untuk menatap Raymond saja dia takut , Raymond menatap Adara
GLEK
Adara menelan ludahnya kasar saat melihat mata sayup Raymond yang sudah berkabut
" aku akan melakukan pelan² ,dan ini aku dalam keadaan sadar " ucap Raymond serius
" tapi ....
" aku meminta hak yang seharusnya kau berikan bukan " lagi² Adara menelan salivanya saat Raymond meminta hak
dia bukan orang awam apa lagi dia tumbuh dan besar di panti asuhan jadi sedikit tau tentang hak seorang suami istri
sekalipun pernikahan mereka hanya sebatas di atas kertas tapi di mata agama mereka sah suami istri
" Dara " Adara mengaguk lemah memberikan jawaban " pelan² " Raymond mengagguk
Raymond menekuk lutut Adara dan membukanya sedikit lebar
" kamu tidak terpaksa kan, aku tidak ingin melakukan dengan terpaksa seperti itu hari " Adara mengaguk
seakan mendapatkan lampu hijau , Raymond kembali mencium bibir Adara lembut sedangkan tangannya bermain di area bawah mengusap lembut paha Adara dan bagian luar lembah itu untuk kembali merangsang Adara
Adara memejamkan matanya merasakan darahnya mengalir lebih cepat bahkan otak dan tubuhnya tidak bisa bekerja sama
jika tubuhnya menerima semua sentuhan Raymond beda dengan otak nya ingin berhenti padahal tadi dia sudah mengizinkan Raymond untuk menyentuh nya
" aaahhhh " desah Adara saat benda tumpul itu sudah masuk seluruhnya dalam miliknya tanpa pemberitahuan
Raymond menengadah kepalanya ke atas merasakan pijatan manis dari milik Adara
shittt !!!ini sungguh nikmat sempit umpat Raymond dalam hati
lalu pandangan nya melihat ke bawah,Melihat wajah Adara membuat gairahnya semakin terbakar
entahlah apa yang di buat wanita di bawahnya
yang jelas dia sangat menyukai nya
jika biasanya dia akan memakai wanita hanya sekali
tapi ini sudah yang ke dua kalinya dia bermain dengan Adara
jiwa Raymond melayang terbang saat merasakan miliknya terbenam sempurna dalam milik Adara
sungguh kenikmatan yang luar biasa padahal dia perna melakukan hal ini beberapa kali
tapi dia tidak bisa berbohong jika milik Adara sangat berbeda
Raymond menggerakkan pinggulnya dengan perlahan agar Adara tidak merasa kesakitan
" sa-kit " ucap Adara lirih
karena memang milik Raymond sangat besar dan panjang apa lagi ini ke dua kalinya mereka menyatuh setelah malam itu
" tahan !! setelah ini tidak lagi " Adara hanya mengangguk sedangkan tangannya mencengkram keras sprei tempat tidur
dengan perlahan Raymond menghentakkan lagi dan lagi sehingga rasa sakit yang di rasa Adara kini sudah berubah rasa kenikmatan
setelah Raymond mempercepat gerakan pinggulnya dan tanpa sadar kini kaki Adara sebelah kiri sudah berada di punggung Raymond
" tu- an Aaahhhhh "
" sebut namakuhhhh baby " Desah Raymond sambil menatap Adara
" aaahhhh tu-an ".
Raymond menghentakkan kuat pinggang nya Hingga mencapai GSpot milik Adara
" Rayhh mond " Ray tersenyum menang
" milikmu sangathhhh enak baby aaarrgghhhh " ucap Raymond sambil menggerakkan kasar pinggangnya
Raymond begitu kuat menguasai tubuh Adara sehingga tubuh mereka memandikan peluh keringat bertukar Saliva hingga pelepasan demi pelepasan yang di alami Adara membuat tenaganya habis dan tak bedaya saat merasakan sensasi yang luar biasa di bagian perut bawahnya
hampir 3 jam mereka melakukan hingga akhirnya Raymond merasakan miliknya membengkak dan terasa penuh
apa lagi milik Adara yang semakin sempit saat miliknya membengkak
membuat nya semakin bergerak kasar
" tu-an aku aaahhhhhhh "
" bersama"
aaaakkkkkhhhhh
aaarrrggggghhhhhhh
Raymond menghentakkan kuat miliknya ke dalam sana bahkan dia menahan pinggang Adara agar miliknya masuk dengan sempurna
" aku tidak janji akan tidak melakukan lagi " gumam Raymond sebelum menjatuhkan tubuhnya di samping Adara yang sudah lebih dulu terlelap karena lelah
flashback off
Raymond ke luar dari ruangan dengan wajah segarnya tapi langkah nya terhenti saat Melihat Reza sudah dalam ruangan nya
" siapa yang mengizinkan mu " ucap Raymond dingin
" maaf tuan, sudah 3 jam saya menunggu di luar dan sebentar lagi waktunya jam makan siang " ucap Reza
" sejak kapan kau masuk " tanya Raymond lalu duduk di kursi kerjanya
" 20 Menit yang lalu " Raymond bernapas lega
" pesankan pakaian wanita " Reza menatap Raymond kaget
" Adara sedang tidur di dalam dan dia kelelahan " lanjutnya lagi
" maaf, apa tuan melakukan " Raymond mengaguk
" tapi tuan Sur......
" dia istri ku za, itu yang harus kamu ingat " ucap Raymond tegas
dia tidak peduli dengan isi kontrak itu ,toh di surat itu jelas tertulis hanya dia yang bisa merubah isinya dan mengakhiri nya
" iya tuan " ucap Reza, lalu mengirim pesan pada anak buahnya untuk membeli pakaian wanita lengkap dengan semuanya
" suruh perempuan " titah Raymond
" iya tuan " ucap Reza ,dia juga bukan orang bodoh
mana mungkin menyuruh anak buah laki² nya untuk membeli pakaian wanita apa lagi dengan dalaman nya bisa² pikiran mereka melalang buana
" pesan makanan za ,aku lapar " ucap Raymond
" aku mendengar nya za " ucap Raymond tegas
" maaf tuan, saya akan memesan makan siang " ucap Reza cepat
" maaf tuan ,apa sekalian kita pesankan dengan nona Adara juga " Raymond menatap pintu kamar pribadi nya
" tidak perlu ,nanti makanan nya dingin pesankan juga dengan rehan " Reza mengaguk paham
setelah memesan makanan kini ke duanya kembali fokus pada kerjaan masing²
tok ....tok ....
" masuk " ucap Reza lalu berdiri dari kursi kerjanya
" makan siangnya tuan " ucap OB yang bertugas khusus lantai itu
" apa kamu sudah memberikan yang di depan " tanya Reza
" sudah tuan " Reza mengaguk,sedang OB itu menyusun makan siang mereka di atas meja
" sudah tuan permisi " ucapnya
" hebm "
" tuan makanannya sudah siap " Raymond mengaguk
" tunggu sebentar " ucap Raymond tanpa mengalihkan pandangannya
" ayo " ucap Raymond setelah selesai
" baik tuan " ucap Reza lalu memberikan makanan Raymond
Reza memang selalu melayani Raymond terlebih dahulu jika mereka berada di luar begitu juga di kantor dan di tempat mana saja mereka berada
sedangkan dalam kamar Adara menggelit merasakan badan nya seolah remuk semua dan tulang² nya ke luar dari badannya belum lagi rasa lapar yang sudah menghantui nya dengan terpaksa Adara harus membuka matanya
" dia benar² membuatku mati dengan cepat setelah itu meninggal ku seperti itu hari " gumam Adara kesal lalu menarik selimutnya untuk menutup tubuh polosnya
" aawww "
gerakan Adara terhenti saat merasa bagian pangkal pahanya perih
" masih saja sakit " ucap Adara lalu kembali berdiri dengan pelan
dia ingin mandi karena tubuhnya terasa lengket setelah percintaan yang memakan waktu 3 jam
Raymond benar² membuatnya seperti seorang mangsa yang akan kabur sehingga tidak memberikan jeda untuk nya istirahat atau hanya sekedar bernapas
" pakaian "
Adara mengedarkan pandangannya mencari pakaian nya tapi tidak satupun yang dia lihat
tidak ingin membuang waktu dia memilih mandi toh di dalam ruangan itu ada handuk
nanti dia akan bertanya pada Raymond karena hanya dia yang tau
sedangkan di luar kamar Raymond dan Reza sedang menyantap makan siang mereka
" pakaianku mana " Raymond dan Reza melihat ke arah sumber suara
" tunduk za " bentak Raymond saat Reza ikut melihat Adara yang berdiri di ambang pintu kamar pribadi bos nya
" maaf tuan " Raymond hanya berdecak saja lalu menghampiri Adara sambil membawa paper bag pakaian wanita yang sudah di pesan Reza tadi
" apa kamu tidak lihat ,jika di ruangan ku ada orang " ucap Raymond kesal
bagaimana tidak Adara ke luar hanya menggunakan lilitan handuk yang hanya sebatas paha
sedangkan kaki jenjangnya terekspos sangat jelas
bahkan Reza menelan ludahnya paksa saat melihat nya walaupun hanya seperkian detik saja
" ma-af tuan saya kira anda sendirian " ucap Adara lirih
" ini pakai bajumu dan ke luar makan " Adara mengambil paper bag yang di serahkan Raymond lalu kembali masuk dalam kamar
" CK, come'n boy tenang " gumam Raymond saat melihat punggung mulus Adara apa lagi wanita itu keramas menambah kecantikan semakin terpancar
Raymond kembali ke tempat duduk nya kembali untuk menghabiskan makan siangnya
tapi matanya menatap Reza dengan wajah yang memerah
" kamu kenapa " tanya Raymond heran
" ti- dak tuan " ucap Reza gugup
shittttt !! batin Reza
" jika berani kamu memikirkan Adara ,habis lah kamu Reza " ucap Raymond menekan ucapan nya
" maaf tuan, tapi saya laki² normal ,permisi " ucap Reza bangkit dari duduknya ke luar dari ruangan itu
" aku akan membunuhmu Reza " teriakan Raymond menggelegar dalam ruangan itu
sehingga membuat seorang wanita yang baru saja ke luar kaget bukan main
" apa yang terjadi " gumam Adara
lalu berjalan ke arah meja kerjanya
" mau ke mana " tanya Raymond saat melihat bayangan wanita itu
" mau ke luar sebentar tuan " ucap Adara sambil mengambil tasnya
" sebentar lagi makan siang mu akan sampai tunggu saja " Adara menyimpan kembali tas nya lalu duduk di meja kerjanya
sedangkan Raymond kembali melanjutkan makannya sendirian tanpa Reza
Adara berdiri dari kursinya tujuan nya melihat rehan
ceklek
" apa mas rehan sudah makan " tanya adara saat pintu ruangan itu terbuka
awalnya rehan bingung menatap sang nyonya karena penampilan nya sudah berubah
bahkan pakaian yang iya kenakan sudah berbeda
" mas rehan " rehan membalikkan kesadaran nya
bisa gawat jika sang bos mengetahui pikirkan nya
" sudah nyonya " Adara mengaguk lalu masuk kembali ke dalam
" apa yang kamu inginkan " tanya Raymond dingin
" hanya bertanya saja tuan, apa mas rehan sudah makan atau belum " ucap Adara jujur
" mas " Raymond menatap Adara mengkerut kan keningnya
" i....iya tuan " jawab Adara gugup
ada ada yang salah dengan ucapan nya !!!! jawaban
sangat salah !!
" kau memanggil rehan mas, sedangkan dia bodyguard pribadimu " Adara mengaguk
"ganti panggilan " ucap Raymond tegas
" tapi mas rehan " Raymond menatap Adara " rehan lebih tua dari saya tuan ,sangat tidak sopan saat saya hanya memanggil nya nama " ucap Adara menjelaskan
" bukan urusan ku " ucap Raymond ,Adara hanya mengangguk saja
jika melanjutkan lagi sudah di pastikan dia akan pingsan saat ini juga
karena berdebat dengan Raymond perlu tenaga yang banyak
sedangkan dia belum mengisi tenaga nya setelah di gempur 3 jam