ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Bicara



Raine memilih pulang lebih awal hari ini karena perasaan nya sedang tidak baik² saja .


Saat masuk dalam rumah dia mendengar gelak tawa dari ruangan tengah .


Raine mencoba ke ruangan tengah di mana di sana ada ke dua orang tuanya , Daddy Radit , mommy Ellena, Adara serta twins .


" Selamat sore " Semua orang menatap ke sumber suara seketika ruangan itu hening .


" Ayo dek sini " Ujar Adara lembut .


" Sayang itu Aunty Riane " Ujar Adara pada twins yang membuat kedua bayi itu tersenyum .


" Raine ke kamar saja kak ,mari " Pamit Riane tersenyum paksa lalu meninggalkan ruangan itu .


" Kamu bisa Riane " Gumamnya sambil menapaki anak tangga .


" Sampai kapan kau akan mendiamkan anakmu " Ujar Daddy Radit .


" Maaf, Elvi hanya tidak tahu mau berbuat apa " Ujar Elvi lirih .


" Sudah tidak usah di bahas " Ujar mommy Ellena .


"Elvi akan bicara nanti setelah makan malam " Daddy Radit mengagukan kepalanya .


Sedangkan dalam kamar Raine memilih duduk di karpet bulu sambil bersandar di sofa .


" Kamu kuat Raine, kamu bisa sekalipun kamu sendiri " Ujar nya Tersenyum paksa .


Riane menatap lurus ke depan entahlah apa yang dia pikirkan saat ini .


Tapi yang pasti dia ingin tenang itu saja tidak lebih .


Setelah lama melamun Raine berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .


Hanya butuh 10.menit karena Riane mandi menggunakan shower lalu masuk dalam ruangan walk in close .


Lalu dia ke luar dengan pakaian lengkap nya dan kembali duduk di sofa sambil menyalakan tv mengusir rasa bosannya.


Karena ikut bergabung pun semua terasa hambar seolah dia tidak ada ,jadi dia memilih di kamar saja agar tidak membuat ketenangan orang terganggu .


Raine memilih merebahkan tubuhnya di sofa tempat Reza tidur setelah mereka terikat janji suci.


Tanpa sadar dia malah tertidur mungkin lelah atau terlaku banyak pikiran Raine tertidur dengan tv yang menyala.


Tidak berselang lama Reza memasuki kamar, tapi langkah nya terhenti saat melihat TV kamarnya menyala .


Lalu dia mendekat ke arah sofa ternyata ada Raine lalu dia mematikan TV setelah itu masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya karena memang sudah sangat lengket.


Reza ke luar sudah dengan pakaian rumah nya ,lalu dia menatap ke arah sofa .


Ternyata Riane belum juga bangun sehingga dia memilih turun sendiri menemui keluarga lainnya .


" Raine mana nak " Tanya mommy Ellena lembut .


" Lagi istirahat oma , seperti nya dia lelah " Jawab Reza lalu mendudukkan bokongnya di dekat baby Twins .


" wah apa kalian sedang arisan " Tanya Queen yang baru datang bersama sang suami .


' Bunda ' Queen hanya tersenyum " Bunda mandi dulu iya " Eliza menggaguk .


" Mandi yang benar jangan mandi 21+ " Cibir Henry menatap tajam menantu nya .


" Iya Dad " Jawab Naufal pasrah membuat yang lainnya tersenyum.


" Kau baru pulang " Tanya Raymond yang baru turun bersama Adara .


Seperti biasa Raymond akan di bantu oleh Adara saat mandi hingga seterusnya .


" Iya tadi singgah di perusahaan setelah pulang dari periksa " Jawab Queen lembut .


" Kami ke atas dulu iya " Mereka mengangguk sebagai jawaban .


" Di mana Raine " Tanya Raymond .


" kamar kak , istirahat " Raymond hanya berdecak saja .


Sedangkan di dalam kamar Raine terbangun lalu menatap jam yang ada di atas tv .


" Jam 5 lewat hampir jam 6 !! Apa Kaka belum pulang " Gumam Queen lalu mengedarkan pandangannya .


" Aku terlalu nyenyak tidurnya sehingga tidak sadar jika dia sudah pulang " Gumam Raine lagi saat melihat tas kerja Naufal .


" Apa dia lagi di bawah !! Aku susul atau tidak iya Tapi jika aku ikut bergabung nanti mommy pergi lagi !! Jadi aku di sini saja " Ucapnya lagi lalu dia mengambil laptopnya dan iPad nya menyelesaikan pekerjaan nya hari ini .


Kini sudah menunjukkan waktu makan malam tapi Raine belum juga turun di bawah .


" Panggil istrimu nak " Ujar Daddy Radit .


" Tidak usah palingan dia sudah kenyang " Adara memukul lengan suaminya .


" Iya Opa " Reza berdiri lalu pergi ke kamar mereka .


Ceklek .


Riane menatap Reza yang baru masuk sambil tersenyum .


" Kaka butuh sesuatu " Tanya Raine berdiri melepaskan laptop yang sejak tadi dia pangku.


" Ini makan malam , kenapa tidak turun " Riane menatap jam .


" Hm kaka makan duluan saja ,Riane masih kenyang tadi sebelum pulang Raine sudah makan " Elak Riane Tersenyum.


Reza langsung ke luar tanpa mengatakan papa lagi .


Bukan tanpa alasan Raine menolak ajakan Reza !! Dia hanya tidak ingin orang yang di meja makan tidak nyaman karena kehadiran nya .


Sehingga dia memilih menahan nya, saat semuanya sudah tidur dia akan turun makan .


" Di mana Riane boy " Tanya Henry saat melihat Reza hanya turun sendirian .


" Masih ada beberapa pekerjaan Dad, dan dia harus menyelesaikan malam ini " Ucap reza sedikit berbohong .


" Tapi dia belum makan " Ujar mommy Ellena .


" Setelah ini Reza antarkan ke kamar Oma " Ujar Reza .


Setelah itu mereka makan malam Tanpa adanya Raine di meja makan itu .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Ceklek .


Reza membuka pintu kamarnya sambil membawa makanan untuk Raine.


" Makan dulu " Ujar Reza membuat Raine menatap nya .


' Kenapa Kaka harus repot-repot membawakan Riane makanan " Ucap Raine.


" Makanlah " Raine menggaguk sedang kan Reza masuk dalam kamar mandi membersihkan dirinya .


" Terimakasih untuk perhatian kecil ini " Gumam Riane lalu menyantap makanan yang di bawah Reza tadi .


Setelah beberapa menit makanan yang di bawah Reza tadi sudah habis, lalu Riane membawa piring ke luar dan memberikan pada pelayan yang lewat.


Lalu dia kembali masuk dalam kamar menyelesaikan pekerjaan nya .


" Apa kerjaanmu banyak "


" Tinggal sedikit kak " Jawab Raine .


" Boleh kita bicara " Riane mengaguk lalu merapikan pekerjaan nya karena memang dia juga ingin bicara dengan Reza .


" Maaf untuk yang tadi ,jika membuat kalian tidak nyaman " Ujar Reza .


" Kenapa Kaka harus meminta maaf " Tanya Raine ,ada rasa sesak di dalam sana , Lagi² Reza selalu mengatakan maaf .


" Aku hanya ingin " Jawab Reza .


" Mungkin mulai besok aku tinggal di rumah Papa ,maaf aku lupa memberikan kartu untuk belanja mu " Reza menyodorkan kartu hitam untuk Raine " Mungkin kamu tidak memerlukan tapi aku harap kamu bisa menerima nya karena aku masih suamimu " Lanjutnya lagi .


" Kenapa harus tinggal di rumah papa ?? Apa segitu menjijikan nya tinggal serumah dan sekamar dengan ku " Tanya Riane sambil menahan sakit .


" Tidak usah pergi ,nyatanya di sini Riane yang salah ,Riane yang membuat semuanya tegang ,aku yang akan pergi " Lanjutnya lagi .


Kamu bisa Riane Batin Riane menguatkan dirinya .


" Raine ambil kartunya , terimakasih banyak " Raine mengambil kartu itu dengan tangan yang gemetar .


" Maaf jika aku sudah menyakiti perasaan kalian, terutama orang tuamu maaf " Ujar Riane menunduk kepalanya .


"Kalau kakak mau istirahat ,tidur saja di tempat tidur soalnya Raine masih mau pakai Sofanya menyelesaikan pekerjaan " Ujar Riane mengalikan pembicaraan .


" Riane " Raine kembali membuka laptopnya menahan sesak di dadanya


" Riane " Panggil Reza ulang .


" Bisa hargai saya sedikit saja " Ujar Reza yang sudah mulai emosi .


BRAK


Reza membanting laptop kerja Riane Hingga membuat layar benda itu retak .


Raine hanya bisa memejamkan matanya menahan semua sakit yang menghimpit dadanya .


" Apa aku begitu tidak berarti untukmu Hah ,Katakan aku harus bagaimana aku sudah membebaskan mu bersamanya !! Lalu aku harus seperti apa ? " Bentak Reza yang sudah tidak tahan lagi menahan semua gejolak di dadanya .


" Maaf " Hanya itu yang ke luar dari mulut Raine .


Reza menghembuskan napas kasar lalu ke luar dari kamar itu untuk menenangkan diri .


Jika tidak dia akan kembali membentak istri nya jadi dia memilih untuk ke luar .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Jreng² jangan tegang semua rileks iya😘😘😘


*Jangan lupa dukung Raymond dan Adara


Reza dan Riane


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟 🌟🌟*