ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Baby Ed dan Baby El



Saat ini keluarga Raymond sendang sarapan,karena bahagia membuat mereka lupa untuk sarapan .


Alhasil mereka meminta pelayan untuk mengantarkan ke rumah sakit dan mommy Ellena juga meminta chef memasakkan makanan khusus untuk Adara .


Saat tengah menikmati sarapan nya,tanpa pamit Amanda langsung membuka pintu ruangan di ikuti suster yang membawa box bayi .


Para wanita langsung berdiri mendekati Amanda tapi itu tidak berlangsung lama karena Amanda langsung memasang badan .


" Mohon menjauh, tolong kerja samanya untuk sementara biarkan Amanda bekerja dulu iya " Ucap Amanda penuh penekanan .


" Oma mau ...."


" Nanti iya Eyang cantik , sekarang biarkan Amanda bekerja dulu ,Amanda harus melakukan IMD pada Kaka ipar ,jadi " Amanda mengusir merek secara halus menggunakan tangannya .


" Mom duduk " Titah Daddy Radit tidak ingin di bantah.


" Tapi Dad .."


" Duduk " Dengan berat hati mereka kembali duduk di tempat nya dengan wajah yang di tekuk .


" Terimakasih Opa " Daddy Radit hanya mengaguk.


" Selamat pagi Kaka ipar, Gimana perasaan nya " Tanya Amanda saat sudah di samping Amanda .


" baik ,tapi perutku masih sakit kepala ku tapi tidak terlalu " Ujar Adara jujur .


" mungkin itu karena efek obat tapi semuanya aman ,untuk perut Kaka ipar untuk sementara jangan dulu banyak bergerak karena Kaka ipar habis Operasi Secar pelan² saja miring kiri atau ke kanan, Kaka ipar sudah makan ?? obatnya sudah di minum kan " Adara mengaguk


" Bisa aku menggendong mereka " Tanya Adara menatap box bayi .


Di mana Raymond sedang menatap ke dua anaknya sambil memainkan jari² mungil mereka .


" Aku periksa dulu perut Kaka ipar iya " Ujar Amanda .


" Iya " Amanda menatap suster untuk menutup kain penghalang.


Agar mereka tidak melihat Amanda memeriksa perut Adara .


Sedangan Raymond sibuk bermain dengan ke dua anaknya .


" Kalian sudah mandi " Tanya Raymond lembut sambil mengelus ke dua pipi anaknya.


" maaf semalam Daddy tidak sempat menjenguk kalian !! Daddy sibuk sama mommy " Ujar Raymond tersenyum kecut .


Tiba² ingatan nya kembali di mana saat dia harus menerima kenyataan pahit .


Bahwa orang yang di cintai nya meninggalkan nya bersama ke dua anaknya .


Dunianya seolah runtuh seketika seolah ada batu besar yang menghimpit dadanya sehingga sakit dan sesak .


Raymond kembali menetaskan air matanya sambil menatap ke dua anaknya .


" Daddy tidak akan mengulangi kejadian ini, dan kalian sudah cukup bagi Daddy " Ujar Raymond tulus .


" Kaka " Raymond langsung menghapus air matanya " Sudah "Amanda mengagukan kepalanya " Jangan bersedih terus Kaka ipar sudah kembali " Raymond hanya tersenyum .


" bantu Amanda gendong si kembar mereka harus menyusu " Raymond mengaguk ,karena memang setelah mengantar si kembar perawat yang membawa si kembar sudah undur diri .


Adara tersenyum dengan mata yang sudah berembun saat melihat ke dua anaknya kini sudah berada di depannya .


Di mana dia hampir tidak melihat mereka sama sekali tapi dia harus berterima kasih karena masih di berikan kesempatan pada untuk melihat dan menyusui anak² nya .


" Jangan menangis " Adara hanya mengaguk tersenyum .


Amanda meletakan bayi laki² di atas dada Adara , membuat Adara menangis saat merasakan kulit halus itu menyentuh kulitnya .


" Selamat datang sayang ,maaf mommy sempat meninggalkan kalian " Ujar Adara tersenyum .


Raymond mencium kening sang istri dengan lembut .


CUP


" Jangan menangis " Ujar Raymond lembut .


Bayi laki² itu terus bergerak di atas dada Adara ,membuat Amanda tersenyum .


" Biarkan Kaka ipar ,dia sedang mencari sumber makanan nya " Ujar Amanda saat melihat Adara menyerahkan ****** nya ke mulut anaknya .


Hingga akhirnya bayi mungil itu mendapat yang dia cari sejak tadi .


" Sssttt " Desis Adara saat anak laki² nya mulai mengisap .


" Sakit " tanya Raymond panik .


" Sedikit " Ujar Adara lirih .


" Tidak papa , pertama memang akan sakit setelah itu tidak lagi " Ujar Amanda .


Seakan tahu apa yang sedang di lakukan sang kakak ,bayi mungil yang sedang di gendong sang Daddy itu seolah memberikan syarat bahwa dia juga ingin makan .


oek ....oek....oek....


" Mas "


" Gimana ini " Tanya Raymond bingung .


" Mungkin dia juga lapar ,sini sama Manda dulu " Raymond memberikan anaknya pada nya .


Seolah paham apa yang di ucapkan sang Daddy,bayi mungil itu melepaskan isapannya .


" anak pintar " Raymond mengambil pelan tubuh anaknya " maaf Daddy mengganggu mu ,tapi adekmu juga haus nanti setelah ini jagoan minum lagi " Ujar Raymond merasa bersalah .


" Dia benar² haus bahkan langsung tahu di mana letaknya " Amanda tertawa kecil saat melihat bayi mungil yang berwajah imut itu, setelah itu di rasa kenyang Raymond memberikan anak sulung nya untuk menyusui lagi karena tadi harus mengalah pada sang adik .


Hingga akhirnya ke dua anak Raymond sudah selesai dan kembali di letakan dalam box bayi.


Dan sudah di pastikan bukan jika mereka akan menjadi rebutan para wanita dan kamu laki² yang tidak mau kalah .


Raymond membiarkan saja asal anak²nya tidak menangis ,jika sampai itu terjadi sudah bisa di bayangkan jika mereka akan di tendang ke luar .


" Terimakasih sudah memberikan hadiah yang sangat luar biasa , terimakasih tetap bertahan dan kembali bersama kami , I love you more,Maybe you've heard this a lot but I really love you " Ujar Raymond tulus .


" I love you too my cold husband " Ujar Adara tersenyum .


"Abang " Adara memanggil Daniel yang hanya terdiam sejak tadi .


" Ada yang kamu butuhkan " Tanya Daniel ,Adara mengaguk lalu menyuruh nya mendekat .


Daniel mendekat ke tepat tidur Adara dan berdiri di sisi lainnya .


"Bicaralah ,saya lihat dulu si kembar " Adara mengaguk " Terimakasih " Raymond mencium kening sang istri .


CUP


" anything for you " Lalu Raymond menatap Daniel " jangan melewati batas mu " Daniel hanya membalas nya dengan senyuman .


" Abang sudah makan " Tanya Adara basa basi , Daniel mengaguk tersenyum .


" Kapan Papa sama Mama pulang " Tanya Adara yang sudah mulai berkaca-kaca .


" Abang tidak bisa pastikan ,tapi secepatnya Ayah sedang mengurus sesuatu,Ade merindukan mereka " Adara mengagukan kepalanya .


Dia sangat ingin di dampingi sang ibu saat melahirkan tapi takdir berkata lain di mana dia harus melakukan operasi Secar dan ke dua orang tuanya harus berada jauh dari nya .


Dan di sini dia hanya bisa di temani sang Kaka ,tapi bagaimana pun dia tetap bahagia ,dengan kehadiran sang Kaka sudah membuatnya lebih baik dan tidak merasa sendiri.


" Mau menelpon mereka " Tanya Daniel


" Apa tidak mengganggu " Daniel mengaguk lalu mengambil HP nya menghubungi orang tuanya .


Sedangkan di sofa yang agak jauh mereka sedang bertengkar ingin menggendong si kembar .


Dimana Henry dan Elvi tidak membiarkan yang lainnya menggendong cucu pertamanya .


" Ayo lah hen ,kamu bisa menggendong nya tiap hari sedangkan kami jarang berada di sana " Ujar Jose memelas .


" Makanya suruh anakmu menikah ,hei lihat papa kalian sudah menginginkan cucu " Ujar Henry menatap Xavier sama Reza .


" Ayo lah dek , sebentar saja " Ujar Ana ,tapi Elvi menggeleng .


" maaf kak, Elvi masih ingin menggendong nya " Uang Elvi acuh .


" Jangan kan kalian ,Daddy dan mommy saja sudah tidak di izinkan " Ujar Daddy Radit menatap kesal ke arah dua orang yang sedang tersenyum menatap kedua cucunya.


" Dad biarkan baby Ed baby El bersama mereka " Ujar Raymond .


" Baby Ed baby El " beo mereka bersamaan .


" Edward Dara Alexander Mateo pelindung keluarga Alexander Mateo dan my angel  Ella Dara Siagian Mateo Putri cantik dari keluarga Siagian dan keluarga Alexander Mateo " Ujar Raymond tersenyum bangga .


" Kenapa nama Istri mu melekatkan dalam nama mereka " Raymond mengagguk paham " DARA (Adara Raymond ) " Ucap nya sambil menaikan alisnya .


" Nama yang jelek " Ejek Daddy Radit yang masih kesal pada anaknya .


" Ella , Ellena ,Elvi " Ujar mommy Ellena yang tidak mau kalah .


" Elsa juga mom " Timpal Elsa yang tidak ingin ketinggalan .


" Jauh sekali " ujar Aqila ,Nabilla dan Ana bersamaan .


" sama² awalan El " mereka hanya memutar bola matanya jengah mendengar alasan Elsa .


" Daddy, Mommy " Henry dan elvi mendengus kesal lalu memberikan cucunya pada mereka.


Mereka tersenyum senang karena kedua orang tua akhirnya mengalah karena sejak tadi mereka tidak di berikan izin untuk menggendong anak Raymond .


Hanya bisa menyentuh nya itu pun harus beriringan dengan nada² ketus yang ke luar dari mulut pedis Henry .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Kemarin yang tanya² up tenang saja tetap stay dan tunggu saya akan tepati janji untuk up tiap hari


Dukung terus Raymond dan Adara


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😚😚😚