
pagi harinya kesibukan terjadi di keluarga Raymond, karena masih pagi sekali Jose sudah berada di sana atas permintaan sang Daddy .
Sehingga pagi sekali dia dan Aqila sudah berada di rumah mewah itu, sedangkan Xavier memilih tidak ikut dan menemani kakek dan neneknya sarapan di rumah .
Kini mereka sudah berada di meja makan ada Alan dan jeje serta keluarga nya .
" bantu Reza persiapkan semuanya, semalam mereka sudah memilih harus seperti apa nantinya " ujar Daddy radit membuka pembahasan.
" nanti papa jemput Risna asisten Queen di butik jika sudah mau ke hotel " timpal Queen , sedangkan Risna sejak pagi buta meminta izin pulang karena harus menyiapkan dan memeriksa apa kain yang mereka butuhkan ada atau tidak .
" anak gadis Jo, nanti panggil iya siap saja aku nya " ujar Jeje tersenyum .
" maaf istriku sudah lebih dari segalanya " ujar Jose tenang .
" yakin , padahal masih muda Lo pasti sempit " timpal Alan ikut menggoda Jose
prang
" gadis , sempit mau Daddy potong milik kalian " ucap Daddy radit kesal .
Ada² saja kelakuan anaknya jika sudah membahas perempuan,ranjang dan yang lainnya pasti pikiran nya langsung liar .
"galaknya ke luar padahal dia juga pasti menginginkan nya " Daddy Radit menatap tajam Jeje yang hanya di balas senyum kudanya .
" kalian berdua undang yang memang kalian mau undang ,karena Daddy tidak ingin ada kekacauan atau masalah apa pun itu " ujar Daddy radit
" iya dad " ucap Jeje dan Alan
" nanti aku bantu kalian " ujar Henry ,Alan dan Jeje mengaguk saja
" ibu sama mami mau seragaman pakaian nya atau gimana " tanya Queen .
" ibu belum tau sayang " ujar Elsa .
" cepat putuskan karena waktu Queen tidak cukup seminggu lagi, jika seragam agar bisa di bikinkan,dan silahkan pilih mau model gimana nantinya ,Queen tunggu di butik hari ini " titah Queen tidak boleh di bantah .
" Amanda hubungi bunda juga, jadi Queen bisa lihat stok kain cukup atau tidak " lanjutnya lagi .
" sudah Kak, nanti bunda ke sini setelah ayah pergi kerja " Queen mengagukan kepalanya .
" ayah tidak dapat baju sayang " tanya Alan menatap Queen
" ayah bisa ke butik cari sendiri mau seperti apa ?? nanti karyawan di sana yang urus " ucap Queen
" jangan bertanya lagi, kalian bisa ke sana " lanjutnya lagi saat Jeje akan bersuara .
" dengan senang hati sayang " ujar Jeje tersenyum
" Kaka,kalau kami gimana " tanya Syahzani menatap Queen
" terserah kalian mau seperti apa ?? nanti datang saja ke butik pilih tapi jangan meminta ku untuk menjahit karena aku masih fokus pada gaun mereka " ujar Queen
"Kaka Ela sama Kaka sasa sukanya warna apa ?? nanti kita samakan warna saja kalau modelnya tidak papa beda asal serasi saja " ujar si bungsu Raine .
" ide yang bagus ,baiklah nanti sebentar saat jam istirahat kami ke butik Kaka " Queen mengaguk
" Raine nanti ke sana iya " Raine mengaguk kepalanya .
Setelah selesai sarapan kini semua memulai aktivitas nya dengan pekerjaan masing² .
Begitu juga Jose,Alan Jeje dan Henry mereka ikut membantu persiapan anak sulung mereka itu sedang kan Daddy Radit juga menghubungi beberapa teman kolega nya yang masih menjalani komunikasi dengannya .
" suruh anak buahmu membawa mereka saat resepsi nantinya " ujar Raymond ,Reza menatap Raymond dari kaca spion.
" apa mereka tidak akan mengacaukan acara tuan " ucap Reza
" simpan mereka di ruangan khusus dan Jangan biarkan mereka ke luar biarkan mereka melihat lewat layar " ucap Raymond .
" baik tuan " ujar Reza .
" apa ada jadwal penting hari ini " tanya Raymond
" pagi ini ada jadwal meeting setelah itu tinjau lapangan " ujar Reza .
" hanya itu " Reza mengaguk " percepat meeting nya,setelah itu kita kelapangan setelah makan siang kita ke panti " Reza melotot kan matanya .
" kita harus meminta izin sekalipun dia bukan orang tua kangkung nya,tapi mereka yang sudah membesar kan nya " Reza mengaguk paham .
" baik tuan, apa perlu kita membawa sesuatu " Raymond mengaguk " kirimkan semua yang mereka butuhkan apa pun itu " Reza mengaguk paham .
" baik tuan " ujar Reza
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di rumah Elvi cs sedang berdiskusi tentang pakaian yang akan mereka gunakan di temani Adara .
" kalian mau yang seperti apa " tanya mommy ellena ikut bergabung .
" bingung mom " jawab mereka serempak
" bukannya Adara suka ungu ,jadi kalian tinggal tentu kan modelnya " uang mommy ellena
" tidak buruk ,tapi ungunya jangan yang terlalu terang " timpal Nabilla .
" kalau baju Amanda warna apa mom " tanya Nabilla
" nanti juga kalian akan tau,yang penting tidak jauh dari tema " ucap mommy ellena tersenyum
" mommy " rengek Nabilla tapi tidak Mampan untuk mommy ellena .
" kalau putih gimana netral kan " ujar Elsa
" gimana sayang " tanya Elvi meminta pendapat Adara .
"terserah saja mom ,putih atau ungu sama² bagus " ujar Adara
"putih atau ungu " tanya mommy ellena
"atau kalian mau yang warna lain, tidak perlu sama kan dengan tema " lanjutnya lagi
" iya mom ,pilih saja sesuai kemauan mommy dan yang lainnya " ujar Adara menimpali .
" bagaimana " tanya elvi meminta persetujuan
" ok deal, berarti kita ke butik iya kita cari sesuai keinginan kita " ujar Ana semangat
" ok deal " ucap mereka.
" sayang kamu mau ikut " Adara menggeleng " Adara di rumah saja mi " ujar Adara lembut .
" ikut saja ,apa kamu tidak bosan di rumah terus " timpal mommy ellena.
" tidak Oma, adara lebih nyaman di rumah " tolak Adara halus .
" baiklah ,tapi jika ingin menyusul nanti minta sopir yang antar iya " ujar Nabilla lembut
" i-ya " ujar Adara gugup karena belum terbiasa apa lagi Nabilla ibu dari Amanda .
" jangan tegang rileks saja , Raymond anakku juga berarti kamu juga menantuku tidak usah memikirkan yang sudah terjadi " ucap Nabilla lembut
" terimakasih " Nabila hanya mengaguk
" mommy tidak ikut " tanya Ana
" mommy harus pergi bersama Daddy " ujar mommy ellena
" berarti Adara sendirian di sini " tanya Elsa
" ada mba Rosna Bu , sebentar lagi dia ke sini " ujar Adara ,karena memang hanya Rosna yang menemani nya saat di kamar .
" baiklah ,kita pamit kamu jangan aneh² di rumah tunggu Rosna di kamar saja ,jangan lupa makan siang ,nanti mommy suruh pelayan antar ke kamar " Adara hanya mengaguk
" iya sudah kami pamit iya " Adara mengaguk lalu mencium punggung tangan mereka secara bergantian .
" hati² di rumah,kalau mau di belikan sesuatu langsung telepon saja ok " ucap Ana
" baik mi ,hati² " ujar Adara lembut
" sudah sana ke kamar, Oma mau lihat opa dulu sudah selesai menelpon nya atau belum " ujar mommy ellena
" iya Oma " ujar Adara .
lalu pergi ke lantai dua di mana letak kamar mereka dan memilih menunggu Rosna di di kamarnya karena memang selalu seperti itu .