
Setelah menemui tamu undangan Raymond,Adara serta baby Twins naik ke atas untuk memberikan selamat pada pengantin masal itu .
" Seperti nya kalian bahagia sekali "Cibir Raymond mengentikan tawa mereka .
" Kakak " Ucap mereka bersamaan .
" Apa " Jawab Raymond ketus , sedangkan Adara hanya menggeleng saja .
" Selamat Mas Rifat..."
" Jauh " Adara memundurkan langkahnya " Jangan berani menyentuh istri ku " Ujar Raymond tegas membuat Rifat menelan ludahnya kasar .
" Honey "
" Selamat buatmu semoga langgeng sampai tua,jangan lupa buatkan teman buat twins aku saja sekali cetak dapat ,masa kami tidak " Awal yang manis dan di akhiri dengan yang pahit .
" Kaka tenang saja akan aku buat dia sampai tidak bisa jalan " Jawab Rif'at sambil melirik Amanda yang sudah menunduk malu .
" Aku tunggu hasilnya " Tantang Raymond lalu berahli pada adik bungsu laki²nya.
"selamat uncle Rifat,aunty Manda, semoga selalu bahagia " Ujar Adara mewakili anak²nya.
" Terimakasih baby Twins " Jawab Amanda lembut tanpa menyentuh anak itu karena sejak tadi mereka menerima tamu saling bergantian .
" Terimakasih tuan sudah menempatkan waktu datang ke acara yang sederhana ini " Raymond berdecak kesal menatap Radhi yang hanya tersenyum kuda .
" Apa dia masih kuat " Radhi mengangkat jempolnya tanda kuat "Ada juga gunanya kamu libur dua hari " Radhi tertawa kecil " Selamat untuk kalian berdua " Radhi menggaguk" Terimakasih " Raymond hanya diam saja lalu berjalan ke arah samping
" Selamat uncle Radhi,aunty Nia " Ujar Adara .
" Makasih baby El " Jawab Radhi lembut
" melihat kalian berdua membuatku kesal " Ujar Raymond menatap Alister dan Reza .
Bagaimana tidak mereka diam² menghanyutkan tapi tahu² memacari kakak dan adik sendiri , sekalipun bukan keluarga kandung tapi bagi keluarga Mateo mereka semua melebihi keluarga kandung .
"Selamat untuk kalian cepat² buat adik buat twins !! Ah aku lupa Alister harus puasa iya " Alister hanya menatap kesal ke arah Raymond " Selamat berpuasa " Ujarnya sambil menepuk pundak Alister .
" Selamat uncle Alister aunty Manda, selamat juga uncle Vier aunty Sasa " Ujar Adara lembut .
" Terimakasih princess baby El dan prince baby Ed " Ujar mereka membuat Adara tersenyum .
" Ayo baby , kalian semua " Raymond menatap mereka semua " hadiahnya sudah ada di rumah kalian masing-masing " Ujar Raymond lalu turun bersama istrinya .
" Makasih Kaka terbaik " jawab mereka , sedangkan Raymond pergi begitu saja tanpa menjawab ucapan mereka .
" Kalian akan menginap " Raymond menggeleng, lalu pandangan nya jatuh pada ibu hamil yang mulai terlihat perutnya .
" kau sehat " Tanya Raymond ,wanita itu tersenyum lalu mengangguk " Sangat sehat "
Iya Queen dan keluarga kecilnya baru saja sampai tapi belum memberi selamat pada pengantin.
Mereka lebih dulu mendatangi keluarga .
" Kenapa dengan wajahnya " Tanya Alan menatap ke arah Naufal.
" Marah ayah " Ujar Queen apa adanya .
" because " Tanya Raymond .
" Lagi ngidam " Jawab Queen tersenyum, Naufal mendengus kesal .
Padahal bukan karena itu yang dia marahkan menyebalkan bukan .
" Oh ayah kira dia lagi marah pada mantan istrinya " Sindir Alan ketus .
" Ayah " pekik Queen dan Elsa .
"Apa!! Selalu saja kalian membela nya " Ujar Alan ketus .
" Ada Eliza ayah " Alan hanya menaikkan bahunya " bodoh " Ujar Alan .
" Lalu ayah dulu gimana ,baby sugar " Telak Elsa kesal
" Apa !! Ayah tidak suka ,lalu bagaimana dengan yang lain jika dia punya masa lalu begitu juga dengan ayah,bahkan kandungan Queen baik² saja " Alan menutup rapat mulutnya saat sang ratu sudah bersuara .
" Sudah jangan berdebat, sana berikan selamat pada Kaka dan adikmu "Titah Jeje Queen menggaguk .
" Zaza mau sama Opa Jeje " Rengek Eliza
" Kita ke sana dulu sayang, baru Zaza sama Opa iya " Ujar Queen lembut .
" iya " Ujar Eliza lalu meninggalkan mereka .
Raymond tersenyum saat melihat wajah Alan yang terlihat kesal tapi menahan nya
" Jangan tertawa nanti ku bunuh kamu " Ujar Alan kesal .
"Ibu ,ayah mengancam ku dan membuat Istri ku jadi janda " Ujar Raymond memelas
" Ayah tidur di luar " Mana bisa seperti itu !! Tidak akan pernah .
" Mami " Ana menatap Raymond dengan wajah di tekuk .
" Iya " Jawab Ana bingung karena dia lagi bercerita dengan mertua Radhi .
" Papi mengejek ku " Jeje yang tidak tahu papa langsung menatap tajam pada Raymond .
" papi " Jeje menggeleng cepat " Aku tidak tahu papa mi ,serius " Ujar Jeje sambil menaikan tangannya .
" Mas " Adara menatap kesal suaminya " Maaf iya Pi " Ujar Adara lembut .
" Dasar anak kurang ajar " Pekik Jeje tertahan membuat Raymond tersenyum kuda .
"Maaf kami duluan karena ini sudah malam " Ujar Raymond pamit .
" Lo kalian tidak bermalam di sini " Tanya Alan .
" Twins tidak suka tempat baru ayah ,mereka akan menangis seperti di rumah kakek dan neneknya " Ujar Raymond .
" Kalian pulang sama siapa ,pengawal ada " Raymond mengaguk " Ada Rehan dan Morgan " Jawab Raymond .
" Baiklah ,pamit dulu pada yang lainnya " Titah Jeje .
" Iya Pi ,Ayo baby " Adara menggaguk.
" Hati² sayang " Ujar Elsa menatap Adara .
" Iya Bu " Jawab Adara lalu mengikuti suaminya berpamitan pada yang lainnya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Ganti pakaian mereka " Titah Raymond setelah mereka sampai di rumah dan memberikan twins pada Nany yang sudah menunggu mereka sejak pulang dari jalan² tadi .
" Iya tuan " Jawab mereka bersamaan.
" Ayo Baby " Adara mengaguk " Nanti bawa ke kamar iya setelah selesai " Ujar Adara lembut .
" Tidak ,jangan " pekik Raymond cepat.
" kenapa honey " Tanya Adara bingung begitu juga para Nany mereka harus mengikuti yang mana .
" Enak saja ,malam ini kamu bersama ku ,apa kau lupa hah " Bentak Raymond pelan .
Adara mulai was², dia sengaja menyuruh Nany membawa twins ke kamar agar tidak ada kegiatan ranjang dan dia bisa istirahat dengan tenang .
" Maksudnya honey " Tanya Adara dengan mimik wajah bingung nya .
" Jangan pura² lupa, cepat " Adara mendengus kesal " Iya " Ujar Adara ketus .
" Nyonya .."
" Temani Twins seperti biasanya " Ujar Raymond tegas .
" Baik tuan " jawab mereka bersamaan .
" Cih kau ingin menggagalkan kegiatan malam ku " Adara menggeleng cepat " Pintar sekali kamu berbohong " sungut Raymond kesal .
Setelah itu mereka menuju kamar di mana akan terjadi gempa bumi susulan setelah kejadian di hotel .
" Ayo mandi " Adara langsung menggeleng cepat ingatannya berputar mengingat di hotel .
" Kita mandi cepat baby, aku tidak akan menyerangmu di kamar mandi ,tapi di situ " Tunjuk Raymond pada tempat tidur dan sofa .
" Aku lelah mas " Jawab Adara jujur .
" Kau hanya tiduran menerima ,aku yang akan bekerja " Ujar Raymond seolah tuli dengan keluhan istri nya .
" Besok pergilah bersama Raine untuk memanjakan dirimu " Adara langsung tersenyum " Sendiri " Raymond mengaguk " Tapi kamu tahu tidak gratis bukan " Adara mengaguk saja .
Karena yang dia nikmati selama ini tidak ada yang gratis dia libur hanya wanti melahirkan Twins sja tapi setelah itu dia di gempur hingga hampir tidak bisa berjalan .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘
BAGI YANG SETUJU CERITA REZA DAN RAINE DI GABUNG DI SINI KOMENT IYA 🤗🤗🤗🤗