
Pagi harinya di meja makan itu tampak lebih hidup dari sebelumnya ,di mana biasanya akan tampak suram tapi pagi ini semua berkumpul di meja besar itu .
Satu persatu datang mengisi tempat duduk dan melayani suami mereka masing-masing.
Begitu juga Raine yang sudah bergabung di meja makan bersama sang suami .
sebelum nya pagi ini Reza di buat khawatir karena Melihat Raine yang muntah sampai membuat nya lemah .
Padahal ini bukan pertama kali karena selama nyatakan hamil Reza selalu menemani Raine tapi iya hubungan mereka masih dingin.
Bahkan Reza sampai menyalahkan ke dua calon anaknya karena membuat sang istri lemah tapi Riane selalu mengatakan baikยฒ saja .
" Kamu kenapa ?? Apa Amanda tidak memberikan sajian tadi malam " Rif'at mendengus kesal lalu menatap Reza yang hanya memasang wajah biasa .
" Asisten Kaka menyebalkan " Raymond menatap Reza yang khusu dengan makanan nya .
"Apa yang membuatmu sebal orang dia lagi makan " Orang yang tahu kekesalan Rifat hanya tersenyum saja .
" Apa Kaka tau Ade hamil apa " Raymond mengerutkan keningnya " Hamil apa ?? Memang hamil ada apa nya " Tanya balik Raymond yang memang tidak tahu papa .
" Ade hamil twins kak, Dan asisten kak itu menyombongkan dirinya "
" APA " Pekik Raymond dan Radhi yang hampir bersamaan lalu mereka menatap Reza yang hanya tersenyum lalu mencium pipi istrinya .
" Reza " Reza hanya mengaguk saja " Makan yang banyak sayang baby butuh nutrisi " Raine hanya mengaguk saja .
" Kenapa kalian bisa kalah sama dia " Tanya Raymond menatap Radhi dan Rifat .
" Mungkin salah posisi saat membuatnya kak " Celetuk Queen membuat mereka menatap nya .
" Posisi apa ?? Lalu Naufal posisinya benar begitu bahkan kamu juga hamil satu " Cibir Rifat .
" Tapi Queen susah punya anak satu " Balas Queen tak kalah tajam " Jadi Kaka Ray 2 ,Reza dua ,dan aku dua " Lanjutnya lagi .
" Sayang nanti ke perusahaan iya ,aku harus membuat satunya lagi " Ujar Rif'at yang mulai kesal .
" Mana bisa begitu kak "
" Harus bisa
" Tidak boleh " Rifat menatap tajam Amanda " Kau tidak mau " Amanda menghela napas " Iya aku mau " Putusnya dari pada berkepanjangan .
"Sudah jangan berdebat di depan makanan !! Anak itu rezeki mau satu atau dua syukuri karena banyak di luar sana bahkan sampai puluhan atau sampai ajal menjemput mereka tapi mereka tak kunjung di beri momongan ,jadi jangan lagi berdebat kan itu hargai nyawa yang tumbuh dalam tubuh istri kalian sekalipun mereka baru tumbuh sebesar biji kacang ijo ,kepala jarum pentul dan sebagainya tapi mereka bisa merasakan apa yang di rasakan orang tuanya apa lagi ibunya " Ujar Elvi lembut .
" I love you " Elvi membalas nya dengan senyuman .
" Maaf mom, tapi wajah menantu mommy itu menyebalkan " Sedangkan yang di singgung hanya diam saja menunggu sang istri selesai makan,Karena dia sendiri sudah selesai .
" Jangan pulang malam, Opa akan mengadakan bakarยฒ atau kumpulยฒ anggap saja ini sebagai syukuran karena kita belum melakukan papa semenjak dari Queen yang hamil hingga Raine karena keadaan ,Jeje sama Alan bagikan santunan pada panti asuhan dan anak yatim, Henry sama Jose berikan pada orang-orang yang kurang mampu yang ada di jalanan atau di mana saja , jangan lupa panggil mertua mu ke sini " Ujar Daddy Radit sambil menatap Queen .
" Opa Apa boleh tempat Adara dulu " Daddy Radit mengaguk " Makasih opa " Ujar Adara Tersenyum .
" Kalian temani mommy belanja terserah kalian ingin membuat apa " Titah nya pada anak menantunya.
" Iya Dad " Jawab mereka .
" Ayah ,apa Eyang akan membuat acara " Naufal mengaguk " Apa Zaza boleh panggil teman Zaza " Naufal menatap Eliza menaikan alisnya sebelah " Siapa " tanya Naufal .
" Kenapa princess " Tanya Henry menatap Eliza yang sedang berbicara pada sang ayah .
" Zaza mau undang teman Zaza boleh " Tanya Eliza yang memberikan diri .
" Siapa " Kali ini Queen yang bertanya menatap sang anak " Attar bunda " Jawabnya lirih .
" Bukan nya Zaza tidak suka dengan nya " Tanya Naufal bingung .
" Kami sudah baikan yah, dia hanya ingin berteman dengan Zaza ,kata Kaka Morgan juga tidak boleh membenci orang yang ingin berteman dengan kita berdosa " Semua orang melotot kan matanya.
" Kaka Morgan " Ujar para pria hampir bersamaan hanya Naufal yang terdiam karena dia sudah tahu panggilan Elisa untuk pengawal kepercayaan keluarga istri nya .
" I-ya " Jawab Eliza terbata .
" Siapa yang suruh Zaza memanggil nya Kaka " Tanya Alan menatap Eliza.
" berdosa apa dia tidak sadar selama ini apa perbuatan nya sehingga dia berani mengungkit dosa orang lain " Ucap Raymond hampir saja dia mengumpat pria itu jika saja di meja tidak ada Eliza dan kedua anaknya .
" Kapan istri Rehan lahiran son " Tanya Henry .
" Dua atau 3 bulanan Dad " Jawab Raymond .
" Apa istri nya sendirian di apartemen " Raymond menggeleng .
" Dia mengambil pelayan dua orang di rumah ini " Jawab Raymond tenang , Henry hanya mengaguk saja .
Setelah itu mereka saling berpamitan satu persatu menuju tempat sumber rezeki mereka .
Tapi pagi ini ada yang berbeda di mana baby Edward enggan di tinggal sang Daddy Raymond .
" Daddy harus bekerja jagoan, jika tidak bagaimana Daddy membayar tagihan mommy yang sudah pandai memakai uang Daddy " Ujar Raymond lembut .
" Sama mommy iya " Raymond memberikan baby Edward pada Adara .
Tapi hasilnya tetap sama bayi lakiยฒ itu tambah menangis kencang .
" Bawa saja son " Raymond menatap tajam ke arah Jose .
" Apa Papa sudah gila " Tanya Raymond kesal .
" Lalu apa Daddy dulu gila membawamu ke perusahaan yang hampir tiap pagi menangis ikut keperusahan " Ujar Henry menatap Raymond.
" Tapi bagaimana ....."
" Bawa saja dia tidak akan mengganggumu asal susunya ada " Jawab Akan .
" Baby " Adara menatap sekeliling nya hingga akhirnya mengaguk " Aku siapkan dulu barang baby Ed " Raymond mengaguk menunggu Adara .
" Lagian apa yang akan kau buat di perusahaan membantu Daddy juga tidak " Ujar Raymond menatap sang anak yang sudah ada di gendongan nya .
" Memang dulu apa yang kamu buat hanya tiduran sampai membuat kerjaan Papa menggunung " Cibir Jose .
" Sepertinya itu akan terjadi pada Reza " Ujar Jeje Tersenyum.
" Rehan dan Alif akan bersama kami Pi " Jawab Reza karena siang nya dia akan ke perusahaan Ela menemani sang istri makan siang .
" Biarkan saja,jika dia sudah bosan dia tidak akan mengikuti mu " Ujar mommy Ellena .
" Mas " Raymond menatap sang istri yang membawa tas khusus untuk bayi .
" Berikan pada Reza " Adara pun memberikan pada Reza " Maaf iya mas " Reza hanya Mengaguk saja .
" Ayo kita bekerja ,kamu harus bantu Daddy karena popokmu juga butuh uang " Ujar Raymond berdiri sambil menggendong sang anak dengan satu tangan .
" Mas ,Yang benar " Ujar Adara kesal, bagaimana melihat Raymond membawa anaknya tapi itu malah membuat Edwar tertawa .
" Anakmu tidak akan jatuh " Ujar Raymond sambil membawa anaknya ke luar .
" Itu manusia Mas bukan koala " Pekik Adara tapi Raymond pergi begitu saja.
membuat Adara semakin kesal ,jika saja tidak banyak orang ingin sekali memukul kepala suaminya .
Tapi tunggu ?? Apa kalau hanya sendiri Adara akan berani !! Adara Tersenyum sendiri .
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang ๐๐๐๐๐