ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Makan siang



Hari terus berjalan Raine sudah mulai terbiasa mengurus perusahaan milik kakaknya Ela .


Sekalipun awalnya dia sangat kesusahan karena memang dia tidak ada niat mau kerja di perusahaan sekalipun dia jurusan perkantoran saat kuliah dulu .


Saat sedang sibuk dengan berkasnya ada yang membuka pintu ruangan nya tapi Raine mengira itu sekertaris nya .


" Kau sibuk " Seketika wajah Raine berbinar saat mendengar suara yang sangat familiar.


" Tumben " Gumam Raine lirih .


" Kaka " Raine langsung berdiri dari kursi kerja nya berlari ke arah pria itu .


CUP


" Sudah makan " Raine menggeleng senang karena mendapat ciuman sekalipun hanya di kening .


" Kenapa belum makan hm " Tanyanya sambil mengelus kepala Raine dengan lembut .


" Kerjaan Raine banyak " Keluh Raine " Kaka ada urusan di sini " Lanjutnya sambil menatap pria yang kini sedang memeluk nya.


"Ada urusan sedikit dekat sini ,jadi aku singgah sebentar " Ucapnya .


"Ayo makan dulu,aku temani di kantin " Raine menggaguk cepat lalu merangkul lengan pria itu dengan erat .


Sesampainya di kantin semua orang menatap ke arah Raine dan pria itu .


Banyak dari mereka merasa iri karena Raine bisa sesuka hatinya merangkul pria itu yang memang kakaknya sendiri


Siapa lagi kalau bukan Kafeel Hafizhan Syahreza Adhitama Mateo atau sering di panggil Reza sang tangan kanan Raymond Alexander Mateo yang terkenal dingin dan tak tersentuh .


" Mau makan apa " Tanya Reza.


" Apa saja kak ,aku akan makan jika Kaka yang memesannya " Reza hanya menggeleng .


Jika berhadapan dengan sang kekasih dia harus menyiapkan dirinya sekuat mungkin karena selain bar² Raine wanita yang sangat centil tapi tenang itu hanya dengan Reza .


" Baiklah " Jawab Reza lalu memilih makanan siang untuk Raine dan juga dirinya .


Setelah selesai memesan kini mereka kembali fokus bercerita layaknya sepasang kekasih pada umumnya.


Tapi dering Hp Reza membuat mereka harus berhenti .


" Iya tuan "


" Kamu di mana "


" Di perusahaan Ela "


" Kau bertemu dengan Raine "


" Iya tuan "


" Baiklah ,aku tunggu di perusahaan "


" Baik tuan "


Setelah itu sambungan telepon pun mati .


" Kaka " Reza mengagukan kepalanya .


"Apa Kaka sangat sibuk " Tanya Raine .


" Seperti biasanya " Jawab Reza seadanya .


Tidak berselang lama pesanan mereka datang dua porsi nasi timbel dan jeruk dua belas jeruk hangat .


" Makanlah ,setelah ini aku harus kembali ke perusahaan " Ujar Reza .


" Apa kakak tidak bisa lebih lama lagi, di rumah juga kita jarang berbicara berdua padahal kita tinggal serumah " Ujar Raine sendu.


" Ayo makan ,jangan memikirkan apa pun " Raine mengaguk pelan lalu memakan makanan siangnya .


Begitu juga Reza makan dalam keheningan tanpa ada yang mengeluarkan suara.


Setelah selesai makan Reza langsung berpamitan kembali keperusahan sedangan Raine kembali ke ruangan dengan lesuh .


" Gini amat jika memiliki kekasih yang sibuk " Raine membuang napas nya kasar .


" Nona Raine " Raine menatap sekertaris nya yang berdiri di mejanya .


" Iya kak " Jawab Raine lesuh .


" Ada masalah Nona" Raine menggeleng " Masalah hatiku ngilu kak " Ujar Raine lalu duduk di kursi sekretaris nya membuat sang sekertaris nya kaget .


" Nona " Tegur sekertaris nya .


" Aku ingin istirahat sebentar kak, otakku tidak akan mampu bekerja kalau hatiku sakit " Sang sekertaris memilih diam dan duduk di samping Raine.


Karena semenjak masuk Raine tidak menjaga jarak dengan siapa pun termaksud sekertaris nya .


Karena dia ingin bekerja dengan tenang tanpa ada embel² bos ,nyonya dan yang lainnya selain nona saja .


Makanya banyak yang menyukai cara kepimpinan Raine ,tapi bukan berarti dia tidak bisa tegas ,bahkan darah kental Henry mengalir deras di tubuhnya .


Tegas ,dingin ,dan bisa mematikan lawan hanya lewat sorotan matanya , Raine bisa di bilang punya dua kepribadian .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Lancar tuan " Jawab Reza .


" Apa yang kamu lakukan di sana " Tanya Raymond tanpa mengalihkan pandangannya.


" Hanya makan siang saja tuan " Jawab Reza jujur , Raymond hanya menggaguk saja .


Lalu mereka kembali fokus pada pekerjaan mereka masing-masing .


Di mana setiap harinya meja mereka tidak pernah kosong dari kertas² yang bernilai fantastis itu .


Sehingga membuat kepala siapa saja bisa sakit secara bersamaan .


Hingga Tidak terasa waktu begitu cepat berputar , Raymond merenggangkan otot nya sambil menatap Reza.


" Simpan Za " Reza langsung menyimpan pekerjaan nya lalu membereskan pekerjaan nya begitu juga Raymond .


Setelah itu mereka kembali ke rumah dengan wajah lelah itu sudah pasti .


selain badan mereka yang lelah , otak mereka pun lelah .


Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di rumah besar itu .


Raymond tersenyum saat melihat siapa yang ada di depan pintu .


" Kenapa di luar baby " Raymond mencium bibir Adara tanpa peduli ada Nany ataupun Reza .


Dan mereka pun sudah terbiasa dengan hal itu sehingga tidak terusik sama sekali .


" Tunggu Mas " Jawab Adara lalu mengambil jas dan tas kerja sang suami .


" Kalian sudah mandi, tunggu Daddy iya mandi dulu baru kita main " Ujar Raymond sambil tersenyum ke arah anak nya .


" Ayo masuk " Lanjutnya lagi lalu mereka masuk dalam rumah .


Tapi langkah Reza terhenti saat melihat mobil sang kekasih Reza pun menunggu penghuni mobil itu ke luar .


" Kaka " Reza hanya mengaguk tersenyum .


Cup


" Cape " Raine mengaguk saja sambil memeluk Reza .


" Ayo masuk !! langsung mandi biar segar " Raine hanya mengaguk lalu masuk sambil berpegangan sama Reza yang memang kamar mereka sama di lantai dua .


Sedangkan di kamar Seperti biasa Adara akan memandikan suaminya .


Tapi kali ini ada yang membuat Raymond kesal .


" Kenapa harus sekarang sih baby " Ujar Raymond frustasi.


" Sekarang atau nanti sama saja honey " Raymond hanya mendengus kesal .


" Tapi kenapa tidak bilang sih "


" Adara juga tidak tahu mas ,kalau datang nya sekarang " Raymond semakin kesal .


" Apa tidak bisa mereka datang nya saat bulan puasa saja, menyebalkan " Adara melototkan matanya .


" Mana bisa seperti itu "Ucap Adara tak habis pikir .


"Ke luar lah, siapkan pakaian Twins kita tidur di rumah Papa " Ujar Raymond lesuh .


" Serius " Raymond hanya mengagukan kepalanya.


" Tidak aku bantu " Raymond menggeleng " Di bantu juga lahannya sedang banjir bandang Tidak bisa di masuki " Ucap Raymond ketus .


" Aku siapkan pakaian mas dulu ,lalu lihat Twins " Raymond hanya diam memilih memejamkan matanya sambil berendam .


CUP


" Nanti kalau sudah selesai aku kasih servis yang sangat bagus " Raymond membuka matanya .


" Kapan selesainya " Tanya Raymond cepat .


" 7 hari " Raymond kembali memejamkan matanya ,lalu mengusir Adara dengan tangannya .


Adara tertawa kecil lalu ke luar dari kamar mandi menyiapkan pakaian sang suami sebelum ke kamar Twins.


Dan dia tidak akan memberi tahu kedua orang tuanya atau kakaknya jika mereka akan ke sana .


Dia ingin membuat mereka serangan jantung memikirkan saja Adara tersenyum sendiri.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


JANGAN LUPA JUGA DUKUNG REZA DAN RAINE IYA GAYS 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘