ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
aku menunggunya



" dad mom apa kalian sibuk hari ini " tanya Raymond


saat ini mereka sedang sarapan di meja makan seperti biasa nya


" tidak ,kenapa son " ujar Henry menatap anak sulung nya


" ada yang aku bicarakan,jadi mungkin aku pulang cepat hari ini " ujar Raymond sambil memasukkan makanan dalam mulutnya


" tentang " tanya Queen penasaran, Raymond hanya menaikan bahunya


" jam berapa Kaka pulang ,jadi Queen pulang juga " Raymond hanya diam saja


" menyebalkan sekali punya Kaka seperti dia " ujar Queen mencibir


"sudah selesai kan sarapan nya " ucap Henry


setelah selesai sarapan semua anak² izin pada henry dan Elvi Termasuk Reza


" by, apa yang akan di bicarakan Ray " tanya Elvi ,Henry menyapa Elvi


" mungkin ada kaitannya dengan yang semalam bisa juga tidak " ujar Henry santai


" apa Ray sudah punya pacar " Henry menaikan bahu nya


" maybe " ucap Henry


" aku hanya takut anak² ku seperti ku dulu tidak berani bicara pada kita ,tapi sepertinya aku sudah gagal jadi orang tua melihat mereka tidak pernah terbuka Dengan ku apa pun yang mereka alami , rif'at yang selama ini menyukai Amanda bahkan aku tidak tau itu ,terus ini Ray bahkan anak itu sama sekali aku tidak tau pikirannya selain kerja kerja kerja itu saja " lanjutnya lagi membuang napasnya kasar


" Daddy sudah menjadi daddy yang terbaik buat mereka,mereka hanya tidak ingin membuat Daddy banyak pikiran atau pun cemas terhadap mereka ,Daddy tau mereka bisa menyelesaikan sendiri bukan jika mereka sudah tidak mampu baru mereka meminta sama Daddy " ujar Elvi lembut


" aku ingin anakku selalu bicara padaku yank, mau hal kecil atau pun yang besar " Elvi mengelus lengan suaminya saat melihat wajah itu murung


" mau ke kamar " Henry tertawa keras " dengan senang hati " ucap Henry , Elvi selalu saja tau caranya membuat Henry kembali tersenyum


" kamu pimpin iya " Elvi hanya mengaguk saja


" apa tidak lebih baik bicara dulu dengan Daddy tuan,sebelum nantinya mereka bertemu ,saya takut nanti jika ada kata² yang melukai hati Nona Adara " Raymond menatap ke arah luar


" aku akan melindungi mereka, aku hanya tidak ingin mengundur waktu lagi,terlalu banyak pekerjaan di kantor jika harus mengundur lagi " ujar Raymond


" baik tuan " ucap Reza


kini mobil mereka sudah berhenti di pintu perusahaan


" apa yang dia lakukan " tanya Raymond


tidak berselang lama seorang pria datang mendekati mobil nya ,sehingga Reza harus lebih dulu turun


" maaf tuan bisa saya bicara dengan tuan muda " ucap Andika menatap Reza


" bawa dia ke ruanganku " ujar Raymond yang baru saja ke luar


lalu mereka masuk bersamaan di dalam perusahaan dan menggunakan lift khusus ke ruangan nya


tidak butuh waktu lama kini mereka bertiga sudah sampai di ruangan Raymond


Raymond dan Reza duduk di sofa Sedangkan Andika masih berdiri


" duduk lah ,apa kau tidak cape berdiri sejak tadi " Andika duduk setelah Raymond mempersilahkan


" apa yang ingin kamu katakan " tanya Raymond to the poin


" saya ingin tahu Adara di mana ,karena sudah sebulan dia tidak masuk ke perusahaan saya juga sudah ke pantai tapi kata ibu panti dia sudah lama tidak balik ke sana " ujar Andika


" kenapa menanyakan pada ku, bukannya kamu lebih tau dia " ucap Ray melipatkan tangannya di dada


" saya sudah kunjungi tempat kami pergi dulu ,tapi sama sekali tidak ada petunjuk tuan " ujar Andika menunduk


" saya tidak tau di mana dia ?? tapi sebelum ke luar dia hanya bicara jika suaminya melarang nya kerja karena dia sedang hamil " Andika mengangkat wajahnya kaget bahkan kini bola matanya hampir saja lepas dari tempatnya " mungkin dia keluar negeri atau mungkin juga di rumah suaminya " ujar Raymond santai


" saya bisa tahu suaminya tuan ,saya mohon " ucap Andika memelas


" memang apa yang akan kamu lakukan jika kamu tau suaminya " tanya Raymond menaikan alisnya


" hbm saya hanya ingin tau Sisil di mana ??karena setelah Sisil melukainya sejak itu saya tidak lagi menemukan nya , bagaimana pun di sini saya yang bersalah telah memanfaatkan dia untuk melampiaskan hasrat ku saat Adara tidak mau memberikan nya " ujar Andika jujur, Raymond tersenyum mendengar pengakuan Andika


" lalu apa yang akan kamu lakukan " tanya Reza yang sejak tadi diam


" saya hanya ingin meminta maaf pada Sisil dan memulai kembali pada Adara, aku yakin dia hanya beralasan jika sudah menikah hanya untuk menjauhi ku " ucap Andika tegas , Raymond manggut-manggut


" kalau dia sudah benaran menikah apa yang akan kamu lakukan " tanya Reza


" aku akan merebutnya kembali " ucap Andika


" lakukan lah " Andika mengeritkan keningnya bingung


" maksudnya tuan " ujar Andika


" bukannya kau ingin merebut nya " Andika mengaguk " lakukan aku akan membebaskan mu ,jika kamu bisa mendapatkan kembali aku dengan suka hati melepaskan nya untukmu " ujar Raymond mantap


" tapi jika dia tidak ingin kembali padamu, jangan berani mendekati nya apa lagi sampai melukai anak² ku ,karena kamu akan menyesalinya " lanjutnya lagi renang sorot mata menatap tajam Andika


" apa suami Adara .....


" iya saya suaminya ,kenapa " tanya Raymond tersenyum miring


" tapi anda


" tunangan Amanda " Andika mengaguk


" jika kamu bisa saja bisa bermain di belakang aku pun sama tapi bedanya saya bermain cantik dan dia mengetahuinya sedangkan kamu bermain kotor " ucap Raymond sinis


" di mana adara " bentak Andika


" kau ingin tau " tanya Raymond tersenyum


" katakan bajingan " umpat Andika


bugh


Reza menendang perut Andika hingga terjatuh


" Baik tuan " ucap Reza


" satu hal yang harus kamu ingat aku dan kamu beda ,dan jika kamu ingin tau di mana wanitamu dia ada di club xx sedang melayani pria hidung belang itu hukuman yang ringan untuknya karena telah menyentuh ibu dari anak²ku ,syukur mereka tidak papa jika terjadi sesuatu dengan mereka aku pastikan dia menghadap Tuhan " ucap Raymond sebelum Reza menyeretnya ke luar


" kau akan membalas kalian " teriak Andika


" aku menunggu nya * ucap Raymond


" menyusahkan saja " ucap Raymond setelah Reza membawa Andika ke luar dari ruangan


" tuan " Raymond menatap Reza " apa " tanya Raymond ketus


" apa tidak sebaiknya tuan membiarkan mereka bersatu " Raymond menaikan alisnya


" maksudnya dengan Sisil tuan, sudah lama mereka tidak bertemu mungkin saja mereka kangen " ujar reza tersenyum


" terserah mau mu za, Asal mereka tidak mengganggu Adara " ucap Raymond


" baik tuan ,aku akan mengirim mereka jauh dari sini dan menghabiskan waktu berdua " Raymond hanya menggeleng kan kepalanya


" urus Dengan cepat dan selesai kan kerjaan mu " ucap Raymond Bangkit dari sofa lalu ke meja kerjanya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sesuai janjinya semalam Raymond akan menjemput Adara untuk menemui orang tuanya


sehingga saat pulang kerja Reza dan raymond langsung ke apartemen Adara


dan kini Raymond sudah berada di kamar milik Adara sedangkan Reza bersama rehan duduk di balkon menatap senja sore hari sambil di temani minuman hangat dan camilan


" apa boleh saya tidak ikut tuan " Raymond mendekati Adara yang berjalan mendekati meja rias


CUP


CUP


itu lah kebiasaan Raymond sekarang saat bertemu dengan adara adalah mencium kening dan perut adara


" kalian sudah siap, kita akan ketemu opa sama Oma ,jangan takut Daddy sama kalian " ucap Raymond lembut


" cepat selesaikan Daddy dan mommy sudah menunggu kita di rumah " ucap Raymond


' tapi ....


" everything will be fine " Adara membuang napasnya kasar


lalu melanjutkan kegiatan nya,dia hanya memakai lipblam dan bedak saja tanpa ada yang lainnya tapi kecantikan nya tidak di ragukan lagi,setelah itu dia merapikan rambutnya


" tadi Andika mencari mu " gerakan tangan Adara seketika berhenti " dia ingin memintamu kembali padanya " lanjutnya lagi


" apa kamu mau ingin kembali bersama nya " tanya Raymond


" sekalipun sudah tidak ada laki² di dunia ini dan hanya tersisa dia !! aku memilih hidup melajang seumur hidupku dari pada harus kembali sama dia " ucap Adara tegas


" dia sudah tau jika kita sudah menikah " Adara melotot kan matanya " jadi bersiaplah mungkin pihak pantai akan menelpon mu dan memintamu pulang karena sebelumnya dia sudah pernah ke sana " Adara langsung membalikan badannya


" tuan punya banyak uang kan ??? punya ke kekuasaan kan, jadi saya mohon jangan biarkan dia kembali ke sana ,biarkan saya sendiri yang jelaskan pada ibu panti bagaimana pun dia yang merawat saya ,dan saya sudah menganggapnya ibuku sendiri " ucap Adara memohon


" apa yang aku dapat " ujar Reymond menaikan alisnya


" apa yang tuan mau, akan saya lakukan jika saya bisa " tanya balik Adara


" baiklah, tapi bukan sekarang aku memintanya nanti kamu akan tau " Adara mengaguk saja


" selesaikan, aku tunggu di luar " ucap Raymond lalu ke luar dari kamar Adara


tujuannya menemui rehan dan Reza !!!


" kau di sini " Reza mengaguk


" selesaikan dengan cepat ,sebelum dia ke panti asuhan !! aku yakin dia akan menggunakan cara itu agar Adara kembali ke sana dan saat itu tiba dia akan menggunakan nya untuk membawa nya pergi " Reza mengaguk paham


" kamu bantu lah Morgan, seperti sebelumnya " lanjutnya menatap rehan


" baik tuan " ujar rehan ,kini dia akan kembali bekerja bersama Morgan


tapi pasti dia akan merindukan juga kebersamaan nya bersama sang nyonya .


" tuan ,apa bisa nanti saya bertemu dengan nyonya " tanya Rehan gugup


" datanglah jika kamu merindukan nya ?? tapi kamu akan tau jika kamu melewati batas mu " rehan tersenyum


" terimakasih tuan " ucap rehan


" kamu menyukai nona adara " tanya Reza kaget


" saya tidak menyukai nyonya tuan dan saya yakin dengan ucapan ku " ucap rehan tegas


lalu perhatian mereka teralihkan kehadiran Adara Reza dan rehan menatap kagum pada sosok Adara ,kali ini penampilan nya benar² elegan dan simpel


" sudah " Adara mengaguk


" jangan takut " Adara mengagguk " tapi bisa bawa buah aku lapar " Raymond melotot kan matanya


" ini masih sore kamu sudah lapar " Adara mengagguk " tapi kita mu ketemu Daddy sama mommy Adara " ucap Raymond


" saya akan ambilkan nyonya " ujar rehan saat mata Adara berkaca²


" hei rehan si...


" tuan lebih baik di tahan ,jika anda tetap pada pendirian anda saya yakin kita tidak akan jadi bertemu Daddy dan mommy " bisik Reza " nona Adara siap akan menangis " lanjut nya lagi, Raymond menatap Adara


" baik kita bawa buah " ucap Raymond saat melihat mata adara yang siap meluncur kan airnya


" buah saja " Adara mengaguk


ah astaga , seperti nya aku harus banyak bertanya pada rehan jika seperti ini bisa² dia akan menangis setiap hari !! hanya buah saja dia menangis sangat lucu batin Raymond menggeleng kan kepalanya