ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
kenakalan El



Siang harinya setelah makan Adara menyuruh Nany dan pelayan untuk istirahat .


Sedang kan baby Ed dan El bersamanya di kamar besar itu .


" Ayo tidur siang dulu nanti kita di marahin Daddy " Edward pun langsung mengambil posisi nya .


Sekalipun dia tampak dingin dan cuek tapi jika sudah mendengar kata Daddy dia akan seperti anak biasa pada umumnya .


Takut !! Sudah pasti begitu juga dengan mommy serta yang lainnya .


" El " Baby El hanya duduk di bawah melanjutkan permainan nya .


" Ayo tidur siang dulu nanti mainnya di lanjutkan lagi kalau sudah bangun " Lanjutnya lagi .


"las ....bo " Jawab El tanpa menatap ke arah Queen .


" Nanti Daddy marah loh nak " Ujar Adara lembut .


" tak " Jawab El lagi .


" Abang ....buang " Ancam Edward yang mulai terpancing .


" Abang tidak boleh kasar " Ujar Adara lembut .


"Ayo mainannya biar begitu saja jadi nanti saat El bangun bisa lanjut lagi " Ujar Adara.


" tak .....ain ulu " Jawabnya dengan gelengan kepala .


" Sayang ini sudah jam 2 siang " Ujar Adara.


Melihat mommy nya yang sudah kehabisan kata² Edward turun dari tempat tidur .


Lalu mengambil boneka yang ada di tangan baby El dan membuangnya ke tempat sampah .


" Hua ....Hua ....Hua ...."


" Abang "


Dengan wajah masa bodoh nya Edward kembali ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.


"Sudah² jangan nangis ,nanti kita kasih tau Daddy belikan yang baru iya " Ujar Adara lembut saat sudah di depan El .


" Ang .....hat " Ujar baby El dalam tangisan nya .


" Abang tidak jahat ,Abang hanya ingin El istirahat dulu karena kalau El cape nanti sakit , mau ?? " Baby El menggeleng kan kepala nya cepat .


" Di .....di " Adara menghela napas .


" Daddy kerja sayang " Ujar Adara lembut m


" Di ....di ...."


" El ...Abang mau tidur " Pekik Edward kesal semakin membuat baby El menangis .


" El mau Daddy " Baby El mengaguk " Tapi Daddy kerja sayang ,kita tidur saja iya nanti bangun kita telepon Daddy " Bujuk Adara lembut .


" Di ....di " Ujar baby El .


" El " Bentak Edward .


" Abang tidak boleh " Ujar Adara lembut .


" Kalau begitu kita telepon Daddy ,tapi diam iya kasian Abang mau istirahat " Uajr Adara lembut .


" Di ....di ..." Ujarnya dalam tangisannya .


Adara pun berdiri mengambil HP nya lalu menghubungi sang suami menggunakan panggilan video .


Tidak menunggu lama Raymond mengangkat hp nya yang di sambut tangisan Anak gadisnya .


" Angel tidak tidur siang " Tanya Raymond lembut .


" ang .....Hat " Aduhnya pada Raymond .


" Abang kenapa hm " Tanya Raymond lembut .


" El tidak nurut sama mom Dad" Balas Edward yang udah ada di dekat Adara dan baby El .


" Anak² kenapa baby " Tanya Raymond di Jawab dengan helaan napas


"El tidak mau mau tidur siang dan ingin bermain ,membuat Edward kesal dan mengambil bonekanya lalu di buang di tempat sampah " Raymond hanya bisa terdiam .


" Panggil Nany, lalu kamu istirahat " Ujar Raymond lembut .


" Nany sudah aku suruh istirahat mas " Jawab Adara .


" Ayo istirahat, Nanti Daddy belikan boneka " Ujar Raymond lembut .


" Sekarang angel naik ke tepat tidur ,Abang juga istirahat iya " Lanjutnya lagi .


" Iya Dad " Jawab Edward lalu naik ke atas tempat tidur dan membantu sang adik naik .


" Sabar iya " Adara hanya mengaguk saja " Mas sudah makan " Tanya Adara .


" Sudah ,ini mau rapat lagi tapi 10 menit lagi ' Jawab Raymond .


" Biarkan Nany yang urus anak² baby, kamu istirahat saja " Lanjutnya lagi .


" Aku kesepian jika tidak ada mereka Dad, lagian aku tidak papa " Jawab Adara sambil menatap ke arah tempat tidur .


Seketika bibirnya tertarik ke atas saat melihat Edward menidurkan sang adik .


" Mas lihat " Raymond pun tersenyum sekalipun anak sulung nya itu sekalipun hemat bicara tapi dia menyayangi adiknya .


" Kamu juga istirahat ,aku harus rapat " Ucap Raymond .


" Lembur lagi " Tanya Adara lirih .


" maaf Baby " Ucap Raymond .


" Jangan lupa makan, minta OB untuk membuat kan Jus istirahat juga " Ujar Adara .


"iya baby, i love you " Ujar Raymond .


" Me too " Jawab Adara lalu Raymond mematikan sambungan telepon nya karena Reza menunggu nya .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Malam ini Raymond dan Reza memutus pulang jam 8 saat keluarga mereka sedang berkumpul setelah makan malam .


Dan di sana juga ada mertuanya dan juga Daniel serta istrinya yang sudah terlihat perut buncitnya .


Tapi langkahnya terhenti saat melihat anak gadisnya berdebat dengan anak sulung nya sekalipun sudah di tenang kan oleh Elvi .


" Baby " mereka menatap ke arah Raymond .


" Di ....di ...."


" Daddy dari luar jangan ke sini " Titah Raymond membuat El menghentikan langkahnya .


" Kenapa jagoan " Tanya Raymond saat melihat baby El dengan tajam .


" buku yang di belikan Papa rusak karena El " Ujar Edward kesal .


" El sudah minta maaf " Tanya Raymond .


" El...tak ...aja " Raymond menghela napas panjang .


" Daddy ke atas dulu mandi tunggu Daddy di bawah " Ujar Raymond tegas .


" Biar Papa belikan yang baru lagi " Ujar Daniel lembut .


" Iya Pa " Jawab Edward sambil membersihkan es krim yang ada di bukunya karena ulah El.


" Jangan terlalu di ambil hati pikirkan kandungan mu ,anak² memang begitu " Ujar mommy Ellena lembut .


" iya Oma " Jawab Adara .


15 menit berlalu Raymond turun ke bawah di susul Reza .


" Sudah minta maaf " Tanya Raymond saat sudah duduk di dekat sang istri .


" Son " Tegur Henry menggeleng .


" El " Panggil Raymond lagi .


" Sayang ayo Oma temani ,minta maaf sama Abang " Elvi pun berdiri membantu sang cucu untuk meminta maaf pada Abang nya .


" AAF ang " Ujar baby El pada Edward .


" Jangan di ulang " Edward menerima uluran tangan adiknya lalu memeluknya .


"Mas mau " Raymond menggeleng " Makanlah " Ujar Raymond sambil mengelus kepala sang istri yang duduk di atas karpet bersama Raine .


" Sayang jangan banyak² " Ujar Reza .


" Baru dua Kak " Jawab Riane Tersenyum .


" Mama sama Papa sudah lama " Tanya Raymond .


" Belum nak, baru saja " Jawab Adit .


" Perut istrimu semakin besar " Daniel mengaguk Tersenyum .


" Iya tuan " Jawabnya Daniel .


" Mi ....nta " Adara menyuapi anaknya makan .


" Abang mau " Edward hanya menggeleng saja sambil menatap buku yang di berikan Daniel .


" Ed simpan bukunya " Edward menyimpan bukunya saat mendengar suara Raymond .


" Kepiting nya enak loh bang " Ujar Riane .


" Mau di suapin " Lanjut nya lagi .


" Tidak " Ujarnya dengan tatapan dinginnya .


" Ini lada hitam enak Lo bang, mau rasa sedikit " Edward menatap makanan itu lalu mengaguk .


Riane pun memberikan daging kepiting pada Edward .


" Gimana " Tanya Raine Tersenyum .


" Biasa saja " Jawabnya lalu mengambil minuman yang di atas meja .


" Dasar anak kulkas " Cibir Riane kesal lalu kembali duduk di atas karpet .


" Sayang Sudah " Ujar Reza mengingat kan sang istri .


" Satu lagi " Jawab Riane .


" Habis itu sudah " Riane mengaguk .


" Lagian sudah mau habis juga " Ujar Riane tertawa kecil .


" Baby sudah " Adara mengaguk lalu berdiri di bantu Raymond dan mengantarnya mencuci tangan nya .


" Jenis kelaminnya sudah kelihatan " Tanya Daddy Radit .


" Belum tuan, Baru 3 bulan lebih " Jawab Daniel .


" Gimana " Daniel hanya tersenyum .


" Berat tuan " Jawab nya sambil tertawa kecil .


" Enak bikin nya kan ,berat tanggung jawabnya " Ujar Henry .


" Iya tuan lebih berat dari perebutan tander " Jawab Daniel terkekeh .


Sedang kan Risna hanya tersenyum saja mendengar keluhan sang suami .


" Nak boleh anak² kami bawah ke rumah " Tanya Adit saat Raymond dan Adara Susah kembali duduk .


" Nanti Iya Pa ,kami tidur di sana sama² seperti biasanya weekend " Jawab Adara .


" Papa merindukan mereka nak " Ujar Adit lembut .


" Nanti besok sore Papa antar " Lanjut nya lagi .


" Adara ....."


" Bawa saja Pa " Potong Raymond cepat .


" Mas "


" Nanti Nany menemani mereka baby " Ujar Raymond lembut .


" Tapi Adara tidak ....."


"Mereka akan baik² saja di sana , tidak mungkin Papa dan Mama mencelakai mereka " Ujar Raymond lembut .


" Terus Adara ....."


" Adara "


" Tapi sore bawa pulang iya Pa " Adit mengaguk " Pasti sayang " Adara menatap ke dua anaknya yang sudah sibuk dengan mainan nya .


Bukannya tidak mau tapi dia tidak bisa berjauhan dengan ke dua anaknya itu sekalipun kadang sifat mereka membuat Adara nyut² apa lagi anak perempuan nya itu .


" Siapkan keperluan Twins "


" Baik tuan " Jawab Nany lalu meninggalkan tempat itu .


" Merkea hanya ke rumah Papa ,bukan pergi berperang Adara ,kenapa kau terlihat seperti mereka akan ke Medan perang " Ujar Raymond .


" Mas tidak tahu ...."


" Tidak tahu apa ?? Aku bahkan banyak tahu " Adara berdecak saja .


Lalu kembali menatap ke dua anaknya yang tengah asik bermain .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟