
Siang harinya setelah makan Adara menyuruh Nany dan pelayan untuk istirahat .
Sedang kan baby Ed dan El bersamanya di kamar besar itu .
" Ayo tidur siang dulu nanti kita di marahin Daddy " Edward pun langsung mengambil posisi nya .
Sekalipun dia tampak dingin dan cuek tapi jika sudah mendengar kata Daddy dia akan seperti anak biasa pada umumnya .
Takut !! Sudah pasti begitu juga dengan mommy serta yang lainnya .
" El " Baby El hanya duduk di bawah melanjutkan permainan nya .
" Ayo tidur siang dulu nanti mainnya di lanjutkan lagi kalau sudah bangun " Lanjutnya lagi .
"las ....bo " Jawab El tanpa menatap ke arah Queen .
" Nanti Daddy marah loh nak " Ujar Adara lembut .
" tak " Jawab El lagi .
" Abang ....buang " Ancam Edward yang mulai terpancing .
" Abang tidak boleh kasar " Ujar Adara lembut .
"Ayo mainannya biar begitu saja jadi nanti saat El bangun bisa lanjut lagi " Ujar Adara.
" tak .....ain ulu " Jawabnya dengan gelengan kepala .
" Sayang ini sudah jam 2 siang " Ujar Adara.
Melihat mommy nya yang sudah kehabisan kata² Edward turun dari tempat tidur .
Lalu mengambil boneka yang ada di tangan baby El dan membuangnya ke tempat sampah .
" Hua ....Hua ....Hua ...."
" Abang "
Dengan wajah masa bodoh nya Edward kembali ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.
"Sudah² jangan nangis ,nanti kita kasih tau Daddy belikan yang baru iya " Ujar Adara lembut saat sudah di depan El .
" Ang .....hat " Ujar baby El dalam tangisan nya .
" Abang tidak jahat ,Abang hanya ingin El istirahat dulu karena kalau El cape nanti sakit , mau ?? " Baby El menggeleng kan kepala nya cepat .
" Di .....di " Adara menghela napas .
" Daddy kerja sayang " Ujar Adara lembut m
" Di ....di ...."
" El ...Abang mau tidur " Pekik Edward kesal semakin membuat baby El menangis .
" El mau Daddy " Baby El mengaguk " Tapi Daddy kerja sayang ,kita tidur saja iya nanti bangun kita telepon Daddy " Bujuk Adara lembut .
" Di ....di " Ujar baby El .
" El " Bentak Edward .
" Abang tidak boleh " Ujar Adara lembut .
" Kalau begitu kita telepon Daddy ,tapi diam iya kasian Abang mau istirahat " Uajr Adara lembut .
" Di ....di ..." Ujarnya dalam tangisannya .
Adara pun berdiri mengambil HP nya lalu menghubungi sang suami menggunakan panggilan video .
Tidak menunggu lama Raymond mengangkat hp nya yang di sambut tangisan Anak gadisnya .
" Angel tidak tidur siang " Tanya Raymond lembut .
" ang .....Hat " Aduhnya pada Raymond .
" Abang kenapa hm " Tanya Raymond lembut .
" El tidak nurut sama mom Dad" Balas Edward yang udah ada di dekat Adara dan baby El .
" Anak² kenapa baby " Tanya Raymond di Jawab dengan helaan napas
"El tidak mau mau tidur siang dan ingin bermain ,membuat Edward kesal dan mengambil bonekanya lalu di buang di tempat sampah " Raymond hanya bisa terdiam .
" Panggil Nany, lalu kamu istirahat " Ujar Raymond lembut .
" Nany sudah aku suruh istirahat mas " Jawab Adara .
" Ayo istirahat, Nanti Daddy belikan boneka " Ujar Raymond lembut .
" Sekarang angel naik ke tepat tidur ,Abang juga istirahat iya " Lanjutnya lagi .
" Iya Dad " Jawab Edward lalu naik ke atas tempat tidur dan membantu sang adik naik .
" Sabar iya " Adara hanya mengaguk saja " Mas sudah makan " Tanya Adara .
" Sudah ,ini mau rapat lagi tapi 10 menit lagi ' Jawab Raymond .
" Biarkan Nany yang urus anak² baby, kamu istirahat saja " Lanjutnya lagi .
" Aku kesepian jika tidak ada mereka Dad, lagian aku tidak papa " Jawab Adara sambil menatap ke arah tempat tidur .
Seketika bibirnya tertarik ke atas saat melihat Edward menidurkan sang adik .
" Mas lihat " Raymond pun tersenyum sekalipun anak sulung nya itu sekalipun hemat bicara tapi dia menyayangi adiknya .
" Kamu juga istirahat ,aku harus rapat " Ucap Raymond .
" Lembur lagi " Tanya Adara lirih .
" maaf Baby " Ucap Raymond .
" Jangan lupa makan, minta OB untuk membuat kan Jus istirahat juga " Ujar Adara .
"iya baby, i love you " Ujar Raymond .
" Me too " Jawab Adara lalu Raymond mematikan sambungan telepon nya karena Reza menunggu nya .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Malam ini Raymond dan Reza memutus pulang jam 8 saat keluarga mereka sedang berkumpul setelah makan malam .
Dan di sana juga ada mertuanya dan juga Daniel serta istrinya yang sudah terlihat perut buncitnya .
Tapi langkahnya terhenti saat melihat anak gadisnya berdebat dengan anak sulung nya sekalipun sudah di tenang kan oleh Elvi .
" Baby " mereka menatap ke arah Raymond .
" Di ....di ...."
" Daddy dari luar jangan ke sini " Titah Raymond membuat El menghentikan langkahnya .
" Kenapa jagoan " Tanya Raymond saat melihat baby El dengan tajam .
" buku yang di belikan Papa rusak karena El " Ujar Edward kesal .
" El sudah minta maaf " Tanya Raymond .
" El...tak ...aja " Raymond menghela napas panjang .
" Daddy ke atas dulu mandi tunggu Daddy di bawah " Ujar Raymond tegas .
" Biar Papa belikan yang baru lagi " Ujar Daniel lembut .
" Iya Pa " Jawab Edward sambil membersihkan es krim yang ada di bukunya karena ulah El.
" Jangan terlalu di ambil hati pikirkan kandungan mu ,anak² memang begitu " Ujar mommy Ellena lembut .
" iya Oma " Jawab Adara .
15 menit berlalu Raymond turun ke bawah di susul Reza .
" Sudah minta maaf " Tanya Raymond saat sudah duduk di dekat sang istri .
" Son " Tegur Henry menggeleng .
" El " Panggil Raymond lagi .
" Sayang ayo Oma temani ,minta maaf sama Abang " Elvi pun berdiri membantu sang cucu untuk meminta maaf pada Abang nya .
" AAF ang " Ujar baby El pada Edward .
" Jangan di ulang " Edward menerima uluran tangan adiknya lalu memeluknya .
"Mas mau " Raymond menggeleng " Makanlah " Ujar Raymond sambil mengelus kepala sang istri yang duduk di atas karpet bersama Raine .
" Sayang jangan banyak² " Ujar Reza .
" Baru dua Kak " Jawab Riane Tersenyum .
" Mama sama Papa sudah lama " Tanya Raymond .
" Belum nak, baru saja " Jawab Adit .
" Perut istrimu semakin besar " Daniel mengaguk Tersenyum .
" Iya tuan " Jawabnya Daniel .
" Mi ....nta " Adara menyuapi anaknya makan .
" Abang mau " Edward hanya menggeleng saja sambil menatap buku yang di berikan Daniel .
" Ed simpan bukunya " Edward menyimpan bukunya saat mendengar suara Raymond .
" Kepiting nya enak loh bang " Ujar Riane .
" Mau di suapin " Lanjut nya lagi .
" Tidak " Ujarnya dengan tatapan dinginnya .
" Ini lada hitam enak Lo bang, mau rasa sedikit " Edward menatap makanan itu lalu mengaguk .
Riane pun memberikan daging kepiting pada Edward .
" Gimana " Tanya Raine Tersenyum .
" Biasa saja " Jawabnya lalu mengambil minuman yang di atas meja .
" Dasar anak kulkas " Cibir Riane kesal lalu kembali duduk di atas karpet .
" Sayang Sudah " Ujar Reza mengingat kan sang istri .
" Satu lagi " Jawab Riane .
" Habis itu sudah " Riane mengaguk .
" Lagian sudah mau habis juga " Ujar Riane tertawa kecil .
" Baby sudah " Adara mengaguk lalu berdiri di bantu Raymond dan mengantarnya mencuci tangan nya .
" Jenis kelaminnya sudah kelihatan " Tanya Daddy Radit .
" Belum tuan, Baru 3 bulan lebih " Jawab Daniel .
" Gimana " Daniel hanya tersenyum .
" Berat tuan " Jawab nya sambil tertawa kecil .
" Enak bikin nya kan ,berat tanggung jawabnya " Ujar Henry .
" Iya tuan lebih berat dari perebutan tander " Jawab Daniel terkekeh .
Sedang kan Risna hanya tersenyum saja mendengar keluhan sang suami .
" Nak boleh anak² kami bawah ke rumah " Tanya Adit saat Raymond dan Adara Susah kembali duduk .
" Nanti Iya Pa ,kami tidur di sana sama² seperti biasanya weekend " Jawab Adara .
" Papa merindukan mereka nak " Ujar Adit lembut .
" Nanti besok sore Papa antar " Lanjut nya lagi .
" Adara ....."
" Bawa saja Pa " Potong Raymond cepat .
" Mas "
" Nanti Nany menemani mereka baby " Ujar Raymond lembut .
" Tapi Adara tidak ....."
"Mereka akan baik² saja di sana , tidak mungkin Papa dan Mama mencelakai mereka " Ujar Raymond lembut .
" Terus Adara ....."
" Adara "
" Tapi sore bawa pulang iya Pa " Adit mengaguk " Pasti sayang " Adara menatap ke dua anaknya yang sudah sibuk dengan mainan nya .
Bukannya tidak mau tapi dia tidak bisa berjauhan dengan ke dua anaknya itu sekalipun kadang sifat mereka membuat Adara nyut² apa lagi anak perempuan nya itu .
" Siapkan keperluan Twins "
" Baik tuan " Jawab Nany lalu meninggalkan tempat itu .
" Merkea hanya ke rumah Papa ,bukan pergi berperang Adara ,kenapa kau terlihat seperti mereka akan ke Medan perang " Ujar Raymond .
" Mas tidak tahu ...."
" Tidak tahu apa ?? Aku bahkan banyak tahu " Adara berdecak saja .
Lalu kembali menatap ke dua anaknya yang tengah asik bermain .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟