
sesampainya di restoran Reza langsung memesan sesuai keinginan sang nyonya steak hanya dengan bumbu garam saja, es teh di banyakin es nya lalu buah naga yang bentuknya seperti es buah bahkan Reza masih saja mengingat nya
kini mereka sudah di ruangan khusus dan pesanan Adara sudah ada di depannya
Raymond menatap Reza bingung tapi Reza hanya mengaguk saja
"tu....ho-ney tidak makan " Raymond menggeleng " makanlah saya masih kenyang " ujar Raymond
" asisten Reza " tanya Adara
" saya juga masih kenyang nona Adara " ujar Reza tersenyum
Adara mengaguk mungkin mereka menjaga penampilan nya batin Adara
Adara mulai memakan pesanan nya, sedang kan Reza dan Raymond menaikan hp nya menunggu Adara makan
sesekali Adara menatap Raymond Yang sedang memainkan HP nya
tidak berapa lama Raymond mengangkat telepon nya
" iya "
" ........
" iya boleh ,datang saja " ujar Raymond
" .........
" hebm " ujar Raymond
setelah itu panggilan mati dan Raymond kembali memainkan HP nya
Adara melirik sebentar ke arah Raymond sebenarnya dia penasaran tapi tidak mau Jika Raymond mengatakan ikut campur
" nanti di antar rehan dan Morgan di rumah iya " ucap Raymond
" iya " ujar Adara
bukannya tadi Raymond mengatakan ke perusahaan
tapi kenapa ini di bilang kembali ke rumah
setelah beberapa lama Raymond menatap Adara yang sudah selesai makannya
" sudah " Adara mengaguk " tidak ada lagi yang mau di pesan " tanya Raymond memastikan
" saya sudah kenyang " Raymond mengaguk
" ayo ,kita ke rumah sakit, saya harus kembali ke perusahaan " ucap Raymond ,Adara mengaguk
setelah itu mereka ke luar dari restoran itu ,di mana rehan dan Morgan sudah menunggu mereka membukakan pintu untuk bos dan istri nya serta sang asisten
" makasih " mereka hanya mengaguk saja
kini mobil mereka sudah jalan menuju rumah sakit untuk memeriksa kandungan Adara
setelah 20 menit kini mereka sudah sampai di rumah sakit tempat Adara memeriksa kan kandungan sebelumnya
" mari tuan " Raymond mengaguk sambil menggegam tangan Adara
kini mereka sudah di depan ruangan pemeriksaan seseorang suster membukakan pintu mempersilahkan Raymond dan Adara masuk
sedangkan Reza rehan dan Morgan menunggu di luar
"gimana kabarnya nona Adara " sapa dokter Lisa
" baik dok, kalau dokter " tanya adara Rama
" baik juga nona, silahkan duduk " Ujar dokter Lisa lalu menunduk kepalanya pada Raymond
" apa ada keluhan nya " tanya dokter Lisa
" dia mual makan nasi dok " Raymond langsung menjawab membuat Adara sedikit kaget
" di paksa iya non, sekalipun habis itu ke luar lagi asal nona sudah makan setidaknya sudah ada carbo yang masuk " uajr dokter lembut
" pagi juga dia mual " dokter tersenyum
" itu wajar tuan, saya sudah memberikan obat mual untuk mengurangi mualnya tapi setelah 3 bulan mualnya akan berkurang " ucap dokter Lisa
" ada lagi tuan " tanya dokter Lisa
" berhubungan " tanya Raymond ,Adara langsung menatap Raymond sedangkan dokter Lisa tersenyum
" untuk sementara seminggu 2- 3 kali iya tuan mengingat kandungan nona masih trimester pertama belum terlalu kuat tapi tetap hati² " Raymond mengaguk paham
" kalau begitu kita lihat dulu perkembangan calon anak tuan dan nona " ucap dokter Lisa
Raymond membantu adara berdiri ke arah tempat bed pasien untuk di periksa
lalu dia membantu Adara naik ke atas bed dengan pelan
" sudah sus "tanya dokter pada perawat
" sudah dokter " uajr perawat lalu menyerahkan gel
lalu perawat mendekati Adara
" kamu mau apa " tanya Raymond menatap perawat
" maaf tuan,kita harus menaikan baju nona Adara agar kita tahu perkembangan anak anda " ujar dokter
" kan bisa periksa tanpa membuka baju " ucap Raymond lagi
" hanya sebatas dada tuan, dan kita tutup pakai selimut " ujar dokter
" honey " Raymond menatap Adara " dokter akan memperlihatkan perkembangan anak²" ujar adara lembut
sebenarnya dia sangat malu memanggil Raymond dengan panggilan nya itu tapi mau gimana lagi
" baiklah " ucap Raymond lalu kembali duduk
sedangkan perawat kembali melanjutkan pekerjaan nya.
setelah itu dokter menuangkan gel di perut Adara sesekali menatap Raymond yang hanya menatap datar pada perut Adara yang semakin besar
" rileks iya " Adara mengaguk saat dokter sudah mulai mengerahkan alat USG
" tuan, anda bisa melihat nya ini calon anak anda " Raymond menatap monitor
" sudah besar " ujar Raymond tersenyum
jika sebelumnya nya hanya sebesar biji kacang ijo kini sudah sebesar kacang tanah
" karena kandungan nona Adara sudah memasuki usia dua bulan tuan ,jadi pertumbuhan janin dalam kandungan nona Adara juga membesar panjangnya 1.6 cm dan beratnya 1 gram " ujar dokter lembut
" tapi
" kenapa " tanya Raymond cepat menatap dokter tajam
" asupan makanan nya di jaga iya nona ,satunya agak terlihat kecil dari kembaran nya mungkin dia lebih banyak mengambil makanan dari anda , jangan terlalu stres atau banyak pikiran itu berpengaruh pada kandungan nona " Adara menatap sendu ke arah monitor
" baik dok " ucap Adara lirih , Raymond mengelus lengan Adara
" apa tidak ada cara lain " tanya Raymond
" nanti saya buat kan resepnya , tidak perlu khawatir secara keseluruhan semuanya baik² saja nona hanya menjaga asupan nya saja iya " Adara mengaguk
" jangan makan mentah, jika ingin makan seafood harus sesuai iya jangan terlalu berlebihan " Raymond menatap Adara
" kalau udang " tanya Raymond
" boleh saja, asal jangan berlebihan atau setiap hari jika berlebihan itu bisa berbahaya buat janin yang dalam kandungan nona " Adara menelan ludahnya paksa begitu juga Raymond
" iya dok " ujar Raymond
" vitaminnya sudah habiskan " Adara mengaguk " akan saat meresepkan kembali begitu juga obat mualnya jangan lupa susunya terus di minum , tetap paksa makan nasi sekalipun harus di keluarkan lagi " ucap dokter sambil membersihkan perut Adara
setelah itu menutup kembali perut Adara " sudah selesai " ujar dokter
Raymond membantu Adara untuk turun lalu kembali duduk
" jika ada keluhan nona adara bisa Langsung menghubungi saya ,tidak perlu sungkan " ucap dokter sambil menuliskan resep
" iya dokter "ucap Adara
" ini resepnya nanti di tembus di apotik " Raymond mengambil kertas itu
" iya dok, terimakasih " dokter tersenyum
" nanti bulan depan ke sini lagi " adara mengaguk
Raymond membantu Adara berdiri
" mari dok " ucap Adara sebelum akhirnya ke luar dari ruangan itu
saat melihat Raymond dan Adara ke luar Reza rehan dan Morgan langsung berdiri
" ke apotik " ujar Raymond menyerahkan kertas resep pada Morgan
" baik tuan " ujar Morgan lalu meninggal kan mereka
" bawa Adara kembali ke rumah Han " ujar Raymond
" baik tuan " ujar rehan
kini mereka sudah ada di parkiran begitu juga Morgan
" Daddy kembali kerja dulu iya , nanti Daddy pulang cepat " ujar Raymond di depan perut Adara
CUP
CUP
" masuklah langsung istirahat jangan melakukan papa " ujar Raymond
" iya " ucap adara
" hati² bawa mobilnya jika terjadi papa pada mereka kuburan sudah menunggu kalian "
" iya tuan " ucap mereka bersamaan
" za " Reza mengaguk paham lalu pergi menuju mobil mereka
" langsung istirahat " adara mengaguk sebelum Raymond menutup pintu mobil
Raymond masuk dalam mobil setelah mobil Adara sudah jalan
" minta ahli gizi untuk membuat kan resep makanan untuk Adara setelah itu berikan pada chef, dan beritahu tugasnya sekarang fokus pada makanan Adara yang lainnya nanti pelayan " ucap Raymond saat masuk dalam mobil
" baik tuan " ucap Reza
" apa ada masalah tuan " tanya Reza saat Raymond kembali terdiam
" calon anakku satunya beda dengan kembaran nya dia terlihat kecil " ucap Raymond menghela napasnya
" tapi kata dokter semuanya baik² saja tidak ada masalah ,tapi itu membuat pikiran ku kacau " lanjutnya lagi
" kita berdoa saja semoga anak tuan baik² saja seperti kata dokter dan saya akan memberi tahu Rosna untuk menjaga nona adara dengan baik " Raymond hanya mengaguk saja
setelah itu dia kembali terdiam,entahlah kini perasaan nya kembali memburuk setelah mendengar penjelasan dokter tentang anak kembarnya
padahal Adara selalu makan, bahkan sampai harus terbangun larut malam hanya karena untuk makan
apa selama ini dia stress atau banyak pikiran seperti kata dokter tadi
lagi² Raymond menarik napas panjang membuat Reza semakin bingung