ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
berkemah



Pagi ini Adara sudah di sibukkan dengan persiapan nya untuk kemping bersama Daniel dan suaminya .


Bahkan pelayan juga turut membantu ,karena nyonya muda itu benar² mempersiapkan semuanya .


Yang awalnya hanya mereka kini malah di tambah Raine dan yang lainnya karena memang esoknya mereka libur .


Tepat pukul 15.00 Raymond sudah pulang dari perusahaan karena memang hanya tanda tangan saja selebihnya sudah di periksa .


Ceklek .


" Apa kau akan menetap di sana " Tanya Raymond menatap barang² istrinya .


" Yang lainnya akan ikut honey " Ujar Adara kegirangan .


"Pengawal sudah membuatnya di sana ,kita hanya perlu datang dan tidur baby " Ujar Raymond merasa gemas .


Kenapa istri nya ini mendadak seperti orang yang bego sekalipun memang dia sedikit bego sih !!!


"Lalu yang ini buat apa " Tanya Adara menatap polos pada suaminya .


" Nanti pelayan yang bereskan , sekarang kamu istirahat dulu !! aku yakin kamu sejak tadi menyiapkan ini " Adara tertawa kecil .


" Apa kamu lupa siapa suamimu " Adara menggeleng cepat " Siapa yang bisa melupakan suami terhebat seperti mas " Goda Adara tersenyum .


" Kamu seperti tante² jika seperti itu " Adara memanyunkan bibirnya kesal " Kiss " Adara menatap kesal suaminya .


CUP


Biarpun kesal dia tetap melakukan apa yang di perintahkan suaminya ,karena menolak pun itu sangat mustahil bagi seorang Raymond .


" Kamu sudah mandi " Adara menggeleng " belum,karena sibuk urus yang ini " Tunjuk adara pada barang yang berserakan di kamar mereka .


" Istirahat lah ,aku mandi duluan " Ujar Raymond berdiri meninggalkan Adara.


" Aku siapkan air " Raymond menggeleng " Kamu istirahat saja aku mandi shower saja " Ujar Raymond sebelum masuk dalam kamar mandi .


Adara berdiri menyiapkan pakaian untuk suaminya, bahkan senyuman di wajahnya tidak pernah pudar .


karena kita mau ke pantai jadi pakai yang ini bagus kali iya supaya tidak masuk angin " Ujar Adara .


Tidak berselang lama Raymond ke luar menuju ruangan walk in close


" Sudah siap " Adara membalikkan tubuhnya lalu mengaguk .


CUP


" Mandi lah airnya aku sudah siapkan " Adara mengaguk tersenyum .


Akhirnya apa yang di inginkan selama ini terwujud kemping di pantai bersama sang suami serta calon anak mereka .


" Jangan lari² baby " Ujar Raymond


" Iya honey " Adara ke luar dari ruangan itu ,Tidka berselang lama Raymond juga ke luar



Sambil menunggu istrinya, Raymond memilih menelpon Reza .


Tut....Tut...


" Iya kak " Jawab Reza saat sambungan nya sudah terhubung .


" Apa semuanya sudah siap " Tanya Raymond


' Sudah kak " Ujar Reza


BUGH


Raymond menyimpan HP nya saat mendengar ada suara jatuh dari kamar mandi.


" Baby kamu baik² saja kan " Ujar Ray dari luar kamar mandi .


" Baby " Panggil lagi saat Adara tidak menjawab nya .


Tidak ingin terjadi hal buruk Raymond langsung masuk dalam kamar mandi syukur Adara mengunci nya .


Deg


Raymond membeku di depan pintu saat melihat Adara meringis menahan sakit sambil memegang perutnya .


" ADARA " Teriak Raymond langsung berlari memeluk istrinya.


" Sa- kit " Ujar Adara lirih, hingga kesadaran nya pun hilang .


" Hei Adara bangun ,ini tidak lucu Adara " Bentak Raymond sambil memeluk Adara .


" Kakak "


" Siapkan mobilnya " Raymond langsung mengangkat tubuh istrinya yang sudah lemah.


" son ada apa " Tanya Henry saat melihat Raymond menggendong Adara .


" Darah " Ujar Elvi lirih .


" CEPAT BANGSAT " Teriak Raymond mobil belum siap juga saat sudah di depan rumah .


" Daddy


" telepon pihak rumah sakit Daddy ikut mereka ,katakan mommy dan Daddy untuk menyusul ingat jangan cemas agar yang lainnya tidak ikut cemas " Titah Henry menyusul Henry .


Elvi langsung berlari ke arah kamar mertuanya sedangkan yang lainnya hanya bisa terdiam melihat Adara di bawah ke rumah sakit dengan darah yang menetes .


Bertepatan dengan itu mobil Daniel juga masuk tapi di sini ada yang aneh kenapa Raymond menggendong Adara .


" Kenapa tuan " Tanya Daniel .


" Ikut saja " Ujar Henry karena Raymond langsung masuk dalam mobil bersama Reza .


"Baby bangun,bukannya kamu ingin berkemah " Ujar Raymond serak .


" Cepat Za " Bentak Raymond .


" Kamu harus tenang son,jika kamu seperti itu kamu membuat adikmu takut " Ujar Henry menasehati padahal dia sendiri juga sama takutnya.


Hingga saat sampai di rumah sakit semua dokter perawat sudah bersiap bahkan Amanda yang tadinya akan pulang harus membalikkan mobilnya saat mendengar jika Kaka iparnya di larikan ke rumah sakit dalam keadaan berdarah .


Raymond membaringkan Adara di tempat tidur pasien, Amanda dan Alister langsung mendorong tempat tidur adara menuju tempat operasi mengingat kandungan Adara masih 7 bulan mereka tidak mungkin hanya memeriksa luarnya mereka harus memeriksa lebih detail .


Apa lagi kali ini yang mereka tangani istri dari pemilik rumah sakit tersebut .


" Maaf kak, Kaka harus tunggu di luar kami akan melakukan yang terbaik untuk Kaka ipar " Ujar Alister ,karena Amanda sudah lebih dulu masuk bersama Adara .


" Apa kau ingin mati Hah " Bentak Raymond menarik kerak pakaian Alister .


" Tapi kak .


" Lakukan yang terbaik ,jangan sampai rumah sakit ini rata " Ujar henry dingin , Alister mengaguk lalu masuk dalam ruangan .


" Tenang kan diri mu son " Ujar Henry memeluk Raymond yang sudah seperti orang gila .


" Tutup keamanan rumah sakit jangan biarkan ada berita apa pun " Reza mengaguk paham lalu berpamitan meninggalkan Henry dan Raymond yang menangis sambil memeluk lututnya .


" Son "


" Aku tidak mau kehilangan nya Dad ,aku mencintainya " Racau Raymond dalam tangisannya .


" Jangan berpikiran seperti itu ,kamu tahu istrimu wanita kuat ,bahkan dia berani berdiri di samping mu karena dia wanita tangguh seperti mommy mu " Raymond menggeleng.


Tiba² ingatannya kembali saat mereka saat mengobrol seminggu yang lalu .


" Tidak , Daraku wanita kuat dia wanita hebat tidak mungkin " Raymond menarik rambutnya kasar bahkan dia tidak peduli lagi pada penampilan nya yang penuh darah istrinya .


" Iya kamu harus yakin itu " Ujar Henry .


Tidurlah I love you more, Jika nanti aku tidak bersama kalian boleh aku meminta sesuatu ?? Simpan namaku dalam hatimu sekalipun kamu tidak mencintai ku tapi simpan aku sebagai ibu anak²mu ,Aku tidak menyesali awal pertemuan kita hingga sampai sekarang karena aku bisa memiliki mereka ,aku tahu kamu orang baik karena aku melihat segalanya dan merasakan itu


" Tidak ,aku mencintaimu Adara sangat " Racau Raymond, Henry menatap Raymond merasa sesak ini pertama kalinya dia melihat anaknya seperti ini .


Jika biasanya dia adalah pria yang tidak bisa di sentuh bahkan istrinya sendiri pun .


Tapi kali ini dia benar² rapuh seperti tidak ada lagi pegangan hidup nya .


Jika nanti aku pergi aku titip anak² jangan terlalu sibuk sama pekerjaan mu


" Daddy " Henry memeluk Raymond sedangkanDaniel hanya bisa mematung di depan pintu operasi bahkan dia bingung harus berbuat apa .


Bahkan dia masih ingat saat Adara menelpon nya dan meminta nya ingin berkemah dengan wajah bahagianya .


Lalu apa ini !! kenapa semuanya seperti ini .


" Apa ini mimpi " Gumam Daniel


PLak


" ini benar² nyata " Ujar Daniel langsung luruh di lantai saat kenyataan menghadap nya .


Bahkan mereka belum terlalu banyak menghabiskan waktu bersama mengingat Adara dalam keadaan hamil jadi suaminya tidak terlalu mengizinkan istri nya sampai lelah .


" Henry / Daddy " Semua orang mendekat ke arah mereka ,ada Daddy Radit,mommy Ellena,Elvi, Alan ,jeje, Jose dan juga Davin di dampingi istri dan anak² mereka .


" Reza mana " Tanya Jose.


" Menyelesaikan sesuatu" Jose mengaguk paham " Aku pamit bantu Reza dulu " Aqila mengaguk lemah " hati² pa " Jose mencium bibir Aqila sekilas lalu pergi meninggalkan mereka .


" Apa yang sebenarnya terjadi son " Tanya Daddy Radit .


" Adara jatuh dalam kamar mandi " Ujar Raymond lirih ,Elsa langsung menutup mulutnya kaget karena dia pun perna mengalami itu .


" Dia pasti baik² saja " Ujar Alan mengelus punggung istrinya .


" Kenapa anak² ku harus mengalami itu " Ujar Elsa menangis .


" Jangan menangis kamu akan membuat nya semakin terluka " Ujar Alan lembut .


" Sayang " Elvi mensejajarkan tubuhnya pada Raymond lalu memeluk nya tanpa berkata apa pun .


Daddy Radit mendekati Daniel yang sudah duduk sambil bersandar pada dinding ruangan operasi .


" Sudah hubungi orang tuamu " Daniel menggeleng " Jangan katakan apa pun dulu karena kita harus mengingat kesehatan ibu mu " Daniel mengaguk lemah .


" Yakinlah adikmu anak yang kuat ,bahkan dia bisa bertahan hidup selama puluhan tahun ,ayo duduk di kursi " Daniel mengikuti langkah Daddy Radit .


"Jangan menangis ,kamu harus kuat di sini hanya ada kamu keluarganya sekalipun kami juga keluarganya ,tapi kamu dan Raymond harus kuat " Ujar mommy Ellena saat Daniel sudah duduk di sampingnya .


" terimakasih Tante " mommy Ellena tersenyum sambil mengelus lengan Daniel .


Tidak berselang Lama pintu ruangan operasi terbuka dan memperlihatkan Alister dengan pakaian operasi nya .


Untuk sejenak dia menunduk kepalanya tanda hormat bagaimana pun kini dia sedang bertugas .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️❤️❤️❤️❤️


ayo dukung terus Adara dan Raymond


Like


koment


votenya


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😚😚😚😚😚