
Setelah selesai makan malam kini mereka duduk di ruangan tengah sambil menunggu Risna , sedang kan Amanda sudah datang saat makan malam berlangsung .
Tidak berselang lama Risna sudah datang sambil membawa beberapa brosur dan contoh kain untuk pakaian yang akan merasa kenakan Adara dan Amanda .
" maaf nona bos " Queen hanya mengaguk " sini Ris ,kamu sudah makan " tanya Queen
" sudah nona bos " ujar Risna lalu duduk di samping Queen .
" apa setelah ini kamu kembali ke butik " tanya Elvi lembut pada Risna
" iya nyonya,karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan " ujar Risna tersenyum
" tidurlah di sini ,nanti besok saja baru di lanjutkan " ujar Oma ellena .
" saya akan pikir kembali nyonya " ujar Risna tersenyum .
Queen membuka beberapa brosur dan di berikan pada mereka begitu juga contoh kain serta gambar yang mereka inginkan .
" Kaka Ray sama kaka Rif pakai jas kan, apa perlu Queen siapkan juga " tanya Queen menatap ke dua kakanya.
" iya " jawab mereka bersamaan .
" jangan lupa Queen dan Risna kerja lembur jadi tambah harga lelah " ucap Queen bercanda tapi dengan tatapan serius , Ray dan Rif'at hanya diam saja .
" Kaka ipar mau yang seperti apa ??" tanya Queen menatap Adara .
" mau seperti ini boleh " tanya Adara menunjukan gambar brosur
" tapi boleh ada warna ungunya tidak " lanjutnya lagi sambil menatap Queen .
" boleh, kalau bunga nya mau warna putih atau ungu juga atau gimana ? Kaka ipar ingin yang seperti apa " tanya Queen lagi, sedang Risna sibuk menulis .
" mau ada warna ungu nya tapi putihnya juga ada " ujar Adara lembut .
Queen membuka beberapa contoh gambar yang ada di HP nya ,lalu di perlihatkan pada Adara
" yang mana yang Kaka ipar mau ,tiga² nya ada warna ungu dan putih nya " ujar Queen setelah memperlihatkan gambarnya .
" nona Amanda mau yang seperti apa " tanya Adara lembut , Raymond berdiri lalu duduk di samping Elvi .
" duduk di situ sayang " ujar Rif'at lembut
" iya kak " ujar Amanda lalu duduk di samping Adara .
" Kaka ipar lebih suka yang mana " tanya Amanda sambil menatap ke tiga gambar itu di HP Queen .
" semuanya saya suka non " ujar Adara , sebentar nya dia merasa gugup tidak seperti Amanda yang terlihat biasa² saja
" kalian akan menjadi keluarga,Sampai kapan kamu memanggil nya nona ,tingkatmu di banding Amanda ,kamu lebih tinggi sekalipun dia cucuku " ucap opa Radit ketus .
" maaf tuan " opa Radit mendengus kesal " ajarin istri mu sampai kapan dia memanggil kami seperti majikannya " cibir opa Radit lagi .
" iya opa "ujar Raymond
"sudah tidak usah memikirkan ucapan opa " pungkas Queen menatap tajam opa Radit agar pria paru baya itu mengunci mulutnya .
" CK" cibir opa Radit saat Queen menatap nya membuat Henry dan yang lainnya tersenyum kuda .
" Kaka Queen , Rain mau seperti ini " celetuk Raine tiba ² .
" jangan membuatku pusing Raine " ucap Queen tertahan
"Kaka Reza ma.....
' Reza pamit ke kamar opa Oma " ujar Reza langsung berdiri meninggalkan mereka sebelum Raine menyelesaikan ucapannya .
" Raine jika kamu seperti itu yang ada Reza akan tambah malas melihat mu, coba anggun kalem sedikit " ucap Rifat menggeleng kepala .
" memang Raine kenapa ? Raine ingin di lihat karena memang seperti ini aku nya ,bukan pura² seperti yang Kaka ucap kan " ucap Raine kesal .
" maksud Kaka mu sayang jaga sikapmu ,kamu itu perempuan tidak ada salahnya dengan sikapmu hanya saja di kurangi sedikit ,agar terlihat lebih lembut " ujar mommy ellena menasehati cucunya
" suatu saat kamu akan mengerti kadang seorang laki² itu tidak butuh gaya centil dan ceplas-ceplos mu, tapi wanita yang bisa membuatnya terkesan wanita yang lembut " Ujar opa Radit
" kalian mau bahas Raine atau mau bahas apa sih, Queen banyak pekerjaan " ucap Queen kesal,membuat mereka terdiam .
" maaf sayang lanjutkan lagi " ujar opa radit membuat Queen mendengus kesal .
" yang ini gimana Kaka ipar " tanya Amanda menunjukan salah satu foto .
" non maaf bagus nya saya panggil apa " tanya Adara lirih
" senyaman kakak ipar saja " ucap Amanda tersenyum
" Manda saja boleh " Amanda mengaguk " iya yang ini juga bagus tapi apa tidak terlalu berlebihan " tanya Adara karena menurut nya itu terlalu mencolok jika hanya untuk sebuah resepsi dan pertunangan .
" tidak , ini bagus koh apa lagi acaranya malam hari ,jadi gimana mau yang ini " tanya Queen ,mereka mengaguk bersamaan .
" Mana asisten Kaka tadi apa dia tidak kembali lagi " tanya Queen menatap ke arah tangga .
" nanti kamu bicara sama Reza iya Ris " Risna mengaguk sambil menulis .
" Raine ....
" jangan dulu ganggu mereka iya " ucap Elvi lembut ,Raine mengaguk paham .
" terus baju nya mau yang seperti apa " tanya Queen lagi
" jangan yang terbuka " ucap Raymond tiba² ,adara hanya mengaguk .
" yang ini " Queen menatap Adara " kamu yakin " Adara mengaguk ,Queen mengambil gambar itu lalu memperlihatkan pada Raymond
" ganti, bukannya aku sudah bilang jangan terbuka, ini dada nya kelihatan Adara " ucap Raymond kesal
" maaf " cicit Adara lalu kembali mencari yang tertutup
" kenapa tidak sekalian kamu pakaian gorden saja " cibir opa Radit
" Oma nanti pakai baju yang seperti Adara pilih tadi itu bagus dan sangat cocok untuk Oma " ucap Raymond tersenyum
" jika sampai kau memakai baju itu ,akan ku buang kamu ke hutan Amazon " ucap opa Radit tegas
" CK " cibir Henry, Raymond dan Rif'at
" kurung saja Oma dalam kamar " ucap Rif'at ketus , opa Radit memilih diam saja
"yang ini boleh " tanya Adara sambil menunjuk foto gaun pengantin iya sedikit tertutup .
" ini lebih baik, tapi di tutup sedikit bagian dadanya iya , terus bagian perutnya buat dia terlihat nyaman saat di pakai " Queen mengaguk paham
istri tuan Raymond cantik juga tidak kalah dari nona Amanda batin Risna sambil menulis .
" aku yang pilih gaun nya ,kamu hanya bisa menerima tanpa berkomentar " ucap rif'at cepat
" astaga ,kenapa aku bisa hidup di lingkungan mereka " cibir Queen yang mulai frustasi karena ulah ke dua kakanya yang posesif .
" iya " cicit Amanda lirih
" Kaka mau yang seperti apa ?? gaun atau kebaya " tanya Queen
' jangan gaun nanti kami di kira resepsi juga ,tapi jangan juga kebaya kami seperti tamu undangan " ujar Rif'at sambil membuka lembaran buku yang khusus untuk baju lamaran .
" astaga " Queen mengacak rambutnya kasar lalu menatap tajam Rif'at yang biasa saja .
" yang seperti ini tapi lengan nya panjang dadanya agak tertutup " titah Rif'at .
" Kaka..." Rif'at mengangkat tangannya sehingga Amanda menghentikan ucapannya
" kamu hanya tau memakai nya tidak untuk berkomentar " ujar Rif'at , Amanda mengaguk pelan .
" ok, sekarang biarkan Risna yang mengukur kalian " ujar Queen .Risna langsung berdiri di ikuti Adara dan Amanda
" Kaka , Raine boleh pakai gaun juga " Queen mengaguk " nanti datang ke butik pilih saja yang ada iya ,karena Kaka masih fokus gaun mereka " Raine mengaguk tersenyum
Risna mulai mengukur Adara terlebih dahulu, sedang kan Queen mencatat apa yang di ucapkan Risna .
Setelah beberapa lama akhirnya Adara dan Amanda telah selesai di ukur .
" kalian bisa langsung ke butik ,pilih sendiri jas yang akan di pakai " ujar Queen menatap Raymond dan Rif'at.
" acaranya di adakan di hotel kan " tanya Queen menatap Henry
" iya sayang " jawab Henry
" jika Reza ke sana nanti singgahi Risna saja di butik " ujar Queen , Raymond hanya mengaguk
" tapi mungkin Reza tidak selalu di sana ,nanti di ganti papa " Queen mengaguk paham .
Karena urusan perusahaan saja sudah sangat memusingkan apa lagi harus di tambah urusan resepsi pernikahan kakanya dan pertunangan juga .
"apa lagi sayang " tanya mommy ellena menatap Queen
" untuk pakaian keluarga gimana ,mau samaan atau gimana " tanya Queen
" nanti mommy tanya mereka sayangi " ujar Elvi
" secepatnya nya mom, agar Queen bisa persiapkan ,karena untuk sementara Queen tidak terima apa pun hanya fokus untuk acara Kaka " ucap Queen
" iya sayang " ucap Elvi
" kalau laki² nya " tanya Queen lagi
" siapkan saja jas ,nanti kami ke sana " ujar Henry , Queen mengaguk paham lalu menyadarkan tubuhnya di sofa
" ah iya Queen lupa ,sepatunya kaka ipar pakai ....
" yang biasa jangan yang tinggi " potong Raymond tegas
" CK, iya ² kalau tau mendingan tadi tidak usah tanya " cibir Queen kesal
" tidur di sini saja Ris karena kita harus bekerja " ucap Queen
" baik nona bos " ujar Risna
" sayang kamu nginap kan " tanya Rif'at
" tapi Amanda ...
" nanti aku telepon ayah. "potong Rif'at cepat
Lalu mereka memasuki kamar masing² setelah memakan waktu yang cukup lama hanya untuk memilih konsep ,gaun lalu ukuran lagi .