ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Trauma



Setelah makan malam kini mereka sedang berkumpul bersama di ruangan keluarga sambil bermain dengan Twins .


" Twins benaran tidur terpisah dengan kalian " Raymond mengaguk " Ada Nany yang menemani mereka " Jawabnya tenang .


" ASI nya gimana " Tanya Adara polos .


" Bukannya sore tadi kamu sudah pompa lalu untuk apa lagi bertanya Adara " Adara menatup kan mulutnya .


" Aku jadi penasaran apa staf perusahaan syahzani itu waras semua sehingga kamu bisa bekerja di sana " Ujar Raymond menaikan alisnya .


" Dia karyawan yang baik Lo kak " Adara tersenyum menang saat syahzani membelanya.


" Kau yakin ,bahkan otaknya tidak penuh " Ujar Raymond sinis .


" Terserah " Ujar Adara kesal .


Tidak berselang lama Daniel datang sambil membawa kado buat keponakan kesayangan nya .


" Selamat malam " Sapa Daniel pada penghuni ruangan keluarga .


" Kau sudah datang " Daniel hanya tersenyum,lalu mendekati Adara .


" Buat Twins " Adara langsung menerima nya " Mereka pasti suka " Ujar Adara lalu mengambil kado untuk anak²nya .


" Boleh buka " Daniel mengaguk, Adara langsung membukanya tanpa bertanya lagi .




" Cantik sekali ,makasih Abang " Ujar Adara kegirangan .


" sama² " Ujar Daniel ,lalu beralih melihat twins yang tidur dalam box bayinya.


" Malu sama Daniel, apa kalian sudah miskin sehingga tidak bisa membeli hadiah untuk anak²ku ,cih " Cibir Raymond ketus , sedangkan yang di sindir hanya mendengus saja .


"Boleh gendong baby Ed " Raymond mengaguk " Cuci tangan dulu " Daniel langsung mencuci tangannya di wastafel yang tidak jauh dari tempat itu .


" Sudah cocok Lo, kapan ke pelaminan " Tanya mommy Ellena .


" Belum kepikiran ke sana Tante " Ujar Daniel sambil memainkan pipi baby Ed .


" Asisten nya Queen belum siap iya Abang " Daniel hanya tersenyum saja .


" Bukan begitu ,tapi masih ada yang harus di selesaikan " Mereka mengaguk paham .


Setelah itu mereka bercerita seolah mereka sudah seperti keluarga sudah tidak ada lagi rasa canggung di antara keluarga itu .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Mba kalau mereka rewel ketok saja pintunya iya " Ujar Adara karena kini mereka sedang berada di kamar Twins.


' Iya nyonya " jawab Nany .


" Honey apa Tidak boleh tidur di kamar saja " Ujar Adara memelas .


" Perutmu belum bisa di bawa gerak ,kamu harus bnyak istirahat " Uang Raymond .


" Tapi ..."


" Lakukan itu setelah sembuh " Adara memilih mengalah .


Dia bertekad akan segera sembuh ,bukannya dia punya uang banyak dari suaminya .


Dia akan menggunakan itu untuk mempercepat penyembuhannya .


Terserah nanti berapa harganya yang harus dia keluarkan, toh suaminya seorang miliarder kaya .


jadi dia akan memanfaatkan nya itu .


" Baiklah " Jawab Adara setelah menyusun banyak rencana .


" tekan tombolnya jika mereka rewel ,tapi jika tidak jangan " Ujar Raymond .


" Baik tuan " Ujar Nany yang berjumlah 3 orang jadi mereka bisa bergantian saat menjaga twins .


" Ayo kamu harus istirahat " Adara mengaguk " Masih banyak stoknya kan mba " tanya Adara .


" Masih nyonya " Jawab Nany.


" Jika kalian bosan nyalakan saja tv nya, atau mau makan atau apa ambilah di bawah ,di situ juga ada laptop pakai saja tidak usah sungkan " Ujar Adara lembut .


" Terimakasih nyonya " Jawab mereka .


Jika semua fasilitas seperti ini bahkan seminggu pun mereka tidak ke luar kamar.


Mereka mampu apa lagi semuanya lengkap ,bahkan tempat tidur untuk mereka juga ada tapi sekalipun sedikit jauh dari box bayi tapi itu tidak masalah.


" Ayo kamu harus istirahat " Adara mengaguk " titip Twins iya " Ujar Adara sebelum meninggal kan anak²nya pada Nany.


"Iya nyonya " Ujar Nany .


Sesampainya di kamar Raymond langsung membawa Adara ke kamar mandi membantu nya membersihkan diri sebelum nantinya istirahat .


Setelah selesai Raymond membantu Adara memakai kan pakaian nya lalu berjalan ke arah tempat tidur .


" Masih sakit " Tanya Raymond setelah Adara sudah duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di kepala ranjang .


" Sudah tidak tapi aku takut ,makanya dulu aku minta normal tapi .."


" Maaf aku tidak bisa menjaga kalian dengan benar " Uajr Raymond sambil memeluk istrinya .


" Aku yang salah ,karena terlalu senang sehingga melupakan ucapan mu jangan lari " Ujar Adara lirih .


" Sudah jangan di ingat lagi ,setelah kamu sembuh kita konsul sama Amanda baru setelah itu kita hilangkan bekasnya agar kamu lebih nyaman " Ujar Raymond .


" Mas yakin " Raymond mengaguk " mereka sudah lebih dari cukup dan aku tidak mau kejadian kemarin terulang " Ujar Raymond datar .


" Aku tidak keberatan jika ..."


" Kita sudah di berikan sepasang jadi sudah cukup baby Ed Sama baby El " Potong Raymond cepat .


" Boleh aku minta sesuatu " Adara mengaguk .


" Tetaplah berada di sisiku jangan dengarkan ucapan dari luar kamu cukup bertanya aku akan menjawabnya ,beli apa yang ingin kamu beli,lakukan apa yang ingin kamu lakukan !! Kau ingin membawa Twins silahkan tapi tetap dengan Nany dan pengawal "


" Aku selalu bilang bukan bahagia kan dirimu " Adara mengaguk " Maka lakukan sekarang asal kamu tahu batasan mu jangan sampai kamu ke luar dari jalur itu , karena kamu sendiri akan mendapatkan akibatnya " Ujar Raymond serius .


" Terimakasih sudah mencintai ku dengan tulus ,maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik seperti yang lainnya "


" Kau cukup baik saat di kamar saja membantuku bersiap , menyiapkan air mandi ku, memandikan ku , dan menunggu ku pulang dan pergi saat aku pergi bekerja selebihnya aku tidak mengizinkan nya !! Kau hanya punya waktu bersama twins saat aku di perusahaan dan sebelum tidur " Ujar Raymond .


"Saat weekend nanti kita akan liburan di dekat² saja, saat usia mereka 5 atau 6 kita akan kemah jika memungkinkan untuk Twins karena bagaimanapun angin malam tidak baik, apa lagi itu di pinggir pantai " Ujar Raymond .


" makasih ,mas memang suami paling idaman makasih sudah menerima kami dan terimakasih karena aku bisa bersama mereka selamanya " Uang Adara .


" Padahal aku masih simpan Lo surat perjanjian nya " Adara langsung melepaskan pelukannya nya menatap suaminya .


Tapi sedetik kemudian dia kembali memeluk suaminya !!


" Aku sudah punya buku nikah itu buku paling ampuh untuk bukti " Ujar Adara tenang .


" Bukannya buku nikah itu harus di tandatangani sedangkan kamu tidak melakukan itu bukan " Adara mendongkak wajahnya menatap Raymond .


" I-ya " jawab Adara gugup karena memang dia hanya tau menerima nya saat itu di berikan pada Raymond .


Bahkan buku itu juga ketinggalan di hotel sehingga Raymond menyuruh anak buahnya untuk mengambilnya .


" Sedangkan surat kontrak kita ada tanda tangan kita berdua bahkan sah ada meterainya " Adara langsung turun dengan cepat dari tempat tidur.


" Mau ke mana " Tanya Raymond menatap Adara yang panik .


" Mau tanda tangan buku nikah " seketika tawa Raymond menggelegar di kamar itu membuat adara terdiam .


Hingga akhirnya dia sadar bahwa suaminya sudah mengerjai nya .


" HONEY " pekik Adara kesal lalu kembali naik ke atas tempat tidur


" Why " Ujar Raymond masih tertawa kecil .


" Tau ah kesal ,kan aku nya takut tahu " Raymond langsung memeluk istrinya .


" Tidak usah takut, aku tidak akan meninggalkan kalian apa lagi kamu " Adara mengagukan kepalanya .


" Ayo istirahat besok pagi kamu akan menemani twins berjemur " Uajr Raymond .


" Peluk " Raymond nanya tersenyum .


"Apa kau ingin bersaing dengan anakmu " Adara hanya tertawa kecil .


Lalu memeluk tubuh atletis suaminya sambil bermain di bidang dadanya .


" Kiss me now " Adara langsung menaikan kepalanya mencium bibir tebal milik suaminya .


" good night my husband ,i love you , CUP " Ujar Adara .


me too , CUP " balas Raymond lalu memeluk Adara sambil mengusap punggung Adara dengan lembut .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Dukung terus Raymond dan Adara


LIKE


KOMENT


VOTE.


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘