
Setelah selesai sarapan Raymond dan Adara langsung pergi ke salon di temani Rehan dan Morgan.
Sesuai janjinya dia akan menemani ibu dari anak²nya untuk perawatan sebagai bayaran karena telah menggempur nya hingga wanita itu Tidak berdaya.
Sekalipun nanti nya pasti mereka akan menunggu terlalu lama tapi Raymond tidak peduli karena ada Rehan dan Morgan yang akan menemani nya.
Dan dia tidak mau Adara ke luar sendiri tanpa pengawasan nya karena di luar ada yang mengincar nya .
Bahkan setelah ke luar dari pagar tinggi rumahnya Raymond sudah melihat mobil mengikuti mereka begitu juga Rehan dan Morgan .
" Tuan " Panggil Morgan .
" Jalan " Titah Raymond ,bahkan kini dia mengepal kan tangannya .
" Kenapa honey " Raymond menatap Adara " Tidak ada papa " Ujar Raymond tersenyum .
" Kau lelah " Adara menggeleng " berikan baby Ed pada Morgan " Ujar Raymond .
" Tidak usah aku .... Mas tolong iya " Ujar Adara setelah melihat sorot mata suaminya .
" Iya nyonya " Morgan langsung menerima bayi gembul yang sebentar lagi usia nya akan dua bulan .
" Sini " Adara langsung mendekat lalu bersandar di dada sang suami dan berhadapan dengan Baby El .
CUP
CUP
" Baby jangan mengganggu nya " Adara hanya tersenyum lalu memainkan pipi gembul baby El .
" Baby "
" Dia sangat lucu mas ,lihat lah mulutnya dan pipinya seperti ikan buntal " Ujar Adara tertawa kecil membuat kedua orang yang di depan menahan senyumnya .
" Kau mengatakan angel mirip Ikan hei ,kau ingin mati " Adara hanya tersenyum saja mendengar bentakan suaminya .
" Coba Lihat !! mulutnya bergerak " Raymond menatap baby El yang menggerakkan mulut dan lidahnya .
" Cih tapi dia bukan ikan " Ujar Raymond entah kenapa dia tidak menyukai julukan itu .
" Tapi memang dia mirip ikan buntal " Kekeh Adara yang tidak mau kalah .
" Awas sana " Usir Raymond tapi Adara tetap menempel pada dada suaminya sambil memerhatikan baby El
Ah aku merindukan Rosna apa yang dia perbuat iya Batin Rehan menghela napas panjang .
" Ada apa dengan mu " Rehan langsung menatap kaca spion yang di atas kepalanya " Tidak ada tuan " Ucap Rehan.
" Kau bekerja dengan ku sudah berapa lama !! Sehingga berani berbohong " Rehan menelan ludahnya kasar .
" Saya hanya merindukan ibu dari anakku tuan " Raymond mendengus saja .
" Ah iya mas rehan mau mau nikah ..."
" Baring " Adara Kembali bersandar di dada suaminya padahal dia ingin melihat Rehan agar lebih enak cerita nya .
" Mas rehan nikah sama siapa " Tanya Adara penasaran .
" Maaf nyonya saya belum bisa memberi tahu kan sekarang " Ujar Rehan hati² agar sang nyonya tidak tersinggung .
" Kenapa ?? Mas Rehan tidak mengganggap ku lagi teman " Rehan menelan ludahnya paksa.
Matilah kamu Batin Morgan tersenyum jahat .
" Calon istri nya sangat jelek baby, buruk rupa " Ujar Raymond ketus .
Rehan hanya bisa menarik napas panjang sedangkan Morgan menatap ke arah luar sambil tersenyum .
" Ehs mas ,aku serius " Ujar Adara kesal .
" Aku juga serius baby ,Kalau bukan buruk rupa lalu apa sehingga dia menyembunyikan " Ucap Raymond .
" Tuan " Raymond menatap Rehan yang memberikan kode,Lalu dia menatap ke belakang .
"Hubungi Daddy " Morgan langsung mengambil hp nya .
Jika tidak memikirkan Isti dan anaknya sudah sejak tadi dia akan menembak kepala mereka masing² .
" Apa ada masalah " Tanya Adara yang sudah mulai curiga .
" Daddy akan menyusul ke salon karena mommy juga ingin perawatan " Ujar Raymond lembut agar Adara tidak terlalu curiga .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sesampainya di salon ternyata di sana sudah ada Henry dan yang lainnya hanya minum Opa Radit dan Oma Ellena karena mereka harus kembali ke masion menjaga di sana agar tidak kecolongan .
" Ayo masuk " Mereka masuk dalam salon dengan para istri mereka bahkan Eliza juga ada .
" Ayo sayang , saatnya kita menghabiskan uang Mereka " Ujar Elvi yang memang sudah tahu jika tidak ada yang beres .
" Maaf ,Ray hanya tidak ingin Adara merasa bosan jika hanya di rumah saja " Ucap Raymond .
" Lalu kenapa tidak membawa pengawal ,pikirkan anak istri mu son " Ujar Davin menatap Raymond .
" Makanya aku menyuruh Morgan untuk menghubungi Daddy " Jawab Raymond .
" Shiiiit " Umpat Henry kesal .
" Hubungi yang lainnya susul mereka ke tempat honeymoon ,mungkin mereka tidak akan ke sana tapi kita jaga² saja " Titah Henry .
" Baik tuan " Rehan lalu menjauh sedikit dari mereka .
" Siapa kali ini " Tanya Jeje menatap Raymond .
" Sahabat Adara dulu ,tapi kali ini dia di bantu dengan seseorang " Ucap Raymond .
" Sahabat , Lalu untuk apa dia mengincar mereka " Tanya Alan bingung .
" Dulu Adara memiliki kekasih yang berkerja di perusahaan pusat begitu juga sahabat nya sedangkan dia berkerja di perusahaan Syahzani ,Ray juga tidak terlalu tahu ceritanya tapi mereka berselingkuh hingga Adara memergoki mereka di apartemen sedang menunggang kuda " Ujar Raymond .
" Jadi maksud mu ,laki² itu tidak terima putus dari Adara sehingga membuat wanita ini membenci Adara " Tanya Davin , Raymond mengaguk .
" Kenapa kisah mu tidak jauh berbeda dengan Daddy mu " Henry mendengus kesal .
" Siapa yang membantunya " Tanya Henry dingin .
" Fandi Baskoro " Ujar Raymond .
" Tidak asing namanya " Ujar Jose menaikan alisnya sebelah.
" Apa kamu bekerja sama dengan nya " Raymond menggeleng .
" Mungkin saja belum tapi nanti dia akan mengajukan diri " Ujar Jose yang sudah memang hafal dengan orang² itu .
" Perketat penjagaan untuk Adara karena wajahnya sudah di kenali , sekalipun belum pasti sahabat nya itu sudah memberi tahu kan " Ujar Henry .
" Sudah " Tanya Jose saat melihat Rehan datang .
" Iya tuan ,ada mobil Van yang menunggu kita di sana " Lapor Rehan .
" Apa mereka lama " Tanya Henry khawatir.
" Bahkan Mereka masih mulai " jawab Jeje .
" Apa aku harus keluar kak " Tanya Reza .
" Apa kamu punya nyawa 10 bahkan kamu tidak bawa senjata " Cibir Raymond .
" Ada di mobil " Jawab Reza seadanya .
" Opa " Semua orang menatap ke arah Eliza .
" Kenapa princess " Jawab Henry .
" Bisa pinjam HP, Zaza mau telepon bunda apa Zaza boleh mewarnai rambut " Henry langsung meggeleng cepat .
"Bundamu akan mengamuk princess " Ujar Davin tertawa kecil .
" Benarkah " mereka mengaguk cepat " Baiklah Zaza pilih yang lain saja " Ujar Eliza meninggalkan mereka.
"Centil sekali " Ujar Raymond .
" Mereka tidak akan mendekat jika mereka ingin menyerang mungkin sejak kalian menuju ke sini akan melakukan nya apa lagi kalian ke luar tanpa pengawal " Ujar jeje .
" Mungkin mereka sedang melihat pergerakan kita ,jadi biarkan saja dulu mereka bergerak sudah lama aku Tidak membunuh nyamuk " Ujar Alan tersenyum menyeringai .
Henry menatap baby Ed sama baby El " jika sampai mereka menyentuh kalian ,aku pastikan mereka mati dengan cara yang sangat menyakitkan " Ujar Henry sambil menatap tajam kedua cucunya .
" Kenapa dulu kamu tidak habisi saja dia son " Tanya Davin .
" Adara terlalu baik sehingga membebaskan dia ,kadang aku berpikir apa Ray menikah dengan malaikat " Ujar Ray bingung .
Membuat mereka tersenyum sambil menggeleng .
" Apa kau sedang membuat lelucon " Tanya Jeje tersenyum kuda .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘