ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
maha paling benar



Sesampainya di hotel Radhi langsung menuju kamar Vania dengan perasan khawatir dan panik Radhi mengumpat lift yang menurutnya terlalu lambat .


Hingga akhirnya lift berhenti di lantai 3, Radhi langsung berjalan ke arah kamar yang tidak jauh dari lift .


tanpa membuang waktu dia langsung memasukan kode pada kamar itu .


Ceklek


" siapkan semuanya di bawah aku akan membawa nya ke hotel dan siapkan dokter di sana " ujar Radhi sebelum masuk kamar .


" baik tuan " ujar pengawal yang sejak tadi mengikuti Radhi hingga ke hotel .


" Dear " panggil Radhi saat sudah berada di dekat Vania .


" kamu datang " ujar Vania tersenyum sekalipun dia terlihat lemah .


" kau tidak mendengar ucapan ku " tanya Radhi kesal tapi Vania hanya tersenyum .


" ayo kamu harus di periksa kita ke hotel lain " vania menahan lengan Radhi.


" dad..


" mereka di rumah nanti ketemu mereka di hotel " potong Radhi cepat lalu mengangkat tubuh lemah Vania .


Sedangkan di kamar sepasang suami istri yang egonya tingkat tinggi kini sedang duduk bersebelahan .


" kau tidak ingin mengundang mereka " Adara menatap Raymond sebentar lalu menggeleng .


" kenapa ?? kau masih takut " Adara mengaguk sambil mengelus perut buncitnya .


" kamu belum mencoba nya Dara " ujar Raymond .


"tapi aku tidak ingin mereka melihat ku seperti ini sedangkan mereka belum tau aku sudah menikah" ujar Adara .


" memang kenapa jika mereka melihat mu seperti ini ,toh kamu memiliki suami " ujar Raymond,Adara hanya mendengus kesal .


Susah memang berbicara pada suami yang tau nya hanya menyuruh memaksa dan bertindak sesuka hatinya .


"kenapa ?? apa aku salah " tanya Raymond tenang .


"kamu itu selalu benar maha benar di atas yang benar " ujar Adara kesal .


" kamu marah " Adara mendengus kesal " apa aku bisa marah " tanya balik Adara .


" sebaiknya urung kan itu sebelum kamu berakhir di sana " tunjuk Raymond pada tempat tidur mereka .


selalu saja ,apa dia tidak lelah tiap malam meminta batin adara kesal .


" bahkan aku masih mampu jika sekarang menambah 2 atau 3 " Adara langsung menjauhkan diri nya pada Raymond .


Suaminya itu lebih berbahaya di banding mafia yang seperti di baca di vovel² mengingat itu saja Adara berdigik ngeri .


" apa aku harus membawa pakaian " tanya Adara.


" apa kau ingin tinggal lama di sana "Adara memilih diam .


Karena mengajak bicara Raymond mendingan bicara pada dinding.


Sekalipun mereka tidak jawab ,itu masih bisa di pahami, tapi saat bicara pada suami dinginnya itu ,sekali ke luar sesaknya sampai ke ulu hati .


"kau ingin ke mana " tanya Raymond setelah lama terdiam .


" ke mana " tanya balik Adara bingung .


" honeymoon nya Dara " dengus Raymond.


"tidak usah pergi di mana² aku hanya ingin ke pantai bikin tenda tidur di sana " Raymond mengaguk paham .


"kenapa kamu suka sekali pantai " tanya Raymond penasaran.


" di sana aku bisa tenang " ujar Adara.


" kau pernah ke sana " Adara mengaguk " dengannya " Adara diam, karena memang dia pernah ke sana bersama Andika.


" apa kau ke ke sana karena merindukan nya " tanya Raymond tegas .


" kenapa aku har....


" lalu kenapa harus ke pantai menenangkan diri bahkan aku menyiapkan tempat yang lebih bagus hanya sekedar pantai sialan itu " ucap Raymond kesal .


" itu karena kamu memikirkan nya ?? dan memilih pantai agar mengingat kembali kenangan kalian , kau akan di antar Rehan dan Morgan untuk menemuinya " ujar Raymond lalu mengambil HP nya di saku celananya .


" bukan .....


Raymond menghempas kan tangannya keras saat Adara memegang lengannya .


" di mana dia " tanya Raymond dengan suara beratnya .


" di -kamar tuan " ujar dari seberang dengan gugup .


" aku akan ke situ ,katakan pada nya bahwa kekasihnya merindukan nya " ujar Raymond lalu mematikan HP nya .


" ganti pakaian mu ,Aku akan mengantarmu menemuinya " ujar Raymond ketus .


" bisa dengar ....


" ganti pakaian mu, aku tidak butuh waktu lama untuk menunggumu " ucap Raymond menatap tajam Adara .


" kenapa kamu selalu memutuskan sesuatu karena nya, aku ke sana karena memang ingin ke sana tanpa harus mengingat nya ,jika memang tidak bisa tidak usah, sejak aku memutuskan hidup dengan mu ,aku tidak memikirkan lagi dan berusaha menghapus itu ,tapi kenapa kamu selalu mengungkit tentang nya " bentak Adara keras .


" ganti pakaian mu " ujar Raymond


" pergi saja sendiri " ujar Adara memilih pergi ke arah balkon untuk menenangkan diri .


" Dara " Adara menulikan pendengaran nya seolah tidak ada yang memanggilnya .


" Kau akan membatalkan acara malam nanti "


" jangan karena aku baik padamu dan mengikuti keinginan mu kamu seenaknya Adara, ingat posisi mu sekarang apa ??jangan besar kepala " ucap Raymond emosi.


Adara memilih diam dia masih memikirkan acara nanti malam, mengingat keluarga Raymond mempersiapkan semuanya dengan antusias


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Siang harinya mereka langsung ke hotel dengan keadaan tebang antara Raymond dan Adara .


Bahkan di sepanjang perjalan di dalam mobil hanya ada keheningan, membuat Reza bingung .


Bukannya mereka harus Bahagia kenapa keadaan malah semakin dingin .


" ke pantai " sang sopir menatap Raymond .


" baik tuan " ujar sang sopir


Sedangkan Adara memilih diam dan memandang ke arah luar .


" apa kita ke pantai yang dekat saja tuan " tanya sang sopir .


" katakan padanya Nyonyamu pantai mana yang menjadi kenangan nya bersama kekasihnya " ujar Raymond menatap HP nya .


" yang terdekat saja " ujar Reza yang mengerti kebingungan smash sopir .


" baik tuan " ujar sang sopir .


" Kaka " Raymond menatap Reza lewat kaca spion .


" apa ada masalah " tanya Reza memberikan diri .


" bawa mereka bertemu mungkin itu yang selama ini dia inginkan " ujar Raymond .


" tapi kak dia sedang bersama wanita itu " ujar Reza pelan².


" pisahkan mereka, suruh rehan membawanya ke pantai " ujar Raymond dingin .


" kakak nona adara harus siap.....


" jangan membantahku " Reza memilih diam dan mengirim kan pesan pada rehan .


Setelah 20 menit mereka sampai di pantai terdekat ,padahal Adara harus siap² tapi siapa yang berani membantahnya .


" ke luar lah dia sudah menunggumu " ujar Raymond dingin .


Tanpa berkata Adara memilih ke luar ,sejak tadi dia sudah sesak berada dalam mobil selalu di kaitkan dengan masa lalu nya .


bukankah semua orang memiliki itu , termaksud dia lalu apa salahnya dia ingin ke pantai .


bahkan dia menginginkan nya sejak awal kehamilan nya .


" apa perlu ...


" biarkan dia jalan sendiri " potong Raymond memilih memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya keras .


Merasa tidak tega Reza memilih ke luar menemani sang nyonya ,siapa tau dia membutuhkan sesuatu .


" Adara " panggil seseorang ,tapi Adara memilih jalan .


" nona Adara " panggil Reza .


" aku ingin menenangkan diri za, suruh mereka membawanya menjauh " ujar Adara sambil meneruskan jalannya .


Tanpa Adara duga, Andika memeluk nya dengan erat sampai akhirnya Reza menarik nya paksa .


bugh


" kau tau siapa dia " bentak Reza emosi bahkan wajahnya sudah memerah .


" maaf....maaf untuk kesalahan ku sebelumnya aku minta maaf telah menyakiti mu maaf " ujar Andika menangis sesegukan berjongkok di belakang Adara .


" kamu tau, karenamu aku harus seperti ini ,karena laki² brengsek seperti mu aku berkahir seperti ini, aku membenci kalian bahkan aku ingin pergi menjauh dan menghilang jika aku bisa, semua yang aku lakukan ,inginkan selalu di kaitkan dengan mu ,aku membenci itu kenapa aku harus bertemu dengan pria seperti kalian kenapa " tanya Adara menahan tangisnya .


" nyonya " panggil Rehan dan Morgan


" bawa dia pergi ,aku ingin sendiri ,sebelum akhirnya aku pergi menjauh " Reza mengagguk kepalanya .


" maaf jika karenaku kamu seperti sekarang ,tapi aku menyesal telah melakukan itu dan aku sudah dapat balasannya " Adara memilih diam menatap lurus ke arah laut biru .


" nona Adara " panggil Reza setelah Morgan dan Rehan membawa Andika pergi.


" Reza jika suatu saat aku pergi ,tolong jaga mereka dengan baik iya ,sayangi mereka seperti kamu menyayangi bosmu, jika Daddy nya tidak punya waktu bersama mereka karena pekerjaan nya banyak, saya harap kamu bisa menemani mereka nantinya "ujar Adara sambil mengelus perutnya .


" aku tahu mas Reza juga bnyak pekerjaan tapi aku hanya bisa berharap padamu ,karena mas Reza orang terdekat bagiku, jika mereka nakal jangan sungkan untuk memarahi mereka atau memukul mereka jika itu perlu dan sudah keterlaluan didik mereka dengan baik " lanjutnya lagi .


" saya akan melakukan yang terbaik sesuai permintaan nona ,tapi saya tidak punya kekuatan untuk sampai memarahi atau memukul mereka " ujar Reza jujur .


" lakukan itu, agar mereka bisa menghargai orang lain " Reza memilih diam " saya hanya tidak ingin harta yang di miliki Daddy nya membuat mereka sombong " lanjutnya lagi .


seperti Daddy lanjutnya dalam hati .


" ayo ,saya sudah baikan makasih sudah menemaniku " ujar Adara membalikkan badannya menuju mobil .


" jalan " titah Raymond saat Adara sudah berada dalam mobil begitu juga Reza .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 iya 😘😘