ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Apa aku boleh belajar



Di bangun rumah tua seorang wanita sedang berteriak meminta orang yang ada di sana membuka ikatan tangan dan kakinya .


" Diamlah ,apa kau tidak lelah hah " Bentak seorang pria yang sejak semalam mendengar ocehan wanita yang samping nya .


" Ini semua karena mu bodoh , Kau dan Anak buahmu sama² bodoh " Umpat sang wanita emosi .


" Kau bilang apa " Tanya seorang pria sambil menatap tajam wanita yang di samping nya .


" Bodoh, bodoh , Bodoh " Ulangnya lagi dengan suara lantang .


" Wah kalian pasangan yang sangat cocok " Ujar seseorang yang baru saja masuk.


" Siapa kamu ? Buka bajingan " Umpat sang wanita .


" Ternyata kau jauh dari pikiranku ,aku suka " Ucapnya dengan seringai jahatnya .


" Lepaskan sialan " Teriak nya lagi .


" Kau ingin mencoba nya " Tanya Morgan menatap Rehan.


" Aku tidak suka barang bekas " Uajr Rehan ketus .


" Seperti nya tuan Fandi sangat menikmati tubuhmu sehingga dia berani mengusik kehidupan tuan muda " Ujar Morgan sinis menatap Fandi yang kini sudah tertunduk


Dia sudah duga bahwa semua ini pasti ada kaitannya dengan Raymond dan sekarang terjawab sudah .


Sial Jadi mereka suruhan tuan Raymond Batin Sisil menelan ludahnya kasar .


" Ah apa ini yang katanya sahabat nona Adara ' Ucap Rehan sinis .


" Cih , Wanita ****** ...."


Bugh


" Aaakkkkhhhhh "


Pekik sisik saat perutnya di tendang keras oleh Morgan sehingga membuat nya jatuh kebelakang.


" Sa-kit " Gumam Sisil lirih .


" Sakit ?? Bahkan apa yang kau terima ini tidak sebanding dengan yang di alami Nona Adara " Ujar Rehan berjongkok di depan Sisil .


" Bangunkan dia "dua orang penjaga mendekat dan membangunkan kursi sisil .


" Kau punya pesan terkahir " Tanya Morgan menatap ke dua orang itu .


Tiba² saja pintu terbuka luas Fandi dan Sisil dapat melihat jika salah satu dari mereka adalah wanita .


" Nyalakan lampu nya " Rehan langsung menyalakan lampunya .


Seketika mata Sisil membulat saat melihat siapa yang kini sudah di depannya .


" Kau terlihat tampak muda tuan Fandi apa karena servisannya " Ujar Henry duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh anak buahnya begitu juga yang lainnya .


" Maafkan saya tuan " Henry tertawa membuat Adara merinding sehingga dia memeluk lengan sang suami dengan erat .


" Maaf " Henry berdiri mendekati Fandi " Kau pernah melihat ku memaafkan orang Hah " Bentak Henry tepat di depan wajah Fandi .


Bugh .


Raymond langsung memeluk Adara saat Henry menendang wajah Fandi hingga pria itu terjatuh .


" Bawa istri mu pergi " Ujar Henry tanpa membalikkan badannya .


" Baby ayo " Adara menggeleng " Aku tidak papa " Ujar Adara lirih .


" Kali ini menurut ok " Adara tetap menggeleng " Kata mommy aku harus terbiasa karena aku akan sering melihat ini " Raymond menghela napas panjang .


" Jika kamu tidak sanggup katakan " Adara menganggukan kepalanya .


Dengan sigap Morgan dan Rehan membangun Fandi yang sudah mengeluarkan darah di bagian hidung nya .


sudah di pastikan jika hidung dan rahangnya mungkin bergeser atau patah .


Sedangkan Sisil sudah gemetar ketakutan melihat bagaimana kejamnya mertua Adara .


" Apa wanita ini yang menganggu menantuku " Henry mengadahkan tangannya pada Morgan .


Sisil menatap pisau lipat yang ada di tangan Henry dengan gugup .


" ja-ngan "Henry Tersenyum sinis menatap Sisil .


" Sepertinya seru menggambar di wajahnya " Sisil semakin memajukan wajahnya saat Henry menyentuh wajahnya dengan pisau lipat itu .


" Mau ke luar " Tanya Raymond ,lagi² Adara menggeleng membuat Jose ,Jeje ,Alan dan Davin saling melirik .


" Aaakkkkhhhhh "


Adara menutup wajahnya di lengan sang suami bahkan dia meremas jaket sang suami .


" Daddy " Henry melempar pisau itu tempat di atas meja untuk di bersihkan lalu dia kembali duduk .


" Bukannya kamu ingin bicara padanya ?? Bicara lah " Adara menggaguk lalu berdiri .


" Kenapa kamu selalu mengusikku !! Bukannya kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau " Sisil menatap horor ke arah Adara .


" Apa belum cukup membuat hidup ku hancur lalu kini Kamu kembali lagi mengusikku " Lanjut nya lagi .


" Aku membenci mu " Bentak Sisil menatap tajam Adara .


" Duduk " Daddy Radit menahan Raymond yang berdiri .


" Apa alasannya kamu membenciku " Tanya Adara tenang .


" Karena kamu selalu mendapat apa yang kamu inginkan , sedangkan aku " Sisil menjada ucapan nya " Aku sudah lama mencintai Andika tapi kenapa dia lebih memilih mu Hah !! Aku membenci mu karena suami mu aku harus tinggal di tempat sampah itu " Bentak Sisil bahkan rasa sakit di pipi dan perutnya hilang saat melihat Adara karena emosi nya .


" Bukannya itu memang tempat mu ? Bahkan kamu bisa berganti pasangan untuk memuaskan mu " Ujar Adara sinis .


"Kau pun sama ,bahkan kamu menjual tubuh mu untuk menjerat tuan Raymond " Ujar Sisil emosi .


" Dan aku bersyukur,suamiku kaya ,terkenal ,tampan ,bahkan aku tinggal di rumah yang sangat besar dan mewah ,yang di dalamnya ada ribuan pelayan dan penjaga " Sambung Adara Tersenyum.


" Baby " Adara mengaguk lalu kembali ke kempat duduk nya .


" Ada permintaan terkahir kalian " Tanya Daddy Radit .


" Tolong lepaskan saya tuan, saya janji tidak akan mengusik keluarga tuan !! Kasian istri dan anak²ku tuan " Ujar Fandi lemah .


" Kasian !! Apa saat berhubungan dengan wanita sampah itu kamu kasian , Lalu apa tadi " Tanya Jeje mendekat ke arah Fandi " Tidak mengusik keluarga ku ,apa sebelumnya kamu tidak berpikir hah " Teriak Jeje .


" Saya mohon tuan " Ucap Fandi memohon .


" Ayo baby kita harus pulang " Ujar Raymond saat melihat kode dari Jeje .


" Iya mas " Jawab Adara ,kali ini dia menurut karena jika dia terus berada di sana sudah yakin dia tidak kuat .


Raymond dan Adara ke luar dari rumah tua itu di mana di luar anak buah keluarga suaminya berjejer menunduk kepalanya saat melihat tuan muda serta istrinya ke luar dari rumah itu .


" Tidak usah " Ujar Raymond saat penjaga membukakan pintu untuk Adara .


" Maaf tuan " Jawab penjaga lalu mundur beberapa langkah sambil menunduk kepalanya.


"Hati² baby " Adara menggaguk lalu masuk dalam mobil ,setelah itu Raymond ikut masuk .


Kali ini mereka membawa mobil sendiri tanpa sopir .


" Apa mereka akan tetap hidup mas " Raymond menatap Adara lalu kembali fokus .


" Apa kau menyesal menikah denganku " Tanya Raymond tanpa berniat menjawab pertanyaan Adara .


" Tidak " Adara menatap sang suami " Aku yakin mas hanya ingin melindungi kami begitu juga Opa dan yang lainnya " Jawab Adara tenang .


" Dulu mommy sama seperti mu ,Tapi secara perlahan dia sudah paham dan menerima kalau hidupnya di kelilingi dengan namanya kekerasan " Ucap Raymond .


" Tapi itu jika ada yang mengusik kami, seperti keluarga mommy dulu yang selalu mengusik nenek hanya karena rumah tempat tinggal mereka ingin di kuasai mereka dan kamu tahu kan apa yang terjadi " Adara mengaguk pelan .


"Apa aku boleh belajar seperti mas " Raymond menggeleng " hanya untuk melindungi diri mas tidak lebih " Lanjut Adara .


" Tidak baby, jika kamu ingin ke luar Rehan dan Morgan akan mengikutimu " Ujar Raymond .


"Hanya menembak saja " nego Adara menatap sang suami .


" No, itu sudah final " Adara memanyunkan bibirnya kesal .


" Beri aku alasan yang yang logis agar aku mengizinkan mu " Ujar Raymond.


Adara Kembali terdiam memikirkan jawaban yang sangat masuk akal , sedangkan Raymond menunggu jawaban Adara .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚