ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Hadiah Twins



Raymond masuk dalam rumah dengan wajah bingung nya saat melihat sepasang mobil kecil berwarna hitam putih terparkir di depan rumah .


Lalu dia menatap Reza yang berjalan di samping nya .


" Mobil siapa " Tanya Raymond menatap Reza.


" Mungkin hadiah untuk twins kak " Jawab Reza .


" Bersihkan dirimu " Reza mengaguk lalu pergi ke arah kamarnya .


Sedangkan Raymond memilih ke belakang karena biasanya istri dan anaknya akan di sana .


" Jagoan,Angel " Raymond tersenyum lembut saat melihat anak²nya menyambutnya .


Cup


"Hadiah dari siapa yang di depan " Tanya Raymond setelah mencium bibir Adara.


" Papa sama Mama " Jawab Adara.


" Mereka sudah ke sini " Adara Mengaguk " Barusan pulang tadi seharian main sama twins " Raymond hanya ber Oh ria saja .


" Selamat sore semuanya " Sapa Radhi yang baru datang lalu mencium kening Vania dan memeluk nya .


" Cih dua hari lagi kamu akan menikah , pergilah mandi bukannya kalian akan ke hotel " Radhi mengaguk karena siang tadi dia me jemput calon mertuanya serta keluarga nya dari Landon untuk menghadiri pernikahan mereka .


Setelah itu Radhi membawa mereka ke hotel di mana akan di langsung pernikahan .


" Baiklah aku mandi dulu ,kau sudah mandi " Vania menggaguk " Mommy minta di belikan gado² dia mau rasa " Ujar Vania .


" Dia bisa meminta pihak hotel membuat mya kenapa repot sekali " Ujar Radhi .


" Mommy takut " Radhi menggaguk paham " Siapkan pakaian ku ,aku akan minta pelayan yang bikin " Ucap Radhi .


" Vania pamit dulu " Ujar Vania menunduk kepalanya .


" Tidak sekalian kepala mu sampai di lantai " Cibir Henry kesal .


" Apa " Tanya Henry saat Radhi menatapnya .


" I love you Daddy " Henry hanya berdecak saja .


"Ayo dear nanti mommy lama menunggu "


" Apa mereka rewel " Adara menggeleng " Seperti biasa hanya baby El " Raymond sudah yakin itu .


" Ayo aku mau mandi " Adara langsung berdiri " Mom " Elvi menerima baby Ed dari gendongan Adara karena baby El bersama suaminya .


" Bawa sini " Elvi langsung memberikan pada Daddy Radit .


" Jaga anak²ku Dad ,Opa !!Adara mau bantu aku mandi " Ujar Raymond .


" Kau melebihi Edward dan Ella " Cibir Henry .


" Harus Dad, apa lagi sebentar lagi Ray akan buka puasa " Raymond tersenyum seringai melihat ke arah dua pria yang kini menatap kesal ke arah nya .


" selamat berbuka puasa kalau begitu " Ujar Daddy Radit kesal .


" Ayo baby " Adara hanya bisa menurut jika sudah di hadapan keluarga suaminya , rasa malu yang dulu melekat di hidup nya sudah hilang entah ke mana .


" Apa masih berdarah " Adara mengaguk tersenyum membuat Raymond kesal .


" Kapan selesainya baby " Adara hanya tertawa kecil .


" Bukannya setiap mandi aku membantunya mengeluarkan " Tanya Adara bingung .


Sikap mesum suaminya ini benar² di luar akalnya .


Kau salah Adara ,bahkan suami mu tidak ada bedanya dengan Daddy mertua mu serta Opa Radit .


" Tapi aku merindukan nya baby ,ah apa dia semakin sempit " Adara memukul lengan suaminya .


Ceklek .


" Kenapa memukulku " Tanya Raymond , Adara hanya diam saja .


Lalu dia membuka pakaian Raymond yang hanya terdiam saja di depan Adara .


Setelah itu mereka masuk bersamaan di dalam kamar mandi .


" Bathup atau shower " Tanya Adara .


" terserah " Ujar Raymond lalu membuka kain terakhir yang masih melekat di tubuhnya .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah selesai mandi Raymond dan Adara bergabung di ruangan tengah .


" Kenapa kalian ke sini ?? apa di rumah Tidak ada makanan " Tanya Raymond menatap Alister dan Xavier .


" Iya kak ,uang kami habis untuk persiapan pernikahan " Jawab Xavier seadanya .


" Bukannya pernikahan Opa yang tanggung " Tanya Raymond duduk di ikuti Adara .


" Maharnya Kaka terlalu mahal " Timpal Alister asal .


" Mobil siapa di depan " Tanya Davin


" Baby Ed sama baby El " Jawab Henry .


" Kenapa kau ingin membelikan juga " Davin hanya mendengus kesal .


" Apa mereka sudah makan " Tanya Raymond menatap Nany .


" Sudah tuan " jawab Nany .


"Kau terlalu lama dalam kamar mandi " Cibir Jose sambil menggendong baby Ed .


" Kau seperti tidak tahu saja Jo " Ucap Jeje tersenyum .


Raymond hanya diam saja begitu juga Adara yang hanya bisa mendengar kan .


"Gimana pekerjaan kalian " Tanya Daddy Radit .


" Semuanya sudah aman Opa " Jawab Xavier .


" Langsung honeymoon " Tanya Henry ,Xavier menatap syahzani.


" Iya Dad " jawab syahzani membuat Xavier tersenyum .


" Kau bahagia sekali " Cibir Reza saat melihat senyum adiknya .


" Tentu " Jawab Xavier .


" Bukannya kau sudah sering merasakan " Reza tersenyum melihat wajah kaget adiknya .


" Kaka tahu dari mana " Tanya Xavier ,Reza hanya menaikan bahunya .


"Vier " Xavier menelan ludahnya kasar lalu menatap Alan " Hanya main bisa koh ayah, belum jebol " Alan hanya berdecak saja .


"Jangan bilang kalian juga " Tanya Jeje menatap Alister dan Ela .


" ALISTER " teriak Jeje membuat twins kaget hingga menangis .


" Papi " bentak Raymond kesal .


" Maaf son , Alister " Panggil Jeje sekali lagi .


"Belum jebol Pi " Ujar Alister tenang .


" Belum jebol tapi kaka Ela sudah hamil " semua orang melotot kan matanya .


" Amanda " Amanda tertawa kecil" bercanda Pi, Kaka Ela hanya Konsul saja karena dia ingin hamil cepat " Semua orang bernapas lega .


" Kau membuat mereka jantungan sayang " Ujar Rifat gemas .


" maaf " ujar Amanda sambil tersenyum kuda .


" Radhi mana " Tanya Raymond setelah sadar jika adiknya tidak ada .


" Ke hotel menemui mertuanya " Raymond mengaguk .


" Kaka " Reza menatap Raine " Apa " tanya Reza .


" Mau menikah " Reza mendengus kesal .


" Nanti Raine " Ujar Reza tertahan .


" Kapan " Tanya Raine sendu .


" kalau sudah waktunya " jawab Reza .


" kalian " Rif'at menunjuk Reza dan Raine bergantian .


" Kami pacaran " Ujar Raine bahagia .


" Sejak " Tanya Alister kaget .


" Sejak malam itu ,Kaka tahu kak Reza sangat jago ciumannya ah aku pengen lagi " Semua orang melototkan matanya tajam .


" RAINE " Henry menahan kesal kenapa anak perempuan satunya itu mesum sekali laku itu astaga !!


Henry memijat kepalanya yang terasa sakit .


" Kenapa Dad " Tanya Raine polos .


" Kau sangat pintar princess " Jawab Jeje tertawa kecil .


" Benarkah " Alan dan Davin mengaguk " kau bisa melakukan lebih " Raymond langsung menatap tajam Alan dan Davin .


" Reza bukan seperti ayah, yang suka ke luar masuk " Ujar reza ketus .


" Makanya jangan memancing nya " Ujar henry tertawa kecil .


" Sudah kenapa kalian selalu berdebat " ujar Daddy Radit .


"Maaf tuan makan malam sudah siap " Ujar pelayan .


" Ayo makan malam dulu " Ujar Daddy Radit .


" Biarkan baby El bersama ku " Raymond mengaguk saja .


"Ayo baby " Adara menerima uluran tangan suaminya .


" Aku ingin makan cake " Raymond mengaguk " setelah makan nasi " Ujar Raymond .


" serius " tanya Adara .


" tapi kamu tahukan semua tidak gratis " Adara mengaguk tersenyum .


" Anak pintar " Raymond mengacak rambut Adara .


" Ingat !! Sudah ada bontot " Cibir Davin .


" Biarkan saja baby ,ayah hanya iri " Davin mendengus kesal lalu mendahului Raymond dan Adara .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😚