
Raymond duduk di samping tempat tidur sambil menatap Adara tertidur.
"aku janji akan membahagiakan mu " gumam Raymond lirih lalu dia merapikan anak rambut yang menutupi wajah Adara .
Setelah itu dia kembali menatap Adara,tapi tidak berlangsung lama karena dering HP nya .
" jika tidak penting aku akan membunuh siapa pun kamu " geram Raymond lalu mengambil HP nya .
Setelah melihat siapa yang menelpon, Raymond langsung ke luar dari kamar menuju balkon .
" katakan " ujar Raymond sekilas dia membalikan badannya menatap Adara .
" kami akan kembali malam ini tuan " ujar di seberang.
" hebm ,kembali lah, bawa mereka di tempat biasa sebelum nantinya kalian bawa ke hotel " ujar Raymond
" baik tuan, apa
" nanti kita lanjutkan lagi " ujar Raymond cepat saat melihat ada pergerakan dari tempat tidur .
Lalu dia mematikan telepon nya dan masuk dalam kamar.
" Dara" panggil Raymond lembut lalu duduk di sisi tempat tidur .
Adara hanya menggeliat saja lalu membalikkan tubuhnya sehingga menampakan punggung mulusnya .
" Dara perut mu " Raymond langsung membalikan badan Adara ,sehingga membuat Adara kaget .
" maaf " cicit Adara setengah sadar , Raymond hanya menghela napasnya .
" ayo mandi dulu ,ini sudah gelap setelah itu kita turun ke bawah makan " Adara menarik kembali selimut nya tapi dengan cepat Raymond menahannya
aaakkkkk
" honey " pekik Adara kaget
" aku bisa jalan sendiri " ucap Adara lalu menutup dadanya dengan ke dua tangannya .
" aku sudah melihat nya ,bahkan merasakan nya juga " Adara semakin menunduk kepalanya membuat Raymond tersenyum .
" mandi sendiri ,jika aku membantu mu aku tidak yakin tidak kembali membuatmu mendesah " Adara melotot kan matanya tajam ke arah Raymond .
" jika sudah selesai panggil saja " ucap Raymond lalu menunduk tepat di depan wajah Adara .
" aku suka warnanya " bisik Raymond tersenyum lalu meremas benda kenyal itu .
aaahhh
" jangan memancing ku baby ,aku sudah mandi " ujar Raymond lalu ke luar begitu saja .
" bukannya dia yang memulai " ujar Adara kesal lalu kembali mengingat kejadian tadi sambil tersenyum malu.
Bahkan tubuhnya tidak ada yang terlihat polos semua nya habis di bajak dan di kasih karya yang menurut nya sangat lucu bahkan warnanya bukan lagi merah melainkan sudah keunguan.
Sedang kan Raymond mengganti sprei yang mereka gunakan tadi dengan yang baru begitu juga selimut mereka,hal pertama yang dia lakukan selama hidupnya .
Biasanya pelayan lah yang akan mengganti dan membersihkan kamarnya dan yang lainnya.
Tidak berselang lama Adara ke luar dari kamar mandi dia menatap tempat tidur sudah terganti lalu dia menatap Raymond yang sibuk dengan HP nya .
" ganti bajumu setelah itu kita turun ke bawah " adara mengaguk lalu masuk dalam ruangan walk in close .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" jangan membuat istri mu lelah Ray " ujar Daddy radit bahkan Raymond dan Adara belum duduk .
" dengarkan saja ,opa hanya iri karena dia sudah tidak mampu " Adara semakin menunduk kan kepalanya malu .
" Queen belum pulang " tanya Raymond menarik kursi untuk Adara .
" dia tidur di butik,karena harus menyelesaikan semuanya sebelum waktunya " ucap Elvi lembut .
" mau makan apa sayang " tanya Elvi menatap Adara .
"biar Ray saja mom " Elvi mengagukan kepalanya .
" kapan Amanda punya waktu ,biar mommy belanja dengannya " ujar Elvi sambil menatap Rif'at
"nanti saya tanya mom " ujar Rif'at
" kosongkan jadwalmu temani dia jangan hanya mobil yang kamu urus " ucap Henry ketus .
" iya dad,besok Rif'at akan temani Amanda sekalian cari cincin " ucap Rif'at ,Henry hanya diam saja .
" ah iya apa kalian sudah punya cincin " tanya mommy ellena menatap Raymond dan Adara .
" ada Oma " ujar Adara lirih .
" apa itu cincin nya " Adara mengaguk kepalanya .
" tapi Raymond ti
" mom ini meja makan " potong Daddy Radit menatap istrinya nya .
" maaf ,ayo makan " ujar mommy ellena.
Raymond menatap wajah Adara yang tiba² terlihat berbeda setelah pembahasan tadi .
" mau aku suapi " Adara menggeleng lemah " iya sudah ayo makan " Adara mengaguk kepalanya.
bahkan aku lupa siapa aku sebenarnya ,tuhan aku mohon bantu aku kuatkan hatiku batin Adara sambil memasukkan makanan dalam mulutnya .
" jangan keras kepala jika tidak bisa " Raymond menarik piring adara dengan kasar ,saat melihat Adara memaksa kan menelan makanan yang dia makan .
" son / Ray " panggil mereka bersamaan .
" minum " Raymond membantu Adara minum dengan pelan tanpa mendengar teguran kedua orang yang di depannya .
" so sweet " ucap Raine bahkan dia sampai menyatukan tangannya menatap Raymond dan Adara .
" Kaka Reza aku mau seperti itu " Reza menghela napasnya kasar .
" sini lah " Raine melotot kan matanya senang lalu dia berdiri .
"bibi ambilkan racun sianida " Raine kembali duduk saat mendengar ucapan Reza menyuruh pelayan mengambilkan racun .
" Raine makan sendiri saja kak " ujar Raine pelan .
" dasar ,lihat saja nanti aku akan membuat kamu yang keracunan cinta ku " Henry dan Daddy Radit hanya menggeleng mendengar gumaman Raine Karena memang dia duduk di antar kedua pria itu .
"makan sayang " Raine hanya mengaguk sambil mengumpat Reza karena kesal .
"kau tidak akan kenyang hanya mengumpat ku " ucap Reza ketus .
" opa mau makan !! kenapa kalian ribut " ujar daddy Radit kesal .
Setelah itu mereka kembali fokus pada makanan nya ,jika yang lainnya makan dengan nikmat beda dengan Adara makan hanya karena anak² nya memerlukan itu .
Raymond hanya menghela napas panjang nya saat melihat Adara terlihat berbeda .
Bahkan sampai selesai pun Adara tetap mengunci mulutnya.
" antar istrimu istirahat son " Raymond hanya mengaguk .
" nanti mommy antarkan susu Adara " ucap Elvi lembut .
" kami ke atas dulu mom " pamit Raymond .
" tahan dirimu " Raymond mengaguk paham .
" ayo " Raymond membantu Adara berdiri .
" apa kau ingin aku memakai cincin juga " tanya Raymond saat sudah sampai di dalam kamar .
Adara memilih membaringkan tubuhnya di tempat tidur karena memang dia masih lelah .
" kamu belum minum vitamin dan susumu Dara " ucap Raymond mengepalkan tangannya menahan emosinya .
Adara bangun lalu menarik laci mengambil vitaminnya lalu mengambil gelas di atas meja yang masih ada airnya .
" Adara " panggil Raymond tertahan .
" aku tidak memakai nya bukan berarti aku tidak menerima pernikahan kita " ucap Raymond menatap Adara .
" lalu karena apa ?? bukannya dulu kamu bertunangan dengan Manda kamu memakai cincin nya, apa karena kamu menerimanya juga lalu kenapa kamu tidak melanjutkan hubungan kalian " tanya Adara tanpa membalikkan badannya .
" ah iya aku lupa !! karena setelah melahirkan ana.....
" ADARA " teriak Raymond memenuhi ruangan kamar mereka .
" apa hanya itu yang bisa kamu ucap kan hah " bentak Raymond keras.
" lalu apa yang harus aku katakan ,bukankah itu kenyataan, aku di sini hanya karena anak yang aku kandung selebihnya aku hanya orang lain ,selain itu aku hanya wanita .....
" WANITA APA HAH " teriak Raymond menetap tajam Adara.
" apa perlu aku yang mengatakan nya ,sesuai ucapan orang² " tanya Raymond dingin.
" jangan memancing amarahku Adara....
" katakanlah " ucap Adara membalas tatapan Raymond
"kau yakin aku mengatakan nya, bukannya sebelum nya aku sudah mengatakan kau salah jika menantang ku " ucap Raymond tersenyum sinis .
Raymond memilih ke luar dari kamar menuju balkon karena dia tidak ingin terjadi papa pada Adara karena tidak bisa menahan emosinya .
tok ...tok ...
" sayang ini mommy " Adara langsung menghapus air matanya lalu berdiri .
Langkah Adara terhenti saat Raymond mendahului nya .
Ceklek
" mommy " Elvi mengaguk tersenyum .
" susu Adara, apa dia sudah tidur " tanya Elvi lembut .
" belum mom, dia habis minum vitaminnya " ucap Raymond .
" iya sudah mommy ke bawah dulu , jangan begadang istirahat lah " ucap Elvi lembut .
" terimakasih mom " Elvi hanya membalas nya dengan senyuman .
Raymond kembali menutup pintu kamarnya dengan rapat,setelah itu mendekati Adara .
" minum susunya ,setelah itu istirahat " Adara hanya diam saja tapi dia menerima gelas susu yang di berikan Raymond .
" Adara ...
" iya aku tahu kalau aku sedang hamil aku tidak akan membahayakan anak²mu " ujar Adara dingin, Raymond mengepal kan tangannya kuat .
" apa maumu , cincin aku akan memakai nya !! lalu apa lagi yang kamu inginkan " ujar Raymond
" Ceraikan aku " Raymond langsung membalikan badannya cepat .
" lahirkan anak²ku, setelah itu aku akan mengikuti kenginginan mu " ucap Raymond ketus .
" mereka anakku mereka tumbuh dalam perutku " ucap adara tegas
" mereka tidak akan ada jika tanpa aku Adara,ingat itu " ujar Raymond tenang .
"istirahat lah ,kamu masih lelah " lanjutnya lalu ke berjalan ke arah balkon kamar .
Raymond menghembuskan napas nya kasar, lalu memejamkan matanya dengan kuat.
" kenapa kamu selalu menguji ku Dara " gumam Raymond lirih
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
like
koment
vote
hadiah bunganya
bintang 5 iya 😘😘😘😘😘