
Waktu yang di tunggu-tunggu Reza dan Raine kini semakin mendekat, sedikit lagi mereka akan bertemu dengan kedua anaknya .
Sejak Usia kandungan 7 bulan Reza sudah meminta Riane berhenti bekerja sehingga Morgan lah yang berada di perusahaan sekarang.
Begitu juga Reza sebisa mungkin dia tidak lembur dan dia sudah mengatur semua jadwal agar bisa menemani Raine nantinya sekalipun dia tetap bekerja setidaknya tidak ada hal yang mendesak saat dia lahiran nanti nya .
Kini mereka tengah makan malam bersama dan ke dua pria itu melayani istri mereka yang sedang hamil besar dengan lembut .
" Kau sudah menemukan dokter untuk Raine "
" Sudah Dad ,dokter yang menangani nona Adara dulu " Karena saat ini pun Amanda juga Tidak bisa membantu Riane untuk melahirkan .
" Dia siap kapan pun di butuhkan " Tanya Daddy Radit .
" Iya Opa " Jawab Reza .
" Mas mau itu boleh " Raymond langsung mengambil kan apa yang di inginkan sang istri .
" Tambah " Adara menggeleng, Raymond pun duduk kembali di kursi nya .
Sekilas dia menatap ke dua anaknya yang sedang makan senyum di bibirnya sedikit tertarik .
" Kakak " Reza menatap Riane ' Mau juga " Raine menggeleng " Lalu mau yang mana " Tanya Reza .
Riane hanya menggeleng karena rasa sakit di perut nya sudah menghilang .
Sehingga dia bisa kembali melanjutkan makannya dengan tenang hingga selesai .
" Sssttttt "
" Kenapa sayang ?? Baby nakal lagi " tanya Reza panik.
" Tidak ,tapi tadi perut Raine sakit " Jawab Raine Jujur .
Kini mereka hanya berdiam di meja makan itu sekalipun mereka sudah selesai dan meja juga sudah bersih .
" Mana yang sakit" Tanya Reza .
" Perut ,tapi sudah tidak papa " Jawab Raine Jujur.
" Sudah berapa kali " Tanya mommy Ellena.
" 3 kali Oma " Jawab Riane .
" Hubungi dokter untuk ke sini " Reza langsung menatap Henry bingung .
" Istri mu akan melahirkan dan sekarang dia sedang kontraksi " Reza langsung melotot kan matanya tajam .
" Sekarang ,tapi bagaimana bisa " Ujar Reza panik .
' Hubungi dokter saja " Ujar Henry .
" Hp ku mana Dad "
" Kenapa kamu jadi bodoh " Bentak Raymond kesal .
" Maaf " Reza langsung mengambil HP nya yang sejak tadi di atas meja makan .
" Masih bisa tahan " Raine mengaguk Tersenyum .
" Sakitnya tidak lagi Mom " Bahkan Raine terlihat lebih tenang karena saat dia berhenti bekerja dia di sibukan senam hamil bersama Adara sebagai kegiatan mereka dan mengusir rasa bosan .
" 10 menit kamu sudah di sini jika Tidak usah berkerja besok nya " Uajr Reza to the poin.
" Ba....
Tut
Reza langsung mematikan telepon nya lalu menatap Riane .
" Apa yang harus aku lakukan sayang ,kita ke kamar mau di urut " Riane mengusapkan lengan suaminya " Raine baik baik saja " Bukannya paham Reza malah menggeleng .
" Telepon Papa dulu "
" Aku tidak punya waktu ,nanti saja " Jawab Reza cepat sambil mengusap perut dan belakang Raine bersamaan .
" Mama Raine kenapa " Tanya Edward yang sejak tadi menatapnya .
" Tidak papa ,adek nya Abang hanya ingin bermain " Jawab Riane tenang .
Tapi saat rasa itu kembali dia meremas lengan sang suami dengan kuat, Reza pun langsung menatap istrinya.
" Jika kalian menyakiti istri ku,akan ku hukum kalian saat ke luar nanti " Ancam Reza pada ke dua anaknya .
Bukan nya takut ke dua anaknya malah bergerak aktif membuat Raine meringis .
" Maaf sayang ...maaf " Ujar Reza lalu mengelus perut Riane kembali .
" Shiiiittt " Umpat Reza sambil menatap perut Riane seolah itu untuk ke dua anaknya .
" Ke rumah sekarang Riane akan melahirkan " Ujar Daddy Radit .
" Sekarang ,tapi Jo.....
" Jangan pernah menginjakkan kakimu ke sini ataupun melihat cucu mu "
Tut
Daddy Radit langsung mematikan sambungan telepon nya .
" Kenapa Dad " Daddy Radit menatap Henry .
" Biasa ' Henry dan Raymond tertawa kecil pasti saat ini Jose sedang emosi bahkan mungkin dia ingin sekali membunuh orang .
" Ayo kita ke ruangan " Ujar Daddy Radit .
" Tapi Riane ....
" Aku masih bisa jalan kak " Jawab Riane cepat .
" Biarkan istri mu jalan nak, biar pembukaan nya cepat " Reza menatap sekelilingnya .
" Istri mu akan melahirkan bukan pergi berkelahi dalam keadaan hamil besar " Ujar Raymond .
" Tapi kak,Reza takut " Ujar Reza jujur sambil menatap Adara .
Raymond paham apa yang di rasakan Reza apa lagi kini dia menatap istrinya .
Raymond langsung membantu Riane berdiri sedang kan Adara masih duduk di kursinya .
" Sakit lagi " Riane mengaguk sambil memejamkan matanya kuat .
" Za " Ah , Reza pun langsung berdiri saat melihat Riane sudah berdiri bersama Raymond .
" Jangan memikirkan yang tidak mungkin " Reza mengaguk lemah ,lalu memeluk Raine .
Henry dan Daddy Radit pun berdiri di dekat Riane saat wanita itu bersandar di pundak Reza .
" Bawa anak anak main iya " Ucap Adara .
" Baik nyonya ' Jawab Nany lalu membawa ke dua anak majikan nya bermain sebentar sebelum tidur malam .
" Daddy sama mommy temani Mama Riane dulu iya ,Abang temani adek " Ujar Raymond lembut .
" Iya Dad " jawab Edward .
Raymond mencium ke dua anaknya bergantian begitu juga Adara saat Nany membawa nya mendekat .
" Nanti bawa mereka di kamar bawah jika mereka ingin tidur " Lanjutnya pada Nany .
" Baik tuan " Jawab mereka lalu pergi meninggalkan ruangan itu .
" Ayo " Adara menerima uluran tangan sang suami lalu berdiri pelan di bantu sang suami .
" Mau jalan " Tanya Henry lembut .
" Iya Dad " Jawab Raine lalu mereka pun berjalan ke arah perawatan sambil menunggu dokter Lisa yang dulu menangani Adara .
Sesekali mereka berhenti saat Riane merasakan sakit bagian perut nya .
" Lanjut " Riane hanya mengaguk saja .
Saat sampai di ruangan bersamaan juga dokter Lisa juga baru datang .
" mAaf tuan " Ujar dokter dengan napas berburu .
" Bawa istri mu ke dalam " Reza pun membawa Raine ke dalam begitu juga dokter Lisa langsung masuk ke dalam .
Sesampainya di dalam dokter Lisa langsung mencuci tangannya dan memakai pelindung diri .
Sedang kan Raine sudah berada di atas tempat tidur pasien di temani sang suami .
" Maaf non " Riane hanya mengaguk saja saat dokter menekukan kakinya dan menaikan sedikit dres pakaian Riane .
"Maaf apa tuan ...."
" Buka saja " Jawab Reza yang paham akan pertanyaan dokter .
" maaf non " Riane hanya mengaguk sambil memegang tangan Reza .
" Sssttt " Desis Raine saat jari dokter Lisa memasuki intinya .
" I love you " Bisik Reza sambil mengelus kepala sang istri .
" Sudah pembukaan 7 iya ,apa nona sudah lama merasakan nya " Tanya dokter Lisa sambil membuka sarung tangan medis nya .
" Saat makan malam dok " Jawab Riane lirih .
"Nona termasuk orang yang beruntung karena pembukaan nya cukup cepat " Ucap dokter .
" kamu bisa bagi rasa sakitnya padaku " Riane hanya bisa memejamkan matanya menggegam tangan Reza .
Sedangkan di luar Jose yang baru datang bersama Aqila menatap tajam Daddy Radit yang hanya berdiam diri .
" Menyebalkan " Cibir Jose lalu duduk di sofa begitu juga Aqila .
" Apa mereka sudah lama masuk El " Tanya Aqila.
" Sedikit " Jawab Elvi .
" Kamu bisa melanjutkan dari pada menatap ku begitu " Uajr Daddy Radit .
"Cih " Cibir Jose .
Tidak berselang lama Alan dan jeje ikut gabung bersama Rifat dan Radhi .
Sedangkan para istri mereka berada di paviliun menjaga bayi yang baru beberapa hari lahir .
Iya Amanda dan Vania sudah melahirkan seminggu yang lalu dan hanya berselang dua hari .
Sedangkan Ela dan syahzani baru melahirkan tiga hari yang lalu bersamaan .
Sehingga hanya ada orang tua yang berada di sini tanpa ada nya mereka .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘