ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
pertemuan pertama dengan Adara



Hari ini weekend jadi kelurga Daddy Radit berkumpul semuanya tanpa terkecuali .


Setelah sarapan pagi satu persatu anak dan cucunya mulai berdatangan, seperti biasa Daddy Radit menjadi kejahilan anak dan cucunya


Apa lagi jika bukan mencium pipi mommy Ellena bergantian, dan benar saja dengan cepat Daddy Radit menarik istrinya menjauh dari anak serta cucu nya.


" Apa kalian tidak bisa memuaskan mereka sehingga selalu mencium istri ku " Davin dan Jose tertawa kecil, sedangkan Nabilla dan aqila hanya bisa diam .


Selalu saja mereka yang dapat omelan jika sudah seperti ini ,ingin marah tapi apa bisa.


Tidak bukan,jadi lebih baik di telan saja toh tidak bertulang juga .


" Kau mau ke mana " Tanyanya pada Alister dan Xavier .


" Salim Opa" Ujar mereka bersamaan .


" Sudah sana duduk " Ujarnya setelah selesai mencium punggung tangan Opa dan Oma nya .


" Kau sudah bilang padanya " Raymond mengaguk .


" Hei kau ...


" Adara Opa " Ujar Queen dan Raymond bersamaan.


" Terserah Opa " Mereka hanya bisa menghela napas " Apa pun nanti yang terjadi jangan memikirkan apa pun , sekalipun kandungan mu sudah baik² saja tidak menuntut kemungkinan mereka akan kembali lemah jika kamu memikirkan yang tidak seharusnya kamu pikirnya " Adara mengaguk sekalipun dia sendiri tidak paham dengan ucapan Opa Radit .


" Tuan ....


" Bawa mereka ke sini " Potong cepat Daddy Radit cepat .


" Baik tuan " Ujar sang penjaga lalu meninggalkan taman itu .


Tidak berselang lama sepasang suami istri dan juga seorang pria mungkin umur nya tidak jauh beda dengan Raymond mendekati mereka .


" selamat pagi ,maaf mengganggu waktu libur kalian " Ujar nya menunduk kepalanya di ikuti sang istri dan anaknya .


Syahzani,Ela,Amanda ,Xavierdan Alister saling melirik karena memang mereka tidak tahu .


"perkenalkan nama mu nak " sang anak mengaguk paham


" Perkenalkan saya Daniel Aditama Haposan Siagian " Ujarnya dengan lantang .


Queen menatap Daniel , sedangkan yang lainnya hanya diam saja ,siapa yang tidak kenal seorang Daniel asisten dari tangan kanan kekasih Queen .


Tapi yang membuat mereka bingung ada apa ke sini dengan kedua orang tuanya .


Apa ada kaitannya dengan Queen ,atau dia akan melamar salah satu dari mereka .


" Kalian sudah kenal bukan siapa dia , apa lagi Queen " Queen hanya diam saja.


" Duduklah " Mereka langsung duduk setelah di persilahkan .


" Kau bawa yang di butuhkan " Ujar Daddy Radit


" Iya tuan " Ujar Adit orang tuan Daniel sambil mengeluarkan apa yang di perlukan .


Sedangkan Daniel sejak tadi menatap Adara ,sehingga membuat Adara tidak nyaman .


" Alihkan pandangan mu ,kau membuat istri ku tidak nyaman " Ujar Raymond,bukannya dia kurang ajar tapi Adara kurang nyaman apa lagi istrinya itu belum tahu apa yang terjadi .


" maaf tuan " Ujar Daniel, Ada rasa rindu saat menatap Adara tapi sekarang belum waktunya.


" Adara, Apa kamu tahu kenapa kamu di titipkan di panti " Adara menggeleng " Ibu hanya bilang aku di bawah seorang wanita setelah itu dia pergi hingga sampai sekarang dia tidak datang menemui ku, bahkan wajahnya pun Adara tidak tahu " Ujar Adara menunduk .


" Are you ok " Adara mengaguk .


"Jika tiba² ada orang tuamu datang apa yang kamu lakukan " Tanya mommy Ellena.


" Adara hanya ingin bertanya kenapa mereka membuang Adara ?? apa Adara punya salah atau Adara tidak di inginkan ada ,jika begitu kenapa mereka milih melahirkan ku dari pada menggugurkan nya sehingga aku tidak berakhir di sana " Adit menguatkan sang istri yang sudah mulai gemetar karena menahan sesak, sedangkan Daniel mengepal kan tangannya ini sekali melampiaskan amarahnya tapi entahlah pada siapa .


" Jika mereka memberikan alasan apa kamu ingin mendengar kan " Adara menatap Raymond .


" Kenapa ?? Mau ke kamar " Adara hanya diam .


Jika boleh jujur dia merasa tidak nyaman saat orang mengungkit tentang kehidupan nya dulu, termaksud sekarang .


" Sayang " Adara menatap Elvi " katakan apa yang membuatmu tidak nyaman " Tanya Elvi lembut .


" tentang mereka " Ujar Adara lirih .


"Tidak semua yang kita pikirkan sesuai sayang,terlebih kamu belum paham dan belum mengerti " Ujar Nabilla yang memang sudah di beri tahu Davin ,begitu juga Ana dan Elsa .


"Dengarkan aku baik² iya " Adara mengaguk menatap Raymond.


" Kamu masih ingatkan ucapan ku semalam " Adara kembali mengaguk " Mereka dan pria yang menatapmu tadi adalah keluarga aslimu " Adara menatap kedua orang tuanya lalu menatap Daniel ,hingga akhirnya kembali menatap suaminya


"Adara tidak punya keluarga selain ayah sama ibu " Raymond memegang tangan Adara memberikan kekuatan .


Mommy Ellena mendekati Adara lalu duduk di samping nya .


" Nak terkadang apa yang kita lihat dan tidak terlihat itu menyakitkan ,tapi satu yang harus kamu ketahui mereka keluargamu, jadi dengarkan dulu penjelasan mereka iya " Adara hanya diam saja


apa ini arti dari pertanyaan semalam yang Raymond tanyakan batin Adara kembali menatap suaminya .


" Sebelumnya, saya minta maaf mungkin ini membuatmu syok tapi jujur selama ini kami mencarimu , kami tidak bermaksud membuang mu atau tidak menginginkan mu, ada masalah sebelum akhirnya kamu di bawah pergi ,dan selama itu juga kami memilih tinggal di luar negeri karena istri ku tidak ingin mengenang masalah pahit itu, tapi kami tidak pernah melupakanmu sedikit pun, bahkan kami harus meninggalkan Daniel Kakakmu berjuang sendiri di sini demi kesehatan istri ku,maaf jika kami datang di saat kamu sudah memiliki keluarga tapi saya bersyukur karena dengan itu kami bisa bertemu dengan mu setelah puluhan tahun " Ujar Adit serak .


"Kamu di bawah pelayan ke panti itu saat usiamu 1 bulan dan saat itu saya sedang di perusahaan dan ibumu ada urusan di luar sehingga dia menitipkan mu padanya dan itu hal pertama yang di lakukan istri ku ,dan kakakmu Daniel saat itu usianya akan memasuki 4 tahun jadi dia sudah mulai sekolah ,Kami tidak memiliki kecurigaan padanya selama bekerja di rumah karena memang dia baik " Ujar Adit dengan mata berkaca-kaca .


" Nak maafkan ibu ,Ini kesalahan ibu jika saat itu ibu tidak pergi kamu tidak akan menderita selama ini maaf kan ibu,maaf kan ibu nak " Ujar Marni sambil menangis sesegukan .


Bahkan yang ada dalam ruangan itu pun ikut menangis melihat pertemuan pertama Adara dengan keluarga nya .


" Baby " Adara menangis dalam diam ,hingga membuat Raymond sedikit takut Raymond mengelus perut Adara dengan lembut .


Daddy mohon jangan buat mommy kalian sakit sayang batin Raymond sambil mengelus perut Adara.


" Sayang " panggil mommy Ellena saat melihat Adara hanya terdiam .


" Bawa istri mu masuk " Raymond mengaguk lalu membantu Adara berdiri .


" BABY " Pekik Raymond panik saat Adara pingsan dalam pelukannya .


" Bawa keruangan " Ujar Henry langsung berdiri .


" ikutin Kaka iparmu Amanda " Amanda langsung berdiri mengikuti Raymond dan Davin yang sudah lebih dulu masuk .


" Ma-af kami


" Tidak papa Bu,mungkin dia hanya syok saja ,doakan saja semoga mereka baik² saja " Ujar mommy Ellena .


" Iya nyonya " Ujar Marni sesegukan .


" Lebih baik kita masuk ke dalam " Ujar Daddy Radit ,mereka pun berdiri menyusul Raymond ke ruangan perawatan .


" Selamat pagi nano Regina " Queen mendengus kesal saat Daniel menyapa " Kau tunggu saja " Daniel hanya bisa tersenyum .


" Bagaimana " Tanya Adit saat sudah di depan ruangan .


" Amanda sedang memeriksa nya di dalam juga ada Raymond " Ujar Davin .


" Tenang lah Bu, mereka pasti baik² saja " Mirna menggeleng cepat .


" Ini kesalahan ku yah, jika mendengar kan kata ayah untuk lebih sabar menunggu mungkin dia tidak akan seperti ini " Ujar Mirna sesegukan .


" Ini bukan salah siapa² cepat atau lambat pasti Adara akan tahu nantinya dan kejadian pun tidak akan jauh berbeda dengan ini " Ujar Daddy Radit .


Setelah menunggu beberapa menit Amanda ke luar dari ruangan pemeriksaan .


" Bagaimana keadaan nya " Tanya Daddy Radit.


" Hm itu apa " Amanda menatap Henry yang juga menatap nya " Katakan saja " Amanda mengaguk.


" Kaka ipar menunggu kalian di dalam maaf maksudnya Kaka Adara menunggu kalian " Ralat Adara menatap orang tua kandung Adara dan juga Daniel .


" masuklah " Adit, Mirna dan Daniel langsung masuk ke dalam setelah di persilahkan .


" Kaka ipar baik² saja begitu juga si kembar ,Kaka ipar hanya syok " Ucapan Amanda membuat mereka menarik napas lega .


" Gila ini berita yang sangat gila ,Adara adik seorang Daniel asisten tuan Naufal calon suami Kaka Queen , waow dunia ini sempit sekali " Ujar Ela heboh sambil menggeleng seolah tidak percaya


" Bahkan dia lebih tampan saat berpakaian seperti itu " Ujar syahzani.


" awaw sakit sayang " Ujarnya setelah dia tahu siapa yang menarik rambutnya.


" makanya jangan gatal " Ujar Xavier, syahzani hanya mengaguk .


" merepotkan saja " Cibir Reza menatap adiknya dan syahzani .


" Apa di dalam akan baik² saja " Tanya Henry .


" Tidak papa dad ,Kaka Ray ada di dalam " Ujar Amanda.


" Tapi tunggu sejak tadi sebenarnya aku penasaran !! kenapa anaknya yang laki² itu memilih menjadi asisten Naufal ketimbang memimpin perusahaan milik keluarga nya,bahkan sampai sekarang masih orang tuanya yang memimpin sekalipun dia hanya sesekali datang menghadiri yang penting² saja " Ujar Jose bingung .


" Apa kamu tidak lihat Reza memilih menjadi asisten Ray dari pada mengelola perusahaan yang di berikan kakeknya " Ujar Jeje ketus .


" Kalau Reza Ada yang gantikan Vier lah dia kan cuma sendiri contohnya Sasa sama Ela mereka mau tidak mau harus mau karena mereka hanya sendiri " Ujar Alan yang ikut menimpali .


" Kenapa kalian memperdebatkan tentang perusahaan orang, terserah mereka mau seperti apa " Ujar Daddy Radit kesal .


" Susah kalau bicara sama yang sudah berumur , bawaannya marah kalau bukan marah main ancam, dia mengerikan melebihi istri ku yang sedang datang bulan " Ujar Jose datar .


" Iya ,bahkan Aku bingung !! apa di kehidupan sebelumnya aku berbuat dosa yang sangat besar sehingga pas lahir aku harus ketemu dengan nya " Ujar Alan menggaruk keningnya yang tidak gatal .


" bahkan kamu lahir kembali pun sudah berdosa hingga sampai sekarang " Ujar Daddy Radit kesal .


" Benar kata Jose jika dia marah melebihi orang yang lagi PMS " Ujar Davin


Sring


Jeje,Alan,Jose dan Davin memilih menjauh sebelum akhirnya mereka kena amukan membuat yang lainnya menggeleng.


Tidak pernah sedetikpun mereka tenang jika sudah berkumpul pasti ada saja yang akan membuat mereka kesal entah itu apa ,hanya mereka yang tahu .