ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Memiliki hubungan



Pagi harinya di meja makan tetap dengan hawa dingin dan tegang .


Riane menarik napas panjang sebelum melanjutkan langkahnya di sana dia sudah melihat suaminya yang lebih dulu turun .


Tapi saat Raine mendekati meja makan , Elvi langsung berdiri dan Henry pun langsung menahan tangan istrinya lalu memintanya duduk .


" Maaf kalau kehadiran Raine membuat kalian tidak nyaman , Bibi bisa minta tolong buatkan sarapan nanti antar di mobil iya Raine tunggu di sana " Ujar Raine sekuat mungkin .


" Riane pamit dad ,mom " Riane menatap Reza yang tetap melanjutkan makannya .


" Ka-ka hebm Raine pamit " Setelah mengatakan itu Riane langsung meninggalkan meja makan itu .


Adara dan Queen menatap sendu kearah Raine ,bagaimana pun Riane hanya orang baru di lingkungan pernikahan apa tidak bisa secara perlahan di nasehati .


" Baby makan " Adara mengaguk lalu memakan sarapannya .


" Bibi biar kan saya saja " Ujar Reza saat pelayan akan mengantarkan kotak bekal untuk Raine .


" Kaka ,Reza tunggu di mobil " Raymond menganggukkan kepala nya sebagai jawaban .


"Ayo sarapan dulu " Elvi hanya bisa menunduk dan menangis .


" Sayang " Elvi mengaguk lalu menghapus air matanya .


" Maaf " Henry hanya mengangguk saja .


Lalu mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.


Reza membawa kotak bekal itu menuju mobil Riane .


Tok ...tok ..


Riane membuka kaca mobilnya tapi gerakan terhenti saat tahu siapa yang di luar ,dia langsung ke luar dari mobilnya .


" Kaka butuh sesuatu " Reza memberikan kotak bekal Raine .


" Makasih kak " Ujar Riane lalu mengambil kotak bekal itu .


" Bisa aku mencium punggung tangan Kaka " Izin Raine takut .


" Untuk apa " Tanya Reza menatap Riane .


" Ha-nya untuk pamitan kak " Ujar Raine terbata lalu mengambil tangan Reza mencium punggung tangan nya .


" Maaf jika Raine banyak salah " Ujar nya lalu melepaskan tangan Reza .


" Raine pergi kak " Reza hanya diam saja hingga mobil Riane benar² meninggalkan rumah besar itu .


Reza pun ikut masuk dalam mobil sambil menunggu Raymond .


Di dalam mobil Raine memakan sarapannya nya dengan deraian air mata .


Sedang kan sang supir menatap iba pada nona mudanya itu pernikahan yang dia jalani sangat menyesakan apa lagi keluarga nya seolah mendiamkan nya .


" Maaf pak, Raine cengeng iya " Ujarnya sambil menghapus air matanya .


" Tidak Non, Yang sabar iya non " Riane mengaguk Tersenyum .


Tidak jauh berbeda di mobil satunya Reza menyadarkan kepala nya di stir mobil sambil meremas kuat stir mobil .


" Maaf ,jika aku menyakitimu tapi bertahan lah hanya untuk sementara sampai kamu bahagia bersama nya " Gumam Reza .


" Aku tidak akan menahanmu ,dan aku meminta maaf karena sudah menyentuh mu maaf " Lagi² Reza merasa bersalah karena tidak bisa menahan diri nya .


" Jalan " Reza menatap samping ternyata Raymond sudah duduk di samping nya dengan iPad di tangannya .


" Baik tuan " Jawab Reza lalu membawa kuda besi itu menuju perusahaan .


Sepanjang perjalan tidak ada obrolan atau pembahasan tentang perusahaan .


Raymond sibuk dengan iPad nya sedangkan Reza sibuk dengan pikirannya sendiri .


Entahlah yang membuat pria itu selalu banyak terdiam tapi yang Raymond tahu semuanya berawal karena adiknya .


Hingga akhirnya mereka sampai di perusahaan Reza tidak membuka suaranya .


" Apa jadwalku hari ini " Tanya Raymond saat ke duanya sudah berada di dalam lift.


" Tidak ada tuan hanya bertemu dengan tuan Naufal " Jawab Reza .


" Baiklah " Jawab Raymond lalu dia kembali fokus pada iPad nya .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Raymond menatap jam tangan mahalnya lalu menatap Reza yang masih fokus pada pekerjaan nya .


" Za " Reza menatap Raymond .


" ini sudah siang Kita langsung pergi " Reza menggaguk lalu membereskan mejanya begitu juga dengan Raymond .


Sedang kan di perusahaan lainnya Raine sedang mengirimkan pesan pada seseorang lalu merapikan mejanya .


Setelah itu dia ke luar dari ruangan nya menuju meja kerja Endang .


" Endang aku ke luar sebentar iya cari makan di luar " Ujar Riane .


" Baik Non " Jawab Endang .


" Kamu juga makan siang " Endang hanya menggaguk tersenyum .


Riane memilih naik taxi online karena dia tidak ingin mengganggu sang sopir yang mungkin akan makan siang juga .


Sesampainya di bawa mobil yang di pesan Raine sudah menunggu depan perusahaan .


" Ke cafe xx pak " Ujar Riane saat sudah berada dalam taxi .


" Iya non " Jawab sang supir lalu menjalankan mobilnya menuju tepat yang di ucapkan Riane tadi .


Hanya butuh 10 menit Raine sudah sampai di restoran,lalu dia mengambil uang ratusan memberikan pada sopir taxi .


" Kemba...."


" Buat bapak saja " Ujar Raine lalu menutup pintu mobil dan masuk ke dalam restoran .


Raine mencari seseorang hingga akhirnya dia melihat orang mengangkat tangannya ,lalu Raine menuju tempat itu .


" Maaf apa sudah lama " Ujar Raine lalu menarik tempat duduknya .


" Belum 5 menit " Jawab Adrian Tersenyum .


" Kamu sudah pesan " Adrian menggaguk " Aku sudah pesan kan juga punya " Raine tersenyum .


" Kau memang terbaik " Adrian hanya tertawa kecil .


" Ada apa ?? Katanya kamu ingin bicara serius " Raine menarik napas panjang .


" Seperti nya kita Tidak bisa bertemu terus ..."


" Apa Pacarmu marah " Iya Raine belum bercerita tentang statusnya saat ini pada Adrian karena dia tidak ingin menyakiti Adrian lebih jauh lagi .


" Tidak marah ,hanya saja aku tidak ingin keluarga ku melakukan hal² yang kamu sendiri sudah bisa tahu " Adrian mengaguk paham .


" Tapi kita masih bisa bertukar kabarkan " Raine menggaguk " Kamu tetap kekasih haram ku " Adrian tertawa kecil begitu juga Raine .


Tapi itu hanya sementara saat Raine mendengar suara yang sangat dia kenal .


" Raine " Raine dan Adrian membalikkan badannya terutama Riane langsung menatap ke belakang nya .


Glek


Ternyata Raymond dan Reza berada di belakang mereka ,Raine menelan ludahnya paksa bahkan kini dia sudah ketakutan .


"Tuan mari, Queen dan tuan Naufal sudah menunggu didalam " Riane kembali menelan ludahnya kasar saat Mendengar ucapan Reza .


Berarti di sini ada kakaknya Queen serta suaminya , Raine menatap Reza .


" Ikut ke dalam " Titah Raymond langsung pergi begitu saja .


" Biar aku yang jelaskan ,kamu lanjutkan makannya " Ujar reza lembut menahan Riane untuk ikut masuk


" Aku bisa jelaskan " Reza hanya menggaguk tersenyum.


" Sudah tidak papa, maaf aku harus ke dalam " Ujar Reza lalu ikut menyusul Riane .


Bohong jika dia baik² saja ,nyatanya saat ini ingin sekali membunuh orang atau memukul pria itu .


Tapi semuanya di tahan karena dia tidak ingin Raine kecewa apa lagi mendengar ucapan Raine tadi .


" Di mana Raine " Tanya Raymond saat melihat Reza hanya masuk sendiri .


" Raine di sini kak " Tanya Queen menatap Raymond.


" Dia lagi bicara dengan temannya kak " Jawab Reza lalu duduk di samping Raymond.


" Teman ?? Teman apa yang kamu maksud Reza ,kamu sendiri dengar bukan apa ucapan nya tadi kekasih haram yang artinya mereka memiliki hubungan Reza " Queen dan Naufal menatap Reza yang hanya bisa menghela nafas.


" Tidak usah di perpanjang kak " Ujar Reza , Raymond hanya berdecak saja .


" Aku mau lihat " Naufal Langsung menahan tangan Queen .


" Alexa " Naufal menggeleng " Ingat habis ini kita ke rumah sakit " Lanjutnya lagi .


" Tapi bagaimana bisa...."


" Kakak " Queen hanya mendengus saja saat melihat tatapan memohon Reza .


Sedangkan di luar ruangan Adrian jadi bingung sendiri .


" Seperti nya kakakmu salah paham " Raine hanya mengangguk .


" Jangan di pikirkan ,yang penting Kaka Reza sudah tahu " Ujar Riane tenang .


Padahal dia sendiri tidak yakin dengan ucapan nya .


" Jika kamu butuh bantuan Katakan saja ,aku akan menjelaskan jika kita tidak memiliki hubungan yang lebih hanya sekedar sahabat " Raine mengaguk Tersenyum .


" Apa kau berani bertemu dengan Daddy ku " Ejek Riane .


" Aku akan usahakan " Jawab Adrian .


" akan kencing celana hanya dari tatapan nya " Ucap Riane tertawa kecil.


" Tapi serius kamu tidak papa " Riane mengaguk .


" Tenang saja , kau dengar bukan kata Kaka Reza tadi " Adrian mengaguk " Maka tidak usah di pikirkan " lanjutnya lagi .


Tidak berselang lama pelayan datang membawakan pesanan mereka lebih tepatnya pesanan Adrian sebelum Riane datang .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


*Makin panas gays hayoo merapat


jangan ngegas iya kak nanti tekanan dari naik 🤭🤭🤭😜😜


Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*